Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Mellisa bikin ulah



zie baru saja menutup dokumen terakhir yang ia periksa dari setengah jam yang lalu.bertepatan dengan itu,Hp milik zie yang ia letakkan di atas meja pun berbunyi tanda adanya panggilan masuk.


zie tersenyum melihat nama Khansa yang ada di layar HP nya.ia lalu menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan itu.


"assalamualaikum Kak ziezie....,lagi ngapain??"tanya Khansa begitu panggilan itu tersambung.


"wa alaikumsalam sasa.....,kak zie lagi di restoran nih.ada apa sa??tumben telpon??"tanya zie langsung.


"Heheeee.........sasa butuh bantuan kak Ziezie nih.kira kira kakak bisa bantu nggak??"tanya sasa terkekeh.


"apa yang bisa kak zie bantu buat sasa yang cantik ini hm.....??"tanya zie.


"hihihiii....kak ziezie bisa aja deh.Gini kak.....,besok kan Abang ultah,jadi malam ini sasa pingin bikin kejutan kecil kecilan dirumah.Kak Ziezie bisa bantu nggak ajak Bang zio keluar rumah sampai tengah malam biar dia lupa kalau dia besok ultah."ucap Sasa menjelaskan.


zie terdiam sejenak mendengar ucapan sasa sambil melihat kalender yang ada di meja kerjanya.


"(Benar..,besok kenzio ulang tahun. bagaimana gue bisa lupa hal itu??untung sasa kasih tau gue sekarang.sahabat macam apa sih gue)"ucap zie dalam hati.


"Hallo kak ziezie....,kakak denger sasa ngomong kan??".ucap sasa karena tak mendapat jawaban dari kenzie.


"ah....iya sa....,kakak denger ko.iya nanti sehabis dari resto,kakak bakal ngajak zio pergi."jawab Kenzie.


"makasi kak zie zie yang cantik....jangan lupa nanti malam kak zie dan ****** datang juga ya".ucap sasa


"******???".tanya kenzie bingung.


"hehheeeee.....iya kak.******.....Bang kenzo maksudnya."jawab Sasa tertawa. sasa memang suka jail kepada ken, zie dan zio.


"hahahaaaa....kalau orang nya denger langsung ngga doyan makan nanti dia sa."jawab Kenzie tertawa.


"hahaaaa........ya sudah kak....sasa tutup teleponnya dulu ya.bye kak zie zie., assalamualaikum........"ucap Sasa.


"iya sa....wa alaikumsalam...."jawab Zie dan panggilan pun berakhir.


Zie terdiam lagi sambil memikirkan hadiah apa yang akan ia kasih untuk zio.


ia harus mneyiapkan hadiah terlebih dahulu sebelum mengajak zio untuk pergi.


setelah menemukan sesuatu yang akan ia berikan kepada zio, Zie pun mengirim pesan kepada Ken.


"Ken Lo sibuk nggak??".isi pesan yang zie kirim untuk kenzo.


tak berapa lama kenzo pun membalas pesan dari zie.


"gue lagi di kantor papa.bentar lagi ada meeting.kenapa zie??" tanya Ken balik.


"lagi sibuk dong....,?tadi sasa telpon gue, minta tolong buat ngajak zio keluar nyampe tengah malam,besok zio ulang tahun dan malam ini sasa mau bikin kejutan kecil kecilan buat zio katanya.kita juga disuruh datang kesana."balas zie.


"oh ya ampun.....gue sampe lupa kalau besok hari ulang tahun zio.ok ntar malam gue bisa datang tapi untuk ngajak zio pergi sekarang kayanya nggak bisa zie.gimana dong??"tanya ken.


"tenang aja....gue bisa sendiri ko buat ngajak dia jalan.yang penting nanti malam kita semua ngempul di rumah zio ya.??balas zie.


"ok zie.ya udah...gue meeting dulu ya...udah di tungguin bokap nih."balas ken.


zie hanya membaca pesan dari ken tanpa membalasnya lagi.zie merapikan meja kerjanya sebelum turun kebawah untuk menemui papinya.ia akan mengajak sang papi ke mall untuk membeli hadiah buat zio.


"ciye......yang sudah akrab.ngomongi apa'an sih??kayanya seru banget"sapa zie lalu duduk bergabung bersama Levin dan papinya yang terlihat lebih akrab dari pertama ketemu tadi.


zie meletakan HP nya di atas meja lalu memanggil waiters untuk memesan minuman dingin.


"lagi ngomongin bos gue yang resek dan suka ngerjain orang."jawab Levin ngasal.


"ih ... kak levin mah.jangan buka aib orang depan umum ngapa."sahut zie manyun.


"eeh...ciye....lo sekarang udah jadi ponakan papi gue kak???"tanya zie mengejek panggilan yang levin gunakan untuk papinya.


"iya dong....siapa tau lo di pecat jadi anaknya om Prabu,jadi gue kan bisa langsung gantiin posisi lo. hahahahaa........." jawab Levin tertawa puas.


"enak aja lo kak.....,nggak temen ah.lo gue end......."ucap zie pura pura ngambek.


"eh...kalau lo nggak temen gue,, lo mau temen siapa coba,hah??".tanya levin.


"gue masih punya kak dev yang setia dan nurut sama gue, nggak kaya kak levin.wleekk......."jawab zie santai sambil menjulurkan lidahnya kearah levin.


jawaban zie berhasil membuat levin mencak mencak karena tak terima musuh bebuyutannya di pilih zie sebagai temannya.hal itu membuat zie tertawa penuh kemenangan.


"ayo pih....kita pergi dari sini.nggak temen sama kak levin.huh......!!".ucap zie mengajak papinya pergi dan berpura pura marah sams levin.


"yah.....zie.jangan gitu dong.iya maaf...,gue salah.pokoknya lo tetep temen gue.lo nggak boleh akrab sama davit."ucap levin merengek dengan wajah memelasnya.


"ok...gue maafin.tapi bayarin dulu tuh minuman gue tadi."ucap zie lalu melenggang pergi bersama papinya.


"siip....tapi kita tetep temen ya.?"seru levin yang mendapat acungan jempol dari zie.


zie berjalan santai di depan papinya,tapi tiba tiba seorang wanita mendorong kursi yang ia duduki sehingga membuat zie tersandung kaki kursi itu dan jatuh.


"sayang.....,apa kau baik baik saja??mana nya yang sakit."ucap tuan prabu panik melihat putrinya tiba tiba tersungkur di lantai.ia langsung membantu zie untuk berdiri dan memeriksa keadaan zie apa kah terluka atau tidak.


"zie nggak papa pih...."jawab zie tersenyum kecil padahal kakinya terasa masih berdenyut nyeri.


zie menatap wanita yang sedang tersenyum mengejek kearahnya yang tak lain adalah mellisa mantan pacar kenzo. zie yakin mellisa memang sengaja melakukain ini padanya. seperti tejavu....,zie pernah mengalami hal yang sama seperti ini sebelumnya tapi beda pelakunya dan kali ini mellisalah yang bikin ulah.


"Wow......lihatlah siapa yang jatuh itu?? tidak bisa mendapatakan Kenzo sekarang malah jalan sama om om.dasar ******......!!!".ucap Mellisa menghina kenzie.


Tuan Prabu langsung naik pitam mendengar dan melihat putri kesayangannya di hina serendah itu dihadapannya sendiri.


"Jaga ucapan anda!!!"gertak Tuan Prabu marah.


"ops.....,maaf Tuan...,apa anda tidak tau siapa gadis yang bersama anda??dia itu ******.dia juga suka menggoda banyak pria termasuk pacar saya.dasar gadis miskin tidak tau diri."ucap mellisa yang malah mencoba menghasut om om yang bersama kenzie tanpa rasa takut.


"Ada apa ini.....???ucap ayah Mellisa yang baru datang dari toilet sehingga ia tidak tau apa yang sedang terjadi di sana.


"oh....jadi gadis bermulut pedas ini putrimu??"tanya Tuan Prabu kepada ayah mellisa.Tuan prabu kenal betul dengan ayah mellisa yang bernama suseno itu karena keduanya baru beberapa waktu lalu menjalin sebuah kerja sama.


"Tu tuan Prabu...,anda disini."tanya Ayah mellisa tergagap."apa yang sedang terjadi?".ayah mellisa bertanya kepada anaknya.


"Apa begini caramu mendidik anakmu.tidak ada sopan santunnya sama sekali.dasar sampah.!!!".ucap tuan prabu penuh amarah.


"ada apa ini??"tanya levin melihat keributan di restoran."Maaf Nona bos....,Hp nya ketinggalan."ucap levin menyodorkan hp kepada zie.zie menerima hp itu dengan diam seribu bahasa.


"Nona bos???"tanya melihat bingung.


"ya....Nona bos!!!!.Kenzie adalah pemilik restoran ini dan dia juga anak saya yang barusan kamu hina dan kamu rendahkan di depan umum.!!saya akan tuntut kamu atas mencemaran nama baik dan perlakuan tidak menyenangkan!!! "jawab Tuan Prabu yang amarahnya masih meluap luap."Dan kau Suseno...!!.tunjuk tuan Prabu."Kerja sama kita batal...saya tidak sudi menjalin kerja sama dengan orang yang tidak becus mendidik anaknya.!!!" ucap Tuan Prabu dengan tegas.


Tubuh mellisa bergetar hebat mendengar ancaman dari orang yang mengaku ayahnya kenzie.ia merasa sangat ketakutan, ia tidak mau jika harus mendekam di penjara.


sungguh Mellisa tak menyangka bahwa kenzie yang selama ini ia benci ternyata mempunyai ayah yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. mellisa benar benar sangat ketakutan.takut ayahnya akan marah besar dan juga takut di penjara.


.


.


.


.