Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Pengakuan Zie



"Ugh..... " Andre memegangi kepalanya yang terasa pusing ketika bangun tidur di pagi hari. ia mengedarkan pandangannya mengamati sekeliling ruangan kamar itu dan akhirnya menghela nafasnya dengan lega karena ternyata dirinya berada di dalam kamar hotel yang sudah beberapa hari ia tempati bersama Zie. itu artinya semalam tidak terjadi hal buruk kepadanya maupun Zie. terbukti pagi ini ia bangun di kamar hotelnya dengan pakaian yang masih lengkap menempel di tubuhnya.


Andre bangun dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjang lalu menoleh kesamping, ia kembali tersenyum mendapati segelas air putih dan obat serta memo di atas nakas.


"minum ini agar rasa pusingmu berkurang"


begitulah isi memo yang Zie tulis untuk Andre. dalam hati, Andre berterimakasih atas perhatian kecil dari teman sekaligus bosnya itu. sedari dulu Zie adalah temannya yang paling baik, sangat perhatian dan juga pengertian. beruntung siapapun nanti yang akan menjadi jodohnya Zie.


"Lo emang temen gue yang paling baik Zie." gumam Andre.


setelah meminum obat itu, Andre bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. sedangkan Zie sendiri sedang sibuk berlari di atas treadmill. olah raga yang Zie lakukan setiap pagi selama di negara K. jika di negaranya sendiri biasanya Zie akan berlari keliling taman atau lapangan untuk membakar kalorinya. kamar yang Zie tempati saat ini adalah kamar termewah di hotel itu, jadi segala fasilitas tersedia di sana termasuk alat olah raga dan juga kolam renang.


selesai olah raga, Zie berjalan menuju pantry untuk mengambil air minum. ia mendapati Andre yang sedang menyuruh pelayan hotel meletakkan beberapa menu makan untuk sarapan mereka di meja makan.


"Lo udah baikkan An......??". tanya Zie menuang air mineral ke dalam gelas lalu meminumnya.


ia lalu duduk di kursi meja makan sambil mengelap sisa keringat yang masih menempel di wajahnya dengan handuk kecil yang ia bawa.


" Hm......,"jawab Andre dengan sebuah gumaman. "sepertinya semalam gue minum cuma dikit, tapi kenapa gue mabok dan setelah itu gue nggak inget apa apa ya?? ".tanya Andre ikut menarik salah satu kursi dan duduk bersama zie di meja makan.


sedangkan para pelayan langsung pamit meninggalkan kamar paling mewah di hotel itu setelah tugasnya selesai.


" sepertinya mereka sudah mencampurkan sesuatu di minuman itu tanpa sepengetahuan kita. , beruntung itu hanya obat tidur. bukan obat perangsang yang bisa bikin orang hilang kendali. " jawab Zie.


"untung ada lo....., makasih ya Zie..., lo udah selametin gue dari orang br*ngs*k itu. lo pasti kerepotan ya bawa gue balik ke hotelnya. " ucap Andre.


"sama sama....., tapi gue sama sekali tidak merasa di repotkan karena yang bawa lo kembali kesini bukan gue. " jawab Zie santai.


"kalau bukan lo yang bawa gue terus siapa dong?? ". tanya Andre kepo maksimal.


ia benar benar tidak ingat apa apa lagi setelah kejadian Zie berkelahi dengan teman Asisten Chen di dalam ruangan itu.


" yang bawa lo kesini Arion. " jawab Zie.


"ko bisa ada Arion disini?? " tanya Andre sedikit terkejut.


Andre memang hanya mengenal Arion karena beberapa kali melihat Arion bersama Zie, tapi ia tidak tau menahu siapa itu Arion.


"asal lo tau....., Arion itu ya C.E.O AW Company, adiknya Darren wang C.E.O DW Company. dia datang tepat saat gue bikin si Do yhun itu babak belur." ucap Zie.


"What....jadi dia C.E.O nya....?? ko bisa.....?? bukannya dulu dia kerja jadi cleaning service??". tanya Andre yang cukup terkejut mendengar kebenatan itu. "terus kenapa dia nggak mau nemuin lo di pertemuan kemarin?? bukannya kalian berteman baik?? " tanya Andre lagi.


"Ya itu...., dia itu emang kayanya anti banget sama cewek. dulu aja pertama ketemu sama gue jutek banget.dia kan emang belum tau siapa gue, jadi ya gitu, dia nyuruh asisten nya gantiin dia buat ketemu klien yang bergenre perempuan. " jawab Zie sesuai dengan keterangan yang Arion berikan padanya semalam.


Andre hanya mengangguk mengerti dengan penjelasan Zie. mungkin Arion sama seperti bos nya ini. seorang C.E.O tapi menyamar sebagai CS. benar benar orang kaya itu maunya aneh aneh. kebanyakkan orang selalu ingin mendapatkan berkedudukan tinggi dalam pekerjaannya tapi bos dan teman bos nya ini malah kebalikannya. udah beruntung jadi C.E.O tapi malah pingin ngerasain jadi CS.


Zie lalu menaruh gelasnya di pantry dan melangkah pergi.


"oh gitu....," ucap Andre mengangguk mengerti. " eh lo mau kemana?? nggak sarapan dulu?? " tanya Andre yang melihat Zie pergi meninggalkannya.


"gue mau mandi, gerah. lo sarapan duluan aja kalau udah lapar." jawab Zie sedikit berteriak karena jaraknya sudah agak jauh dari Andre.


Andre tak mengindahkan ucapan Zie, dengan setia ia menunggu teman baik sekaligus atasannya itu hingga selesai mandi dan mereka pun sarapan bersama.


setelah selesai sarapan tiba tiba bel kamar mereka berbunyi beberapa kali.


"Siapa yang datang berkunjung kemari sepagi ini?? " tanya Andre.


"biar gue yang buka pintu....,"ucap Zie beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu.


ia berfikir bahwa itu adalah Darren karena hanya Darren yang selama ini datang kekamar hotel mereka selama mereka ada di negara ini.


" Morning....... " sapa seseorang dengan senyum manis yang terpasang di wajah tampannya begitu pintu kamar Zie di buka.


"Arion.....?? ". kaget Zie.


ia pikir Darren yang datang sepagi ini tapi ternyata malah adiknya.


belum sempat Zie mempersilahkan Arion masuk tapi tamu tak di undang yang datang kepagian itu sudah menyerobot masuk kedalam terlebih dahulu.


semalaman Arion tidak bisa memejamkan matanya. pikirannya terus tertuju kepada Zie, banyak pertanyaan yang terlintas di dalam pikirannya sampai sampai ia tidak sabar menunggu malam berganti pagi agar bisa segera menemui gadis yang berhasil memikat hatinya. itu sebabnya pagi pagi begini ia sudah menyambangi hotel yang menjadi penginapan Zie.


"Ada apa lo pagi pagi sudah ada disini?? ". tanya Zie setelah duduk di sofa putih yang tak jauh dari Arion duduk. " gue belum maafin lo ya atas kejadian semalam. " ucapnya lagi bernada ketus.


"ya itu alasan aku datang pagi pagi kesini untuk minta maaf sama kamu atas kejadian semalam. " jawab Arion nyengir.


Bohong....., bukan itu sebenarnya yang membawa Arion datang menemui Zie sepagi ini. dari pada ia bingung mencari alasan lain lebih baik ia mengikuti saja apa mau Zie.


"aku minta maaf atas kejadian semalam Zie, seandainya aku tau kamu yang jadi perwakilan dari perusahaan MK group, aku jamin kejadian semalam nggak akan terjadi. " ucap Arion bersungguh sungguh. "aku malah dengan senang hati akan menemuimu Zie. " lanjut Arion dalam hati.


Arion bisa di sebut seorang pengecut karena sampai saat ini belum berani menyatakan perasaannya kepada Zie. bukan apa apa...., ia hanya tidak siap jika Zie menolak perasaannya dan menjauhinya begitu tau ternyata dirinya menyimpan rasa untuk Zie.


belum sempat Zie memberi jawaban atas permintaan maaf Arion, Andre datang karena ingin tau siapa tamu yang datang sepagi ini.


"Rion...., eh... em.. maksud saya Tuan Arion. " sapa Andre sedikit kikuk.


dulu Andre bisa bersikap biasa saja saat bertemu dengan Arion apalagi Zie bilang dulu Arion adalah temannya saat bekerja sebagai cleaning service tapi setelah tau ternyata Arion adalah seorang C.E.O juga, ia jadi merasa segan.


Arion hanya membalas sapaan Andre dengan tersenyum singkat sambil menganggukkan sedikit kepalanya. Jutek mode on.


"terimakasih karena Tuan sudah membantu saya semalam. " ucap Andre dengan tulus sambil membungkukkan setengah badannya memberi hormat kepada Arion.


"Lo nggak perlu berterimakasih sama dia...., sudah seharusnya dia tanggung jawab karena anak buahnya yang sudah bikin lo teler semalam." ucap Zie pada Andre tapi pandangannya sinis kearah Arion.


"Maaf Zie...... " ucap Arion penuh sesal.


" bukan sama gue minta maafnya, tapi sama Asisten gue dan gue juga mau lo kasih hukuman sama Asisten dan temannya itu." jawab Zie ketus.


ia masih tidak terima atas perlakuan Asisten pribadi Arion dan temannya kepada Andre.


"tanpa kamu minta, aku pun akan memberi hukuman pada mereka Zie. " batin Arion.


"maafkan kesalahan Asisten saya semalam Nona Andre. sebagai permintaan maaf saya, anda bisa memberi hukuman apa saja kepada Asisten pribadi saya. anda mau dia di pecat, potong gaji, di pindah tugaskan, menyiksanya, membunuhnya atau memutilasi nya juga boleh. " ucap Arion dengan bahasa formal tapi santainya.


Andre dan Zie sampai di buat menganga tidak percaya dengan ucapan Arion. ini pertama kalinya mereka mendengar Arion berbicara panjang lebar dengan orang yang menurut Arion orang asing. tapi bukan itu yang jadi permasalahannya, Andre dan Zie di buat ternganga karena mendengar hukuman apa yang bisa Andre berikan kepada Asisten pribadinya. yang benar saja, mungkin jika potong gaji, memecat atau memindah tugas kerja itu masih masuk akal tapi menyiksa, membunuh bahkan memutilasi itu terlalu sadis menurut kedua gadis itu.


"tidak Tuan..... " jawab Andre dengan cepat. ia mana tega memberi hukuman seperti itu kepada orang lain. "lagi pula saya baik baik saja jadi Tuan tidak perlu menghukumnya seperti itu. " cegah Andre. ia tidak mau sampai ada seseorang yang kehilangan nyawa gara gara dirinya.


Arion hanya memberikan jawaban dengan menganggukkan kepalanya saja.


"hari ini lo sibuk nggak Zie.....?? aku pengen ngajak kamu jalan jalan mengunjungi tempat wisata yang ada disini. " tanya Arion kepada Zie.


"wah.... sayang sekali..., gue sudah ada rencana pergi bersama Andre hari ini." tolak Zie. " emangnya lo nggak kerja?? ." tanya Zie.


pasalnya ini bukan hari libur dan Arion bukannya pergi ke kantor tapi malah mengajaknya jalan jalan.


"ngantor sih...., tapi kalau kamu mau, aku bisa ambil cuti hari ini buat nemenin kamu jalan jalan. " jawab Arion sambil sedikit tersenyum.


Arion sangat berharap bisa menghabiskan banyak waktu hanya berdua dengan Zie karena selain rindu, masih ada banyak hal yang ingin ia tahu tentang Zie. tapi sayangnya Zie benar benar pergi bersama dengan sekertaris nya. ia bahkan menolak Arion yang ingin ikut bersama mereka meskipun sedari tadi Arion menunggui mereka yang tengah bersiap untuk pergi.


"Biar aku antar Zie. " kini mereka sudah berada di depan pintu lobby hotel. Arion masih saja berusaha untuk bisa bersama gadis pujaannya itu.


"terimakasih Rion tapi Taksi pesananku sebentar lagi datang, lo pergi saja ke kantor biar nggak terlambat. " tolak Zie lagi.


Andre hanya diam memperhatikan tingkah Arion kepada Nona Bosnya. ia bisa melihat sebuah ketertarikan Arion kepada Zie.


"setidaknya beri tau aku kamu mau pergi kemana?? biar nanti aku jemput saat kamu pulang. " Arion masih tidak mau menyerah.


"terimakasih banyak, tapi lo nggak perlu repot repot Rion. ada kekasihku di sini yang nanti akan menjemputku." jawaban Zie barusan mampu membuat Arion membeku.


ia cukup kaget mendengar kata kekasihku yang keluar dari ucapan Zie. "taksi gue udah datang, gue jalan dulu ya. byee....... " ucap Zie saat mobil taksi berhenti di hadapannya.


Arion yang baru tersadar dari keterkejutannya langsung mengejar Zie dan menahan tangannya saat mau masuk kedalam mobil taksi. Zie berhenti dan menoleh kearah Arion yang menatapnya cukup tajam.


"Apa maksdumu Zie?? kekasih?? kamu punya kekasih?? siapa??. " tanya Arion dengan hati yang bergemuruh.


"lo belum tau....?? apa Kak Darren tidak memberi tahu mu??. " bukannya menjawab tapi Zie malah balik bertanya kepada Arion.


"Kak Darren?? ". tanya Arion tidak mengerti.


" Ya.... Kak Darren. gue sudah jadian dengannya beberapa waktu lalu." jawab Zie dengan cerianya. "jadi calon adek ipar, biarkan gue pergi. Ok.... byee..... ". ucap Zie yang langsung masuk kedalam taksi dan menutup pintu.


" Deg.........


Arion bagai di sambar petir di pagi hari menjelang siang mendengar bahwa Zie sudah memiliki kekasih yang tidak lain adalah kakaknya sendiri.


hatinya terasa sangat sakit, kedua kakinya terasa lemas dan jantungnya terasa berhenti berdetak saat itu juga.


cukup lama Arion diam mematung di tempat itu setelah mobil Zie pergi meninggalkannya. ia baru tersadar saat supir mobilnya datang menghampirinya.


"Tuan...... " sapa sang supir saat melihat majikannya hanya berdiri diam di tempat.


"pergi ke DW Compeny.... " ucap Arion kepada sang supir saat dirinya tersadar.


"Baik Tuan...., " jawab sang supir lalu membukakan pintu untuk Tuannya.


mobil Arion langsung pergi meninggalkan hotel mewah yang di tinggali Zie. tujuannya saat ini adalah Kakaknya. ia harus menemui kakaknya saat ini juga karena ia butuh penjelasan atas pengakuan Zie barusan.


sungguh ia tidak terima jika apa yang zie katakan benar adanya. hanya membayangkannya saja sudah membuat darah Arion mendidih. ia tidak akan membiarkan kakaknya merebut Zie darinya. tidak akan.!!


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.