
Hari ini adalah Hari minggu dan pagi ini Kenzie dan juga Marvin sudah berada di sebuah lapangan untuk olah raga rutin seperti minggu minggu biasanya.
biasanya setiao hari minggu keduanya akan melakukan beberapa olah raga pagi seperti joging, bersepeda, main tenis, Climbing, latihan bela diri dan sesekali berenang di rumah jika memang mereka sedang tidak ingin kelur rumah karena di rimahny juga terdapat fasilitas ruang khusus olahraga yang sangat lengkap. tapi kali ini keduanya hanya olah raga dengan berlari mengitari lapangan berhubung lengan Zie masih terluka jadi mereka memilih olah raga yang tidak memberatkan gerakan tangan.
Zie dan Marvin sudah mulai merasa lelah karena sudah memutari lapangan beberapa kali. keduanya lalu menyudahi acara olah raga mereka dan berjalan santai menuju kursi yang tersedia di sekeliling lapangan untuk beristirahat.
matahari sudah mulai meninggi karena waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Zie dan Marvin akhirnya memutuskan untuk pulang.
keduanya berjalan bersama keluar dari area lapangan menuju tempat parkir.
"Habis ini mau langsung pulang apa mau gimana??".tanya Marvin kepada Zie. mereka sudah berada di dalam mobil sport warna hitam milik Marvin.
"Pulang dulu aja lah...., gue pengen mandi terus sarapan tapi abis itu kita ke pantai ya sebelum jemput Papi di bandara. Udah lama banget gue nggak main kepantai." ucap Zie.
"Siap kalau gitu....." jawab Marvin.
keduanya lalu terdiam menikmati suasana jalan raya pagi itu di temani alunan musik yang Marvin nyalakan di dalam mobilnya.
drttt......drttt.......
Hp Zie bergetar di barengi layarnya yang berkedip kedip menandakan ada panggilan masuk.
"Assalamu'aaikum Ken........." salam Zie setelah mengangkat panggilan itu.
"Wa alaikum salam..... Zie lo dimana??". tanya Ken to the poin.
"gue lagi di jalan sama Marvin, ada apa Ken??". tanya Zie
"Gue di depan rumah lo Nih...., tapi kata pelayan, lo nya lagi pergi sama Marvin." ucap Ken.
"Owh.... ya udah..., lo tunggu bentar. ini gue juga dalam perjalanan mau pulang ko." jawab Zie
"ok deh...., gue tunggu. jangan lama lama." ucap Ken.
"iya....., ini juga udah deket. Assalamu'alaikum......." salam Zie.
"Wa alaikum salam......." jawab ken.
keduanya mengakhiri panggilan. Zie menyimpan kembali Hp nya kedalam tas.
"Kenapa Ken??". Tanya Marvin ingin tau.
"dia ada dirumah sekarang." jawab Zie dan Marvin pun mengangguk Paham.
Mobil yang di kendarai Marvin dan Kenzie pun sampai di rumahnya. pemandangan yang mereka tangkap saat itu adalah ken yang sudah menunggu mereka sambil duduk di atas cup mobilnya. ia menggunakan pakaian santai kaos berwarna hitam di padu celana pendek berwarna abu abu dan tak lupa kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya.
Zie turun dari dalam mobil sambil tersenyum manis kearah Ken.
"Kenapa nggak nunggu di dalam aja sih Ken??". tanya Zie yang sudah menghampiri Kenzo.
"Gue lagi menikmati pemandangan indah di sekitar rumah lo Zie. nyaman banget ya ternyata. kayanya gue betah disini." jawab Ken jujur.
di sekeliling umah kenzie memang di tumbuhi tanaman hijau sehingga berkesan sangat asri, nyaman dan segar apalagi di waktu pagi hari seperti ini.
"Hay ken......" Sapa Marvin lalu saling bertos ria dengan kepalan tangannya.
"kalian abis joging??". tanya Ken yang melihat pakaian yang di kenak oleh kakak beradik itu.
"Lengan lo kan masih luka Zie??". ucap Ken khawatir.
"Aman ko Ken, kita cuma joging aja tadi. lagian Luka gue udah kering ko." jawab Zie. " Masuk yuk.......". ajak Zie.
ketiganya berjalan beriringan memasuki rumah Zie. ini kedua kalinya Ken masuk kerumah Zie tetapi ia tetap saja di buat kagum dengan interior bangunan di dalam rumah itu. berkesan menarik, mewah dan elegan. sangat sangat bagus menurut Ken.
Kini Marvin dan juga Ken duduk bersama di ruang tamu. sedangkan Zie pamit untuk mandi terlebih dahulu karena ia sudah tidak betah dengan keringat yang sedari tadi membasahi tubuhnya.
"Ken....kenapa lo kemarin nggak bilang kalau penyebab luka Zie adalah nolongin Zio??.tanya Marvin setelah duduk bersama Ken di ruang tamu. "kemarin Zio ke AK cafe, dan kami tak sengaja bertemu dengannya di parkiran. dia meminta maaf atas kesalahannya kepada Zie. darah gue serasa mendidih mendengar pengakuannya yang tega ninggalin Zie sendirian di tengah tengah pengeroyokan itu sampai gue lepas kendali dan nyerang dia. mungkin sekarang dia masih di rawat di rumah sakit." ucap Marvin menjelaskan.
"jadi lo udah tau semuanya??", tanya Ken dna Marvin mengangguk. " sama seperti lo, begitu tau kejadian yang sebenernya gue juga lepas kendali dan mukul dia. gue nggak mau hubungan kalian semakin buruk makannya gue nggak ngasih tau kejadian yang sebenarnya ke lo waktu itu." jawab Ken.
"Sekali lagi Makasih ya lo udah jagain Zie. kalau nggak ada lo nggak tau deh apa yang terjadi sama Zie." ucap Marvin tulus. "Tapi yang Zie ucapkan bener juga Ken, itu semua adalah musibah. bukan sepenuhnya kesalahan Zio. mungkin waktu itu Zio panik karena tunangannya di pukul preman sampai pingsan makannya dia melupakan keberadaan Zie." ucap Marvin yang sudah berhasil berfikir dengan jernih.
"Sama sama Vin . , Zie itu sahabat gue sudah seharusnya gue jagain dia. jadi lo nggak perlu berterimakasih." jawab Ken. " gue juga mikir gitu, tapi tetep aja Zio salah udah ninggalin Zie sendirian di tengah tengah bahaya pula." ucap Ken.
"tapi nanti gue bakal minta maaf sama Zio, gue ngerasa bersalah juga kemarin udah bikin dia babak belur." ucap Marvin sungguh sungguh.
"gue juga.... gue ngerasa bersalah udah mukulin dia kemarin." ucap Ken.
keduanya lalu terlibat obrolan santai sembahas apa saja yang membuat mereka tertawa bersama hingga akhirnya Zie pun datang dengan wajah yang lebih segar karena sehabis mandi.
"Kak..... Mandi sana..., abis itu kita sarapan bareng. nanti keburu siang." ucap Zie begitu mendudukan tubuhnya di samping Ken.
"ya udah......, gue mandi dulu ya Ken....," pamit Marvin kepada Ken tapi tangan Marvin terulur mengacak rambut Zie gemas.
"ish....nyebelin..." ucap Zie mengerucutkan bibirnya sambil membenahi tatanan rambutnya kembali.
Marvin menangiki anak tangga sambil tertawa melihat wajah kesal Zie.
"Kak.....?, sejak kapan lo panggil Marvin dengan sebutan kakak??". tanya Zio merasa aneh dengan sebutan itu karena merwka berdua seumuran.
"sejak kemarin....., tau dia tiba tiba minta di panggil dengan sebutan Kakak. katanya biar orang tau kalau dia kakak gue, bukan adeknya." jawab Zie.
Ken tertawa mendengar hal itu, terlihat lucu memang Zie dan Marvin sekarang menjadi Kakak adik.
setelah Marvin selesai mandi, mereka pun sarapan bersama di ruang makan.
ah......Ken jadi merindukan masa masa seperti dulu. sudah lama sekali Ken tidak sarapan bersama dengan Zie seperti ini. dulu ia dan Zio bahkan sangat sering makan bareng Zie baik itu pagi, siang maupun malam.
.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
.