Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Bandung



Ke esokan hari nya... kenzie masuk ke dalam kamar nenek bella dengan membawakan sarapan pagi.


setelah menyuapi dan membantu nenek bella minum obat.zie pun meminta ijin kepada nenek bella untuk pergi ke Bandung siang ini bersama Ken & Zio.tentu saja nenek bella mengijinkan hal itu asalnya mereka pergi brsama Mang Diman juga.nenek bella takut orang yang ingin menyakiti zie dulu datang lagi.


nenek bella sangat menyayangi zie lebih dari apapun meski zie bukan cucu kandungnya.Hanya zie yang di miliki nenek bella saat ini.dulu nenek bella memiliki suami dan satu anak laki laki tapi keduanya sudah meninggal dunia karena di celakai oleh orang yang tak menyukai nenek bella karena profesinya sebagai ketua agen rahasia. untuk itu nenek bella benar benar mengamankan identitas anggota agen rahasianya sekecil apapun agar tak mengalami kejadian yang sama seperti yang menimpa pada nenek bella. sejak saat itu nenek bella bertekat untuk tidak menikah.


"Zie.....nanti kamu hati hati disana ya.....,??maafkan nenek karena baru memberi tahumu tentang makam mami mu.Nanti setelah itu...,kamu cari lah ayah kandungmu.nenek yakin, ayahmu juga pasti mencarimu selama ini."ucap Nenek bella sambil mengusap sayang kepala zie.


"iya nek.....,zie pasti akan mencari ayah kadung zie.yang terpenting saat ini adalah kesehatan nenek.hanya nenek satu satunya yang zie punya saat ini.jadi zie nggak mau terjadi sesuatu sama nenek."jawab Zie sedih.ia duduk bersimpuh di depan kursi roda yang nenek bella gunakan saat ini.zie meletakkan kepalanya di pangkuan nenek bella.


"jangan sedih.....,nenek tak suka melihatmu sedih seperti ini.apapun nanti yang terjadi sama nenek, zie harus tetap tegar menghadapi kenyataan."ucap Nenek bella.


Zie hanya mengangguk kepalanya.,,entah kenapa hatinya merasa gelisah saat ini.


Ken & zio datang menejemput zie tepat setelah jam makan siang.


mereka pergi menggunakan dua mobil.zie bersama mang Diman menggunakan mobil kuning milik zie sedangkan Ken & Zio menggunakan mobil sport putih milik Zio.



setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam, akhirnya mereka sampai di sebuah perkampungan yang sangat asri yang tentu saja udaranya masih sangat sejuk dan segar.sepanjang perjalanan tadi mereka semua di suguhi pemandangan alam yang sangat memanjakan mata.


begitu turun dari Mobil, zie sudah memakai kerudung, kaca mata hitam dan juga masker. Ken , zio dan Mang Diman pun sama sama memakai kecamata hitam dan masker.


mereka berjalan menapaki jalan bebatuan yang ditumbuhi rerumputan menuju sebuah pemakaman umum yang ada disana.


Mang Diman menemui penjaga makam dan berbicara sesuatu yang zie sendiri juga tidak tau.


setelah itu terlihat penjaga makam itu berjalan di ikuti mang Diman ke sebuah makam yang tingginya sudah rata dengan tanah dan tak terawat lagi.tanpa di minta, Ken, Zie & Zio pun mengikuti langkah kemana mang Diman dan pengurus makam itu berjalan. Disana terdapat sebuah Nisan yang terbuat dari kayu yang sudah mulai keropos dengan ukiran Nama Ayu sita.


Zie melepas kacamata hitam yang sedari tadi bertengger di hidung mancungnya. jantung Zie berdetak lebih cepat, hatinya bergetar, kedua kakinya serasa melemah dan air mata pun jatuh begitu saja membasahi kedua pipi zie.


Zie duduk bersimpuh di dekat kayu Nisan dan mengusapnya beberapa kali. zie membiarkan mang Diman dan Penjaga makam membersihkan rerumputan dan menyapu dedaunan kering yang menutupi makam itu karena selama belasan tahun tak ada satupun orang yang mengunjungi makam itu.


setelah makam itu bersih....,zie menaburkan kelopak bunga tiga warna yang sempat ia beli di jalan tadi dan menyiramkan sebotol air di atas makam itu. setelah itu..., mang Diman memimpin do'a untuk dikirimkan atas nama almarhumah ayu sita.


kata "aamiin......." mengakhiri do'a yang mang Diman pimpin.


baru kali ini Ken & Zio melihat Zie menangis dan terlihat sangat rapuh.keduanya merasa tak tega melihat zie yang begitu sangat sedih.


("*maaf ayu sita...,aku baru bisa membawa putrimu kemari.lihatlah putrimu sekarang sudah tumbuh besar menjadi gadis cantik dan baik hati.kami sangat menyayangi putrimu seperti putri kami sendiri. sampai kapanpun kami akan selalu menjaga dan melindunginya sesuai janji kami padamu.semoga kamu bahagia disana") batin Mang Diman.


("tante ayu sita...,meskipun aku belom pernah melihat tante tapi aku yakin tante orang yang baik dan juga cantik sama seperti Zie.tante tenang ya di sana, kami semua sayang sama Zie dan akan menjaga nya dengan baik.").Batin Ken.


(" semoga tante ayu sita bahagia disana. tante jangan menghawatirkan zie karena kami semua sayang sama Zie.aku berjanji akan selalu ada ,selalu menjaga dan melindungi zie apapun yang terjadi. ").Batin Zio*.


("Mami.....,ini zie.maaf jika selama ini zie baru datang ke makam mami.maafkan zie yang tidak mempunyai kesempatan untuk membahagiakan mami.semoga mami bahagia disana. zie janji akan mencari dan memberi hukuman kapada orang yang sudah mencelakai dan memisahkan kita untuk selamanya. maaf jika zie telah melupakan bagai mana wajah mami, Zie sayang mami")batin zie.air mata zie masih menggenang membasahi pipinya.


setelah lama terbuai dalam kesedihan, mang Diman pun mengajak ken, zie dan zio untuk pergi dari sana karena hari sudah semakin sore.


sebelum pergi, zie menemui pengurus makam untuk meminta orang itu agar mau merawat makam maminya.zie juga meminta orang itu untuk mengganti nisan maminya dengan yang baru dan lebih bagus.tak lupa zie memberi uang yang cukup banyak kepada orang itu.besok pagi zie akan kembali ke makam untuk melihat hasil kerja penjaga makam yang mengaku bernama Pak Mudi.


"mang...,rumah nenek dulu yang mana mang???"tanya Zie.ia mengedarkan pandangannya melihat rumah yang ada di sekelilingnya.


"di sana neng....rumah paling ujung gang ini.dulu rumah itu di beli sama pak kepala desa di kampung ini."jawab mang diman.


"kita kesana yuk mang.....,zie pengen liat.mang diman kenal kan sama kepala desanya?"ajak Zie.


"dulu kenal, mananya Pak Hadi ...tapi nggak tau sekarang rumah itu masih miliknya apa nggak.sudah hampir 17 tahun, sejak kita pindah mamang belum pernah kesini lagi.mungkin beliau sudah sangat tua kalau umurnya masih panjang."jawab Mang diman.


"ayo kita kesana....,kalau ada orangnya kita mampir sebentar.kalau udah nggak ada kita langsung ke hotel saja."ajak Zio.


"ya sudah...,ayo kesana."mang Diman sudah mau melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam mobil.


"Tunggu mang....",cegah Zio yang menggantikan langkah mang diman."heheheee....tolong fotoin kita dulu ya."ucap Zio nyengir saat mang diman berbalik menatapnya.tanpa menjawab mang diman langsung meraih Hp zio yang di sodorkan kearahnya lalu mengambil beberapa gambar ketiga anak muda itu yang duduk di depan cap mobil sport milik zio.




Mang diman tersenyum samar melihat hasil jepretan tangannya."Bagus....."satu kata yang terlintas di pikirannya.


setelah mengembalikan hp itu, mereka semua masuk kedalam mobil dan pergi kerumah yang dulu di tinggali nenek bella.


dua mobil itu berhenti sebuah rumah sederhana yang bangunannya terlihat sudah tua tapi masih berdiri kokoh dan terawat dengan halaman rumah yang cukup luas dengan tanaman yang menyerupai pagar mengelilingi halaman itu.terlihat sangat asri dengan beberapa pohon mangga yang tumbuh di pojokan halaman.


mang diman keluar dari dalam mobil dan berjalan menutu mobil zio dan mengetuk kaca mobilnya yang mebuat zio menurunkan kaca mobil itu.


"kalian tunggu di sini aja.biar mamang yang masuk kesana."ucap mang diman.


"iya mang.....".jawab Ken & zio.


Mang diman berjalan masuk ke halaman itu bersama zie lalu mengetuk pintu rumah yang tertutup itu.


"assalamu'alaikum........."mang Diman mengucapkan salam.


"Waalaikum salam......,"jawab seorang laki laki yang seumuran dengan Zie.orang itu memandang takut melihat mang diman yang bertubuh kekar berambut keriting agak panjang dan di ikat kebelakang dengan wajah yang cukup garang.


"maaf.....apa benar ini rumahnya Pak Hadi??".tanya Mang diman dengan sopan.


"Benar...., ayah ada di dalam...,silahkan masuk."jawab pemuda itu dengan sopan.


"kami tunggu di sini saja."ucap mang diman .


"kalau begitu silahkan duduk, saya panggil ayah sebentar...."jawab anak itu mempersilahkan mang diman untuk duduk di kursi yang ada di teras.ia lalu masuk kedalam untuk memanggil sang ayah.


.


.


.