Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Serahin semuanya sama gue



hari sudah semakin siang, Kenzie mulai mengeliatkan badannya yang terasa sedikit pegal karena tidur terlalu lama. Marvin yang melihat pergerakan dari Kenzie pun langsung mendekat kearah brangkar Zie.


"Bagaimana keadaanmu Zie.....?? apa kau baik baik saja??". tanya Marvin


"gue baik baik saja Vin....," jawab Zie jujur karena ia memang merasa tubuhnya sudah kembali segar. Zie membangunkan tubuhnya dan duduk bersandar di kepala brangkar.


"Syukurlah......, jangan bikin gue khawatir Zie, Gue nggak mau terjadi hal buruk sama lo." ucap Marvin penuh kasih sayang.


"hm...makasih udah khawatir sama gue."ucap Zie tersenyum cantik.


Zie turun dari brangkar setelah meminum habis satu gelas air mineral.


"Mau kemana...??biar gue bantu....". tanya Marvin dengan sigap ingin membantu Zie untuk berjalan.


"gue mau ke kamar mandi Vin..., gue bukan orang sakit jadi gue bisa sendiri.nggak usah di bantu." ucap Zie.


"yakin lo udah nggak papa??". tanya Marvin memastikan.


"ya ampun Vin...., gue bahkan sudah punya tenaga buat bikin lo babak belur. perlu bukti hm........??". ucap Zie mulai kesal sambil mengepalkan tangan di depan wajahnya.


"heheee...... iya iya. . . gue percaya. udah sana katanya mau ke kamar mandi. nanti keburu brojol disini gue nggak mau bersihin ya......". ucap Marvin cengengesan.


"ish..... ngeselin.!! jangan lupa suruh Andre bawa baju ganti buat gue sama laptop juga!!". ucap Zie lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi karena memang ia sudah tidak tahan untuk buang air kecil.


tanpa menjawab ucapan Zie, Marvin langsung menelpon Andre untuk membawakan apa yang di mau oleh Kenzie. Marvin juga menelpon Mif untuk membelikan makan siang untuk nya sendiri dan untuk Zie juga.


tak lama Andre dan juga Mif datang secara bersama karena memang letak rumah sakit tidak jauh dari apartemen Andre dan Mif. tidak lupa mereka juga membawa apa yang Marvin katakan tadi di telepon.


"tok...tok....., Zie...ini baju ganti lo." ucap Marvin setelah mengetuk pintu kamar mandi.


selagi menunggu Zie ganti baju, Marvin sibuk menjawab semua pertanyaan dari Andre dan juga Mif tentang apa yang terjadi dengan Nonanya.


Zie membuka pintu dan mengeluarkan satu tangannya untuk meraih baju ganti yang Marvin sodorkan untuknya lalu menutup pintunya kembali setelah mendapatkan baju gantinya.


Zie terlihat lebih segar setelah selesai dengan ritual mandinya. sedangkan Daren hanya diam duduk setengah rebahan di atas brangkarnya. ia bersyukur orang yang sudah menyelamatkannya sudah baik baik saja sekarang.


"Bagaimana kondisi Tuan?? apa Tuan baik baik saja??. tanya Zie mendekat kearah Daren.


"saya baik baik saja Nona.., terimakasih sudah menyelamatkan nyawa saya." ucap Daren dengan tulus.


"Sama sama Tuan...., panggil saya Zie saja." jawab Zie ."bukan saya yang menyelamatkan nyawa tuan tapi Tuhan. saya hanya perantaranya saja." ucap Zie tersenyum Manis.


"Baiklah Zie...., kalau begitu panggil saya Kak Daren sama seperti Marvin memanggilku." jawab Daren tersenyum tipis.


"Tidak masalah...." jawab Zie makin meebarkan senyumnya.


"(ya tuhan....apa benar dia bidadari yang kau kirimkan untuk menyelamatkanku dari maut. dia sungguh baik hati dan sangat cantik....)". Batin Daren mengagumi kecantikan Zie.


Lamunan Daren buyar karena kedatangan dokter yang akan memeriksa kondisinya dan seorang perawat yang membawakan makan siang untuk Daren.


"Bagaimana kondisinya Dokter??". tanya Kenzie setelah dokter itu selesai memeriksa Daren.


"Semuanya baik baik saja Nona, tinggal pemulihannya saja." jawab Dokter itu " Bagaimana dengan Nona?? apakah masih merasa lemas dan pusing??" tanya dokter itu.


"Saya sudah baik baik saja dokter." jawab Zie.


"Baik lah....., jangan lupa obatnya di minum ya Nona agar benar benar pulih." pesan Dokter itu lalu pamit untuk kaluar ruangan karena harus memeriksa pasien lainnya.


" iya dokter..., terimakasih." jawab Zie. dokter itu hanya mengangguk dan pergi bersama perawat tadi.


Zie melihat Daren yang sedikit kesusahan untuk makan pun berinisiatif untuk membantunya.


"Boleh Zie bantu kak....??." tawar Zie. Daren mendongakkan kepalanya memandang kearah Zie lalu tersenyum dan mengangguk sebagai jawabannya.


Zie tersenyum lalu mengambil alih Mangkuk bubur dan sendoknya dari tangan Daren. dengan telaten Zie menyuapi Daren sedikit demi sedikit hingga bubur itu habis tak tersisa. Zie meletakkan mangkuk kotor itu di atas mejanya lalu membantu Daren untuk meminum obat.


"Ehm...bolehkah saya meminjam Phone cell mu Zie?? saya harus menghubungi Asisten saya yang mungkin saat ini sedang mencari keberadaan saya." tanya Daren.


Zie mengedarkan pandangannya mencari cari keberadaan tas kecil yang semalam ia bawa. Zie berjalan kearah meja di samping brangkat yang ia gunakan semalam. Hp nya ada didalam dompet yang ternyata dompet itu ada di atas meja. setelah mengambil hp nya, zie lalu menyerahkannya kepada Daren.


"Pakai saja Kak......"ucap Zie menyodorkan Hpnya yang sudah ia buka kunci layarnya.


"Terimakasih...." jawab Daren menerima Hp milik Zie. ia lalu menekan nomer telepon asistennya.


Zie meninggalkan Daren dan duduk bergabung bersama Marvin, Mif dan juga Andre.


"Makan dulu Zie....." perintah Marvin kepada zie. Marvin bahkan sedang memakan makanannya karena tadi pagi ia melewatkan sarapan paginya.


"hm......" jawab Zie.


bukannya makan tapi zie malah mengambil laptopnya dan langsung membuka lalu mulai mengetikkan sesuatu disana. Zie sedang berusaha meretas semua CCTV yang Zie lewati semalam bersama Daren.


"(Semoga saja ini belum terlambat, entah mengapa gue merasa kalau Kak Daren bukan orang sembarangan)" batin Zie yang tanganya terus bekerja.


Melihat Zie yang malah serius dengan laptopnya yang Marvin sendiri tidak tau apa yag sedang Zie kerjakan, Marvin pun mengambil makanan Zie dan mulai menyuapinya dengan telaten.


Zie dengan santainya menerima suapan demi suapan yang Marvin berikan meski tangan dan matanya tetap fokus kearah laptop hingga makanan itu pun habis.


"makasih kakaku tersayang.....," ucap Zie tersenyum sambil menerima segelas air putih dari Marvin dan langsung meminumnya.


"ngerjain apa sih ....? serius banget. " tanya Marvin penasaran.


"hanya menyelesaikan sedikit masalah aja kok. nih udah selesai." ucap Zie lalu tak lama ia pun menutup laptopnya tanda pekerjaannya sudah selesai.


Zie melirik kearah Daren yang ternyata sudah selesai menelpon.


"Kak Daren....., kalau Zie pindahin perawatan kakak di rumah saja gimana?? nanti Zie akan menyuruh dokter dan perawatnya untuk stand by di rumah untuk merawat kakak selama 24 jam. karena sepertinya orang orang yang semalam masih mencari keberadaan kak Daren". ucap Zie.


benar...., tadi zie bisa melihat dari CCTV yang berhasil ia retas, ada beberapa orang mengunakan mobil berwarna hitam memasuki beberapa Rumah sakit yang ada di sekitar lokasi kejadian. beruntung semalam Zie membawa Daren ke rumah sakit yang jauh dari sana meskipun Daren harus kehilangan banyak darah tapi setidaknya ia masih bisa di selamatkan.


"Darimana Kenzie tau mereka masih mencariku)" batin Daren penasaran.


"Benar Zie....kita harus segera memindahkan kak Daren dari sini sebelum mereka menemukan kita. tapi apa di rumah itu Aman Zie??". tanya Marvin


"Aman Vin..... serahin semuanya sama gue." jawab Zie yakin.


Rumah itu masih baru, belum ada orang yang tau siapa pemiliknya. tapi sudah ada beberapa art dan beberapa satpam yang menjaga rumah itu. di tambah Zie akan menghilangkan jejak dengan meretas dan menghapus semua CCTV yang akan mereka lewati nanti. Zie juga akan meretas data Rumah sakit dan menghilangkan Data Pribadi Daren dari sana. Zie dan Marvin akhirnya memutuskan untuk Pindah kerumah barunya saat ini juga demi melindungi Daren mengingat kondisi Daren yang masih terluka cukup parah. Zie juga meminta bantuan kepada Mang Diman untuk mencari beberapa bodyguard yang akan Zie tempatkan untuk berjaga keamanan di rumahnya.


Dengan beralasan ingin pindah rumah sakit untuk merawat Daren akhirnya pihak rumah sakit memberikan ijin untuk Daren keluar dari rumah sakit saat itu juga setelah menandatangani surat yang menyatakan bahwa pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab jika sesuatu terjadi terhadap pasien setelah di pindahkan. Daren hanya menurut saja karena dirinya saat ini memang benar benar lemah karena luka tebak di perut, sebelah kaki dan sebelah lengannya juga.


ia hanya membutuhkan tempat yang aman untuk memulihkan kondisinya.


.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.


.