
Waktu berlalu begitu cepat, Zie menghabiskan waktunya dengan beberapa pekerjaan yang ia selesaikan dalam waktu bersamaan. menjadi pemimpin utama perusahaan MK group merangkap sekaligus menjadi Cleaning Servis serta mengurus Cafe dan juga Restoran. semua Zie lakukan dengan penuh semangat dan tanggung jawab, tentu saja semuanya bisa berjalan dengan lancar karena ada banyak orang orang kepercayaannya yang membantu semua pekerjaannya dengan baik..
hari ini adalah hari pernikahan Marvin dengan Cerry, sudah dari tiga hari yang lalu Marvin sudah tidak datang ke perusahaan sampai seminggu setelah hari Pernikahan. karena waktu iku akan Marvin gunakan untuk berbulan madu. semua pekerjaan di handle langsung oleh Nona Kei selaku pemimpin utama perusahaan MK group. tentu saja dengan bantuan dua sekertaris dan dua asisten yang handal. setelah beberapa hari mendapat pelajaran dari Andre dan Mif, kini Sisi dan Rizky mampu menyelesaikan semua tugas yang di berikan oleh Nona Kei dengan baik. Nona Kei sangat puas dengan kinerja Asisten dan Sekertaris baru Tuan Ma, ternyata pilihannya memang sangat tepat.
Meskipun tidak semua karyawan MK group mendapat undangan pernikahan Tuan Ma, tetapi hari ini perusahaan mengambil kebijakkan untuk meliburkan seluruh karyawan dalam bekerja untuk memperingati hari besar Orang tertinggi kedua di perusahaan selama sehari.
pernikahan Marvin di gelar di dua tempat. untuk akad nikahnya akan dilaksanakan di kediaman mempelai putri setelah itu baru Mereka semua akan di boyong ke Sebuah hotel mewah bintang lima untuk acara resepsi pernikahannya. tentu saja hotel yang di ginakan itu milik Al Azhar.
"Ziiieee......., cepat lah!! nanti keburu penghulunya ngambek gara gara gue datangnya kelamaan akibat nungguin lo dandan.".seru Marvin tepat di bawah tangga.
Mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga dengan pakaian yang sudah sangat rapi. sperti biasa cewek itu paling lama kalau soal dandan beda sama cowok.
"iya sabar......, kalau pembulunya ngambek biar gue santet dari sini.!!" teriak Zie tak kalah seru sambil menuruni anak tangga dengan sangat hati hati.
Zie sangat kesusahan berjalan karena ia menggunakan kebaya dan high heels, dengan sigap Marvin berjalan menaiki anak tangga untuk membantu Zie turun.
"sadis memang anak Papi yang satu ini." ucap Marvin menuruni anak tangga bersama Zie. "Hati hati Zie....." ucap Marvin kepada Zie.
Tangan Zie melingkar sempurna di lengan kekar Marvin. keduanya menuruni anak tangga dengan saling melepas senyum. sungguh keduanya terlihat seperti pasangan yang sangat serasi. Zie yangvterlihat sangat cantik dan elegan dengan stelan kebaya berwarna biru pudar yang membalut tubuh rampingnya. sedangkan Marvin terlihat sangat gagah dan tampan dengan stelan jas putih yang membalut tubuh tinggi altetisnya.
"Tapi walaupun sadis gue tetep anak Papi yang Paling cantik dong pastinya." ucap Zie memuji dirinya sendiri sambil terkekeh.
"ya iya lah..... adek nya siapa dulu dong.?? kakaknya aja ganteng gini, adeknya ya pasti cantik lah." Puji Marvin tak mau kalah.
semua yang ada di ruang keluarga ikut tersenyum mendengar candaan receh antara Marvin dan juga Zie. keduanya memang terlihat tidak pernah akur tapi mereka tetap menyayangi satu sama lain.
di ruang keluarga sudah banyak orang yang menunggu ada Tuan Prabu, Asisten Zaki, Mang Diman, Tuan Malik (ayah Ken), Sisi, Andre, Tanti, Mbok Nah dan Keara si gadis kecil anak dari Mbok Mah dan Mang Diman. sedangkan di depan rumah juga sudah ada asisten Mif, Rizky, Ken, dan juga Dev. mereka semua sudah siap untuk mengiring Marvin melaksanakan akad nikah di rumah mempelai putri.
acara akad nikah di langsung secara sederhana dan hanya di hadiri oleh kerabat dekat saja, berbeda dengan acara resepsi yang akan di hadiri oleh tamu undangan dari swmua kalangan terutama rekan bisnis Marvin sendiri Maupun Papinya.
kalau kalian tanya dimana Zio....?? jawabannya Zio akan datang langsung di rumah Cerry karena yang mengundang Zio bukan Marvin tetapi Cerry.
Zio sempat kaget mendapat undangan pernikahan Cerry dengan Marvin...., lalu bagaimana dengan Zie?? karena setau Zio, Zie dan Marvin memiliki hubungan yang sangat dekat. bahkan Zio mengira Zie berpacaran dengan Marvin.
kesibukan Zio di kantornya membuat ia kesulitan untuk menemui Zie. Zio hanya bisa berkirim pesan untuk menanyakan kabar Zie, tapi Zie selalu membalas pesan itu dengan singkat. Zio juga sering mengunjungi AK cafe tapi tidak menemukan keberadaan Zie. Zio berfikir bahwa Zie saat ini pasti sedang membutuhkan waktu untuk sendiri karena patah hati. padahal sebenarnya tidak, Zie hanya menghabiskan waktu lebih banyak dirumah bersama dengan Marvin dan Papinya sebelum Marvin menikah, karena setelah Marvin menikah mereka pasti akan jarang bisa menghabiskan waktu bersama.
Iring iringan mobil pengganti Marvin sudah siap untuk berangkat menuju kediaman mempelai putri. Semua mobil sudah di hias dengan bunga yang di pasang di bagian depan mobil. dua mobil alph*rd berwarna putih dan sisanya mobil lamborgini koleksi Zie dan juga Marvin yang sengaja di siapkan untuk di pakai para pengiring. Marvin satu mobil dengan Tuan Prabu dan Tuan Malik yang di supiri oeh Asisten Zaki dalam sebuah mobil alph*rd warna putih. sedangkan mobil yang satunya lagi berisi Mang diman, Mbok Nah dan juga Keara. sisanya Zie menaiki lambo berwarna putih, Ken bersama Tanti menaiki lambo berwarna hitam, Dev memakai lambo warna merah, Mif memakai lambo berwarna Orange. Rizky dan Sisi memakai lambo berwarna Hijau. Andre memakai lambo berwarna biru.
Rombongan mobil mewah ini terlihat seperti sebuah konvoi. tentu saja iring iringan mobil mewah itu menjadi pusat perhatian kendaraan lain ketika melewati jalan raya. mereka semua pasti bertanya tanya ada apa gerangan dan siapa yang memakai mobil mewah yang begitu banyak. tetapi simbul bunga yang ada di dapan semua mobil menandakan bahwa rombongan itu tengah membawa pengantin.
suasana semakin heboh begitu rombongan mobil mewah ini masuk kedalam komplek perumahan elit yang menjadi kediaman Levin sekeluarga di mana akad nikah akan di laksanakan. seluruh kerabat dan tamu undangan yang datang untuk menyaksikan akad nikah Cerry dan Marvin pun di buat ternganga takjub melihat kedatangan mempelai pria yang di iringi dengan banyaknya mobil mewah. ternyata calon besan Pak Levin orang yang sangat kaya raya. begitu pikir semua tamu undangan.
Marvin turun dari dalam mobil di susul Papi dan juga Tuan Malik. begitu juga para pengiring nya yang juga turun dari dalam mobil. Marvin berjalan di apit Papi dan juga tuan Malik memasuki gerbang rumah Levin di ikuti Mang Diman, Mbok Nah dan Ara di belakangnya. lanjut Asisten Zaki bersama dengan Zie dan juga Dev di belakangnya. berlanjut para cewek cantik Tanti, Sisi dan Andre. lalu yang paling belakang para pria tampan Rizky, Mif dan juga Ken. kedatangan mereka tentu di sambut dengan baik oleh tuan rumah yang sebenernya akan berubah setatus menjadi besan. setelah bersalaman rombongan dari mempelai Pria pun di persilahkan untuk duduk di tempat yng sudah di sediakan. halaman rumah Levin kini sudah di dekor sedemikian rupa untuk menjadi tempat di mana akad nikah antara Marvin dengan Cerry akan segera dilangsungkan.
"Pi...., ko rasanya sangat gugup gini ya." ucap Marvin kepada Tuan Prabu yang duduk di samping Marvin saat ini. kedua tangan Marvin bahkan terasa sangat dingin.
Sang Papi tersenyum melihat putranya yang yang terlihat gugup seperti itu. wajar karena ini adalah pengalaman pertamanya. dulu, Tuan Prabu juga mengalami hal yang sama seperti yang Marvin rasakan saat ini.
"tenangkan dirimu Vin...., tarik nafas dati hidung dan buang secara berlahan dari mulut agar bisa mengurangi kegugupanmu.,jangan sampai rasa itu menggagalkan pernikahanmu karena kamu lupa dengan kalimat ijab nya." ucap sang Papi sambil menepuk nepuk pundak Marvin.
bukannya tenang Marvin malah semakin gugup. pikirannya tertuju pada kalimat terakhir yang di ucapkan papinya. bisa gagal nikah kalau lupa sama kalimat ijab nya. begitu pikir Marvin.
"Woy... jangan bengong kak...., kesambet baru tau rasa lo." ucap Zie yang mengagetkan Marvin. entah sejak kapan Papinya pindah tempat dan berganti dengan Zie yang duduk di sampingnya.
"Ish....ngagetin aja.!!, lo nggak tau gue lagi demam." jawab Marvin
"Hah...demam?? lo sakit kak??". tanya Zie yang langsung menempelkan punggung tangannya di kening martin untuk mengecewakan suhu tubuhnya.
"bukan demam itu." jawab Marvin sambil menyingkirkan tangan Zie dari keningnya.
"La terus.....??". tanya Zie tidak paham.
"Gue demam panggung." jawab Marvin.
"Lo pikir mau konser kali pake segala demam panggung." jawab Zie terkekeh. " lo kan cuma mau ijab kak..., tenang lah. santai. lo kan udah biasa presentasi di depan banyak orang masa gitu aja gugup." ucap Zie.
"beda Zie....., Nih tangan gue sampe keringet dingin gini." ucap Marvin memegang tangan Zie.
Memang benar, Zie bisa merasakan tangan Marvin yang dingin bahkan keringatpun mulai merembas di keningnya. Zie dengan sigap mengeluarkan tisu dari dalam tas nya dan mengelap keringat yang ada di kening Marvin. setelah selesai Zie meminta Mif mengambil air minum untuk Marvin.
"Minum dulu kak....." ucap Zie menyodorkan sebotol air mineral kepada Marvin.
Marvin menerima botol itu dan langsung meminumnya. setelah itu ia memberikan botol itu kembali kepada Zie.
"Jangan gugup kak....., ini adalah moment spesial dalam hidup lo. inget perjuangan lo mempertahankan cinta lo kepada Cerry. dan tuhan telah mengabulkan semua keinginan lo dengan mempersatukan lo sama Cerry dalam ikatan suci. ini adalah buah dari semua kesabaran lo selama ini." ucap Zie menyemangati sang kakak.
Seperti biasa, kata kata Zie mampu membuat hati Marvin kembali tenang. ia mengangguk dan tersenyum kepada Zie.
tak lama Cerry akhirnya keluar dari dalam rumahnya dengan di gandeng kakaknya dan juga kakak iparnya ( Levin) menuju ke tempat Marvin yang sudah menunggunya.
"Tuh...., Pengantin lo udah datang, gue kesana dulu ya kak....." ucap Zie yang ingin menyingkir dari sana karena acara akan segera di mulai. Marvin mengangguk lalu pandangannya tertuju kepada Cerry yang sedang berjalan kearahnya dengan senyum yang sangat menawan. Marvin sampai tak bisa memalingkan pandangannya kearah lain. ia terpaku, terpanah, terpesona kepada calon istrinya yang terlihat sangat cantik.
"Kamu cantik sekali sayang....." bisik Marvin setelah Cerry duduk di sampingnya yang membuat Cerry tersenyum dan tersipu malu.
"Kamu juga sangat tampan." bisik Cerry membalas godaan Marvin.
Marvin menahan senyumnya mendapat pujian dari calon istrinya terlihat jelas binar kebahagiaan yang terpancar dari wajah kedua mempelai.
"ehm..... bisa kita mulai..??". tanya Pak penghulu yang akan menikahkan mereka
Pak penghulu mulai membacakan do'a untuk mengawali acara yang saklar ini. acara yang akan mempersatukan dua keluarga dan acara yang akan mengikat kedua insan dalan satu hubungan ikatan suci pernikahan yang sah baik di mata hukum dan agama.
Saat penghulu membacakan do'a, Zio dan Nico baru saja sampai di tempat itu. tapi kedua orang tua Zio tidak ikut menghadiri acara itu karena masih sangat kecewa dengan perbuatan Cerry waktu itu.
Zio dan Nico langsung berjalan kearah Zie dan yang lainnya berada, dan bergabung bersama mereka. kebetulan sekali kursi di samping Zie kosong sehingga Zio bisa duduk disana. Cantik banget, satu kata dari Zio untuk Zie.
*Kenzie
"Saya terima nikah dan kawinnya Cerry larasati Binti Hermawan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." ucap Marvin dengan tegas.
"Gimana para saksi?? Sah....?" tanya pak penghulu....
"Sah.........!!" jawab Para saksi.
"alhamduillahirobilaamin........" ucap Pak penghulu dan semua yang ada di acara itu.
Marvin memasangkan Cincin pernikahan ke jari manis Cerry, begitu pula Cerry yang juga memasangkan Cincin ke jari manis Marvin, Cerry mencium punggung tangan Marvin dan Marvin mencium puncak kepala Cerry di iringi riuh tepuk tangan bahagia dari semua tamu undangan.
Akhirnya Marvin dan Cerry sudah sah menjadi pasangan suami istri. Zie sampai meneteskan air matanya karena turut merasakan kebahagiaan Marvin dan Cerry. "Kalau jodoh memang tidak akan kemana." itu yang zie yakini sedari dulu dan sekarang terbukti kepada Marvin.
"Zie... apa lo baik baik saja??". tanya Zio yang melihat Zie mengusap air matanya.
"Gue baik baik aja Yo..., gue bahagia akhirnya mereka bisa bersama." ucap Zie sambil tersenyum.
"lo yakin nggak papa melihat Marvin menikah dengan Cerry??". tanya Zio memastikan.
"Yakin banget......, gue ikut bahagia melihat kakak gue juga bahagia." ucap Zie.
"kakak......??" tanya Zio bingung.
"iya Kakak...., Marvin adalah Kakak gue satu satunya, gue kesana dulu ya" ucap Zie lalu pergi kearah Marvin untuk memberikan ucapan selamat.
Ken yang sedari tadi mendengarkan percakapan Zie dan Zio pun mengulum senyumnya ketika Zio terlihat sangat kaget mendengar bahwa Marvin adalah Kakaknya Zie.
"Marvin memang kakaknya Zie, lebih tepatnya anak angkat bokapnya Zie. itu sebabnya Zie dan Marvin kuliah bareng di luar negeri dan kemana mana selalu bareng" ucap Ken menepuk nepuk pindah Zio. Ken tau sahabatnya itu cukup syok mendengar kebenaran hubungan Zie dan Marvin.
"(Apa?? kakak adik?? jadi selama ini kedekatan mereka itu karena mereka adalah kakak adik?? kenapa gue baru tau? astaga berati selama ini gue cemburu pada orang yang salah)". gumam Zio dalam hati kaget.
Zio merasa kaget sekaligus senang. kaget karena Zie dan Marvin ternyata kakak adik, seneng karena Zio masih memiliki kesempatan untuk dekat lagi dengan Zie.
.
.
.
bersambung......
.
.
.
.
Hay hay..., kemarin ada yang nungguin Kenzo, Kenzie & Kenzio up nggak ya??
maaf ya kakak kakak reader tersayang karena kemarin nggak up. Authornya lagi sakit..., sebenarnya hari ini juga mau libur up dulu karena pusing liat layar, tapi kasian temen temen yang udah nunggu up dari kemarin jadi aku bela belain up walaupun agak siangan. maaf ya sekali lagi...... 🙏🏻🙏🏻
.
.
.
.
.