Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Gerry ketahuan



Sepasang penantian baru masi melakukan sesi foto bersama dengan keluarga secara bergantian. Zie mengajak Papinya untuk ikut foto bersama Marvin dan Cerry. setelahnya semua pengiring dari mempelai Pria ikut foto bersama panganin secara bergantian. Nico menegang seketika setelah menyadari keberadaan Tuan Prabu, pembisnis handal yang menjadi idolanya


"Permisi Tuan, Maaf bolehkah saya berfoto bersama anda??". tanya Nico memberanikan diri. ia lebih tertarik berfoto dengan Tuan Prabu dari pada Foto dengan pengantinnya.


"Tentu saja boleh,...." jawab Tuan Prabu ramah.


Nico langsung mengeluarkan Hp nya dan mengambil gambar bersama tuna Prabu berkali kali. setelah selesai, Nico bergabung dengan teman yang alin untu berfoto bersama pengeantinnya. saat sesi foto sedang berlangsung datang rombongan anak anak muda yang jumplahnya hanya lima orang menaiki motor sport masing masing. mereka adalah teman teman geng motor Marvin.


Semua anak motor itu langsung berjalan menuju kearah sepasang pengantin baru untuk mengucapkan selamat kecuali Gerry yang pandangannya sudah terkunci pada gadis canting berkebaya biru muda, siapa lagi kalau bukan Kenzie. Gerry bahkan memisah dari rombongannya dan berjalan menuju Kenzie.



"Hay Kenzie..... kita ketemu lagi. masih ingat kan sama gue?". sapa Gerry kepada Zie.


sumpah demi apa Zie terlihat sangat cantik dengan kebaya uang membalut tubuh rampingnya serta make up natural yang menghiasi wajahnya.


"Gerry.... lo disini ?? sejak kapan lo kenal sama Zie?". tanya Zio heran.


"Lah Ken, Zio Kalian berdua ada disini juga??" tanya balik Gerry yang kaget melihat keberadaan teman kuliahnya ada bersama Zie. ia tidak menyadari keberadaan kedua temannya karena matanya terus tertuju kepada Zie.


"iya lah kita ada disini, Zie itu sahabat kita dan Marvin adalah kakanya Zie." jawab Ken." nah lo sendiri ko bisa ada disini?? tanya ken balik.


" Apa... ?? kalian sahabatan sama Zie?? sejak kapan?? ko gue nggak pernah liat kalian bareng??". tanya Gerry. " Gue anak geng motornya Marvin." jawab Gerry.


"kita sahabatan sejak kecil. ya kita memang waktu itu sempat kepisah karena Zie kuliah di luar negeri bareng Marvin." jawab Zio."terus lo ko bisa kenal Zie juga??". tanya Zio yang masih penasaran.


"Zie pernah di ajak Marvin ke Arena balap dan gue juga pernah ketemu Zie di AK cafe. " jawab Gerry jujur.


"Apa?? arena balap??". ucap Ken dan Zio bersamaan. kaget?? tentu saja karena mereka berdua sudah mewanti wanti dari dulu agar Zie tidak main kesana karena itu berbahaya.


"oh....gue inget sekarang....." Sahut Zie setelah mengingat wajah Gerry.


"Nah...., lo masih inget kan sama gue?, ua pasti lah gue kan ganteng jadi nggak mungkin dong lo lupa sama gue." ucap Gerry tersenyum senang karena ternyata Zie mengingatnya.


"ya.... gue inget, lo kan orang yang ngeroyok gue sama Kak Dev waktu itu." jawab Zie yang membuat Gerry seketika pucat pasi. " Kak Dev...., dia kan orang yang ngeroyok kita waktu pulang dari Arena balap itu kan ya?? yang sewa Bang jek dan temen temenya buat ngabisin kita." ucap Zie yang malah menepuk bahu Dev yang sedang ngobrol dengan Papi Zie. Dev menoleh kearah Zie lalu melihat kearah Gerry.


"(mamp*s !!gue ketahuan, mana Dev ada disini juga dan lebih parahnya lagi Zie mengenali wajah Gue saat malam pengkroyokan itu, S*al)" umpat Gerry dalam hati takut.


Niat hati mendekati Zie untuk mencari perhatiannya eh malah mendapat tatapan tajam dari semua orang yang ada bersama Zie saat ini.


"iya dia anak buah Marvin yang nyuruh bang Jek buat ngeroyok kita karena tidak terima kalah dalam balapan." ucap Dev.


jek memang sudah memberi tahu semuanya kepada Dev tentang kejadian malam itu tapi Dev tidak mau memperpanjsng masalah itu toh ia dan Zie baik baik saja tanpa terluka sedikitpun. justru malah Mereka yang di buat oleh Kenzie.


"Beraninya lo ngeroyok Zie...." Geram Ken langsung mencengkram kerah baju Gerry. Gerry sudah memejamkan matanya bersiap menerima pukulan dari Ken.


"Stop.....!!"cegah Zie langsung. "jangan buat keributan disini!! inget ini di acara nikahannya kakak gue. jagan berulah kalau nggak mau berurusan sama gue!!" ucap Zie tegas.


Ken langsung melepas cengkraman tangannya di kerah baju Gerry. tentu ia tidak mau terkena amukan dari Zie.


"Nah..gitu dong. Damai!!". ucap Zie dengan wajah tanpa dosa padahal dirinyalah yang menjadi sumber kemarahan Ken. "Lagian nih ya..., waktu itu gue nggak terluka sedikitpun kok." ucap Zie lagi.


"Hahaaa.... nggak kebayang geng motor berbadan kekar di buat babak belur sama seorang cewek berbadan kecil. sakitnya iya...., malunya juga dapat." ucap Ken sambil terbahak. ia yang tadi marah sekarang malah tertawanya paling kenceng.


"Asal lo tau Ger...., Marvin aja pernah di bikin babak belur sama Zie. apa lagi lo yang notaben nya hanya anak buahnya Marvin." ucap Zio masih tertawa


"Apa?? Marvin kalah sama Zie??. Astaga.... hancur sudah nama baik geng motor gue". ucap Gerry yang mana membuat mereka semua makin tertawa.


keributan mereka yang berada di sudut ruangan menjadi pusat perhatian para tamu undangan. pasalnya mereka terlihat sangat ramai dengan tawa mereka yang menggelegar.


"Woy Ger.... lo nggak ikut foto noh sama pengantin baru." panggil salah satu teman Gerry.


"ikutan dong....." sahut Gerry menoleh kearah teman teman geng motornya


"Telat..., kita semua udah tadi, sono lo sendiri." ucap Temannya Gerry



teman teman geng motor Gerry sudah memberi selamat kepada Marvin dan juga berfoto bersama. hanya Gerry saja yang sejak tadi asyik sendiri dengan teman temannya yang lain.


"ikut gue bentar....." ucap Gerry langsung menarik lengan Zie untuk menemaninya memberikan selamat kepada Marvin dan berfoto bersama.


"Woy....jangan main tarik aja lo...." sahut Ken tidak terima.


" Tau... nggak sopan Woy..., anak orang main bawa bawa aja.!!" sahut Nico yang sedari tadi diam saja. ternyata Nico sedang berusaha untuk mendekati Andre sang Sekretaris Nona Kei. eh maksudnya teman Zie karena Nico belum tahu bahwa Zie itu adalah Nona Kei.


Ken dan Zio ikut berfoto kembali bersama pengantinnya. kedua sahabat Zie ini tidak akan membiarkan Gerry mengambil kesempatan untuk mendekati Zie karena mereka tau betapa playboy nya Gerry saat di kampusnya sampai sekarang.


setelah acara akad nikah selesai, mereka semua kini berpindah menuju hotel mewah bintang lima milik Al Azhar yang akan menjadi tempat resepsi pernikahan mereka di gelar. Marvin membawa Cerry ke hotel dengan menggunakan motor sport kesayangan yang sudah di hiasi bunga dan pita. Marvin dan Cerry melaju paling depan di iringi teman teman Marvin dari geng motornya, lalu di susul dua mobil alph*rd berwarna putih baru di ikuti lagi mobil lambo berwarna warni di belakangnya setelah itu baru rombongan mobil dari keluarga Cerry mengikuti di belakangnya.


rombongan pengantin ini benar benar menyita perhatian di jalan raya, Tuan Prabu sampai menurunkan banyak keamanan untuk mengawal perjalanan mereka menuju hote agar tidak ada kendala.


.


.


.


.


Bersambung.......


.


.


.


.