Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Penawaran spesial



Zie berjalan kearah di mana letak Toilet berada, tapi ternyata ia malah bertemu Darren di sana.


"Loh.... kakak disini?? ". tanya Zie.


" eh... Zie..., kamu disini juga?? maaf tadi kakak sakit perut jadi ke toilet dulu. " jawab Darren nyengir.


"owh... ya udah, tapi kakak nggak papa kan??". tanya Zie perhatian.


" nggak papa kok....." jawab Darren.


"kalau gitu Zie masuk kedalam dulu ya kak?? ". pamit Zie.


" silahkan...., kakak tunggu di depan sana ya. " jawab Darren menunjuk deretan meja yang berisi beraneka macam makanan dan minuman.


"ok.... " jawab Zie dan masuk kedalam toilet.


Darren berjalan menuju meja yang menyediakan minum karena niatnya tadi mau mengambilkan minum untuk nya dan juga untuk Kenzie.


setelah Zie selesai, ia keluar dan berjalan menuju tempat yang di tunjuk Darren tadi. ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan kekasihnya. Zie mengunci pandangannya kepada Darren yang sedang mengambil minuman dan memilih menunggu Darren dengan diam di tempat.


tapi sayangnya pandangan Zie itu di salah Artikan oleh Gerry yang berjalan di depan Darren dengan jarak yang cukup jauh bersama gadisnya tadi. Gerry lalu menyuruh Gadisnya pergi terlebih dahulu karena ia akan menemui Zie yang sedari tadi memperhatikannya.


"Kenapa ngeliatin gue sampai segitunya, terpesona ya...? atau jangan jangan lo cemburu ya liat gue sama cewek tadi??." ucap Garry menghampiri Zie dengan gaya sok yes nya itu.


Sungguh demi apa Zie syok mendengar kata kata yang keluar dari mulut Gerry yang dengan PD nya menuduh Zie cemburu kepadanya. yang benar saja?? Zie bahkan tidak menyadari keberadaan Gerry sama sekali karena ia tengah fokus menatap Darren yang ada di belakang Gerry.


"Lo sih...., dulu nolak gue, coba kalau lo mau jadian sama gue, udah pasti lo yang bakal gue gandeng kaya cewek tadi. sekarang nyesel kan lo liat gue perhatian sama cewek lain". belum juga Zie menjawab ucapan dari Gerry tapi dia lebih dulu mengeluarkan kata katanya lagi.


ingin rasanya Zie memukul kepala Gerry agar otaknya tidak eror seperti sekarang.


"Tapi berhubung gue cowok ganteng yang baik hati, gue kasih penawaran spesial buat lo. kalau lo mau jadi cewek gue, detik ini juga gue bakal tinggalin cewek tadi dan gue pasti bakal kasih perhatian lebih buat lo. gimana??. " ucap Gerry dengan gaya tengil dan menggodanya.


Sumpah Zie merasa sangat kesal dengan kepercayaan Diri tingkat dewa yang di miliki laki laki yang sedang berdiri di hadapannya sekarang. bisa bisanya dia menawarkan hal konyol seperti itu.


Darren yang sudah berdiri tepat di belakang Gerry tentu saja merasa geram dan tidak terima mendengar ucapan Garry yang memberi penawaran spesial buat Zie barusan.


"Maaf sepertinya Zie tidak butuh tawaran dari anda karena sudah ada saya yang akan selalu memberi perhatian lebih kepadanya. " Sela Darren dengan melempar tatapan tajam kepada Gerry. "sayang...., ini minumnya. " ucap Darren memberikan salah satu segelas minum yang ia bawa kepada Zie. "lebih baik kita duduk disana saja karena tidak baik minum sambil berdiri. " ucap Darren lagi.


Satu tangannya lalu melingkar di pinggang Zie menunjukkan pada Gerry bahwa Zie adalah gadisnya. ia lalu mengajak Zie pergi menjauh dari Gerry.


"terimakasih atas tawarannya Gerry, tapi maaf....., gue tidak mau menerimanya karena gue sudah memiliki kekasih yang lebih segalanya dari lo. permisi.... " ucap Zie dengan menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya dan di sertai senyum sinis nya sebelum pergi meninggalkan Gerry.


ia harap dengan begitu Gerry tidak ke PD an dan tidak menganggu nya lagi.


Gerry tentu merasa kesal melihat Zie yang ternyata sudah memiliki kekasih. ia sengaja datang ke acara pertunangan Ken dengan membawa gebetan barunya karena berniat ingin memanas manasi Zie. tapi ternyata tujuannya gagal total. justru ia yang kepanasan karena nyatanya Zie sudah memiliki kekasih yang sialnya lebih tampan darinya.


Acara pertunangan pun selesai, satu persatu tamu undangan mulai berpamitan untuk pulang. begitu juga Zie dan keluarganya, setelah berpamitan mereka keluar menuju mobil masing masing. Mang Diman satu mobil bersama keluarganya, Marvin satu mobil bersama istrinya, Papi Zie bersama Asisten Zaki, sedangkan Zie bersama Darren.


"Zie tunggu..... " seru Zio yang datang menghampiri Zie yang berjalan bersama Darren di belakang rombongan keluarganya.


"Iya yo...., ada apa??. " tanya Zie menoleh kebelakang kearah Zio setelah menghentikan langkahnya.


"Boleh kah aku mengantarmu pulang?? ". tanya Zio penuh harap.


Darren mengeryitkan keningnya mendengar pertanyaan Zio. setahu Darren Zio adalah sahabat baik Zie selain Ken.


" Maaf Zio....., tapi gue pulang bareng Kak Darren. " tolak Zie tanpa basa basi.


bukannya ia tidak mau menjaga perasaan Zio, tapi Zie hanya tidak ingin memberi harapan palsu kepada Zio sehingga ia harus lebih tegas mengambil sikap agar Zio menyerah untuk mendekatinya lagi.


"Kak Darren..., bisakah gue saja yang mengantar Zie pulang?". tanya Zio kepada Darren." sudah lama gue nggak antar jemput Zie padahal dulu semasa sekolah kita selalu bersama kemana mana. " ucap Zio lagi sambil tersenyum tipis.


Zio sengaja mengungkit sama kebersamaan mereka agar Darren tau bahwa mereka sudah memiliki hubungan dekat sedari dulu.


" Maaf Zio....., tapi sekarang Zie itu kekasih saya jadi sudah seharusnya saya yang mengantar jemput Zie kemanapun dia pergi." jawab Darren jujur.


"yang di katakan kak Darren benar yo, terserah lo mau percaya apa enggak tapi nyatanya gue sama kak Darren sudah jadian. " jawab Zie...., sedangkan Zio hanya diam mematung. "maaf ya yo....., gue sama kak Darren pulang duluan". pamit Zie lalu pergi bersama Darren meninggalkan Zio yang masih terdiam di tempat.


Pupus sudah harapannya untuk mengajak Zie balikkan. ia tak menyangka Zie benar benar berpaling darinya. haruskah ia merelakan Zie bersama Darren dan mengubur perasaanya yang begitu besar kepada Zie.


" Kenapa rasanya sakit sekali..., nyesek. padahal dulu saat Cerry ninggalin gue rasanya tidak sesakit ini. gue nyesel dulu lebih milih Cerry dari pada lo Zie. " lirih Zio memandang punggung Zie yang pergi menjauh bersama Darren.


Darren dan Zie kini masih berada dalam perjalanan pulang menuju rumah Zie dengan di temani alunan musik yang ada di mobil Darren.


"ternyata Gerry dan Zio itu fans kamu ya Zie??. " tanya Darren yang sedang sibuk mengemudi. ia menoleh kearah Zie sebentar lalu pandangannya fokus lagi kedepan.


sebenarnya Darren tidak terlalu mempermasalahkan kejadian tadi, ia juga tidak ingin mengungkit masa lalu Zie.Toh sekarang Zie adalah kekasihnya, ia hanya ingin tau bagaimana hubungan Zie dengan kedua pemuda tadi.


Zie tersenyum mendengar pertanyaan Darren, rupanya kejadian tadi cukup mengusik pikiran kekasihnya ini.


"apa kakak Cemburu....?? ".tanya Zie menggoda.


" Tentu saja cemburu....,"jawab Darren. "tapi kakak percaya bahwa kamu hanya mencintaiku. " ucap Darren lagi sambil tersenyum tampan dan Zie pun ikut tersenyum.


satu tangan Darren terangkat mengusap puncak kepala Zie penuh kasih sayang dan kelembutan.


"Gerry itu teman kuliahnya Ken dan Zio, beberapa kali dia ikut kita ngumpul bareng di cafe. Dia juga anak buah Marvin di club motornya dan aku pernah ikut Marvin ke arena balap. bahkan aku pernah berkelahi sama dia juga saat dia nyerang kak Dev karena tidak Terima kalah balap sama kak Dev. entah bagaimana ceritanya tapi beberapa waktu lalu Gerry menyatakan perasaannya sama aku dan tentu saja aku tolak karena aku tidak memiliki perasaan apapun sama dia. " ucap Zie menjelaskan... " kalau Zio, kita memang sudah sahabatan sejak kecil. Zio sangat baik dan juga perhatian tapi perasaan itu lama lama berubah jadi cinta, kita pernah jadian tapi LDR'n karena waktu itu aku sama Marvin kuliah di luar negeri. beberapa tahun berhubungan akhirnya dia mutusin aku karena dia menghianatiku dengan memiliki kekasih lain dan lebih memilih dia dari pada aku." lanjut Zie menceritakan masa lalunya.


Zie pikir Darren perlu tau kisah masa lalunya agar tidak menjadi ke salah pahaman di kemudian hari.


"Jadi Zio sahabat sekaligus mantan kamu?. " tanya Darren dan Zie mengangguk membenarkannya. "apa kamu masih memiliki perasaan sama Zio?? ". tanya Darren lagi memastikan.


" Tidak.....,"jawab Zie yakin. Darren lega mendengarnya. " kakak ingat pertama kali kita ketemu??. "tanya Zie dan Darren mengangguk.


" Ya...... waktu itu kamu nolongin kakak yang sedang terluka parah." jawab Darren mengingat awal pertemuannya dengan Zie dulu.


"malam itu adalah hari dimana Zio menggelar pesta pertunangan." jawab Zie


"Berati waktu itu kamu sedang patah hati ya ceritanya.?" tanya Darren menggoda.


"ya begitulah...., tapi ternyata malam itu pertunangannya batal karena kekasihnya pergi ninggalin dia demi karirnya dan sejak saat itu, Zio berusaha mendekatiku agar bisa balikan lagi. " ucap Zie lagi.


"Kenapa kamu tidak mau balikkan lagi sama dia?? bukannya dulu kamu juga masih menyukainya?. tanya Darren penasaran. Zie tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Darren.


" Sudah terlanjur sakit hati kak...., aku bertahan tetap berteman dengannya semata mata karena aku tidak mau persahabatan aku, Ken dan Zio yang sudah terjalin dari kecil jadi pecah berantakan." Jawab Zie lagi.


Darren mengangguk mengerti, ternyata gadis kecilnya ini banyak yang menyukai. sudah ada Gerry, Zio dan juga Arion yang terlihat jelas menyukai Zie. belum lagi yang menyukai Zie secara diam diam..., entah berapa banyak Darren pun tidak tau. saat ini yang harus Darren lakukan adalah menjaga Gadis kecilnya dengan baik agar tidak di tikung orang lain.


tidak terasa mobil yang mereka naiki akhirnya sampai di rumah Zie. setelah mengantar Zie, Darren pun langsung pamit pulang karena hari sudah malam.


.


.


.


.


Bersambung....


.


.


.


.