Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Acara Reuni SMA



Waktu berlalu dengan begitu cepat, tiga hari sudah terlewati begitu saja. Darren bahkan sampai sekarang belum bisa menemui Arion karena kesibukannya. Arion yang sudah lama meninggalkan perusahaannya kini di sibukkan dengan bertumpuk tumpuk berkas berkas penting dan segala pertemuannya dengan Klien. bahkan ia sering kali lembur hingga larut malam.


"Huh.... kenapa kerjaan gue begitu banyak dan nggak selesai selesai sih....?? apa yang asisten dan sekertaris gue kerjakan selama gue nggak ada?? kenapa bisa sampai sebanyak ini. " Arion menggerutu karena pekerjaannya tak kunjung selesai.


padahal sudah ia bela belain lembur agar pekerjaannya cepat selesai tapi tetap saja semua terasa tidak ada habisnya.


"Pantas kak Darren selalu memintaku untuk menghandle perusahaan ku sendiri, mungkin dia juga kewalahan jika harus ngurusin perusahaan gue juga." Arion bekerja sambil bermonolog sendiri. "Kak Darren........??". ucap Arion menghentikan kegiatannya sejenak ketika teringat sang kakak lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesarannya.


" gue sampe lupa kalau beberapa hari yang lalu kakak datang menemuiku dan bilang ingin membicarakan hal yang penting sama gue. kira kira kakak mau ngomong apa ya? gue jadi penasaran. ".tanya Arion pada dirinya sendiri.


Arion lalu meraih HP nya dan mencoba menghubungi Darren. sudah beberapa kali Arion menghubungi nomer HP Darren tapi sayangnya panggilannya teralihkan. sepertinya Derren sedang sibuk menghubungi seseorang.


" Enggak gue, enggak kak Darren...... kita sama sama sibuk dan tenggelam dengan pekerjaan. huuuh " gumam Arion sambil menghela nafasnya


Arion pun meletakan HP nya kembali dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


...🌸, _______🌸, ______🌸, ______🌸,...


Di tempat lain, sore itu Zie sedang bersiap siap untuk menghadiri acara reuni SMAnya. ia sedang duduk di depan meja rias mengaplikasikan riasan tipis di wajahnya. tepat setelah ia menyelesaikan kegiatannya, HP nya berdering yang mana itu adalah panggilan dari Darren. Zie langsung mengangkat sambungan telepon dengan senyum ceria.


"Hallo kak........, " sapa Zie begitu mengangkat telepon.


"Hay Zie....., apa kamu jadi pergi ke acara reuni sekolah kamu malam ini?? dengan siapa kamu kesana?? ". tanya Darren di sebrang telepon


" Jadi kak....., tadi sih Ken bilang mau jemput Zie biar kesananya bareng. " jawab Zie.


"kenapa tidak bersama Marvin saja?? ".tanyq Darren yang sebenarnya tidak rela jika Zie pergi bersama Pria lain.


" Marvin dulu beda sekolah dengan Zie kak, lagian Zie kan pergi dengan Ken. bukan orang lain. " jawab Zie


"Tetap saja dia seorang Pria. " ucap Darren yang membuat Zie tersenyum.


"Apa saat ini kakak sedang cemburu?? ". tanya Zie menggoda.


" Tentu saja....., Kakak tidak rela jika kau pergi dengan Pria lain . " jawab Darren dengan jujur


"Kakak....., Ken itu sabahat baik Zie sedari dulu. kami sudah seperti saudara, lagi pula Ken sudah memiliki kekasih. jadi kakak tidak perlu cemburu dengannya. " ucap Zie mencoba memberi pengertian kepada Kekasihnya.


"kakak hanya tidak mau kamu tergoda kepada Pria lain. tapi baik lah...., kakak percaya padamu. "ucap Darren.


"Justru Ken bisa menjaga Zie dari para Pria penggoda diluar sana selama Kakak tidak ada di dekat Zie." jawab Zie.


"Maafkan Kakak yang tidak bisa menemanimu saat ini. ingat pesan kakak, kamu jangan nakal disana nanti. " pesan Darren yang membuat Zie tertawa.


"ya ampun kak.... memangnya Zie anak kecil apa yang masih suka nakal. " jawab Zie.


sedang asyik berbicara dengan Darren Via telepon, Pelayan rumah Zie datang dan memberitahu bahwa Ken sudah datang menjemput.


"Suruh tunggu bentar ya Bik...... " pesan Zie kepada pelayan itu.


"Baik Non.... " jawab Pelayan itu lalu pergi dari kamar Nona mudanya.


Zie kembali berbicara dengan Darren dan memberi tahu bahwa ia akan segera pergi bersama Ken. tapi Darren malah meminta Zie untuk tidak mematikan sambungan telepon karena ia masih ingin berbicara dengannya dan Zie pun hanya bisa menuruti maunya Darren.


"Hay Ken...." sapa Zie dengan ramah saat menemui Ken di ruang tamu.


Terlihat Ken sedang duduk santai menunggunya bersama Papi Zie.


"Hay....., udah siap??". tanya Ken


" Udah..., berangkat sekarang yuk. " ajak Zie dan Ken pun mengangguk.


"Om....., Ken sama Zie pergi dulu ya.... " pamit Ken kepada orang tua sahabatnya ini. ia mengalami Om Prabu sebelum pergi bersama Zie.


"ya sudah...., hati hati di jalan Ken, jagain putri Om. " pesan Om Prabu


"Siap Om..... " jawab Ken tersenyum tampan.


"Zie jalan dulu ya Pi..... " pamit Zie lalu menyalami papinya juga


"iya sayang...., hati hati dan jangan pulang terlalu malam. " pesan Papinya sambil mengusap sayang rambut putrinya.


"Ok Bos.... " jawab Zie.


Zie berjalan keluar rumah bersama Ken menuju mobil milik Ken yang terparkir di depan rumah Zie. tak lupa HP miliknya ia tempelkan kembali ke telinga karena memang HP nya masih tersambung panggilan dengan Darren.


"Ya sudah Kak...., Zie jalan dulu ya... Nanti Zie akan menghubungi kakak lagi. " ucap Zie yang sudah duduk di sebelah Ken yang sedang menyetir.


Zie juga merasa tidak enak jika ia sibuk mengobrol sendiri di telepon sedangkan sahabatnya yang sudah jauh jauh datang menjemputnya malah di kacangin.


"Ok siap..... " jawab Zie


"i love you...... " ucap Darren.


Zie melirik kearah Ken ragu untuk menjawab ucapan dari Darren. ia merasa malu jika ucapannya nanti di dengar oleh Ken.


"Hallo Zie...., ko nggak di jawab?. " tanya Darren yang menunggu jawaban dari Zie.


"em.... iya kak....., Zie tutup dulu teleponnya. " jawab Zie.


"No.....,kamu jawab dulu ucapan kakak tadi, kakak ingin mendengarnya" ucap Darren masih menunggu.


ia sengaja sedikit memaksa Zie untuk menjawab ucapannya agar temannya tau bahwa sekarang Zie memiliki Kekasih.


"Iya Kak...., Love you too....... " jawab Zie lirih lalu langsung menutup sambungan telepon.


Uhuk uhuk........ ehm....."suara batuk Ken yang di buat buat sengaja untuk menyindir Zie.


sebenarnya ia cukup kaget mendengar Zie bermesraan lewat telepon tapi ia juga merasa senang karena itu tandanya Zie sudah memiliki tambatan hati, tapi siapa Pria yang berhasil memenangkan hati Zie.?? sepertinya ia melewatkan berita penting tentang sahabatnya ini.


"Batuk Ken......?? minum obat gih. " Sahut Zie terkekeh.


"enggak.... gue cuma kaget aja tadi denger orang bilang love you love you'an lewat telepon. " Jawab Ken mengoda.


"Apa sih Ken..... ??, jangan menggodaku. " sahut Zie malu.


"Baiklah... tapi katakan apa yang sudah gue lewatkan. siapa Pria beruntung yang berhasil mendapatkan hatimu??. " tanya Ken


"Iya iya gue cerita....., sebenarnya gue sudah jadian dengan Kak Darren. tapi sekarang di berada di negaranya dan belum tau dia akan kembali kesini kapan. " jawab Zie.


"Waoooow........, itu kabar yang sangat mengejutkan. selamat ya Zie, gue ikut bahagia mendengarnya. menurut gue Kak Darren memang orang yang tepat untukmu. gue yakin dia bisa membahagiakanmu dan menjagamu dengan baik. " ucap Ken tersenyum bahagia.


Ken senang akhirnya Zie mendapatkan orang yang tepat, ia berharap Zie dan Kak Darren memang berjodoh karena Ken tidak ingin melihat sahabat baiknya patah hati seperti dulu.


"Makasih Ken. ... " jawab Zie tersenyum manis.


"Jadi sekarang kalian menjalin hubungan jarak jauh?? " tanya Ken dan Zie mengangguk. "sabar saja...., gue yakin itu tidak akan berlangsung lama. yang terpenting kalian harus saling percaya satu sama lain. begitu sih menurut gue kalau ingin hubungan jarak jauh tetap langgeng. " ucap Ken menasehati.


"Ish... sok tau...., kaya lo pernah menjalin hubungan jarak jauh aja. " sahut Zie terkekeh.


"Ya belum pernah sih emang. " jawab Ken ikut terkekeh.


"Btw.... hubungan lo sama Tanti sudah sejauh mana Ken....?? ". tanya Zie ingin tau.


Zie tahu bahwa Ken memang menjalin asmara dengan sekertaris cantiknya. tapi sayangnya sahabatnya ini jarang sekali berbagi cerita tentang hubungannya dengan sekertaris cantiknya itu.


" Enggak jauh jauh ko Zie cuma sebatas dari rumah ke perusahaan aja. "jawab Ken ngasal.


" Keeenn........!! bukan itu maksud gue. " kesal Zie yang malah membuat Ken terkekeh.


Ken tau apa maksud dari pertanyaan Zie, ia hanya berpura pura tidak mengerti dan sengaja membuat Zie kesal.


"makannya ngomong tu yang jelas..., gue sama Tanti masih lancar lancar aja. mungkin dalam waktu dekat ini gue mau tunangan sama dia. " jawab Ken jujur.


Papanya Ken yang tidak lain adalah Om Malik Abraham menginginkan agar Ken cepat menikah. Papanya Ken terus mendesak agar hubungan Ken dan Tanti berlanjut ke jenjang yang lebih serius lagi. usia Papanya Ken yang sudah tidak muda lagi menjadi salah satu alasan agar Ken segera menikah karena Papanya ingin segera menimang Cucu dari putra semata wayangnya itu.


"Wah itu berita yang sangat bagus..... di antara Kenzo, Kenzie dan Kenzio ternyata Kenzo lah yang lebih dulu akan menikah. pokoknya gue mau lo langsung kasih tau gue kabar baik selanjutnya. " ucap Zie tersenyum senang.


tak terasa mereka berdua telah sampai di gedung AA di mana acara reuni di langsungkan. di sana sudah cukup ramai dengan kedatangan teman teman semasa sekolah SMA dulu. ada yang datang bersama pasangan dan anaknya bagi yang sudah menikah, ada yang datang bersama kekasihnya, dan ada juga yang datang sendirian. bahkan guru guru yang sampai sekarang masih mengajar di sekolah mereka dulu pun turut di undang. ini adalah acara reuni yang sangat spektakuler dan sangat mewah tentunya. mereka semua yang datang kesana langsung berdecak kagum karena acara reuni mereka di langsungkan di gedung mewah yang harga sewanya cukup menguras banyak isi kantong padahal ini hanya acara reuni saja.


.


.


.


.


Bersambung....


.


.


.


.