
Semua tamu undangan terdiam seketika begitu Tuan Prabu naik keatas panggung pelaminan dengan penuh wibawa dan Aura kepemimpinannya begitu jelas terlihat. Tuan Prabu langsung di hujani kilatan cahaya yang berasal dari lampu kamera para wartawan yang mengambil gambar orang terkemuka yang sangat jarang sekali terlihat di media sosial.
"Selamat sore para tamu undangan yang saya hormati, pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Tuhan yang maha Esa, yang telah memberikan kita rahmat dan hidayah sehingga kita semua bisa hadir dan berkumpul di acara pernikahan Putra pertama Saya Marvin Al Azhar dengan Cerry Larasati. saya mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran dan do'a restu dari seluruh tamu undangan, dan sekali lagi selamat atas pernikahan Marvin dan Cerry semoga menjadi keluarga yang harmonis dan selalu berbahagia. Aamiin...., Terimakasih....." sedikit kata dari Tuan Prabu yang mampu mengemparkan dunia terutama dunia bisnis melalui media sosial yang tengah menyalurkan acara pernikahan ini acara langsung.
Suara tepuk tangan terdengar sangat ramai mengiringi langkah Tuan Prabu menuruni panggung pelaminan. para tamu undangan terdengar sangat ramai membicarakan satu kenyataan yang baru saja mereka ketahui. mereka tidak menyangka bahwa Tuan Ma adalah Putra pertama dari Tuan Prabu Al Azhar. sungguh sangat mengejutkan. Pantas saja Tuan Ma yang usianya masih sangat Muda mampu membangun dan mengembangkan Perusahaan besar sendiri, ternyata Tuan Ma memang memiliki darah pembisnis yang mengalir di tubuhnya, memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. begitu pikir orang orang yang menjalin kerja sama atau mengenal Tuan Ma dengan baik.
"Ya Tuhaaaan......, Marvin anaknya Tuan Prabu..... Gila gila gilaaa........., " pekik teman teman geng Motor Marvin.
"ternyata beneran anak sultan, selama ini kita nggak ada yang tau siapa keluarga Bos Marvin." sahut teman yang lain heboh.
"Dan orang yang sedang kalian bicarakan itu kakak gue dan gue juga anaknya Tuan Prabu." ucap Zie yang langsung mendapat tatapan dari teman teman Marvin yang ada di mega itu.
Benar...., Kenzie adalah adiknya Marvin yang itu artinya ia juga anaknya Tuan Prabu. Kenzie tersenyum manis, ia cukup terhibur melihat wajah kaget, syok dan heboh dari teman teman Marvin.
"Tunggu...... tunggu..., kok kalian reaksinya biasa aja sih denger berita barusan?". Tanya Nico sambil menunjuk kearah Ken, Zio, dan juga Dev." Gue aja kaget banget dengernya, untung jantung gue masih nempel di tempatnya. gue nggak nyangka ternyata gue berteman sama anaknya Tuan Prabu. aa......Kenziieee....... gue pengen peluk lo.."heboh Nico yang sudah berdiri dari duduknya.
ia benar benar sangat kaget mendengar kenyataan bahwa Zie adalah anaknya tuan Prabu.
"ets...... mau kemana lo...." cegah Zio yang memang duduk di sebelah Nico.
"Mau peluk anak dari idola gue lah." jawab Nico.
"Nggak ada!!! kalau mau peluk nanti sama Marvin aja. jangan sama Zie. duduk!!" perintah Zio.
"Yah Bos...pelit banget sih. cuma bentar doang elah......." Protes Nico.
"mau gue pecat??". Ucap Zio tegas.
"iya iya....., gue duduk. ngancem muluk...." jawab Nico mengalah.
"Kita itu udah tau siapa Zie......., tapi awal taunya ya sama, kaget juga kaya kalian saat ini." ucak Ken.
"Dan yang tau Gue adeknya Marvin adalah kalian semua yang ada disini jadi hanya kalian yang tau kalau gue anaknya Papi. kalau sampai publik tau soal ini, kalian tau sendiri akibatnya. paham?? "ucap Zie sedikit mengancam.
aura yang Zie keluarkan cukup mengintimidasi semua orang yang duduk melingkar di meja itu.
mereka cukup merinding melihat raut wajah dan tatapan tajam dari Zie yang menandakan bahwa ia sedang tidak main main.
"Paham......" hampir semua yang ada di sana menjawab ucapan Zie dengan kompak tanpa di komando.
"bagus...., silahkan nikmati kembali pestanya." jawab Zie tersenyum lau dia beranjak dari duduknya dan pergi.
tidak ada satu orang pun yang berani mengeluarkan suara untuk menanyakan zie mau kemana??.
"ternyata Zie lebih menyeramkan dari Bos kita ya??" ucapa anak buah Marvin setelah Zie pergi.
"iya...., gue sampai merinding tadi." sahut temannya.
"itu tadi beneran Zie temen gue yang kalem itu?? ko bisa ya dia jadi menakutkan gitu." ucap Nico kaget.
"lo belum tau aja Nic...., dia emang selalu ceria, baik, ramah tapi kalau udah Marah beeehh.... badan lo bisa di remukin sama dia." ucap Ken.
"Percaya sih gue...., "sahut Gerry yang memang sudah pernah di bikin babak belur sama Zie. " tapi gue jadi tertantang buat nahlukin hatinya dia." ucap Gerry lagi sambil senyum senyum nggak jelas.
"Santai Man...., gue nggak main main ko. kalau Zie tertarik sama gue kenapa enggak.?, ya nggak Yo....??" tanya Gerry
"jangan mimpi!!" jawab Zio sinis lalu beranjak pergi dari tempat duduknya.
"Bos...mau kemana??". tanya Nico
"Toilet" jawab zio singkat.
"Ken...Zio kenapa sih?? kayanya nggak suka banget kalau gue deketin Zie." tanya Gerry.
Ken hanya Mengendikkan kedua bahunya secara bersamaan menjawab pertanyaan Gerry yang sukses membuat Gerry mendengus sebal. mereka semua kembali menikmati jamuan yang ada di pesta itu.
Zie berdiri sendiri di bangunan paling atas gedung hotel itu. Zie memilih Rooftop untuk mencari ketenangan, sebenarnya sedah sejak tadi Zie ingin pergi dari acara itu karena memang ia tidak terlalu suka keramaian seperti pesta dan semacamnya. ia menikmati pemandangan indah sore hari dari atas gedung dimana lampu lampu dari rumah, bangunan dan jalanan sudah mulai meyala.
"ah....akhirnya bisa menghirup udara segar". ucap Zie menghela nafasnya. "gue aja yang cuma duduk doang kaya tadi ngerasa capek apa lagi yang jadi pengantinnya ya....," gumam Zie sendiri. "Marvin beruntung karena bisa berjodoh dengan cintanya." Zie tersenyum mengingat wajah bahagia Marvin dan juga Cerry. "Apa kabar dengan gue?? gue aja masih takut jatuh cinta lagi, takut patah hati lagi." gumam Zie menghela nafasnya.
setelah terdiam beberapa sesaat Zie baru teringat dengan teman datarnya yang sekarang berubah menjadi cerewet yang akhir akhir ini selalu menemaninya. Arion.
Zie lalu menghubungi Arion tapi sayangnya Nomer Arion tidak bisa di hubungi.
"Arion kemana ya?? tumben nomernya nggak aktif. biasanya kalau hari libur dia pasti ngajak jalan." gimana Zie sendiri.
meski penasaran tapi Zie tidak terlalu memikirkan Arion, Zie cukup mengerti mungkin Arion sedang ada urusan sendiri makannya tidak ingin di ganggu. Zie kembali terdiam sambil memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpa wajah cantiknya
"Ternyata kamu Disini Zie......?" sapa suara ngebass seorang laki laki berbadan tinggi gagah dengan setelan jasa yang membalut tubuh atletisnya. Pria itu terlihat sangat tampang dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.
Zie menoleh kearah asal Suara itu. ia menajamkan pengklihatannya karena sore sudah mulai berganti dengan gelapanya malam. Zie tersenyum senang ketika mengenali siapa Pria tampan yang berjalan kearahnya saat ini.
"Kakak........."
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
.
.
.
.