
Ini sudah hari ketiga Zie dan yang lainnya berada di kota Bandung. tidak ada jalan jalan yang mereka lakukan seperti waktu itu. selama di sana meraka semua menghabiskan waktu di rumah Rizky untuk menghiburnya. paling hanya joging pagi keliling kampung untuk sekedar menghirup udara segar. saat ini mereka samua sedang bersiap siap untuk pulang kembali ke kota J kecuali Mang Diman sekeluarga. Besok adalah hari peresmian pembukaan perusahaan MK group. sesuai perintah, Mif dengan di bantu Andre dapat menyelesaikan semuanya tepat waktu. keduanya dapat bekerjasama dengan baik yang tentunya sangat bisa di andalkan. tidak salah Zie merekrut keduanya untuk menjadi teamnya dalam meraih kesuksesan dalam dunia bisnis.
"Sayang....., kamu yakin mau naik motor lagi untuk pulang kerumah ??". tanya Papi Zie memastikan.
"Yakin Pi....., lagian Zie lebih suka pake motor dari pada pakai mobil." jawab Zie.
"Baiklah.....kamu hati hati di jalan ya?? jangan ngebut bawa motornya jika lelah beristirahat lah. Papi akan selalu berkendara di belakangmu." ucap Tuan Prabu sambil mengusap puncak kepala Zie dengan sayang .
"siiiiaaapp Pi........". jawab Zie tersenyum manis.
sebenarnya Tuan Prabu cukup khawatir jika putrinya mengendarai motor sendiri apa lagi perjalanan yang di tepuh mereka cukup jauh. Tuan Prabu takut Putrinya kelelahan lalu terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. tapi apa boleh buat, putrinya ini mewarisi sifat keras kepala dari dirinya sendiri. ketika sudah punya kemauan akan sangat sulit untuk di goyahkan.
...,____,_____,_____,_____,...
Di tempat lain tepatnya di Perusahaan Pahlevi, Sang C.E.O sedang sibuk memeriksa berkas berkas penting yang ada di hadapannya. sesekali ia membubuhi tanda tangannya jika berkas itu sudah sesuai dan tidak ada kesalahan.
"Tok...tok......." Pintu ruangan itu di ketuk dari luar.
"Masuk....." sahut Zio tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang ada ditangannya.
"Permisi Bos....., ada sebuah Undangan Peresmian pembukaan perusahaan baru besok." Ucap Nico sambil menyodorka. sebuah undangan.
"Perusahaan baru??". tanya Zio menoleh kearah Nico sambil mengeryitkan dahinya.
"Iya Bos perusahaan itu bernama MK group. yang saya dengar perusahaan itu di pimpin oleh sepasang pembisnis handal yang bernama Tuan Ma dan Nona Kei. menurut kabar yang beredar, Besok Perwakilan dari Perusahaan al azhar juga akan menghadari acara ini. bisa di katakan perusahaan ini bukan perusahaan biasa mengingat perusahaan ternama seperti al azhar saja akan hadir di acara pembukaan ini." jelas Nico.
" Baik lah...., kosongkan jadwal untuk besok. kita juga harus menghadiri acara pembukaan perusahaan itu. ini kesempatan yang sangat bagus karena kita akan bertemu dengan pembisnis yang lain. siapa tau kita akan mendapat tawaran kerja sama dengan salah satu dari mereka" Perintah Zio kepada Nico.
" Baik Bos...., kalau begitu saya permisi" jawab Nico lalu pergi meninggalkan ruangan bos nya.
Zio menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesarannya. ia berfikir kira kira siapa Tuan Ma dan Nona Kei ini karena kedua orang ini memang pembisnis handal yang sudah diakui oleh dunia bisnis. tak ingin berlarut dalam pikirannya Zio pun melanjutkan pekerjaannya, toh besok apa yang ingin ia ketahui akan terjawab juga.
...,_____,_____,_____,_____,...
Ke esokan hari nya, Zie dan Marvin sudah berada di perusahan barunya. Marvin sendiri turun langsung berada di bagian loby perusahaan yang akan di jadilah tempat acara di langsungkan yang mana loby tersebut sudah di dekor sedemikian rupa serta sudah ada banyak kursi yang tertata rapi di sana. Keamanan di sana juga sudah di jaga dengan ketat. Zie mengerahkan banyak petugas keamanan disana demi kelancaran jalannya acara.
Marvin tidak ikut sibuk dalam mengatur semuanya, ia hanya ingin melihat seperti apa hasil kerja Asisten pribadi dan sekertatis adiknya yang memang patut di acungi jempol.
"Sepertinya gue harus nyari Asisten Pribadi sama Sekertaris seerti mereka berdua biar kerjaan gue ada yang bantuin. jadi gue bisa bersantai kaya Zie." gumam Marvin sendiri.
Marvin lalu berjalan kembali kesebuah ruangan khusus dimana Zie berada. ruangan itu sangat luas dengan di lengkapi layar lebar yang menampilkan semua sudut ruangan yang terdapat CCTV nya. ruangan ini hampir mirip dengan ruang keamanan perusahaan. bedanya ruangan khusus milik Zie ini sangat mewah dan di lengkapi dengan alat elektronik canggih lainnya. dari ruanga. itu, Zie bisa melihat dengan jelas loby perusahaan yang akan di gunakan dalam acara dari sudut manapun.
Marvin, Zie dan Papinya sudah sepakat untuk tetap menyembunyikan identitas keduanya. meskipun Zie dan Marvin sudah tidak diragukan lagi kemampuan dalam berbisnis tetapi tetap saja tuan prabu khawatir dengan keselamatan anak anaknya. dalam peresmian Nanti, hanya Marvin yang akan di perkenalkan didepan umum sebagai pemimpin kedua di perusahaan dengan menggunakan nama imisialnya saja yaitu Ma. sedangkan Zie sebagai pemimpin pertama dengan menggunakan nama Kei akan bekerja di belakang Marvin.
Acara akan di mulai tepat pukul 10 pagi, Zie sengaja mengambil waktu di jam itu sehingga ketika acara selesai maka akan berlanjut dengan acara makan siang bersama. hal ini bertujuan untuk saling mengenal antara pemimpin satu dengan pemimpin yang lain.
Zie tidak hanya mengundang pemimpin dari perusahaan besar saja, ia juga mengundang banyak pemimpin dari perusahaan kecil yang ada di kota itu agar perusahaan kecil juga memiliki kesempatan untuk bekerjasama dengan perusahan besar dan bersama sama saling membantu untuk meningkatkan perekonomian negara ini agar menjadi lebih baik lagi. selain itu Zie juga mengundang seganap jajaran petingi pejabat kepemerintahan di kota J.
tepat jam 10 acara pun di mulai. semua tamu undangan sudah hadir memenuhi ruangan. Ken datang bersama Tuan Malik dan Tanti sang sekertaris. Zio datang bersama Nico sang Asisten. dan masih banyak lagi pemimpin perusahaan lainnya. sedangkan perwakilan dari perusahaan Al Azhar di wakili oleh Asisten Zaki bersama seorang laki laki yang Marvin dan Zie kenal sebagai pemimpin Bodyguard Pribadi Papinya. di sana juga sudah banyak wartawan yang hadir untuk meliput berita terbaru dalam dunia bisnis. semua tamu undangan berdecak kagum melihat bangunan gedung nan mewah dan megah yang menjulang tinggi di hadapannya. apalagi setelah masuk kedalamnya, para tamu semakin terkagum dengam desain interiornya yang sangat berkelas. bisa di katakan ini adalah perusahaan termewah di kota itu.
Tuan Prabu kini berada diruang pribadi milik zie sambil melihat layar lebar yang menampilkan suasana acara itu.
Acara pun di mulai, satu persatu susunan acara berlangsung dengan lancar. kini tiba saat yang di tunggu tunggu yaitu pegenalan pemimpin perusahaan sekaligus pemotongan pita sebagai simbolis telah di bukanya perusahaan MK Group secara resmi. pembawa acara lalu memanggil tuan Ma untuk naik keatas podium.
"Kepada Tuan Ma selaku pimpinan perusahaan, kami persilahkan untuk naik ke atas podium." ucap pembawa acara.
Para wartawan sudah bersiap untuk mengambil gambar terbaik mereka sebagai bahan berita yang akan menjadi tranding topik di dunia bisnis.
Marvin berdiri dari duduknya ketika pembawa acara memanggilnya untuk naik keatas Podium. ia merapihkan stelan jas yang ia kenakan terlebih dahulu sebelum melangkahkan kaki dengan gagahmya menuju podium. suara tepuk tangan dari para tamu undangan mengirimkan langkah Marvin hingga naik keatas.
"(Apa???. jadi Tuan Ma itu adalah Marvin dan Perusahaan ini milik Marvin??. siapa Marvin sebenarnya?? lalu siapa itu Nona Kei??)". banyak pertanyaan yang ada di hati Zio. ia cukup kaget ternyata Marvin adalah pemilik perusahaan itu.
"Selamat siang semuanya....." ucap Marvin menyapa seluruh tamu undangan yang hadir di sana. " Perkenalkan saya adalah Ma selaku pimpinan kedua Perusahaan MK Group. saya mewakili pimpinan utama MK Group yaitu Nona Kei, mengucapkan terimakasih atas kehadiran seluruh tamu undangan dalam acara pembukaan perusahaan ini. Maaf karena Nona Kei berhalangan untuk hadir di acara peresmian ini. semoga untuk kedepannya kita semua bisa menjalin kerjasama dengan baik. Terimakasih....." ucap Marvin singkat padat dan jelas. tidak lupa senyum tampan terukir jelas di sudut bibirnya.
Marvin turun dari atas podium di iringi tepuk tangan para tamu undangan. ia lalu berjalan mendekat kearah sebuah pita cantik merah putih yang telah direntangkan. disana sudah ada para petinggi pejabat kepemerintahan kota J yang berdiri untuk menyaksikan pemotongan pita yang akan di lakukan tuan Ma. Mercon berdiri di hadapan pita itu di dampingi Andre, Asisten Zaki dan beberapa para bodyguard di belakangnya.
"Dengan ini saya nyatakan bahwa Perusahaan MK Group resmi di buka." ucap Marvin lalu memotong pita itu dengan mengunakan gunting.
Suara tepuk tangan kembali terdengar dari para tamu undangan begitu pita itu terputus sempurna. semua tamu undangan secara bergantian berjabat tangan dengan Marvin sambil memberi ucapan selamat.
setelah itu, acarapun berganti dengan makan siang bersama sambil berbincang santai dengan sesama tamu undangan seperti yang Zie mau.
"Lihat Pi....., orang orang ini memandang remeh kearah Marvin. sepertinya mereka belum tahu sepak terjang Tuan Ma dan Nona Kei dalam dunia bisnis." ucap Zie menunjukkan beberapa orang yang berwajah sinis sedang memandang kearah Marvin di layar lebar yang ada di ruangan khususnya.
"Hm.....ternyata Nona Kei sangat jeli mengamati semua tamu undangan." jawab Tuan Prabu tersenyum tipis. "begitulah dunia bisnis sayang, kita tidak tau mana lawan dan mana kawan. jadi kamu harus selalu berhati hati dan waspada. ini saatnya kalian menunjukkan taring kalian untuk membungkam orang orang seperti mereka yang menganggap remeh sebelum mengetahui kemampuan kita." jawab Tuan Prabu. di ruang pribadi itu juga ada asisten Mif yang setia melayani semua perintah zie.
Akhirnya acara Peresmian pembukaan perusahaan MK group pun selesai. semua tamu undang sudah kembali keperusahaan masing masing. begitupun Marvin, Zie dan Papinya di ikuti Asisten Zaki, Asisten Mif dan Sekertaris Andre. MK group akan mulai beroprasi hari senin yang akan datang.
.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
.
.