
Zie yang hanya seorang diri dan di kepung oleh delapan orang berbadan besar pun hanya memikirkan bagaimana cara menyelamatkan diri dari situasi itu. meskipun ia jago bela diri tapi jika menghadapi delapan orang yang badannya besar dan kekar seorang diri, ia merasa tidak yakin mampu mengelakkan semuanya. Zie hanya bisa berharap ada orang yang datang menolongnya saat ini.
"Hay Nona...., sebaiknya kau ikut dengan kami secara suka rela jika tidak ingin terluka. " Perintah salah satu orang itu.
"siapa kalian?? ". tanya Zie
" Siapa kami, kau tidak perlu tau.!! sebaiknya ikuti saja perintah kami!! ". Seru orang itu lagi.
" Tidak terimakasih...., saya tidak minat ikut dengan kalian. " jawab Zie.
"besar juga nyalimu Nona....," ucap orang itu tersenyum menyeringai. "Tangkap dia..... ", Perintahnya kepada semua temannya.
Zie langsung memasang kuda kuda bersiap melawan mereka semua. perkelahian pun terjadi, zie seorang gadis bertubuh kecil di keroyok delapan orang berbadan besar dan kekar. dengan lincah Zie mengelak dan menangkis serangan dari orang-orang itu. meskipun Zie berhasil menendang dan memukul mereka tapi mereka masih saja terus menyerang Zie sampai membuat ia sangat kewalahan hingga Zie pun mendapat pukulan yang membuat sudut bibirnya robek mengeluarkan darah segar tapi hal itu tidak menjadi kendala baginya. Zie terus melawan orang orang itu hingga Zie mulai merasa lelah, ia pun menjadi sedikit lengah dan hal itu menjadi celah bagi mereka untuk melumpuhkan Zie. dengan gerakan cepat, salah satu dari mereka berhasil membekap Zie dari belakang dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius sehingga membuat Zie tidak sadarkan diri.
"Hebat juga gadis kecil ini". puji orang yang berhasil membuat Zie tidak sadarkan diri.
bagaimana tidak, teman temannya yang berbadan besar dan kekar semuanya luka luka akibat berkelahi dengan seorang gadis yang berbadang kecil. bahkan ada beberapa temannya yang sudah terkapar di aspal merasakan sakitnya serangan gadis kecil itu. jika saja ia tidak berhasil membius gadis itu, bisa di pastikan mereka semua akan kalah dengan kondisi babak belur.
" Ayo cepat..., bawa dia masuk kedalam mobil. dan segera tinggalkan tempat ini" perintah salah satu dari mereka.
orang itu membopng Zie dan membawanya masuk kedalam mibol hitam itu dan segera meninggalkan tempat kejadian perkara. tak lama saat orang orang itu pergi, datang orang orang yang bertugas menjadi pengawal Zie. mereka langsung memeriksa mobil Nona Mudanya yang sudah tidak ada pemiliknya di dalam mobil itu.
mereka semua datang sedikit terlambat karena kepergian Nona muda nya yang secara tiba tiba, ditambah lagi mobil yang di kendarai Nona muda nya adalah mobil sport yang memiliki kecepatan di atas rata rata sehingga para pengawal tidak mampu mengejar kecepatan Nona Muda nya.
"S*ial..., kita terlambat!! " umpat salah satu pengawal itu. " cepat beri tahu Tuan besar dan Bos besar kalau Nona muda di culik. " Perintah orang itu kepada teman pengawalnya.
Tuan besar dan Bos besar yang mereka maksud adalah Tuan Prabu dan Darren. ya... pengawal Zie adalah anak buah Darren yang Tuan Prabu sewa.
"Baik... " jawab salah satu temannya lalu segera menghubungi Tuan Prabu.
Sementara itu, Tuan Prabu yang siang itu baru kembali ke kantor setelah makan siang tengah bersiap untuk pergi meeting dengan klien di luar kantor di temani Asisten Zaki.
"Pyarrr........ " sebuah gelas bening jatuh ke lantai sehingga pecah berkeping keping.
tuan Prabu yang akan berjalan tidak sengaja tangannya menyenggol gelas air putih yang ada di mejanya. tiba tiba hatinya mendadak tidak enak dan gelisah.
"Hati hati tuan...,". Zaki yang melihat pecahan kaca berserakan langsung menginterupsi Tuannya agar menjauh dari sana. " apa tuan baik baik saja? ". tanya Asisten Zaki memastikan.
" Saya baik baik saja Zak..., hanya saja tiba tiba Saya kepikiran dengan Zie. " jawab Tuan Prabu.
Baru saja Tuan Prabu berucap seperti itu HPnya berbunyi tanda ada panggilan masuk. hatinya semakin tidak tenang ketika melihat bahwa pengawal Zie lah yang menghubunginya saat ini. sementara Tuan Prabu mengangkat telepon, Asisten Zaki memanggil OB untuk membereskan pecahan gelas di ruangan itu.
Tuan Prabu tidak habis pikir, pengawalan sebanyak itu kenapa bisa kecolongan seperti ini. setelah panggilan telepon terputus, Tuan Prabu langsung duduk di sofa kembali dengan lemas. Tuan Prabu benar benar syok mendengar kabar bahwa putrinya telah di culik.
"Tuan... Tuan..., ada apa?? apa yang terjadi??". tanya Asisten Zaki yang panik melihat kondisi Tuannya yang tiba tiba melemah seperti itu.
" Zak....., capet lapor polisi..,!!suruh mereka untuk mencari keberadaan putriku sekarang!!. putriku di culik Zak.!! orang itu berhasil menculik Zie, aku takut orang itu melukainya.!! Cepat Zak!!" Perintah Tuan Prabu Frustasi. nyawa putri nya sedang dalam bahaya dan Tuan Prabu benar benar merasa ketakutan sekarang.
"Baik Tuan.... " jawab Asisten Zaki patuh.
Tanpa banyak bertanya, Asisten Zaki langsung melaksanakan perintah Tuannya karena saat ini keadannya sangat genting sehingga tidak butuh banyak bicara tapi langsung bertindak.
..., _____, _____, _____,...
Hal yang sama pun terjadi pada Darren, setelah mendapat kabar dari anak buahnya ia langsung mengamuk seperti orang kerasukkan. ia menghancurkan barang barang yang ada di sekitarnya, beruntung saat ini Darren berada di ruang kerjanya jadi tidak ada yang melihat perbuatannya.
setelah memelampiaskan kemarahannya, Darren langsung menyambar kunci mobilnya dan memerintahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan Zie melalui anting yang di pakai Zie saat ini.
"Zie.... dimana kamu?? semoga kamu baik baik saja. " gumam Darren yang sedang mengemudikan mobilnya. "jika sampai terjadi apa apa dengan Kenzieku, sampai keujung dunia pun kau akan ku cari dan ku habisi dengan tanganku sendiri. " ucap Darren penuh amarah sambil mencengkram setir kuat kuat.
Darren melesat membelah keramaian jalan raya dengan menaiki mobilnya. satu nama yang sudah Darren kantongi yang mana menjadi dalang di balik semua ini. orang orang yang menyerangnya tempo hari sudah mau membuka mulutnya dan mengatakan siapa orang yang menyuruh mereka untuk mencelakai Zie. saat ini Darren dalam perjalanan menuju perusahaan Al Azhar untuk menemui Tuan Prabu untuk menanyakan apakah Tuan Prabu mengenal orang itu atau tidak.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.