Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Anak Kandung bertemu dengan Anak Angkat Papi



Mendapat telepon dari sang Papi yang mengatakan bahwa papinya sudah berada di mansion, Marvin segera bergegas keluar dari apartemennya.ya...selama papinya tidak di rumah, martin lebih suka tinggal sendiri di apartemennya.ia akan pulang jika papinya berada di rumah.


dan kali ini papinya meminta marvin agar segera datang karena papinya ingin mengenalkan seseorang yang akan di jodohkan dengannya. sekilas bayangan cerry terlintas di benaknya.ada sedikit rasa bersalah saat ia memutuskan hubungannya dengan cerry. Cerry memang matre, manja, kadang menyebalkan dan juga agak sombong. tapi di balik itu semua, cerry adalah sosok cewek yang setia, baik, pengertian, perhatian, penyayang bahkan cerry selalu mau melakukan apapun yang marvin minta. tapi ia juga tak mau mengecewakan papinya jika harus nolak perjodohan itu sehingga mau tak mau marvin harus memutuskan hubungannya dengan cerry.


karena papinya marvin sudah mengingatkan akan perjodohannya jauh sebelum marvin mengenal cerry.


begitu sampai di mansion..., Marvin langsung melangkahkan kakinya untuk menaiki anak tangga menuju kamar papinya yang ada di lantai dua.


marvin mengetuk pintu kamar papinya terlebih dahulu sebelum membuka pintu kamar.


"Pih......."sapa Marvin begitu masuk kedalam kamar papinya.


Papinya terlihat lebih segar dan bahagia dari sebelumnya.terlihat jelas senyum yang mengembang di wajah sang papi yang sangat jarang marvin liat.


"Vin....kau sudah datang.ayo masuk....papi akan mengenalkan mu pada seseorang." ucap papinya dengan senyum yang masih terus mengembang.


Papinya mengambil Hp dan menghubungi seseorang agar segera datang kekamarnya. begitu Hp di letakkan di atas meja, pintu kamar papinya ada yang mengetuk dari luar. seseorang muka pintu begitu Papinya menyuruh orang itu masuk.


seorang gadis cantik berjalan masuk sambil tersenyum manis.senyuman itu menghilang dan berubah dengan wajah kagetnya kala melihat marvin juga ada di kamar itu. marvin pun sama, ia terkejut bukan main dengan kehadiran cewek itu disana.


"Kenzie......., lo ko ada disini.??"tanya Marvin kaget.


"ko lo juga bisa ada disini Vin??"tanya zie balik.


"Kalian saling kenal??"ternyata bukan Kenzie dan Marvin saja yang terkejut.Papinya juga mengalami hal yang sama.


"iya..."jawab keduanya bersamaan.


"Marvin....,dia adalah Kenzie al azhar, anak kandung Papi yang selama ini hilang." papinya menjelaskan siapa zie kepada marvin."Kenzie..,dia adalah Marvin anak angkat papi."ucap papi lagi menjelaskan siapa marvin kepada zie.


"Apa......?".lagi lagi keduanya mengucapkan satu kata yang sama secara bersamaan.


keduanya sama sama kaget dengan kejadian saat ini.bagaimana bisa marvin adalah anak angkat papi dan zie adalah anak kandung papi.benar benar membingungkan.


"(jadi gue akan bersaudara sama marvin?)" ucap zie dalam hati.


"(apa cewek yang mau papi jodohin sama gue itu kenzie?)".ucap marvin dalam hati.


"iya pih.........."jawab zie lalu pergi keluar dari kamar papinya dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Papi mengajak Marvin duduk di sofa empuk yang ada di sudut ruangan agarclebih santai karena papi akan menanyakan banyak hal tentang kecil kepada marvin.


"Bagaimana kau mengenal zie Vin.??kau tau selama ini Papi mencari keberadaan kemana mana."tanya Papi.


"Maaf pih...marvin tidak tau kalau yang papi cari adalah kenzie teman marvin. setau marvin namanya kenzie ala bukan kenzie al Azhar.pantas saja...,tatapan mata zie seperti tidak asing jika sedang marah ternyata tatapan mata zie sama tajamnya dengan tatapan mata papi yang berhasil membuat mervin ketakutan." jawab Marvin tersenyum ketika teringat pertama kali bertemu dengan kenzie.


"ya.... ala adalah singkatan dari al azhar. jadi kau pernah membuat kecil marah?? jadi zie itu lawan apa kawanmu ?bagaimana kenzie menurutmu vin?? ah...papi benar banar ingin tau cerita antara kamu dan zie. sepertinya sangat seru?" jawab papi antusias yang membuat marvin tertawa. baru kali ini Papinya sangat kepo dengan kehidupan marvin dan ini semua karena berkaitan dengan zie tentunya.


"ya.....waktu itu marvin musuhan sama zio, dan marvin berbuat curang untuk mengalahkan zio makannya zie marah. dari situ marvin mulai mengenal zie, kenzie orangnya baik walaupun marvin musuhan sama sahabatnya dia tetep mau berteman dengan marvin. kenzie juga selalu ceria, lucu dan apa adanya, mervin selalu jadi diri sendiri dan tertawa lepas jika sedang bersama zie."jawab Marvin sambil tersenyum.


"(nggak mungkin kan gue cerita juga kalau gue dan anak buah gue pernah di bikin bonyok sama kenzie.?? bisa turun dengan gaya terjun bebas harga diri gue di depan papi kalau sampai papi sampai tau)"ucap marvin dalam hati sambil senyum senyum sendiri.


"Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu marvin?? papi tidak pernah mengajarimu untuk berbuat curang.!!lain kali kau tidak boleh seperti itu.pantas saja kenzie marah padamu."nasehat papi......"Ya....Ken & Zio adalah sahabat baik zie. papi sangat salut dengan persahabatan mereka. Ken & Zio bisa menjaga zie dengan baik selama ini."ucap Papi.


"iya pih......"jawab Marvin.


"(bukan zio dan ken yang menjaga zie pih, justru sebaliknya. papi saja yang tidak tau)".ucap martin dalam hati.


"apa kau menyukai zie vin?? kau masih ingat kan dengan ucapan papi?? Kenzie adalah orangnya. papi mau kalian berdua bersatu untuk meneruskan bisnis papi nantinya. Papi memang mengangkatmu sebagai anak papi, tapi di antara kalian tidak ada hubungan darah jadi semuanya sah sah saja.".ucap papi.


"(jadi bener, papi mau jodohin gue sama zie. gue sih nggak keberatan kalau orang itu zie, tapi bagaimana dengan zie sendiri??papa dia mau sama gue??)"batin marvin.


"Marvin memang nyaman berteman dengan zie, tapi kalau untuk cinta marvin belum merasakan hal itu pih."jujur Marvin.


"nggak papa....., rasa nyaman awal yang cukup bagus. papi yakin dengan kebersamaan kalian lama kelamaan rasa itu pasti akan tumbuh. ini akan jadi tugas kamu untuk mengambil hati zie dan membuatnya jatuh cinta sama kamu. bagaimana?? apa kamu bisa??" tanya papi.


"iya pih....marvin akan berusaha."jawab Marvin meyakinkan papinya. martin tidak mau mengecewakan orang yang sudah menyelamatkan dan merawat dirinya sedari kecil.


percakapan keduanya terus mengalir seputar kenzie...., Papinya sangat ingin tau kehidupan kenzie sehari hari menurut pandangan marvin.Papi memang berkesan egois dan memaksakan kehendaknya kepada marvin dan kenzie. itu semua papi lakukan hanya untuk kebaikan keduanya di masa depan. papi tak ingin baik zie ataupun marvin akan salah dalam memilih pendamping hidupnya. yang tanpa tuan prabu sadari bahwa kenzie dan marvin sudah memiliki tambatan hati masing masing.mereka menyudahi obrolannya karena waktu sudah menunjukkan jam makan malam, keduanya lalu menghampiri kenzie untuk makan malam bersama. sebelumnya papi sudah menceritakan semuanya tentang kenzie kepada marvin. papi juga meminta marvin untuk menyembunyikan identitas zie kepada siapapun seperti yang kenzie mau karena itu demi keselamatan kenzie.


Zie merasakan hawa yang tidak enak ketika mereka sampai di ruang makan. disana sudah ada kakaknya papi zie beserta suami dan kedua anaknya yang sudah duduk melingkari meja makan.


zie juga merasakan tatapan tidak suka dari mereka semua dengan kehadiran Zie, marvin dan Papi di sana. tapi zie berusaha bersikap biasa saja dengan tatapan mereka dan ikut gabung untuk makan malam bersama.