Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Bandung II



merasa Mang diman dan zie sudah cukup lama di rumah itu, Ken & Zio pun keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kehalaman rumah itu dan duduk bergabung disana. tanaman yang mengelilingi halaman seperti pagar itu memang cukup tinggi sehingga menghalangi pandangan ken dan zio dari luar.bahkan mobil mereka yang terparkir di pinggir jalan pun tak terlihat dari depan rumah itu.


Tak lama seorang bapak bapak yang sudah tuapun keluar bersama pemuda tadi.


"Punten.....siapa ya???"tanya pak Hadi ketika melihat mang Diman.wajar pak Hadi tak menegenali mang Diman.sudah belasan tahun keduanya tak bertemu.


"Diman pak.......,"sapa mang Diman tersenyum lalu berdiri dari duduknya sambil tersalaman dengan pak Hadi.ken zio & zie pun ikut menyalami pak hadi.


"Diman.....??"tanya pak hadi mengerutkan keningnya seperti sedang mengingat ingat nama itu.


"ya......17 tahun yang lalu saya , Nah dan juga mbak Bella yang tinggal di rumah ini.apa pak Hadi ingat??"jawab Diman menjelaskan.


"Ya.....saya ingat sekarang.sudah sangat lama kita ketidak bertemu.ayo duduk man."ucap pak Hadi mempersilahkan mang Diman untuk duduk kembali.


diteras memang hanya terdapat 2 tempat duduk dan satu meja.tapi tak jauh dari sana ada tepatnya di halaman rumah di bawah pohon mangga terdapat saung yang terbuat dari bambu.di sanalah sekarang ken, zie & juga Zio duduk.


Anak pak Hadi meninggalkan ayah nya yang sedang berbincang dengan seseorang yang baru ia liat dan berjalan menghampiri ken, Zie dan Zio.


"Hay....kenalin saya Rizky anaknya pak Hadi."ucap Rizky ramah memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan kearah Ken.


"hm.....gue Ken, ini Zio dan yang itu zie."jawab ken menyambut uluran tangan Rizky.berganti dengan Zio.


"Panggil saya a' Rizky aja neng."ucap Rizky tersenyum kepada zie.


"iya a' Rizky saya Zie."jawab Zie kikuk tapi tetep tersenyum manis.


"(*eleh....eleh......,cewek kota teh cantiknya beda, kaya ada manis manisnya.hihihiii....udah kaya iklan air mineral aja)".batin Rizky sambil senyum senyum memandang zie.


*Rizky*



"Ken....tadi dia kenalan sama kita biasa aja.giliran sama zie suruh manggil dia a'a' udah gitu senyum senyum sendiri nggak jelas lagi. udah gila kali ya tu orang."ucap Zio berisik kepada Ken.


"syuuttt......diem!!.nanti orang nya denger.,"bisik ken balik.


"woy zie.....kedipin tu mata!!liatin apa'an sih???."seru Zio sambil menepuk pelan bahu Zie yang terus memandang ke arah Rizky.


"cowok ganteng....."jawab zie sepontan lalu menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya karena sudah keceplosan.


"ahahaha......jujur banget lo zie...,baru kali ini gue denger lo muji cowok ganteng."ucap Ken tertawa melihat tingkah zie.


"apa'an sih Ken....,gue nggak sengaja ngomong gitu tadi."zie berusaha mengelak.wajahnya sudah mererah karena malu.


"hahahaaa......ya itu.kalau nggak sengaja ngomong biasanya itu sebuah kejujuran.".ken semakin genjar menggoda zie.


Rizky yang mendapat pujian ganteng dari zie langsung tersenyum senang.hatinya terasa berbunga bunga dan salah tingkah. sedangkan Zio mendengus kesal mendengar zie memuji cowok lain.entah kenapa ia tak suka mendengar hal itu.


"Gantengan juga gue kemana mana zie."sahut Zio narsis.


"au ah.....ken nyebelin."ucap Zie bergegas dari duduknya dan mendatangi Mang Diman dan pak Hadi yang sedang asyik berbincang.


"maaf Mang.....udah mau magrib.kita belom nyari hotel untuk menginap malam ini."ucap Zie sopan kepada mang Diman.


"Diaaaa........".ucap Pak Hadi menggantung.


"Ya pak Hadi....,dia Kenzie, anak kecil yang di tinggal kan ibunya waktu itu."jawab Mang diman.


"masya allah.....,kamu sudah besar Nak.cantik lagi.,"ucap pak Hadi tersenyum kepada Zie.


"pak hadi bisa saja...."jawab Zie tersenyum sopan.


"kalian semua mengginap lah disini.masih ada tiga kamar kosong di rumah ini.sudah lama sekali kalian pergi,pasti kalian rindu masa sama saat tinggal disini."ucap Pak Hadi.


"kami tak mau merepotkan pak,biar nanti kita mencari penginampan saja."jawab Mang Diman.


"tidak sama sekali Diman.....,saya malah senang jika kalian mau bermalam disini.pasti akan terasa ramai.sudah lama rumah ini selalu sepi karena hanya ada saya dan Rizky semenjak ibu nya rizky meninggal."ucap Pak Hadi.


"Bagaimana Neng???"tanya Mang diman kepada zie.


"zie ngikut mamang aja."jawab Zie.


"terus teman teman neng zie gimana??".tanya Mang diman lagi.


"Baik lah......kami akan menginap disini.maaf ya pak jika merepotkan."ucap Mang Diman.


"terimakasih sudah mau bermalam disini.saya sangat senang."ucap Pak Hadi tersenyum.


"kami yang berterimakasih karena pak Hadi sudah memperbolehkn kami semua menginap disini."ucap Zie sopan.


"sama sama.....ayo semuanya masuk kedalam.sudah mau magrib, kalian bersihkan diri kalian dulu di dalam lalu istirahat.pasti kalian semua lelah habis perjalanan jauh."ucap Pak Hadi mengajak semuanya masuk kedalam rumah.


"Baik pak...,sebentar saya parkir mobil di halaman sini boleh pak??"tanya mang diman meminta ijin kepada pak Hadi.


"oh...bawa mobil ya.??kenapa dari tadi di biarkan di pinggir jalan. sok atuh bawa masuk, parkir disini aja."ucap pak Hadi.


Zie berjalan menghampiri Ken, Zio & Rizky yang masih setia duduk di saung itu.


"Ken, Zio....,kita nginep disini dulu nggak papa kan??"tanya Zie.


"Kenapa nggak nyari penginapan aja zie."tanya Zio agak keberatan.


"Besok pagi gue harus ke pemakaman lagi yo.kalau ke hotel lumayan jauh.kalau lo nggak mau ya lo sama Ken nyari penginapan aja.biar gue sama mang diman yang nginep disini."jawab Zie


"(kalau gue sama Ken ke hotel ,pasti ni orang nyari kesempatan buat deket deket sama zie.gue nggak akan ngebiarin itu.)"batin Zio.


"gimana Ken??,"tanya Zio kepada Ken.


"Gue sih terserah lo aja."jawab Ken.


"ya udah deh.kita nginep disini aja"jawab Zio.


"yau dah ayo masuk,udah mau magrib.....,oiya mobil lo parkir di halaman sini aja.jangan di pinggir jalan."perintah Zie.


Zio langsung berjalan keluar untuk memarkirkan mobilnya bersama mang Diman juga.


Rizky membelalakan matanya melihat dua mobil keren yang memasuki halaman rumahnya. di kampung sini belom ada yang memiliki mobil keren seperti itu.


semuanya memasuki rumah sederhana tapi memang cukup luas.Pak Hadi mengantarkan Mang Diman untuk beristirahat di kamar tamu. zie juga menempati satu kamar tamu lainnya. sedangkan Ken & Zio menemani satu kamar tamu yang sama karena tinggal satu kamar itu yang ada.


setelah beristirahat dan melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.mereka semua kumpul di ruang makan untuk makan malam bersama.


di rumah pak Hadi memang mempekerjakan seorang pembantu untuk menyiapkan semua kebutuhan pak Hadi dan Rizky.


setelah selesai makan, mereka semua berkumpul di saung depan untuk menikmati suasana malam hari di sana.


sedangkan pak Hadi dan mang Diman memilih untuk duduk di depan Tv sambil berbincang kembali.


"Kita jalan jalan aja yuk, gue pengen lihat ada apa aja di kota ini." ajak Zie.


"ayok atuh....., kita keliling kota."jawab Rizky bersemangat.karena pastinya ia juga akan ikut merasakan naik salah mobil keren yang terparkir di halaman rumahnya.


"emang lo nggak capek Zie??"tanya Zio.


"enggak kan tadi sepanjang perjalanan yang yetir mang Diman."jawab Zie.


"udah kalau kalian capek, biar gue yang nyetir.kalian semua tinggal duduk manis melihat pemandangan kota."ucap Rizky


"kalau gitu.nunggu apa lagi....yuk jalan.kita pamit dulu sama Mang Diman dan Pak Hadi."ajak Zie.


Ken dan Zio hanya mengikuti apa mau zie.setelah berpamitan ke empatnya lalu pergi dengan menggunakan mobil milik zie yang memang muat untuk empat orang.sedangkan mobil zio hanya muat untuk dua orang.


Rizky berdecak kagum dengan interior mobil milik Zie yang sangat keren.


setelah cukup puas berkeliling kota, Rizky memarkirkan mobil di depan salah satu cafe yang biasa ia datangi bersama teman temannya.



.


.


.