
Keesokkan harinya, Tuan Prabu dan Asisten Zaki sudah harus kembali ke Negara N. sedangkan Zie masih ada pekerjaan yang memang harus ia selesaikan terlebih dahulu beberapa hari kedepan. saat ini mereka semua sedang menikmati sarapan bersama di hotel seperti biasanya.
" Papi yakin mau pulang sekarang...?? "tanya Zie setelah menyelesaikan sarapannya.
" iya sayang....., maaf ya Papi pulang duluan. Papi tidak bisa berlama lama disini karena pekerjaan Papi masih banyak. " jawab Tuan Prabu.
"Hm....., Padahal Zie masih ingin menghabiskan waktu bersama Papi disini. " sahut Zie cemberut.
memang sangat jarang Zie dan Papinya bisa menghabiskan waktu untuk jalan jalan bersama karena keduanya sama sama sibuk dengan kerjaan. selain itu, Papi Zie yang seorang pembisnis ternama juga merupakan salah satu sebab Zie menjaga jarak dengan Papinya jika di luar rumah. hal itu mereka lakukan agar privasi Zie lebih terjaga dan identitas Zie tidak terpublikasi. jika sampai itu terjadi sudah di pastikan kehidupan Zie akan selalu menjadi sorotan publik dan Zie tidak nyaman akan hal itu.
"Maaf ya sayang....., nanti lain waktu Kita pasti bisa jalan jalan bareng lagi. ok?? jangan sedih...., Papi jadi ikutan sedih kalau kamu kaya gini. " ucap Papi Zie sambil mengusap puncak kepala Zie penuh kelembutan dan kasih sayang.
"iya Pi...., " jawab Zie mengangguk dan tersenyum manis kepada Papi nya.
"Baiklah...., kalau begitu Papi pulang dulu ya.... jaga diri kamu baik baik disini, kalau ada apa apa langsung hubungi Papi. kamu juga An....., " pesan Papi Zie.
"Baik Tuan.... " jawab Andre sedangkan Zie hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
"Zie akan mengantar Papi sampai ke bandara.... ". ucap Zie ikut beranjak dari duduknya. tapi sangat papi justru malah mencegahnya.
" tidak perlu sayang...., Papi kan perginya tidak sendiri. ada Asiaten Zaki yang menemani. kamu kembali saja ke kamar dan beristirahat." jawab Papi Zie. "bukankah hari ini kamu ada pertemuan penting dengan Klien?? ". tanya Papi Zie yang memang tau jadwal Zie hari ini.
" iya Pi... tapi ketemu kliennya nanti agak siangan. " jawab Zie.
"Ya sudah kalau begitu...., Papi pergi dulu ya. bye sayang...... " pamit Tuan Prabu setelah mencium puncak kepala Zie.
"bye Pi.... hati hati di jalan...., " jawab Zie sambil melambaikan tangannya kearah Papinya yang mulai berjalan pergi meninggalkan Zie dan Andre yang masih duduk di restoran.
semua barang bawaan Tuan Prabu sudah di kemas dan di masukkan kedalam mobil sebelumnya jadi Tuan Prabu langsung pergi menuju bandara untuk kembali ke negara N.
"Zie....., klien kita mengubah jadwal pertemuan. mereka meminta kita untuk datang menemuinya nanti malam di salah satu Bar ternama di kota ini. " ucap Andre memberi tahu.
Andre baru saja mendapat pesan singkat dari Asisten pribadi C.E.O AW Company yang membatalkan pertemuan mereka yang pada awalnya akan bertemu jam 10 pagi di restoran mewah yang ada di kota itu.
"Bar.....?? " tanya Zie memastikan bahwa ia tidak salah dengar dan Andre pun mengangguk. " kenapa harus di Bar?? Apa tidak ada tempat lain yang pantas untuk membicarakan kerja sama??". tanya Zie heran.
"(Kenapa Arion malah mengajak bertemu untuk membahas soal kerja sama di Bar sih?? apa maksudnya?? ) " batin Zie.
Zie memang sudah tau bahwa AW Company adalah perusahaan milik Arion sedangkan DW company sendiri adalah perusahaan milik Darren. sebelum ia mendatangi negara ini, ia lebih dulu mencari informasi semua tentang DW maupun AW Company.
"entahlah....., gue juga nggak tau. terus gimana?? kita lanjut pertemuannya apa batalkan saja? ". tanya Andre
Zie terdiam sesaat untuk memikirkan hal itu. Zie bukannya tidak pernah pergi ke dunia gemerlap itu tapi ia sadar bahwa dirinya adalah peminum yang sangat buruk. hanya dengan minuman beralkohol rendah saja bisa membuatnya mabuk. untuk itu dulu saat di luar negeri ia lebih memilih mempelajari dan bermain alat alat musik yang di mainkan oleh DJ ketika ia berkunjung ketempat hiburan malam seperti itu dari pada duduk di depan bartander sambil menikmati minuman yang memabukkan.
"Baiklah.... kita ikuti kemauan mereka. udah kepalang tanggung kita ada di negara ini jadi kita akan menemui mereka nanti, gue mau tau apa yang sebenarnya mereka ingin kan." jawab Zie
Andre mengangguk mengikuti perintah Zie dan membalas pesan tersebut dengan meng iya kan untuk datang ketempat itu nanti malam. setelah itu Zie dan Andre kembali kedalam kamar mereka.
Di tempat lain, Darren tengah duduk di kursi kepemimpinan DW company sambil memikirkan tentang apa yang Zie katakan barusan. ya.....pria itu baru saja selesai menelpon Zie setelah sampai di perusahaannya dan Zie mengatakan tentang pertemuannya dengan AW Company yang di reschedule nanti malam di sebuah Bar.
"Hallo kak...... " jawab Arion dari sebrang telepon saat Darren menghubunginya.
"Rion...., kenapa kau mau menemui perwakilan dari MK group di sebuah Bar?? tidak bisa kah kau memilih tempat lain untuk membicarakan kerja sama yang akan kalian jalin...? dengar Rion, mereka adalah tamu yang datang jauh jauh dari luar negeri. harusnya kau menyambutnya dengan baik?". tanya Darren to the point.
bagaimanapun Darren juga ikut andil dalam kerjasama yang akan mereka jalin jika mencapai kesepakatan bersama karena Darren lah yang menunjuk perusahaan MK Group untuk melakukan kerja sama saat dirinya menggantikan Arion dalam memimpin AW Company.
"Kakak...., aku sudah menyerahkan urusan itu kepada Chen. jadi bukan aku yang akan menemui mereka tapi Chen, Chen yang akan membahas rencana kerjasamanya nanti." jawab Arion.
"Apa....?? bagaimana bisa kau bersikap tidak profesional seperti itu. mereka sudah menyempatkan waktu untuk menemuimu secara langsung sesuai permintaan dari mu tapi justru kau yang malah tidak mau menemuinya?? ". tanya Darren tidak habis fikir.
" (kenapa Arion malah meminta Chen untuk menemui Zie?? apa jangan jangan Arion tidak tau bahwa perwakilan dari perusahaan MK Group itu adalah Zie? ) " batin Darren.
"Kakak....., jika saja Tuan Ma sendiri yang datang kemari maka dengan senang hati aku akan menyambut dan menemuinya. tapi perusahaan itu malah mengirim wanita sebagai perwakilan mereka, tentu saja aku tidak suka. aku tidak mau berurusan dengan wanita yang ujung ujungnya hanya menggunakan godaan dan rayuan untuk mendapatkan kerja sama itu. " jawab Arion.
memang tidak jarang sebuah perusahaan menggunakan wanita untuk melayani klien mereka hanya untuk mendapatkan kontrak kerja sama dengan perusahaan lain dan hal itu juga yang sering di jumpai oleh Arion sehingga ia enggan untuk berurusan dengan wanita yang akan membahas kerja sama di antara perusahaan mereka.
"(Jadi benar ternyata Arion tidak tau bahwa Zie lah yang mewakili perusahaan itu. sepertinya Arion masih belum mengenal siapa Zie yang sebenarnya.) " batin Darren.
"Rion....., MK Group adalah sebuah perusahaan yang cukup besar, kemampuan yang di miliki pemimpin perusahaan itu juga sudah tidak di ragukan lagi jadi tidak mungkin perusahaan itu menggunakan trik trik kotor seperti itu hanya untuk mendapatkan sebuah kerjasama. asal kau tau yang akan menemuimu nanti adalah Nona Kei sendiri, pemimpin perusahaan MK Group yang sangat sulit untuk di temui. kemampuan yang di miliki Nona Kei bahkan jauh lebih baik jika di bandingkan dengan Tuan Ma yang memiliki jabatan sebagai wakil pemimpin. harusnya kau bangga karena mendapatkan suatu kehormatan bisa bertemu dengan Nona Kei secara langsung. kakak ingatkan kau jangan pernah main main dengan perusahaan itu karena jika kau melakukan sedikit saja kesalahan dengan perusahaan itu maka pasti akan berdampak buruk bagi AW Company." ucap Darren mengingatkan.
setelah panggilan itu terputus, Arion duduk terdiam di kursi kebesarannya yang ada di AW Company sambil memikirkan semua yang Darren ucapan barusan. apa yang barusan di katakan oleh Kakaknya memang Benar. MK Group adalah perusahaan besar yang namanya sudah cukup terkenal jadi tidak mungkin mereka menggunakan trik kotor hanya untuk mendapatkan sebuah kontrak kerja sama.
"Nona Kei.....,?? kehebatannya dalam memimpin perusahaan memang sudah tidak di ragukan lagi. tapi sosok Nona Kei ini memang cukup misterius karena tidak pernah sekalipun terekspos di media sosial. bahkan selama gue kerja di MK Group dulu juga gue nggak pernah sekalipun melihat seperti apa Nona Kei itu. apa gue harus menemuinya ya??". ucap Arion pada dirinya sendiri.
Arion juga tidak mau jika sampai perwakilan dari MK Group merasa kecewa karena dirinya sendiri tidak menemuinya. sangat di sayangkan jika sampai kerja sama yang akan mereka bahas nanti tidak ia dapatkan. karena tidak di pungkiri kerjasama yang akan mereka jalin akan mendapatkan keuntungan yang sangat fantastis bagi kedua perusahaan nantinya.
.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
.
.