
Setelelah selesai meeting terakhir dengan klien, Zie menaiki mobilnya bersama asisten Mif yang kebetulan melewati kantor polisi dimana om Ibnu di penjara saat ini. ia akhirnya memutuskan untuk menemui Om Ibnu di sel tahanan.
"Mita...., kita mampir dulu ke kantor polisi itu ya. " ucap Zie kepada Mif.
"Baik Nona. " jawab Mif patuh tanpa menanyakan apa tujuan Nona Bosnya pergi kesana.
setelah mobil mereka terparkir di depan kantor polisi, Zie turun dari dalam mobil setelah Mif membukakan pintu mobil untuknya. Zie lalu berjalan masuk kedalam kantor polisi di ikuti Mif yang berjalan di belakangnya.
"Selamat siang..., ada yang bisa kami bantu??" tanya Salah satu polisi bernama Rangga.
"Siang Pak...., saya ingin bertemu dengan salah satu tahanan di sini apa bisa?? " tanya Zie dengan sopan.
"Bisa.... silahkan ikut saya.... " ucap pak polisi Rangga lalu membawa Zie dan Mif menuju meja kerjanya.
di sana Zie di mintai kartu Identitas untuk di data dan melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum di ijinkan untuk bertemu dengan tahanan yang ada di penjara itu. setelah selesai Zie dan Mif diajak ke sebuah ruangan yang biasa di gunakan pengunjung yang ingin membesuk salah satu tahanan di sana. beberapa waktu menunggu akhirnya Om Ibnu datang bersama Pak Rangga yang menjemputnya di sel tahanan tadi.
"Kenzie...... " ucap Om Ibnu yang tidak menyangka bahwa Zie lah yang datang untuk menemuinya.
"Om....., " sapa Zie tersenyum.
"kalian hanya memiliki waktu bertemu selama 30 menit. silahkan........ "ucap Pak Rangga mempersilahkan keduanya. lalu duduk di kursi yang tidak jauh dari mereka.
"Zie..... maafkan Om..., Om sudah berbuat jahat sama kamu dan yang lainnya juga. Om sangat menyesal Zie. tolong maafkan Om." ucap Om Ibnu menundukkan wajahnya dengan kedua tangan yang bertautan di atas meja. ia benar benar merasa menyesal.
perkataan Zie waktu itu membuka mata hatinya. tak seharusnya ia menaruh dendam kepada Prabu apa lagi melibatkan Zie yang tidak tau apa apa. kematian Ayu tidak ada hubungannya dengan Prabu maupun Zie. jika saja waktu dulu Prabu tau, dia juga pasti tidak akan membiarkan Ayu dalam bahaya. lagi pula, Ibnu sudah berhasil melenyapkan orang yang bertanggung jawab atas kematian Ayu. Ibnu menyesal telah membahayakan Zie kemarin. benar kata Zie, seharusnya ia membantu ayu untuk menjaga dan melindungi Zie yang merupakan satu satunya keturunan Ayu bukan malah sebaliknya.
selain itu Ibnu juga merasa sangat bersalah karena telah melukai istrinya sendiri. di tambah lagi semalam Ayu hadir didalam mimpinya dengan wajah sedih dan kecewa yang Ayu tunjukkan kepada nya . hal itu menambah rasa penyesalan di hati Ibnu. Ibnu akan meminta maaf kepada semuanya dan akan melanjutkan hidupnya lebih baik lagi setelah ia selesai menjalani hukuman atas segala perbuatannya.
"Zie sudah memaafkan om. Zie tau Om bukanlah orang jahat. rasa sakit hati dan ingin balas dendam lah yang telah menutupi mata hati om. Zie yakin om itu orang baik makannya dulu mami pernah jatuh hati sama om. benar kan??? " ucap Zie tersenyum manis mengulurkan tangannya menyentuh kedua tangan om Ibnu yang bertautan diatas meja.
Om Ibnu mendongakan wajahnya memandang wajah gadis cantik yang tersenyum manis kearahnya. seorang gadis yang merupakan putri dari seseorang yang selama ini ia sayang.
Om Ibnu ikut tersenyum dengan mata berkaca kaca, senyum manis Zie sangat mirip dengan Ayu... bahkan kebaikan hati Zie juga menuruni dari kebaikan hati Ayu.
"Terimakasih banyak Zie...., om janji setelah keluar dari sini om akan menjadi orang yang lebih baik lagi yang akan selalu menjagamu dan menyayangimu seperti anak kandung om sendiri. " ucap Om Ibnu dengan tulus.
"sama sama om....., Zie akan menunggu Om menepati janji itu. " jawab Zie.
"om pasti akan menepati janji om...., " jawab Ibnu yakin. "oiya Zie...., bagaimana kondisi Dewi??" tanya Om Ibnu. "Om menyesal sudah melukainya. sekarang dia pasti benci banget sama om dan tidak akan pernah memaafkan om setelah semua yang om lakukan pada keluarganya. " ucap Om Ibnu lagi yang kembali menundukkan kepalanya.
"Om tidak perlu khawatir.... tante Dewi baik baik saja. kemarin tante Dewi melakukan operasi kecil di lengannya untuk mengeluarkan peluru yang bersarang disana dan sekarang semuanya sudah baik baik saja." jawab Zie. "om Ibnu yang sabar ya..., mungkin saat ini tante Dewi masih marah dan kecewa sama om., tapi Zie yakin tante Dewi bakal maafin om suatu saat nanti. " ucap Zie menenangkan. om Ibnu mengangguk dan tersenyum tipis kepada Zie.
"ini siapa Zie....?? ". tanya Om Ibnu melirik kearah pemuda tampan yang duduk di sebelah Zie yang sedari tadi hanya diam tak bersuara sama sekali.
" oh.... dia Asisten pribadi Zie om. namanya Mif..., Mif kenalin ini Om Ibnu kakak iparnya Papi. " ucap Zie memperkenalkan keduanya.
Mif dan om Ibnu saling berjabat tangan dan menyebutkan namanya masing masing.
"Permisi...., Maaf waktu besuk sudah habis." ucap Pak Rangga yang datang menghampiri mereka.
"oh iya.. baik Pak." jawab Zie..... " om Zie pamit pulang dulu ya. jaga kesehatan om, nanti kapan kapan Zie akan berkunjung lagi kesini. " pamit Zie kepada Om Ibnu.
Om Ibnu mengangguk dan tersenyum kepada Zie.
"terimakasih Zie....., kamu hati hati dijalan ya. sampaikan permintaan maaf om buat Dewi dan Prabu. Om benar benar sangat menyesal. " ucap Om Ibnu dengan tulus.
Zie dan Mif lalu pergi keluar kantor polisi, sedangkan Om Ibnu di bawa kembali masuk kedalam ruang tahanan.
"(jadi dia orang yang kemarin menculik Nona Zie. tapi Nona Zie baik banget mau memaafkan orang yang sudah berbuat jahat kepadanya.)" batin Mif.
Mif memilih diam tanpa banyak bertanya, ia tidak mau mencampuri urusan keluarga Nona Bosnya.
"bruk...... " Mif yang sedang berjalan sambil melamun tanpa sengaja menabrak seseorang yang sama tidak fokus dengan jalannya karena orang itu berjalan sambil melainkan HP di tangannya.
"ah..... maaf, saya tidak sengaja. " ucap Mif
"maaf kan saya.., saya juga tidak sengaja. " ucap seseorang itu sambil membungkuk mengambil HPnya yang sempat terjatuh.
Zie saat itu berjalan di depan mendahului Mif sehingga ia menghentikan langkahnya ketika mendengar Mif meminta maaf kepada seseorang.
"Kak Dev.... " ucap Zie saat menoleh kebelakang dan mendapati Asisten dan managernya saling bertubrukkan.
"lah... ternyata lo Dev... " ucap Mif yang baru menyadari kalau orang yang ia tabrak adalah Dev.
"Mif..., Zie...., kalian ko ada di sini?? ". tanya Dev yang terkejut melihat keberadaan mereka.
"kami abis ketemu sama om gue yang di tahan disini kak. kakak sendiri ngapain disini?" tanya Zie.
"Gue abis ketemu sama Dona," jawab Dev yang membuat Zie menaikkan sebelah alisnya karena sangat tumben sekali manusia es seperti Dev mau menemui seorang gadis. " ehm...., gue bareng anak anak motor lainnya juga sih sebenernya tapi mereka udah keluar duluan. gue ke toilet dulu soalnya. gue kesini cuma di ajakin doang kok".ucap Dev menerangkan. ia tak mau Nona bos nya ini salah paham.
"ow seperti itu..... " jawab Zie sambil melihat jam tangan branded yang melingkar di tangannya. "itu artinya Kak Dev bolos kerja ya karena sekarang sudah lewat dari jam istirahat dan Lo juga nggak minta ijin sama gue" ucap Zie lagi sambil bersedekap.
"Hehehee..... maaf bos, tolong beri toleransi waktu buat manager Nona Bos yang teladan ini ya..." ucap Dev cengengesan.
"lain kali ijin dulu kalau ada perlu...., apalagi ini masih jam kerja. " ucap Zie mengingatkan. " ya sudah sana..., kak Dev balik kerja."perintah Zie.
"Siap Bos.... " jawab Dev.
lalu mereka berjalan menuju parkiran dan menaiki kendaraan mereka masing masing untuk kembali ke tempat kerja.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.
.