
Zie menemani korban penusukan di sebuah ruang rawat inap VIP seorang diri, sedangkan Marvin pulang kerumah untuk mengambil baju ganti untuk zie. orang itu sampai sekarang belum siuman juga sejak pasca oprasi yang di lakukan semalam padahal dokter sudah mengatakan pagi ini pasien akan segera siuman karena efek obat biasanya sudah habis. tidak ada kartu identitas yang di temukan pada orang itu sehingga zie lah yang bertanggung jawab atas perawatan orang tersebut. hari ini kuliah Zie dan Marvin libur sehingga Zie bisa berada di rumah sakit untuk menemani orang itu hingga siuman.
"Ugh........." rintih seorang laki laki yang sedang terbaring di atas brangkar dari semalam.
Zie yang sedang duduk di atas sofa menoleh ketika mendengar suara rintihan. sepertinya orang itu sudah milai siuman, Zie lalu beranjak dari duduknya dan mendekat kearah orang itu. berlahan orang itu mulai mengerjapkan matanya sebelum terbuka sepenuhnya.
(NB : Anggap saja percakapannya pake bahasa inggris ya reader. soalnya author nggak bisa bahasa inggris takutnya salah nulis kan artinya jadi beda nanti. heheeee...... mohon maaf ya semuanya...... )
"Kamu sudah sadar?". tanya Zie kepada orang itu, ia lalu menekan tombol yang ada di tembok untuk memanggil dokter.
" saya ada dimana??ssstthhh......" tanya orang itu sambil mendesis menahan rasa sakit di perut dan di sudut bibirnya. orang itu mengedarkan pandangan mengelilingi sudut ruangan.
" kamu ada dirumah sakit sekarang. jangan banyak bergerak, kamu baru saja menjalani operasi semalam. tunggu dokter datang untuk memeriksamu." jawab Zie menahan orang itu yang berusaha untuk bangun dari tidurnya.
Orang itu menurut dan terdiam sesaat sambil memejamkan matanya sejenak merasakan bekas jahitannya yang berdenyut nyeri bercampur sakit karena efek bius nya sudah mulai menghilang.
orang itu mulai mengingat kejadian yang ia alami semalam.
"apa kamu yang sudah menolongku semalam??" tanya orang itu yang di jawab anggukan kepala oleh zie.
tak lama dokter pun datang untuk memeriksa kondisi pasien. Kenzie keluar dari ruang rawat inap dan menunggu di luar sampai dokter itu selesai.
"sayang.......,kenapa diluar?? bagaimana kondisi orang itu??" tanpa Papi zie yang datang bersama Marvin.
Semalam, Kenzie dan Marvin ijin tidak pulangvkerumah karena keduanya berada di rumah sakit. awalnya Tuan Prabu sangat shok dengar itu, setelah Zie menjelaskan semuanya Tuan prabu pun bisa bernafas lega dan mengijinkan Zie dan Marvin bermalam di rumah sakit.
"Orange itu sudah siuman Pih sekarang sedang di periksa oleh dokter."jawab Zie.Tuan Prabu mengangguk lalu duduk disamping putrinya.
"Nih.... baju ganti sama sarapan buat lo. ucap Marvin sambil menyerahkan Paperbag kepada kenzie.
"Makasih Vin....."jawab Kenzie tersenyum manis.
"sama sama...."jawab Marvin lalu duduk di sebelah papinya.
tak lama pintu ruang rawat terbuka, keluarlah dokter beserta suster yang memeriksa pasien.
"Bagaimana kondisinya dokter?" tanya Zie (menggunakan bahasa inggris.)
"semuanya baik baik saja, pasien hanya butuh perawatan untuk penyembuhan luka jahit bekas operasi.." jawab Dokter itu.
"syukurlah......, Terimakasih dokter."ucap Zie.
"sama sama......., kalau begitu saya permisi dulu......" jawab Dokter itu lalu pergi bersama susternya.
Kenzie, Marvin dan Papinya masuk ke ruangan itu secara bersamaan. mereka ingin melihat kondisi pasien yang menjadi korban pengeroyokan dan penusikan itu.
"Nona terimakasih banyak karena kamu telah menyelamatkan saya. saya tidak tau bagaimana cara saya berterimakasih kepada anda....." ucap orang itu dengan tulus.
tadi dokter yang memeriksanya barusan telah menceritakan semuanya kepadanya. bahkan orang yang mendonorkan darah serta menanggung semua biaya operasi dan perawatannya adalah orang yang sama. sungguh ia berhutang nyawa dengan orang itu.
"sama sama....., bagaimana keadaanmu?? maaf, siapa namamu??" tanya zie. sedari awal zie memang belum tau siapa nama orang yang sudah ia tolong ini.
"saya baik baik saja Nona....., Nona bisa memanggil saya Mif.".jawab laki laki itu.
tadi dokter sudah memberikannobat pereda rasa nyeri sehingga ia tak merasa kesakitan seperti tadi saat pertama kalo siuman.
"Mif.....?? singkat sekali namanya." ucap Zie tersenyum." kamu berasa dari negara mana??" tanya Zie karena wajah Mif itu wajah wajah orang indo.
"Waaah....kita berasal dari negara yang sama. kenalin saya Kenzie, ini Papi saya dan yang itu Marvin kakak saya." ucap Zie mengenalkan mereka semua.
benar....selama ini kenzie menganggap Marvin adalah kakaknya. usia mereka memang sama, hanya berbeda beberapa bulan saja dan hal itu yang membuat Marvin lebih tua dari pada Kenzie.
"Benar kah.......?? salam kenal Tuan....., Marvin". ucap Mif senang karena bisa bertemu orang baik yang juga berasal dari negara yang sama dengannya.
Marvin dan Papinya hanya tersenyum tipis lalu mengangguk. Papi lalu menyuruh Mif untuk beristirahat mengingat ia baru saja siuman. Papi lalu pamit untuk pulang terlebih dahulu karena ada urusan yang akan ia kerjakan bersama asisten zaki. bahkan asisten Zaki sudah menunggu papi di pintu utama rumah sakit. kini tinggal Kenzie dan Marvin yang duduk bersama di sofa putih yang ada di ruangan itu.
"Zie lo nggak kesalon.....?"tanya Marvin tiba tiba.
"Lo ngledek ya....?? gue kan memang bukan tipe cewek yang suka berkeliaran di salon."jawab Zie memincingkan matanya menatap Marvin sengit.
"terus lo tipe cewek yang kaya gimana dong?? cewek setengah lakik???. ledek martin sambil terkekeh.
"Enak aja kalau ngomong.!! mau gue hajar lo." semprot kecil kesal.
"ih....takut. sisi lakiknya keluar." ledek marvin semakin menjadi. ia senang sekali melihat kenzie kesal. sangat mengucapkan menurut marvin.
"ngomong sekali lagi gue kasih nih!!!". sahut Zie sambil menunjukkan kepalan tangannya kepada marvin.
"Heheee..... Ampun Mbak jagoooo......." jawab Marvin cengengesan.
sekarang Marvin tak setakut dulu ketika membuat seorang Kenzie marah. ia yakin Kenzie tidak akan memukulinya sampai babak belur hanya karena candaan yang ia lontarkan.
"Ayolah zie......sekali kali kesalon. masa iya kita sudah hidup di luar negeri tapi penampilan tetep gini gini aja. ayo dong kita bikin perubahan sedikit sama penampilan kita" ucap Marvin membujuk kenzie.
"terus lo mau berubah kaya apa?? kaya ultaraman?? spiderman?? atau mau kaya sailermoon ??." tanya Kenzie membalas ledekan Marvin tadi.
"Kaya dora!! puas lo.....!!" sahut marvin ngegas
"lah....ko sewot....." ucap zie terkikik menahan tawanya lepas. takut mengganggu Mif yang sedang istirahat.
"ayo lah zie....ya ya.....?? kita kesalon ya??"ajak marvin lagi setengah merengek.
"Kenapa sih lo...tiba tiba ngajakin ke salon??" tanya Kenzie heran
" Gue cuma pengen My Time sama adek gue ini." jawab Marvin merayu.
"bohong banget........kalau nggak mau jawab jujur gue males ah......" ancam Zie.
"ya elah zie....susah banget sih di rayu nya." ucap marvin manyun." iya...gue pengen nyalon juga, pengen ganti warna sama model rambut." jawab Marvin jujur.
"kan ada Vin salon khusus buat cowok?? ngapain mesti ajak gue segala sih.??"tanya Zie.
"ayo lah zie skali skali....., masa nanti gue nya ganteng tapi lo nya buluk kan nggak lucu."ucap Marvin mengejek zie kembali.
"ish.....buluk juga nggak papa.masalah buat loh!!" semprot zie.
"Zieeee......ini juga buat kebaikan lo ko.biar lo yang udah cantik ini makin cantik. kelihatan tambah seger juga. mau ya.......??". rengek Marvin. entah mengapa Marvin ingin mengubah penampilan zie agar sedikit berbeda.
"iya udah.....iya....., lo atur aja kapan waktunya." jawab Zie mengalah. toh memang nggak ada salahnya merubah penampilan.
"Nah gitu dong......, beres kalau itu mah.".jawab Marvin senang.
ia sangat yakin Kenzie akan terlihat lebih cantik jika ia mau tampil lebih feminim sedikit.