Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Supir Tampan



Zie dan Darren duduk bersama di ruang makan sambil menikmati sarapan paginya berupa nasi goreng buatan Darren. tadi saat Zie berganti baju, Darren sudah menggoreng telur mata sapi lagi untuk menggantikan telur yang sudah gosok tadi.


"Em... masakan kakak enak banget.. " ucap Zie setelah menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya. ia tidak menyangka Darren ternyata pinter memasak juga.


"Syukurlah kalau kau suka, " ucap Darren tersenyum. "gimana bajunya, nyaman tidak?? " tanya Darren ingin tau.


Darren tidak menyangka bahwa Asistennya bisa memilihkan baju yang menurut Darren sendiri sangat cocok dan pas untuk Zie.


"nyaman Kak...., pas banget sesuai selera aku. " jawab Zie tersenyum manis. " oiya..., kenapa semalam kakak tidak membawaku pulang kerumah?. tanya Zie kepada Darren.


sedari tadi ia sudah ingin menanyakan hal itu kepada Darren.


"Semalam ada pohon besar yang tumbang dan menutupi jalan sehingga membuat macet berkepanjangan. kata polisi lalu lintas kemacetan akan berlangsung cukup lama karena mereka membutuhkan alat berat untuk memindahkan pohon yang menghalangi jalan itu. Kakak yang melihat kamu kelelahan dan tertidur di mobil jadi tidak tega dan membawamu kemari." jawab Darren menjelaskan.


"ow....., terus kenapa kakak tidak membangunkan ku dan malah membiarkan ku tidur tanpa membersihkan diri dulu." tanya Zie sedikit merajuk karena hal itu sangat jorok baginya. apalagi seharian itu di di sekap di sebuah gudang yang sudah tidak terpakai, sudah tentu di sana banyak terdapat bedu dan kotor.


"Maaf...., kakak tidak berani untuk mengganti pakaianmu. kamu tidur terlalu nyenyak bahkan kamu sama sekali tidak terusik saat kakak menggendongmu. " Jawab Darren apa adanya.


Zie akui memang semalam dia benar benar sangat lelap dalam tidurnya. ia bahkan tidak merasakan apa apa saat tubuhnya di pindahkan dari dalam mobil kedalam apartemen. makannya ia cukup kaget saat terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya ada di kamar yang berbeda dari biasanya.


"makasih ya kak..... " ucap Zie tulus.


"makasih untuk apa?? " tanya Darren menaikkan sebelah alisnya.


"Makasih untuk semuanya. kakak sudah bantuin Papi buat selamatin aku dari penyekapkan om Ibnu. pokoknya Zie sangat berterimakasih atas semua kebaikan kakak. " ucap Zie tersenyum cantik. Darren pun ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


tadinya Zie memang merasa kesal tapi setelah mendengarkan penjelasan dari Darren ia justru malah berterimakasih karena Darren sudah bersusah payah menggendongnya. Darren juga sudah banyak membantu Papi nya untuk menyelamatkan Zie dari penyekapan om Ibnu.


"setelah ini kamu mau ngapain?? " tanya Darren kepada Zie. keduanya telah selesai dengan saralannya.


"aku mau pulang kak...., habis itu aku mau menjenguk Rizky di rumah sakit. " jawab Zie.


"Ya sudah kalau gitu..., biar kakak yang antar. hari ini kakak yang akan menjadi sopir dan juga pengawal pribadimu. " ucap Darren sambil tersenyum tampan.


"Baik lah pak supir tampan...., terimakasih sebelumnya. " jawab Zie dengan candaannya. keduanya tertawa bersama.


Hari ini adalah hari minggu, jadi baik Darren maupun Zie libur kerja. keduanya sama sama tidak di sibukkan dengan pekerjaan seperti hari hari biasanya.


..., _____, ______, ______,...


Di lain tempat Ken dan Zio pergi kerumah Zie bersama sama, begitu sampai di rumah Zie, mereka langsung buru buru turun dari dalam mobil untuk segera menemui Zie. sayangnya yang di cari ternyata tidak ada di rumah dan sekarang keduanya sedang kebingungan memikirkan kira kira dimana keberadaan Zie sekarang.


hari ini adalah hari libur, pagi tadi Ken dan Zio pergi bersama ke rumah sakit untuk menjenguk Rizky yang masih di rawat karena mengalami kecelakaan. di sana mereka mendapat kabar bahwa Zie menjadi korban penculikan dan sempat di sekap di sebuah gedung tua. tentu saja Ken dan Zio langsung panik sekaligus khawatir meski mbok Nah sudah memberi tahu bahwa Zie sudah di selamatkan dan sekarang dalam kondisi baik baik saja.


Ken dan juga Zio sudah berkali kali menghubungi nomer hp Zie tapi panggilan mereka sama sekali tidak di jawab sehingga membuat keduanya semakin khawatir.


"Dimana sebenarnya Zie sekarang Ken..., kenapa dia susah sekali di hubungi?? padahal panggilan teleponnya tersambung tapi tidak di angkat juga. dia baik baik saja kan Ken?? " tanya Zio khawatir. mereka saat ini sedang duduk di kursi yang ada di depan rumah Zie.


"kalau lo tanya sama gue?? terus gue mau tanya sama siapa Yo...??. " jawab Ken frustasi. "Gue mana tau keadaan Zie sekarang?? kita do'akan saja semoga Zie baik baik saja. " ucap Ken lagi.


kalau Ken tau dimana keberadaan Zie sekarang tidak mungkin dirinya juga kebingungan bersama Zio di depan rumah Zie seperti sekarang ini. Ken sudah menelpon Mif dan juga Andre., tapi keduanya juga tidak ada yang tau dimana Zie sekang. akhirnya Ken menghubungi nomer Om Prabu yang Ken yakini, Om Prabu pasti tau dimana Zie sekarang.


"Hallo om......, ' Sapa Ken begitu teleponnya tersambung.


"Ya Ken ada apa?? ".jawab Om Prabu di seberang telepon.


" Om..., gimana keadaan Zie?? apa dia baik baik saja?? Ken dan Zio sudah ada di rumah om.., tapi Zie tidak ada di rumah. om tau dimana Zie?? bagaimana ceritanya Zie bisa di culik om? ". Ken langsung melayangkan banyak pertanyaan kenapa Om Prabu. rasa khawatirnya sudah tidak bisa ia tutupi lagi.


"Ken..., tenangkan dirimu??, " ucap Om Prabu yang mengetahui bahwa sahabat baik putrinya sedang sangat khawatir sekarang. "Zie baik baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan. ok?? saat ini Zie sedang bersama dengan Darren, dia yang mengantar Zie pulang karena Om masih di rumah sakit menjaga kakak Om yang masih di rawat. mungkin sebentar lagi Zie juga pasti pulang. " ucap Om Prabu menenangkan Ken.


sebelumnya Darren telah meminta ijin kepada Om Prabu untuk membawa Zie untuk menginao di apartemennya karena jalan menuju rumahnya macet totol dan tidak bisa di lalui.


"Darren orang Korea itu??".tanya Ken memastikan.


Zio yang sedari tadi diam langsung mengeryitkan kedua alisnya ketika mendengar nama Darren di sebut sebut. tapi ia masih setia dengan kediamannya menunggu Ken selesai menelpon.


"oh.... begitu ya?? Bisakah Ken meminta nomer telepon Darren Om?? Ken sudah berkali kali menghubungi Zie tapi tidak ada jawaban." tanya Ken.


"oh... iya..., HP dan dompet Zie tertinggal di dalam mobil saat kejadian jadi dia tidak memegang hpa saat ini. ya sudah nanti Om kirim nomer Darren ke kamu. " jawab Om Prabu.


"Baik Om...., terimakasih. " ucap Ken dan mereka mengakhiri panggilan telepon.


"Gimana Ken...??" tanya Zio tidak sabaran.


"Kata Om Prabu, Zie baik baik saja. sekarang dia sedang bersama Darren. " jawab Ken sesuai dengan apa yang Om Prabu katakan padanya.


"Darren?? kenapa harus Darren?? " tanya Zio yang terlihat tidak suka.


"Dia yang mengantar Zie pulang karena Om Prabu masih di rumah sakit menemani kakaknya yang di rawat di sana." jawab Ken... "sebentar". ucap Ken mengangkat tangannya untuk menghentikan Zio yang sepertinya ingin melayangkan protesnya lagi.


Om Prabu baru saja mengirim nomer HP Darren kepada Ken, jadi Ken menghentikan Ucapan yang akan Zio keluarkan. ia akan menelpon Darren terlebih dahulu untuk memastikan keadaan Zie. beberapa lama menunggu akhirnya panggilan Ken pun tersambung dengan HP milik Darren.


"Hallo Tuan Darren..., saya Ken sahabatnya Zie. apakah Zie ada bersama anda?? bisa kah saya bicara dengannya ?? ". ucap Ken begitu Darren mengangkat teleponnya. Ken menggunakan bahasa Formal saat ini mengingat bahwa Darren adalah rekan bisnis dari Tuan Prabu.


" Ya Ken...., Zie sedang bersama saya..., tentu saja bisa.sebentar." ucap Darren lalu menyerah kan HPnya kepada Zie.


Zie yang mendengar Darren menyebutkan nama Ken tadi pun tau kalau saat ini yang sedang menghubungjnya adalah Ken.


"Hallo....., " Sapa Zie setelah menerima Hp milik Darren dan langsung mendekatkan benda pipih itu di telinganya.


"Zie...., apa lo baik baik saja?? gue khawatir banget sama lo Zie. lo dimana sekarang?? " tanya Ken.


"Gue baik baik aja Ken..., gue lagi di jalan nih."jawab Zie


" jalan mana?? " tanya Ken lagi.


"Jalan pulang.... " jawab Zie.


"Ya sudah kalau gitu. gue tunggu!! gue sama Zio ada di rumah lo sekarang " ucap Ken.


"Hah....?? beneran. ? tanya Zie.


" iya.... ya sudah, gue tunggu di sini. hati hati di jalan. " ucap Ken.


"Siap Bos.... " jawab Zie lalu keduannya mematikan sambungan telepon.


Dan benar saja, tak lama kemudian sebuah mobil mewah memasuki gerbang rumah Zie. setelah mobil itu terparkir di garasi, Zie dan Darren keluar dari dalam mobil dan langsung menghampiri Ken dan Zio.


.


.


.


.


Bersambung....


.


.


.


.


.