
Zie memejamkan matanya pasrah jika ia harus tertabrak motor bersama anak kecil itu. terdengar suara gebrakan yang cukup keras tetapi Zie tidak merasakan apapun pada tubuhnya. Zie lalu membuka matanya secara berlahan dan melihat kearah anak kecil yang berada di dekapannya. Zie bernafas lega ketika melihat ia dan anak kecil itu selamat tanpa luka sedikitpun.
beberapa orang langsung menghampiri Zie dan anak kecil itu lalu membawanya ketepi jalan. Zie mengedarkan pandangnnya dan melihat seseorang tidak jauh darinya sedang berusaha bangun karena baru saja terjatuh dari motornya di bantu beberapa orang.
"Nona.....!! Nona tidak papa...?". tanya Mif langsung memeluk Zie begitu saja. ia bersyukur Nonanya terhindar dari kecelakaan itu.
Zie bisa merasakan betapa khawatirnya Mif pada dirinya saat ini. bahkan ia bisa merasakan tubuh Mif yang gemetaran dengan wajah pias ketakutan.
"gue nggak papa Mita...., gue baik baik saja." ucap Zie tersenyum manis setelah mereka melepas pelukan. mif bernafas lega setelah memastikan Nona nya baik baik saja.
"Anakku.....ya tuhan anakku......". seorang ibu datang dan langsung memeluk anak kecil yang di tolong Zie barusan.
tadi ibu itu juga sedang membeli bubur ayam, karena antriannya panjang ia meminta anaknya diam disana untuk menunggu bubur itu di buatkan sedangkan sang ibu pergi kesebrang jalan sebentar untuk membeli nasi uduk yang memang berjualnya berada di sebrang jalan. ibu itu juga sangat syok melihat anaknya hampir tertabrak motor. ia tak menyangka anaknya akan menyebrangi jalan untuk menyusulnya padahal ibu itu sudah berpesan kepada anaknya untuk diam dan menunggu di sana.
"Maaf Nona, saya reflek tadi langsung memeluk Nona. saya sangat takut Nona kenapa napa" ucap Mif menunduk karena dengan lancangnya memeluk Nona Bos nya.
"nggak papa mita, gue tau lo khawatir sama gue.". jawab Zie. "kita liat orang yang naik motor itu yuk...., kasihan takutnya terluka parah." ajak Zie setelah meminum air putih pemberian dari orang yang melihat dia hampir celaka. tidak di pungkiri Zie juga merasa gemetaran tadi, siapa yang tidak takut jika bahaya ada di depan mata.
Zie dan Mif berjalan mendekat kearah seseorang yang sedang duduk direrumputan pinggir jalan sambil menahan sakit di tangan dan kakinya.
Zie lalu berjongkok di depan orang itu untuk memastikan dia juga baik baik saja.
"Apa anda tidak papa???". tanya Zie kepada orang itu.
orang itu membuka helm fullface yang masih ia kenakan dengan satu tangannya yang tidak sakit. terlihatlah seorang pemuda tampan berkulit putih dan berhidung mancung.
"Lain kali, jaga anaknya dengan baik agar tidak menyebrang jalan sembarangan dan membuat orang lain celaka." semprot orang itu kesal.
tadi orang itu di buat kaget ketika tengah mengendarai motornya lalu tiba tiba ada anak kecil nyebrang jalan dan di susul seorang wanita. untung wanita itu diam di tempat jadi orang itu bisa langsung membanting setir ke kiri untuk menghindari kecelakaan. tapi sialnya motor yang ia kendarai menabrak trotoar jalan dan ia terpelanting jatuh terjungkal kedepan dan terguling, sedangkan motornya sendiri jatuh tertahan di trotoar. beruntung ia jatuh dan berguling di atas tanah berumput sehingga hanya merasa nyeri di tangan dan kakinya coba kalau di atas jalan beraspal mungkin tubuhnya akan terluka parah.
"Maaf....., saya jiga kaget tadi melihat anak itu tiba tiba menyebrangi jalan".ucap Zie meminta maaf.
"harusnya anda yang hati hati saat mengendarai motor. sudah tau disini kawasan banyak pedagang di pinggir jalan harusnya anda tidak berkendara dengan kecepatan tinggi.". jawab Mif setengah kesal. karena orang itu menyalahkan Zie, padahal Zie tidak salah apa apa. ia hanya ingin menolong anak itu bahkan Zie tidak mempedulikan nyawanya sendiri berada dalam bahaya juga tadi.
orang itu diam karena yang di bilang Mif memang ada benarnya. ia juga bersalah disini karena membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi. untung kecelakaan itu terhindari dan dirinya hanya terkilir dan sedikit nyeri di tangannya meski motornya rusak cukup parah.
"Neng.... makasih ya sudah menyelamatkan anak saya. saya nggak tau apa yang akan terjadi sama anak saya kalau nggak ada Neng tadi". ucap seorang ibu ibu dan seorang anak kecil yang Zie tolong tadi menghampiri mereka.
"(jadi dia bukan ibu dari anak itu?? kenapa dia mau nolongin anak itu padahal itu bisa membuat dirinya celaka seandainya aku tidak sempat menghindar tadi.)" ucap orang itu dalam hati
"iya bu sama sama, adek lain kali hati hati ya jangan nyebrang sembarangan karena itu sangat berbahaya." jawab Zie tersenyum manis lalu menasehati anak kecil tadi.
"iya kak.....makasih ya kak." ucap anak kecil itu. Zie mengangguk dan mengacak puncak rambut anak kecil itu.
"Maaf ya Mas, tadi anak saya yang nyebrang tiba tiba. Masnya nggak papa kan??". tanya ibu ibu itu lagi
"iya nggak papa.....," jawab orang itu singkat.
"kalau begitu, saya pulang dulu ya Neng, Mas. sekali lagi maaf ya mas" pamit Ibu itu.
"iya bu..., hati hati di jalan ya." jawab Zie yang diangguki ibu itu sambil tersenyum.
kini hanya tinggal Zie, Mif dan pemuda itu yang masih setia duduk di atas rerumputan.
"apa ada yang sakit?? mau saya antar untuk berobat?? sepertinya motor anda rusak cukup parah." ucap Mif kepada orang itu. Zie hanya diam dengan wajah datarnya.
"tidak perlu..., "jawab Orang itu angkuh. orang itu merogoh saku jaketnya untuk mengambil hp.
sayangnya hp itu mati, layarnya pecah dan tidak bisa di gunakan. orang itu terlihat bertambah kesal.
"(nyebelin banget sih ni orang, ngga ada ramah ramahnya. kaya nggak butuh pertolongan dari orang lain aja.)" Zie ngedumel dalam hati.
"Mita...., gue harus segera pulang. tolong lo urus orang ini. kalau dia tetap tidak mau di bantu, tinggalkan saja." ucap Zie kepada Mif. mif mengangguk dan memberikan kunci mobil kepada Zie.
(haiisss..... kenapa dia malah pergi begitu saja sih!! kenapa tidak menolongku terlebih dulu?? biasanya banyak cewek yang mencari perhatian sana aku. tapi kanapa dia terlihat biasa saja. apa pesona ketampananku hilang setelah jatuh ketanah ya sehingga dia tidak melirikku sedikitpun?)". ucap orang itu dalam hatinya dengan tingkat ke PD an yang tinggi.
Zie benar benar pergi meninggalkan mif bersama orang itu, tidak lupa ia membeli bubur ayam pesanan papinya dan langsung bergegas pulang.
"(ya tuhan....., untung gue terhindar dari kecelakaan tadi. coba kalau nggak, mungkin gue udah mati kali di tabrak tuh cowok ganteng tapi nyebelin)". gumam Zie dalam hati.
Zie sangat bersyukur karena tuhan melindungi dia dari mara bahaya. coba kalau ia benar benar tertabrak, mungkin saat ini Zie sudah tergletak di brangkar rumah sakit.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.