
Zie sedang berada di perjalanan menuju AK cafe karena hari ini adalah hari pertama Bang Jek, Bang wawan, Bang Baim, Rafi dan Riki bekerja disana. kali ini ia pergi menggukan mobil sportnya karena nanti siang ia akan pergi ke perusahaan Abraham untuk membahas kerja sama yang diajukan oleh Perusahaan itu. semalam setelah Zie sampai di rumah, Marvin langsung memberikan berkas kerja sama itu kepada Zie. setelah mempelajarinya, Zie pun cukup tertarik dan berencana untuk membahasnya terlebih dahulu bersama Ken sebelum menandatangani persetujuan kerja sama itu.
Zie juga sudah menyuruh Levin untuk membawakan laporan resto ke AK cafe. belum lagi ia juga harus mengerjakan semua pekerjaan dari Mif yang di kirim melalui e-mailnya.
Zie memarkirkan mobil sport yang ia kendarai di tempat parkir AK Cafe. Jek yang melihat orang yang menaiki mobil mewah itu keluar pun langsung merlari menghampiri pemilik mobil itu yang tidak lain adalah Nona Bos nya.
"Selamat pagi Nona......., " sapa Jek sembari membungkukkan badannya.
"Pagi Bang Jek....., gimana hari pertama Kerja??". tanya Zie seraya tersenyum manis.
"semuanya masih aman terkendali Nona..., sini biar saya bantu bawakan. "jawab Jek penuh semangat. ia lalu membantu Zie membawakan berkas dan tas milik Zie.
"Bagus...., semoga betah ya Bang kerja disini. sebentar lagi jam makan siang, biasanya di jam jam itu pengunjung Cafe akan semakin banyak jadi bersiap siaplah...., berikan pelayanan terbaik untuk pengunjung Cafe kita." Ucap Zie sambil berjalan memasuki Cafe di ikuti Jek di belakangnya.
"Siap Nona....," jawab Jek
"Makasih Bang Jek, udah di bantuin bawain ini." ucap Zie tulus begitu sampai di depan ruang pribadi Zie yang berada di lantai dua. Zie lalu mengambil alih barang barang yang ada di tangan Jek.
"sama sama Nona...., kalau butuh bantuan lainnya, Non Kenzie bisa langsung hubungi Bang jek." ucap Jek. Jek lalu membungkukkan badannya memberi hormat kepada Zie lalu pergi untuk kembali bekerja.
Zie lalu masuk kedalam ruangan pribadinya dan langsung berkutat dengan pekerjannya.
"tok...tok........" pintu ruang pribadi Zie di ketuk dari luar.
"Masuk....." sahut Zie.
Pintu terbuka dan masuklah Dev dengan senyum tampan di wajahnya sambil membawa berkas di tangannya.
"Ini laporan pembukuan bulan ini Nona Bos...." ucap Dev sambil menyodorkan berkas itu kearah Zie. Zie mengangguk dan menerimanya lalu meletakkan berkas itu di atas meja dan melanjutkan pekerjaannya.
"Ada yang bisa saya bantu bos??". tanya Dev.
"Tolong buatkan saya Coffelate." ucap Zie singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop di hadapannya.
"Baik Bos...., ada lagi??" tanya Dev.
"tidak...,itu saja." jawab Zie. "ah...nanti kalau Kak Levin datang langsung suruh bawa berkasnya kemari." pesan Zie.
"Siap Nona Bos...." jawab Dev lalu keluar dari ruangan Zie untuk membuatkan minum yang di pesan Zie.
Dev tau bahwa saat ini Nona Bos nya sedang banyak kerjaan sehingga ia tidak ingin mengganggu dengan mengajaknya berbicara di luar masalah Kerjaan. Dev tau betul bagaimana membedakan waktu saatnya serius bekerja dan saatnya bercanda.
Dev kembali keruang kerja Zie dengan membawa secangkir coffe untuk Zie. suasana ruangan itu sudah berbeda, Zie kini sedang duduk bersandar sambil memegang Laporan keuangan AK cafe yang Dev serahkan tadi. Laptop di hadapi Zie sudah tertutup itu tandanya pekerjaan yang tadi Zie kerjakan sudah selesai.
"Silahkan Kopi nya Bos....." ucap Dev lalu meletakkan secangkir kopi di meja Zie.
"Makasih Kak......." jawab zie tersenyum manis.
lega rasanya bagi Dev jika sudah melihat senyum manis yang menghiasi sudut bibir Zie. akhirnya Dev bisa bicara santai tidak seformal tadi.
"Tumben lo pake baju kaya gini Zie..??". tanya Dev melihat penampilan Zie yang berbeda dari biasanya. ia lalu duduk di kursi yang ada di hadapan Zie.
"Hee....Kenapa Kak?? gue nggak cocok ya pak baju ginian??" tanya balik Zie sambil nyengir. ia lalu menyeruput kopi buatan Dev tadi.
"Cocok banget malah..., lo udah terlihat kaya Big Bos.., lebih dewasa, dan yang pasti lebih Cantik." jawab Dev jujur. Zie tertawa mendengar jawaban Dev, Pemuda tampan satu ini sangat dingin dan berwajah datar. tak pernah sekalipun Zie melihat Dev dekat dengan seorang cewek tapi saat ini Dev bahkan bisa memuji Zie secara blak blakan seperti ini.sungguh kejadian yang sangat langka.
Zie saat ini memakai kaos berwarna biru langit di lapisi jas dan di padu dengan celana bahan berwarna Navy serta rambut hitam bergelombang yang tergerai indah, meskipun pakaian yang ia kenakan berkesan santai dan juga sederhana tapi hal itu malah membuat Zie terlihat lebih dewasa, Anggun dan berwibawa. Zie sangat Pas dengan penampilan seperti itu.
"Wah...wah......, lihat lah, kak Dev sekarang pinter ngegombal ternyata." jawab Zie sambil tertawa.
"sejak kapan Kak Dev bermulut manis seperti itu hem......??? gue bisa kena diabetes lama lama denger pujian dari lo." ucap Zie yang membuat Dev tertawa.
sedang asyik bercanda berdua, tiba tiba pintu ruangan terbuka dan pelaku yang membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu adalah Levin orang kepercayaan Zie untuk mengurus restoran miliknya.
"Waooowww......., ini beneran Kenzie Bos gue??". ucap Levin begitu melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan Zie. "Penampilan lo beda banget Zie, terlihat formal tapi tetap santai, terlihat lebih dewasa dan yang pasti lebih cantik. keren lah pokoknya." puji Levin. "ini laporan keuangan untuk bulan ini." ucap Levin lalu memberikan berkas yang ia bawa keadaan Zie. Zie menerima berkas itu dannlangsung membukanya karena berkas laporan AK cafe sudah selesai ia periksa.
"Tuh kan..., apa gue bilang. gue itu nggak lagi ngombalin lo. levin aja sama bilang gitu." sahut Dev.
"iya deh iya...., makasih atas pujiannya." jawab Zie tersenyum cantik.
"sama sama...., tapi jangan lupa ya Bos..., Bonusnya di tambahin." celetuk Levin yang membuat semuanya tertawa.
"kalau itu gue setuju sama lo Vin." ucap Dev lalu keduanya melakukan tos ria.
"Ow....jadi kalian bersekongkol buat ngerayu Bos disini??, ok bisa di atur...., Bonus kalian berdua gue tambahin tenang aja." jawab Zie dengan santainya.
"Hah.... bener nih bonus kita mau di naikin??" tanya Levin senang.
"lo serius bos??". tanya Dev.
"Serius gue." jawab Zie. "tapi hari libur buat kalian gue hapus. gimana...?? Deal...??".tanya Zie sambil tersenyum menyeringai.
"Yaaaah.....jangan dong Zie, masa kita nggak di kasih hari libur." jawab Dev keberatan.
"iya....., kaya kerja rodi aja. kalau gitu mah Dev aja yang liburnya di ilangin, kan dia juga minta tambahan bonus" sahut Levin.
"Enak aja..., kan lo yang bilang duluan tadi Vin, gue cuma dukung lo doang. gue mending bonusnya masih tetap asalkan masih dapat jatah hari libur." ucap Dev.
"harusnya kalian itu bersyukur kerja enak tinggal duduk sambil ngawasin anak buah, libur ada, gaji gede, Bonus juga gede, coba kalian bandingin penghasilan yang kalian dapat dengan para pekerja di cafe atau resto lain??". ucap Zie melerai perdebatan Levin dan Dev.
Memang gaji di restoran dan cafe milik Zie lebih besar jika di banding dengan Cafe dan restoran lainnya. sehingga banyak orang yang ingin bisa bekerja di cafe dan resto milik Zie.
"iya bos....., maaf...." ucap Levin dan Dev hampir bersamaan.
"di maafin..., makannya kerja yang bener. kalau cafe dan Resto rame kan kalian semua juga pasti akan mendapat tambahan bonus tanpa kalian minta." ucap Zie memberi semangat.
Zie memang Bos yang cukup loyal dengan para karyawannya. jika cafe atau resto cukup ramai, ia tidak segan segan memberikan bonus tambahan kepada karyawannya.
jam makan siang pun tiba, Levin pun pamit untuk kembali bekerja di resto. Dev sendiri sedang mengatur pelayanan para karyawannya dalam melayani banyaknya para pengunjung di jam makan siang, sedangkan Zie berada di ruangannya sambil memantau Bang Jek dan yang lainnya bekerja melalui CCTV. Zie tersenyum melihat kesungguhan Bang Jek dan yang lainnya dalam bekerja. tidak salah Zie memutuskan untuk membantu mereka dengan memberikan sebuah pekerjaan.
Zie makan siang terlebih dahulu sembari menunggu kedatangan sekertaris Andre dan juga Asisten Mif. siang ini Zie sudah membuat janji untuk bertemu Ken di perusahaannya untuk membahas pengajuan kerja sama dari perusahaan milik Ken. Zie akan pergi kesana bersama sekertaris dan Asisten pribadinya juga.
.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
.