Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Kejutan



Setelah berjam jam lamanya menaiki pesawat terbang, akhirnya Andre, Zie dan Papinya telah sampai di bandara internasional negara K. Zie menghirup dalam dalam udara Negara itu yang terasa lebih sejuk jika di bandingkan dengan negaranya sendiri dan hal yang sama juga di lakukan oleh Andre. ini adalah pertama kalinya kedua gadis cantik itu berkunjung ke negara ini.


"Udara dan suasananya beda banget sama Negara kita ya Zie..... " ucap Andre.


"iya..... " jawab Zie dengan senyum mengembang.


tiba tiba HP yang ada di dalam sakunya Zie bergetar dan berdering yang menandakan ada sebuah panggilan telepon masuk. selama di pesawat, HP Zie memang di non aktifkan. tapi begitu pesawat lending dengan sempurna Zie langsung mengaktifkan benda penting itu.


"Hallo Ken...... " jawab Zie begitu sambungan telepon terhubung.


"Hallo Zie....., sedang apa lo?? gue baru saja pulang dari apartemen Zio. " ucap Ken memberi tahu kepada Zie.


"hm....., bagaimana Zio?? dia baik baik saja kan?? ".tanya Zie karena ia sedikit khawatir dengan keadaan Zio.


" Dia baik baik saja...., lo nggak perlu khawatir. " jawab Ken menenangkan.


"Syukurlah kalau gitu. " ucap Zie lega.


"Lo lagi dimana Zie.....??" tanya Ken karena ia seperti mendengar suara yang agak asing baginya.


"gue baru saja landing di bandara internasional negara K. ada kerjaan yang harus gue selesaikan disini. " jawab Zie


"Apa....?? lo di negara K?? sama siapa?? " tanya Ken penasaran.


"gue sama Andre dan Papi juga. " jawab Zie


"Kenapa lo nggak ajak gue?? tau gitu gue juga mau ikut, sudah lama gue nggak pergi berlibur. " ucap Ken penuh harap.


"Hey...., gue kesini juga karena ada kerjaan Ken. bukan sedang berlibur. lagi pula gue nggak mungkin ajak lo karena lo pasti juga sibuk dengan kerjaan kan?? " jawab Zie.


"iya juga sih...., gue memang masih banyak kerjaan di kantor. " jawab Ken lesu.


"Nanti lain waktu kita susun rencana buat liburan bersama. gimana?? " tanya Zie.


"Boleh juga...., tapi beneran ya?? usahain rencana itu benar benar terlaksana. udah lama juga kan kita nggak jalan jalan bersama" ucap Ken bersemangat.


"Baik lah....., gue tutup dulu telponnya ya?? ". tanya Zie.


" ok...., hati hati di sana dan jaga kesehatan. " pesan Ken.


"siap bos. " jawab Zie lalu mengakhiri panggilan telepon.


Zie dan Andre lalu berjalan keluar dari dalam bandara mengikuti langkah Papi Zie yang berjalan lebih dulu di depan mereka. kedua gadis cantik berbadan ramping itu memakai long coat dengan warna senada yang tidak terlalu tebal dan juga tidak terlalu tipis di sertai dengan kacamata hitam yang setia bertengger di atas hidung mereka masing masing. Mereka semua langsung naik mobil yang memang menjemput kedatangan mereka untuk menuju hotel yang sudah asisten Zaki siapkan.


Papi Zie hanya tersenyum tipis mendengar celoteh kedua gadis itu yang terus saja berkomentar tentang kekaguman mereka pada keindah kota ini sepanjang perjalanan menuju hotel yang akan mereka tempati selama berada di negara itu.


"Apa Papi memiliki cabang perusahaan di negara ini juga?? ".tanya Zie penasaran.


" ada tapi tidak terlalu besar, Papi lebih tertarik berinvestasi dengan destinasi wisatanya jadi Papi lebih berminat untuk mendirikan beberapa hotel dan risort di dekat objek wisata yang ada di negara ini." jawab Papi Zie.


"Wah..... keren. jadi Papi pasti sudah sering berkunjung kemari ya?? " tanya Zie.


"ya tidak terlalu sering juga karena cabang perusahaan Papi tidak hanya di negara ini. masih ada cabang perusahaan di beberapa negara lain. nanti setelah kamu resmi menjadi pewaris Al Azhar, Papi akan membawa kamu keliling negara di mana perusahaan Al Azhar berada untuk memperkenalkan kamu sebagai pemimpin perusahaan yang baru." jawab Papi Zie


"Pasti ketika saat itu tiba, Zie tidak akan pernah bisa bersantai seperti sekarang ini. pasti Zie akan seperti Papi yang selalu sibuk dengan perusahaan dan selalu bepergian keluar negeri. " ucap Zie membayangkan betapa sibuknya nanti ketika dia menggantikan posisi Papinya.


Papi Zie hanya tersenyum sambil membelai rambut panjang putrinya dengan sayang karena yang di katakan Zie memang benar, dirinya saat ini sangat di sibukkan dengan pekerjaannya.


mobil yang membawa mereka akhirnya sampai di sebuah hotel mewah bintang 5 dengan tulisan AA Hotel di atasnya yang berukuran cukup besar dan menyala. itu adalah salah satu hotel milik Papinya sendiri.


Kedatangan pemilik hotel tentu sudah terdengar oleh seluruh para pegawai di hotel itu. mereka berjajar di depan pintu Lobi untuk menyambut kedatangan tamu besar mereka di hotel itu.


"Selamat datang Tuan Besar...... " sapa salah satu orang yang berjabat menjadi General Manager di hotel itu.


GM dan karyawan lainnya langsung membungkukkan setengah badannya memberi hormat menyambut kedatangan pemilik Hotel tempat mereka bekerja.


Tuan Prabu tetap berjalan dengan berwibawa dan elegan nya sambil tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya membalas sambutan dari karyawan Hotelnya. begitu juga yang di lakukan oleh Asisten Zaki, Zie dan juga Andre.


GM sendiri langsung turun tangan mengantar mereka semua menuju Presidential suite room yang memang di sediakan untuk mereka semua. Ruang paling mewah dengan pelayanan terbaik yang Hotel itu miliki.


"Silahkan Tuan Besar........ " ucap GM setelah membukakan pintu ruang paling istimewa di hotel itu.


tidak hanya mengantar Tuan Besarnya ke kamar yang sudah di siapkan, GM itu pun mengantar Zie dan Andre ke kamarnya dan yang terakhir mengantar Asisten Zaki juga ke kamarnya. Zie dan Andre memang memilih untuk tinggal bersama dalam satu kamar yang cukup luas itu.


"nyamannya.......," ucap Andre yang sudah merebahkan dirinya di atas ranjang King Size berwarna putih lembut.


"Gue mandi duluan ya..... " pamit Zie yang langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


ia sudah merasa tidak betah karena badannya terasa lengket meski bau badannya masih tetap wangi. selesai berendam di kamar mandi, Zie keluar dengan memakai baju santai. kini giliran Andre yang masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


jam makan malam pun tiba...., Papi, Zie, Andre dan Asisten Zaki keluar dari dalam kamar untuk makan malam bersama di restauran yang ada di hotel itu. saat sudah sampai di restauran ternyata Zie melupakan HPnya di kamar.


"Pi....., HP Zie ketinggalan di kamar,. Zie ambil dulu bentar ya.... " pamit Zie.


"iya sayang....., Papi tunggu di restoran ya. nanti kamu langsung nyusul kesana saja. " jawab Papi Zie.


"iya Pi..... " jawab Zie yang langsung berbelok arah untuk kembali masuk kedalam lift menuju kamarnya.


"Gue ikut Zie..... " seru Andre yang langsung melangkah cepat menyusul Zie.


meskipun sudah dekat dengan seluruh keluarga Bosnya, tetap saja Andre masih merasa canggung jika berhadapan langsung dengan orang tua Zie.


Tuan Prabu dan asistennya langsung masuk kedalam restauran mewah yang ada di hotel itu. di sana sudah ada seseorang yang juga merupakan rekan Bisnis Tuan Prabu sedang menunggu kedatangannya.


"Kamu sudah datang ternyata?? sudah lama menunggu...... " sapa Tuan Prabu tersenyum sambil berjabat tangan.


"tidak...., saya juga baru saja datang. " jawab Orang itu juga tersenyum tampan.


mereka lalu duduk bersama di table Privat room yang memang sudah di reservasi sebelumnya untuk memesan makanan.


tak lama Zie datang bersama Andre memasuki privat room itu. orang yang duduk di hadapan Papinya pun menoleh kearah pintu yang di buka oleh seseorang.


"Zie........ " sapa orang itu yang cukup terkejut dengan kehadiran Zie disana.


"Kak Darren ko ada di sini?? ". tanya Zie yang juga terkejut melihat Darren ada di sana bersama Papinya.


Keduanya sama sama tersenyum dan saling memandang, terlihat jelas binar kebahagiaan dari waja keduanya yang kini bisa bertatap muka langsung setelah beberapa hari terpisah.


" ehm...., Papi sengaja mengajak Darren untuk makan malam bersama kita. " ucap Papi Zie.


"Dan Om tidak memberi tahu ku kalau Zie juga ikut bersama om kemari?". sahut Darren.


ini benar benar kejutan yang sangat membahagiakan bagi Darren. ia yang sedang merindukan Zie lalu di buat galau karena seharian ini telpon dan chat nya di abaikan oleh Zie tapi tiba tiba orang yang sangat ia rindukan saat ini ada di hadapannya.


"sengaja karena om ingin memberi kejutan untuk mu dan juga Zie. " jawab Papi Zie ikut senang melihat putrinya bahagia.


"Papi memang yang terbaik.... " jawab Zie langsung memeluk papinya dengan sayang yang membuat Darren cemburu.


"(awas kamu gadis kecil..., aku sangat merindukanmu tapi kenapa yang mendapat pelukan malah Om Prabu. harusnya kan aku yang kamu peluk) " batin Darren.


Zie tersenyum dalam hati melihat perubahan raut wajah Darren. ia tahu kekasihnya ini pasti juga merasakan rindu sama seperti yang ia rasakan. tapi ini di tempat umum, apalagi di hadapannya ada Papinya dan yang lainnya juga. tidak mungkin Zie langsung memeluk Darren begitu saja. Malu.....


mereka lalu melanjutkan acara makan malam bersama yang sempat tertunda dengan suasana penuh kehangatan.


.


.


.


.


bersambung.....


.


.


.


.