Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Menyibukkan diri



Hari pun terus berlalu.......,zio sudah lebih baik dan bisa menerima kepergian zie, zio juga sudah memutuskan untuk kuliah di universitas yang sama dengan Ken dan jurusan yang sama pula yaitu management bisnis. hari ini adalah hari pertama bagi Ken dan zio untuk mengikuti ospek di kampus barunya. suatu kegiatan yang wajib di ikuti oleh calon mahasiswa / mahasiswi baru agar lebih mengenal lingkungan kampusnya.


zio datang ke kampus dengan menggunakan mobil sport berwarna putih sedangkan Ken menggunakan mobil lesayangannya yang berwarna hitam. kedatangan kedua pemuda tampan ini tentu menyita banyak perhatian dari mahasiswi lain. sangat jelas dari tampang dan gayanya, ken dan zio akan menjadi idola penerus di kampus itu.


Ospek hari pertama berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala sedikitpun. Ken dam zio berjalan bersama menuju parkiran. sekilas zio melihat seorang mahasiswi seperti sedang di ganggu beberapa mahasiswa lain di lorong yang cukup sepi. tanpa pikir panjang zio mengajak Ken untuk menghampiri mereka.


"Wah......ada yang lagi seneng seneng nih...,"seru zio sambil berjalan mendekat kearah gerombolan mahasiswa itu.salah satu tangannya di masukkan kedalam saku celananya dan satu tangannya lagi memegang tas punggung yang melekat di sebelah bahunya.


"(Carri)".batin ken dan zio begitu melihat cewek yang sedang di ganggu itu.


"eh...lo anak baru!! pulang lo sana. jangan gangguin kesenangan kita. ya nggak man.....??"ucap salah satu orang itu.


"yo'i....."jawab teman temannya yang lain.


"Ini juga mau pulang...., kita cuma lagi nungguin temen kita yang lagi lo gangguin. makanya kita masih disini." ucap Zio dengan gaya santainya.


Cerri dengan cepat melepaskan diri dari cengkraman tangan salah satu mahasiswa itu begitu mereka lengah dan berlari kebelakang zio dan kenzo.


"berani lo sama kita??? lo nggak tau sedang berurusan sama siapa?hah!! " bentak salah satu orang itu.


"siapa takut?? gue emang nggak tau dan nggak mau tau kalian siapa." jawab zio meremeh.


" Kurang ajar.....,!! habisi mereka!!" perintah orang itu kepada teman temannya.


Ken dan Zio akhirnya berkelahi melawan empat orang yang tadi mengganggu cerri. Ken dan Zio yang sebelumnya sering belajar bela diri bersama Kenzie bisa melawan ke empat orang itu dengan lincah dan gesit. keduanya berhasil mengalahkan ke empat orang itu dengan mudah tanpa ada luka di tubuhnya sedikitpun malah orang orang itu yang tergletak di tanah dengan kondisi babak belur.


"ck.....kenapa ada preman kaya mereka di kampus elit kaya gini sih." gerutu zio sambil merapikan bajunya kembali setelah perkelahian itu.


"mungkin preman juga butuh ilmu yo...biar makin pintar."sahut Ken ngasal.


"Denger ya.....sekali lagi kalian bikin ulah dan ketahuan sama kita, habis kalian semua!!! " ancam Zio lalu menendang kaki salah satu orang itu.


"Ampun.....!! kami janji tidak akan bikin ulah lagi."jawab orang itu.


"Awas lo kalau kalian bohong. gue pecahin kepala kalian pake batu satu satu." ancam Ken sadis yang membuat mereka semua semakin ketakutan.


Ken dan zio lalu pergi dari sana meninggalkan orang orang yang masih terkapar dengan kondisi babak belur. tak lupa Ken dan Zio juga mengajak Cerri pergi bersama mereka.


"Ken, Zio....makasih banget ya kalian udah nolongin gue." ucap cerri tulus.


"sama sama......, lain kali lo harus lebih hati hati."jawab Zio.


"iya.....,"jawab Cerri singkat.


"Yo....,gue udah ditunggui bokap nih.gie duluan ya.....??"pamit Kenzo.


"ok...hati hati...."jawab Zio lalu melakukan tos adu kepalan tangan seperti biasanya dengan Ken.


ken lalu manaiki mobilnya dan pergi meninggalkan zio dan cerri di parkiran.


"lo bawa mobil nggak??atau mau bareng gue aja"tanya Zio pada cerri.


"enggak.... nggak usah makasih. gue bisa naik taksi.lagian abis ini gue mau kerestoran kenangan." jawab Cerri


"emm.....nggak papa nih kalau gue ikut??"tanya cerri memastikan.


"nggak papa......,yuk..."jawab zio lalu mengajak cerri untuk menaiki mobilnya.


mobil zio melaju secara perlahan meninggalkan area kampus dan mulai membelah keramaian jalan raya ibu kota yang cukup padat siang itu.


"oiya...gue denger zie pergi ikut orang tuanya ya??" tanya cerri memecahkan keheningan di antara mereka. keduanya masih berada didalam mobil menuju restoran milik zie dimana levin kakak ipar cerri bekerja disana.


"iya....." jawab zio singkat. " lo sendiri gimana sama marvin, udah lama gue nggak liat batang hidungnya marvin, kemana dia?" tanya Zio.


" gue udah putus sama marvin, dia bilang waktu itu mau kuliah di london." jawab Cerri apa adanya.


marvin memang pernah bilang sama ceri kalau ia akan melanjutkan pendidikannya di london. makannya marvin memutuskan hubungannya dengan cerri karena marvin tak mau menggantungkan hubungan mereka. jika memang berjodoh maka tuhan pasti akan mempersatukan mereka kembali. begitu halus kata kata yang mervin ucapkan sehingga cerri mau menerima keputusan itu meski harus merasakan sakitnya patah hati.


suasana di dalam mobil kembali hening, keduanya terdiam dengan pikirannya masing masing hingga mobil zio pun sampai di tempat parkir sebuah restoran mewah dan cukup terkenal di kota itu.


Zio dan Cerri turun dari mobil dan masuk kedalam restoran bersama sama.


"zio.....gue tinggal dulu ya, gue ada perlu sama Bang Levin. makasih tumpangannya." ucap Cerri tersenyum manis.


"ok ......, sama sama." jawab Zio tersenyum tipis.


Cerri berjalan ke belakang menuju ke arah Bang levin berada. sedangkan Zio duduk sendiri di restoran itu untuk makan siang sambil mengenang masa masa kebersamaan zie.ah....memang cocok dengan nama restoran itu. "Kenangan Resto".


"Zio lo disini.......?, sendirian aja, ken mana??" sapa Levin yang berjalan mendekat bersama cerri.


" iya kak......, biasa makan siang. ken lagi ada urusan sama bokapnya tadi makannya dia nggak ikut." jawab Zio tersenyum tipis sambil mengelap bibirnya dengan lap yang sudah tersedia kerena sudah selesai dengan makan siangnya.


"ow gitu.....,ya udah gue tinggal dulu ya yo." pamit levin lalu pergi bersama cerri meninggalkan zio setelah mendapat jawaban anggukkan kepala dari zio.


setelah ini zio akan pergi ketempat Gym, ia sudah mulai menyibukkan diri untuk mengalihkan pikirannya dari zie. tak lupa Zio mengabari Ken untuk menyusulnya jika urusan Ken dengan Papanya sudah selesai. nanti setelah ng'gym, zio akan pergi ke cafe milik Zie seperti yang bisa ia lakukan baru setelah itu zio akan pulang kerumah. nanti jika kuliahnya sudah di mulai, zio pasti akan di sibukkan dengan tugas kuliah juga sehingga ia tidak punya waktu lagi untuk melamun dan memikirkan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan zie terus.


.


.


.


.


.


.


bersambung......


.


.


.