
Tuan Prabu dan Marvin masuk kedalam kamarnya masing masing setelah acara ngobrol bersama tadi, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam sudah waktunya untuk istirahat. tapi Zie belum merasa ngantuk sama sekali jadi ia memilih menonton di ruang tv.
tak lama Marvin datang lagi dengan pakaian yang sudah rapi., ia memakai celana jeans hitam, di padu dengan kaos putih di lapisi dengan hoodie warna hitam dan sepatu berwarna putih.
"Mau kemana??". tanya Zie yang melihat Marvin sepertinya mau pergi.
"Mau keluar, ada balap motor malam ini. gue mau liat." jawab Marvin.
"tunggu gue ikut....." ucap Zie.
"Jangan...., tempat itu terlalu berbahaya buat cewek." jawab marvin yang tidak mengijinkan Zieuntuk ikut.
"ya udah..., pergi sono. gue bisa pergi sendiri nanti." ucap Zie ketus.
"eh....eh...., jangan gitu dong Zie." jawab Marvin lalu duduk di samping Zie. " gue cuma nggak mau lo kenapa kenapa. disana kebanyakan anak cowok semua, kata katanya juga kasar gue takut lo nggak nyaman disana." Marvin mencoba menjelaskan.
"gue cuma pengenliat aja arena balap itu kaya apa, lagian kan ada kakak gue yang bisa jagain gue jadi kenapa harus takut?? kakak gue nggak mungkin kan ngebiarain gue kenapa kenapa.??dari dulu gue pengen liat balapan motor tapi selalu di larang Ken dan Zio." ucap Zie manyun.
Marvin terdiam memikirkan perkataan Zie. yang di bilang Zie memang benar, Zie akan pergi ikut dengan Marvin. ia pasti akan menjaga Zie dengan baik. akhirnya Marvin mengalah dan mengijinkan Zie untuk ikut bersamanya. sepertinya Marvin lupa siapa Zie, ia lupa Zie nya jago bela diri melibihi kemampuan Marvin dan ia juga bisa menjaga dirinya sendiri.
Zie lalu menyuruh Marvin untuk menunggu sebentar karena Zie akan bersiap siap terlebih dahulu.
tidak lama, Zie datang menuruni anak tangga dengan pakaian yang sudah rapi sama seperti pakaian yang di pakai Marvin.
"udah siap??," Tanya Marvin, dan zie mengangguk.
"Yuk jalan...." ajak Zie.
keduanya lalu berjalan menuju garasi motor. Marvin memakai motor yang biasa ia gunakan untuk balapan, motor itu memang sudah di stel khusus untuk balapan. kecepatannya jelas di atas rata rata motor biasa.
"Gue bonceng lo aja ya kak??". tanya Zie.
" ok...., ayo naik, pakai helm nya." perintah Marvin yang sudah siap di atas motornya.
Zie menurut memakai helm fullface nya dan langsung naik keatas boncengan.
"Ready.....??" tanya Marvin.
"Go.....!!!." jawab Zie penuh semangat.
Marvin terkekeh mendengar jawaban Zie..., ia langsung tancap gas dan meluncur keluar dari garasi motor menuju gerbang utama. setelah keluar dari gerbang utama, Marvin menambah kecepatan motornya membelah keramaian jalan raya ibu kota dan membuat Zie mengeratkan pegangan tangannya yang melingkar di pinggang Marvin. Zie membuka kaca helm nya untuk menikmati angin malam yang menerpa wajahnya. Motor marvin berhenti sebentar di tengah jalan karena lampu lalu lintas berwarna merah.
"Nyaman kan sandaran di punggung gue??". goda Marvin tersenyum sambil menoleh ke belakang karena Zie memang menyandarkan kepalanya di punggung kakaknya.
"hm....nyaman banget, coba ada bantal sama selimutnya pasti langsung tidur nyenyak gue." jawab Zie mengangguk dan tersenyum mengejek.
"lo kira punggung gue ranjang???". kesal Marvin yang membuat Zie terkekeh.
Marvin melajukan motornya kembali ketika lampu lalu lintas berubah warna menjadi hijau.
"Zie sama Marvin??? mau kemana mereka malam malam gini??". ucap Zio yang melihat keduanya berboncengan sepeda motor.
Zio berada di dalam mobilnya, ia juga sama berhenti di lampu merah tadi dan tidak sengaja melihat Zie naik motor bersama Marvin. keduanya terlihat sangat dekat dan tersenyum bahagia. ada rasa cemburu yang hinggap di hati Zio melihat betapa dekatnya Zie dan Marvin.
"(Apa lo bener bener udah ngelupain gue Zie?? apa sudah nggak ada lagi rasa yang tersisa buat gue?? gue masih sayang sama lo...., gue harap kita bisa bersama lagi.)" ucap Zio dalam hati.
Zio malam ini sedang ingin keluar rumah, dia sudah janjian bersama Ken dan juga Nico untuk bertemu di sebuah club malam tempat langganan mereka tapi ia malah tidak sengaja melihat Zie bersama Marvin dijalan yang membuat mood nya semakin buruk.
Marvin dan Zie telah sampai di arena balap, di sana sudah ramai di penuhi anak anak dari berbagai geng motor. Marvin menghentikan motornya di mana gengnya berada.
" Akhirnya bos kita datang juga....setelah sekian lama fakum". seru anak buah Marvin menyambut kedatangan Marvin.
Zie turun dari atas motor di ikuti Marvin. keduanya melepas helmnya masing masing dan menaruhnya di atas motor. Marvin lalu bertos ria ala ala anak geng motor dengan mereka semua satu persatu.
"Sama siapa lo bos??". tanya Anak buah Marvin lagi.
"Dia Zie....., lo nggak lupa kan sama cewek yang pernah membuat lo babak belur dulu???". jawab Marvin terkekeh. Zie hanya tersenyum manis mengingat dulu pernah membuat beberapa dari mereka babak belur.
"What.....?? Zie yang tomboy dulu itu?? ko beda??". tanya anak buah Marvin lagi. Bukan gue aja kali yang di buat babak belur sama dia tapi kita berlima termasuk lo bos." ucap Anak buah Marvin mengingat kejadian dulu.
"Beda gimana??". tanya Marvin. "nggak usah di perjelas segala nggab!!MALU!!." Jawab Marvin ngegas.
"Wohoo santai Bos. kita kan malunya bareng bareng bukan lo doang." jawab anak buah Marvin sambil terkekeh. "beda dia sekarang lebih cantik," ucap anak buah Marvin lagi
"cantik sih tapi dia masih tetep bisa bikin lo babak belur loh. mau coba??" ucap Marvin.
"Eh Ampun Bos... Ampun..., gue nyerah kalau gitu. Peace Zie......hehee....." ucap teman Marvin cengar cengir agak takut juga sambil mengangkat dua jarinya kearah Zie membentuk huruf V.
Zie adalah satu satunya orang yang bisa membuat temen temen Marvin babak belur. Mana mereka main kroyokan melawan cewek seorang diri, kalah pula. hancur sudah nama baik geng motor itu kalau semua orang tau kejadian memalukan dulu.
"Semuanya....., Kenalin dia Kenzie adik gue. jadi gue harap kalian semua jangan ada yang berani gangguin dia kalau nggak mau berurusan sama gue." ucap Marvin memperkenalkan Zie kepada anak buahnya.
siapa yang tidak tau Marvin sang ketua geng motor mereka. selain terkenal tajir, Marvin juga terkenal dengan sifatnya yang cukup bengis dan menakutkan jika sudah marah. tidak ada satupun anak buahnya yang berani melawan Marvin.
"Bos...., kenapa mendadak Zie jadi adek lo...??? bukannya dia temen musuh lo ya??". tanya anak buah Marvin yang dulu ikut serta mengeroyok Zio.
Anak buah Marvin hanya mengangguk mengerti. mereka semua akhirnya mendekat ke arena balap karena pertandingan akan segera di mulai.
"Siapa yang mewakili geng motor kita??". tanya Marvin kepada salah satu anak buahnya.
"Gerry bos....." jawab Anak buah Marvin.
selain Marvin, Gerry adalah salah satu pembalap motor andalan geng motor itu. kemampuan dan keahliannya dalam balapan motor tidak kalah dengan Marvin.
itu sebabnya Gerry sering mewakili Geng motornya jika ada pertandingan balapan seperti sekarang.
"Zie.... lo ko disini....??". sapa seseorang yang sudah berdiri di samping Zie, entah dari mana datangnya Zie pun tidak tau.
"Kak Dev......" kaget Zie menoleh kesamping dan melihat wajah datar seseorang yang sangat ia kenal berdiri tepat di sabalahnya.
Dev menoleh kearah Zie juga sambil tersenyum tipis.
"Dia bareng gue bro....., katanya pengen liat secara langsung seperti apa balapan motor itu" sahut Marvin yang ada di sebelah Zie juga. posisi Zie saat ini berdiri di antara Dev dan Marvin. Dev menjawab ucapan Marvin dengan anggukan kepala.
Brum.....Brummm.........
Suara deru motor pembalap yang sudah stay di garis start saling bersahutan memekakan telinga bertanda pertandingan akan segera di mulai.
Drrtt....drttt.........
Marvin merasakan getaran Hpnya yang berada di saku celana. ia lalu merogoh sakunya untuk mengambil Hp itu.
ada 2 panggilan tak terjawab dari Cerry dan satu pesan yang masuk dari cerry juga yang meminta Marvin untuk segera menjemputnya di butik karena ban mobil Cerry kempes sehingga cerry tidak bisa pulang.
"ehm....Zie...., sepertinya kita harus pulang sekarang." ucap Marvin sedikit mendekat kearah telinga Zie karena suasana di sana sangat berisik.
"Kenapa?? baru juga sampai, balapan aja baru di mulai." tanya Zie sedikit berteriak agar Marvin bisa mendengar suaranya.
"gue mau jemput cerry, jadi lebih baik gue anter lo pulang dulu." jawab Marvin.
"Gue masih mau disini Kak, pengen liat balapan. lo jemput cerry aja, nanti gue pulang sendiri." ucap Zie.
"nggak bisa, gue nggak mau lo disini sendirian. kalau terjadi sesuatu sama lo gimana?". jawab Marvin yang membuat Zie cemberut.
Marvin sebenarnya nggak enak ngajak pulang Zie karena belum sempat melihat balapan motornya. tapi mau bagaimana lagi, Marvin juga nggak mungkin meninggalkan Zie sendirian di sini karena tempat ini kurang aman untuk Zie.
"Kenapa??". tanya Dev.
kebetulan balapan sudah di mulai jadi semua motor para pembalap sudah pergi menjauh sehingga Dev dapat mendengar samar samar pembicaraan Zie dan Marvin. Zie menoleh dan baru teringat bahwa dia juga bersama Dev.
"Kak Marvin, ngajakin pulang padahal gue masih mau disini." jawab Zie masih cemberut.
"Gue harus jemput cewek gue bro...., jadi nggak mungkin gue ninggalin Zie sendiri disini. itu terlalu berbahaya." jawab Marvin.
"Lo tenang aja, ada gue disini, lo pergi aja kalau mau jemput cewek lo. biar gue yang jagain Zie disini." ucap Dev.
"Lo yakin bisa jagain Zie??" tanya Marvin memastikan.
"Lo ngeraguin gue?? tanya balik Dev.
"udah.... Kak Marvin pergi aja, gue disini sama ka Dev. Kak dev pasti bisa jagain gue dengan baik jadi lo nggak usah khawatir ok?? udah sana, kasihan Cerry udah nungguin lo.". ucap Zie meyakinkan Marvin.
"Ya udah kalau gitu, gue pergi dulu ya? lo hati hati disini kalau ada apa apa langsung kabari gue??" Pamit Marvin kepada Zie.
"iya kak...., lo juga hati hati dijalan, jangan ngebut ngebut bawa motornya.".jawab Zie dan Marvin pun mengangguk.
"Bro....gue titip Zie ya, jagain dia baik baik. gue cabut dulu."ucap Marvin kepada Dev.
"siip......" jawab Dev singkat sambil mengacungkan jempolnya kearah Marvin.
Marvin akhirnya pergi meninggalkan Zie di arena balap. sebelum pergi, ia sudah menemui anak anak geng motornya dan berpesan untuk menjaga Zie juga.
.
.
.
.
Bersambung.......
.
.
.
.