Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Makan siang bersama



Akhirnya Zie menyelesaikan pekerjaannya dengan baik setelah dua jam berkutat dengan berkas berkas perusahaan. memang tidak mudah mengelola perusahaan besat seperti MK group, butuh tenaga dan pikiran ektra agar menjadi perusahaan besar seperti sekarang ini.


"tok...tok......." pintu ruangan Kenzie di ketuk dari luar.


"Masuk...." Sahut Zie. terbukalah pintu ruangan dan Masuklah Andre berjalan mendekat ke meja Nona Kei.


"Permisi Nona....., di luar sudah ada perwakilan dari perusahaan Pahlevi." ucap Andre.


"Siapa??". tanya Zie


"Tuan Kenzio dan Asistennya Nona." jawab Andre.


"Hm.... jadi Zio yang datang sendiri kesini??, baik lah..., suruh mereka masuk dan tolong kamu buatkan minum ya." Perintah Zie.


"Baik Nona....., Permisi." ucap Andre dengan Sopan.


Andre keluar dari ruangan Zie setelah membungkukkan setengah badannya memberi hormat kepada Zie.


"Silah kan masuk Tuan Kenzio dan Tuan Nico..., Nona Kei sudah menunggu kedatangan Anda di dalam." ucap Andre mempersilahkan Zio dan Nico masuk kedalam ruangan Zie.


"Terimakasih sekretaris Andre." ucap Nico tersenyum tampan.


Andre hanya tersenyum dan pergi setelah memberi hormat dengan membungkukkan setengah badannya kepada tamu Nona Bosnya.


"tok...tok........" Nico mengetuk pintu ruangan pemimpin utama perusahaan MK Group. keduanya masuk kedalam setelah mendengar suara yang mempersilahkan mereka masuk.


"Selamat datang Tuan Tuan....., mari silahkan duduk. ..." Sapa Zie secara Format sambil menyalami keduanya secara bergantian dan mempersilahkan Zio dan Nico untuk duduk di sofa empuk yang ada di ruangan Zie


"Kenzie...... jadi lo itu Nona Kei??". seru Nico kaget. Zie hanya mengangguk dan tersenyum manis menanggapi pertanyaan Nico.


sejak kemarin Zio mengajak Nico membahas mengenai perusahaan MK group yang di pimpin oleh Nona Kei. Nico tau kalau Tuan Ma adalah Marvin tapi ia sama sekali tidak tau bahwa Nona Kei itu ternyata Kenzie.


"Terimakasih Nona Kei......." jawab Zio tanpa menghiraukan kekagetan Nico.


Zio sendiri heran dengan Asistennya ini. Asistennya itu orang pintar dan cekatan saat bekerja tapi kelemahan adalah ia tidak banyak tau. Nico baru akan tau jika bos nya menyuruhnya untuk mencari tau.


Zie, Zio dan Nico duduk bersama di sofa membicarakan tentang kerja sama yang di tawarkan oleh Zio. mereka bahkan berbicara dengan menggunakan bahasa santai tidak seformal tadi.


kerja sama yang Zio tawarkan cukup menarik dan pastinya sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak sehingga Zie setuju untuk menjalin kerja sama.


"Baik lah...., saya setuju dengan kerja sama ini. untuk selanjutnya kita bahas lagi nanti setelah surat kontrak kerjasama di buat." ucap Zie mengakhiri pembahasan mereka.


"Terimakasih banyak Nona Kei......" ucap Zio.


"Sama sama Tuan Zio." ucap Zie lalu mereka saling berjabat tangan.


"sudah waktunya makan siang Zie, bagaimana kalau kita makan siang bersama?" ajak Zio setelah melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. jam tangan kesayangannya hadiah dari orang tersayang yang tidak lain adalah Kenzie.


"Boleh...., ajak Ken sekalian Yo..., boleh kan?? tanya Zie.


"Boleh dong....telpon aja." jawab Zio tersenyum tampan.


Zie langsung mengeluarkan Hpnya untuk menghubungi Ken sambil berjalan keluar ruangannya.


"Ken nggak bisa ikut Yo..., dia ada meeting di luar sekalian makan siang katanya." ucap Zie setelah selesai menghubungi Ken.


"oh....ya sudah nggak papa. gampang nanti lain waktu kita makan bareng sama Ken juga." jawab Zio dan Zie mengangguk.


Begitu melewati ruangan Andre, Zie pun langsung berpesan kepada Andre kalau ia akan pergi makan siang bersama Zio dan Nico. mereka bertiga berjalan keluar dari lift yang membawanya turun dari lantai atas menuju pintu utama loby.


"Hm...., Bos gue nggak ikut makan siang bareng ya. ada perlu sama temen." ijin Nico.


"Yeee....., siapa juga yang ngajakin lo bareng??. gue kan ngajaknya cuma Zie. pergi sono!!!". jawab Zio sarkas. tapi itu hanya gurauan saja.


"Astaga....gue berasa kaya anak tiri sumpah. jahatnya kau bos......". jawab Nico mendramatisir dengan wajah yang di sedih sedihkan. "Awas aja lo.........!!".


"Apa.....?? hah....?? lo mau ngancem gue?? berani lo sama Bos lo!!". Sahut Zio memotong ucapan Nico.


"Zie.... lo ikut mobil gue aja." ajak Zio.


"Gue bawa mobil sendiri aja yo, nanti gue kan balik lagi ke kantor." jawab Zie menolak.


"Udah bareng gue aja, nanti gue anter lo balik kantornya. " ucap zie.


"nggak ah.... gue nggak mau ngerepotin lo." tolak Zie lagi.


"Ya elah Zie...., kaya sama siapa aja sih. lo dulu kemana mana juga gue yang anter. Udah Ayo masuk." Paksa Zio.., lalu membukakan pintu mobilnya untuk Zie.


Zie akhirnya menurut dan masuk kedalam mobil putih milik Zio. Zio menutup pintu dan berjalan memutari mobilnya lalu duduk di belakang kemudi.


"Mau makan siang dimana??". tanya Zio kepada Zie.


Zio lalu menyalakan mesin mobilnya dan bersiap untuk melaju.


"Kenangan Resto aja gimana??". tanya Zie.


"Boleh......," jawab Zio sambil tersenyum kearah Zie.


Zio langsung tancap gas menuju Kenangan Resto untuk makan siang bersama Zie. hari ini ia merasa sangat senang karena bisa jalan berdua dengan Zie meskipun hanya makan siang.


"(Gue sangat berharap dengan adanya kerja sama di antara perusahaan kita, hubungan kita juga bisa kembali dekat Zie. gue masih sayang sama lo. semoga gue masih punya kesempatan kedua untuk memiliki hati lo lagi)" gumam Zio dalam hati.


mobil mereka akhirnya sampai di area parkir Kenangan Resto. mereka turun dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam restoran mewah itu. siang ini suasana di resto cukup ramai karena memang masih jam makan siang.


"Zie.... kita duduk di privat room aja ya??" ajak Zio yang ingin hanya berdua saja dengan Zie tanpa gangguan orang lain.


"Boleh......., tapi Gue keatas dulu ya Yo..., ada yang harus gue selesain dulu. Kak Levin masih libur tiga hari lagi soalnya." jawab Zie.


"oh gitu..... ya udah....,tapi jangan lama lama ya...., lo kan juga harus makan siang" ucap Zio.


"Siap Bos......., lo pesenin aja dulu makanan buat gue." perintah Zie.


"Ok......."jawab Zio


Zie masuk kedalam Lift yang akan membawanya ke lantai atas dimana ruangannya berada. selama Levin libur, kerjaannya di handle oleh orang Levin yaitu Nana. begitu Zie sampai di ruangannya, ia langsung menghubungi Nana untuk membawakan laporan yang harus Zie periksa keruangannya. tidak butuh waktu lama Zie menyelesaikan pekerjaan karena itu hanya laporan harian biasa. setelah selesai, Zie turun ke lantai diamah Zio berada.


"gue kelamaan ya?? Sorry ya Yo.....??" ucap Zie begitu masuk ke dalam Privat room.


disana terlihat Zio sedang memainkan HPnya sedangkan makanan di meja sudah terhidang tapi sepertinya Zio belum menyentuh makanan itu sama sekali yang membuat Zie merasa tidak enak hati sudah membuat Zio menunggu.


"Ah.... nggak papa ko Zie...., makanannya juga baru datang," ucap Zio yang langsung menyimpan Hp nya kembali. "Ayo makan, nanti keburu dingin. gue udah pesenin menu ini buat lo. semoga lo masih suka ya?". ucap Zio tersenyum tampan.


Zio memang memesan menu kesukaan Zie dulu. tapi Zio juga tidak tau apakah Zie masih menyukai menu itu atau tidak.


"Wah....., makasih ya Yo....., lo masih inget aja menu kesukaan gue." jawab Zie tersenyum Ceria.


Zio senang ternyata menu yang ia pilih tidak salah. keduanya lalu mamulai makan siang bersama sambil sesekali di selingi canda dan tawa mengingat masa sama indah dan lucu di masalalu.


.


.


.


Bersambung........


.


.


.