Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Keberadaan Zie



Zie yang tidak sadarkan diri di bawa ke sebuah bangunan tua yang terbengkalai yang berada di perbatasan kota J yang letaknya juga jauh dari pemukiman, ia di dudukan di sebuah kursi kayu dengan kaki dan tangan terikat kuat dengan tali. hal itu di lakukan agar ketika gadis kecil itu sadar, ia tidak bisa mengamuk dan memukuli mereka semua.


"byurr....... " Zie akhirnya tersadar secara paksa dan langsung membuka matanya ketika ia di siram dengan air dingin. kepalanya masih terasa berdenyut pusing karena efek dari obat bius tadi.


Zie mengerjap ngerjapkan matanya untuk melihat sekelilingnya agar lebih jelas. ruangan itu sedikit gelap karena tidak ada pencahayaan sama sekali, hanya cahaya matahari saja yang masuk melalui genteng atap yang terbuat dari kaca. itupun tidak berada di ruangan dimana Zie di sekap saat ini.


"gue dimana.....??, kenapa tempatnya serem banget gini sih.?? ". gerutu Zie dalam hati setelah pandangannya menyapu seluruh ruangan itu. ia sampai tidak memyadari kalau ada dua orang yang berdiri di dekatnya.


" Bagaimana perjalananmu hingga sampai di sini?? apa sangat menyenangkan?? ". tanya seorang laki laki yang memakai masker dan kacamata hitam.


tudung yang ada di jaketnya ia pakai untuk menutupi rambutnya sehingga Zie benar benar tidak bisa mengenalinya. tapi dari suara orang itu terdengar sedikit familiar bagi Zie, Zie pernah mendengar suara yang sama seperti suara orang yang ada di dekatnya saat ini yang Zie yakini orang itu adalah dalang di balik semua ini.


"Siapa kamu?? kenapa menculik ku?? apa maumu sebenarnya. " tanya Zie geram.


Orang itu tertawa menyeringai yang terdengar sangat menyeramkan.


"aku adalah orang yang memiliki dendam yang sudah mendarah daging kepada Prabu Al Azhar, aku menculikmu karena kamulah titik kelemahan Prabu. aku mau Prabu hidup dalam kesedihan dan kesengsaraan karena kehilangan orang yang di sayangi seperti yang aku rasakan selama ini. " jawab orang itu dengan suara bergetar.


orang itu melepas kacamata hitam yang sedari tadi bertengger di hidungnya. kini terlihatlah kedua matanya yang menyorot kan kesedihan yang mendalam. Zie sampai merasa iba melihatnya. tapi beberapa beberapa saat kemudian orang itu tertawa, tawa yang terdengar cukup membuat bulu kudung Zie merinding.


"( sepertinya orang ini sakit jiwa, Ya Tuhan.... apa aku benar benar akan mati di tangan orang ini?, Papi..., Mang Diman..., Kak Darren... tolong aku..., aku takut) ". batin Zie takut melihat gelagat aneh orang itu.


"bersiaplah...., aku akan membuat Prabu meraung raung menangisi kematian putri kesayanagnnya. " ucap orang sambil mengeluarkan senjata apinya lalu mengelap nya dengan kain untuk membersihkan kotoran debu yang menempel sebelum di gunakan.


Zie tentu saja merasa takut, selama ini ia melihat kasus penculikan dan pembunuhan yang mengerikan hanya dalam film film aksion yang sering ia tonton tapi saat ini ia sendiri yang merasakan berada dalam posisi sebagai korban penculikkan. benar benar menakutkan.


"Tunggu....., boleh kah aku tau apa yang sebenarnya terjadi sehingga kau memiliki dendam mendalam pada Papiku?. tidak kah kau menunjukkan wajahmu agar aku tidak mati penasaran." ucap Zie memberanikan diri.


meskipun ia merasa takut tapi Zie hanya bisa pasrah jika memang harus mati di tangan orang gila ini. kini orang itu terdiam memikirkan perkataan sandranya ini sambil membolak balikkan senjata apinya yang sudah bersih mengkilap.


"Baik lah...., aku akan memberitahumu siapa aku dan apa yang menjadi penyebab dendamku kepada Prabu." ucap orang itu lalu menyuruh anak buahnya untuk mengambil sebuah kursi.


orang misterius itu lalu duduk di kursi yang di letakan telan di hadapan Zie. perlahan orang itu membuka tudung jaket yang menutupi kepalanya, lalu secara perlahan orang itu juga membuka maskernya hingga terpampang jelas wajah orang yang telah menculik dan menghabisi Zie. sedangkan Zie membelalakan matanya lebar lebar karena tidak percaya dengan semua kenyataan ini.


"Om Ibnu......, Bagaimana bisa??" kaget Zie ketika melihat orang yang ingin mencelakai nya.


Ibnu mengeringai melihat keterkejutan sandranya ini. sudah ia tebak kalau mereka semua tidak akan menyangka bahwa musuh yang mereka cari cari adalah anggota keluarganya sendiri.


..., _______, _______, ________,...


Darren yang sudah sampai di perusahaan Al Azhar langsung turun dari dalam mobil begitu mobilnya sampai di depan pintu utama. dengan langkah lebarnya Darren masuk kedalam gedung perusahaan itu yang terkesan sangat buru buru. Darren bahkan tidak mempedulikan teguran security yang memanggilnya karena memarkirkan mobilnya begitu saja di depan pintu utama.


"Om...., " ucap Darren begitu masuk kedalam ruangan Tuan Prabu. disana sudah ada Mang Diman yang juga baru datang.


"Darren...., baguslah kau datang...., Saya butuh bantuan mu dan juga Dirga untuk mencari keberadaan Zie. " ucap Tuan Prabu.


"Dirga....?? " sela Darren. di ruangan itu hanya ada Tuan Prabu, Asisten Zaki, Mang Diman dan juga dirinya. kalau dimana Dirga??. begitu pikir Darren.


"Diman....., dia adalah Dirga mandala. " ucap Tuan Prabu memberi tahu nama asli Mang Diman.


"Dirga Mandala?? bukannya itu nama salah satu Agen Rahasia yang dulu sempat terkenal dengan kehebatannya dalam mengerjakan tugas negara itu??" ucap Darren dan Tuan Prabu menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Darren.


"Tapi sekarang bukan saatnya kita membicarakan soal itu. " ucap Tuan Prabu yang di anggukki kepala oleh semua yang ada di ruangan itu.


"Om.... saya sudah mendapatkan nama orang yang menjadi dalang di balik penyerangan Zie tempo hari. " ucap Darren kembali


"Saya juga sudah mendapatkan nama orang yang sudah mengirim paket teror kepada Mas Prabu atas bantuan neng Zie" ucap Mang Diman.


"Bantuan Zie?? ". ucap Tuan Prabu dan Darren secara bersamaan. sedangkan Asisten Zaki hanya diam menyimak.


" Ya..., neng Zie berhasil mendapatkan plat nomer motor yang di gunakan kurir itu. setelah saya telusuri, saya mendapat satu nama yang besar kemungkinan telah menjadi dalang di balik teror itu." jawab Mang Diman.


"Siapa orang yang sudah kalian temukan?? ". tanya Tuan Prabu penasaran.


" Ibnu Her Nugraha. " ucap Mang Diman dan Darren secara bersamaan. mereka bahkan menyebutkan satu Nama yang sama.


bagaimana bisa orang yang sudah bertahun tahun lamanya menjadi anggota keluarganya sendiri malah menjadi orang di balik semua ini?? atas dasar apa Ibnu memiliki dendam kepadanya?begitu pikir Tuan Prabu.


" Om kenal orang nya....??. " tanya Darren penasaran.


"tentu saja..., dia suami kakaku sendiri. " jawab Tuan Prabu yang cukup membuat semuanya terkejut.


"Kalau begitu cepat kita cari Ibnu, saya yakin Zie pasti ada di tangannya. " ucap Mang Diman.


semuanya lalu segera bergegas pergi ke rumah Tuan Prabu dimana kakak dan kakak iparnya berada. mereka menaiki mobil masing masing secara beriringan dengan kecepatan yang cukup tinggi. mobil itu terlihat seperti sedang kejar kejaran di jalan raya. beruntung jalanan sedikit longgar dan tidak macet sama sekali jadi mereke dengan cepat sampai di kediaman Tuan Prabu.


"mas Ibnu!! mba Dewi!! keluar kalian......!! " Teriak Tuan Prabu begitu memasuki rumah mewah itu.


suaranya terdengar menggema di seluruh penjuru ruangan. Dewi yang sedang duduk bersantai sambil membaca majalah fashion di ruang tengahpun sampai kaget di buatnya. Dewi langsung menutup majalahnya dan berjalan mendekat kearah adiknya itu.


"Prabu....., ada apa?? kenapa teriak teriak begitu?? ". tanya Dewi berjalan kearah Prabu


" Dimana Mas Ibnu mba?? cepat katakan?? ". tanya Tuan Prabu emosi sambil mencengkram kuat kedua pundak kakaknya dan sedikit mengguncang nya.


"Ada apa ini Prabu?? kenapa kamu terlihat marah sekali. Mas Ibnu tadi buru buru pergi keluar katanya ada urusan. " jawab Dewi juju.


"kemana?? cepat katakan kemana Mas Ibnu pergi!! " tanya Tuan Prabu tidak sabaran.


"tidak tau..., mba tidak tau kemana perginya Mas Ibnu". jawab Dewi.


" Jangan bohong kamu mba....!! atau jangan jangan kamu juga bersekongkol dengannya untuk menculik dan mencelakai Zie." tuduh Tuan Prabu.


"Apa maksudmu?? mba benar benar tidak tau. sebenarnya ada apa ini?? ".tanya Dewi bingung.


" Mas Ibnu telah menculik Zie dan ingin mencelakai nya untuk balas dendam denganku. " jawab Tuan Prabu.


"Apa?? Balas dendam?? bagaimana bisa??. " tanya Dewi yang masih belum mengerti.


"Om... anak buah saya sudah menemukan titik koordinat keberadaan Zie. " ucap Darren menyela.


semuanya langsung berkerumun kearah Darren untuk melihat HPnya yang menunjukkan dimana Zie berada saat ini.


"Ini...., ini bukannya dekat perbatasan kota. " ucap Mang Diman.


"Kita kesana sekarang... " Ucap Darren langsung bergegas keluar rumah Tuan Prabu menuju mobilnya di ikuti Mang Diman yang juga berlari menuju mobilnya sendiri.


"Prabu...., aku ikut!! " ucap Dewi yang membuat Tuan Prabu menghentikan langkahnya dan menoleh kearah kakaknya. "Ibnu suamiku..., aku juga ingin tau kebenarannya.!!" ucap Dewi lagi yang langsung berjalan mendahului Tuan Prabu dan masuk kedalam mobil Tuan Prabu.


Tuan Prabu yang memang sedang buru buru pun tidak mempermasalahkan ke ikut sertaan Kakaknya itu. yang terpenting saat ini adalah segera menyelamatkan Zie sebelum Ibnu mencelakainya.


.


.


.


.


. Bersambung.....


.


.


.


.