
Marvin keluar dari ruangannya untuk makan siang, tapi ia berbelok arah menuju ruangan Kenzie karena tadi pagi adiknya itu berangkat ke kantor. ia berniat akan mengajaknya untuk makan siang bersama.
baru saja kakinya melangkah keluar dari dalam lift, ia langsung melihat Mif yang berjalan menuju kearahnya bersama Andre. Marvin mengerutkan keningnya dan menghentikan langkahnya karena medapati adiknya tidak bersama Sekretaris dan Asisten pribadinya.
"Zie mana??". tanya Marvin begitu Mif dan Andre sudah berada di dekatnya.
"Nona sudah keluar makan siang terlebih dahulu Tuan." jawab Mif sopan.
"Sama siapa??" tanya Marvin lagi.
"sendiri Tuan." jawab Mif dan Marvinpun mengangguk mengerti tapi sedikit heran karena Zie tidak pamit terlebih dahulu atau berkirim pesan kepadanya.
"Kalian mau makan siang kan??,,tanya Marvin kepada keduanya dan mereka mengangguk. "Bareng sama saya!." ucap Marvin lebih ke perintah tanpa mau di bantah.
"Baik Tuan..." jawab Mif dan Andre secara bersamaan.
Marvin berjalan terlebih dahulu kembali masuk kedalam lift di ikuti Mia dan Andre yang berjalan di belakangnya. mereka menaiki lift khusus C.E.O yang akan mebawa mereka turun kelantai bawah. sebenarnya Andre masih sangat bingung ketika Marvin menanyakan keberadaan Kenzie. pasalnya sedari tadi ia berada di kantor, ia tidak melihat kedatangan Kenzie sama sekali di ruangannya. tapi kenapa Mif menjawab bahwa Nona Bosnya sudah keluar untuk makan siang?? berati Kenzie memang datang ke kantor dan hanya dia yang tidak menyadari kedatangan Nona Bosnya.
"(sekertaris macam apa gue sampai tidak menyadari kedatangan Bosnya di kantor. Nona Bos bahkan tidak menanyakan kerjaan atau memerintah gue buat ngerjain sesuatu. apa gue yang terlalu fokus ya sama kerjaan gue sendiri sampai tidak menyadari kedatangan Nona Bos)" gumam Andre sendiri dalam hati.
Ketiga orang yang memiliki kedudukan tinggi diperusahaan itu keluar dari dalam lift dan berjalan bersama menuju pintu utama. mereka akan makan di restoran yang ada di dekat Kantor.
...,_____,_____,_____,______,...
Zie sudah selesai dengan makan siangnya, Bersama Arion ia berjalan menuju taman di samping gedung perusahaannya untuk sekedar bersantai karena masih banyak menit tersisa waktu istirahatnya.
sebenarnya banyak pertanyaan yang ada di benak Arion untuk ia tanyakan kepada Zie tapi ia urungkan karena tidak mau di bilang terlalu ingin tau. Arion juga menyadari bahwa hari ini ia sudah banyak berbicara meskipun hanya dengan Zie. hal itu sangat berbeda dengan hari hari biasanya. Zie melangkah pasti menuju taman yang mana membuat Arion menatapnya heran. ini adalah hari pertama Zie bekerja disini, lalu bagaimana bisa ia tau dimana letak taman kantor ini?? begitu pertanyaan yang ada di pikiran Arion dan anehnya Arion mengikuti kemana Zie melangkah saat ini. padahal ia selalu tidak nyaman jika berdekatan dengan mahluk yang bernama cewek.
"Luka kamu sudah baikan kan??". tanya Zoe membuka suaranya. mereka sudah sampai di taman dan duduk bersama di kursi panjang yang ada disana.
"Sudah...," jawab Arion singkat. ia berusaha bersikap dingin kembali kepada Zie.
Zie menoleh mendengar jawaban singkat dari Arion. ia tersenyum dan mengangguk mengerti lalu terdiam kembali. mungkin cowok nyebelin disampingnya ini mempunyai sifat dingin yang melebihi batu es. Zie merasa biasa saja dengan sikap Arion karena ia sudah terbiasa dengan sikap dingin yang di miliki sahabat baiknya Ken dan juga manager Cafenya Dev. mungkin karena mereka baru kenal makannya sikap Arion seperti itu. tanpa Zie sadari ternyata sikapnya juga sama seperti Arion, sama sama dingin.
"(Manis...)" ucap Arion dalam hati ketika melihat Zie tersemyum padanya.
Keduanya sama sama terdiam, Zie yang pandanganya lurus kedepan tidak menyadari bahwa Arion sedari tadi menatapnya dengan intens.
"hay Anak baru,"Panggil Arion kepada Zie, Zie yang terdiam dengan pandangan lurus kedepan pun menoleh kearah Arion. " Kenapa kamu kerja jadi CS...?? bukannya kamu kenal dekat dengan sekertaris Mif ya..??". tanya Arion. ia sudah tidak tahan untuk tidak bertanya kepada Zie. Arion cukup penasaran dengan siapa sebenarnya Zie itu. apa lagi waktu pertama kali bertemu, Zie bersama dengan Sekertaris Mif.
"Memangnya kenapa kalau saya kenal dengan Sekertaris Mif??. bukannya menjawab Zie malah balik tanya kepada Arion.
" Kenapa kamu nggak minta bantuan Sekertaris Mif saja buat masukin kamu di jabatan yang lebih tinggi dari pada CS..?. sudah pasti hal yang sangat mudah bagi orang yang berjabatan tinggi di perusahaan memasukkan seseorang untuk bekerja di perusahaan yang sama. benar begitu bukan??". tanya Arion panjang lebar. Zie tersenyum dan mengangguk sebelum menjawab pertanyaan Arion.
"Perusahaan ini adalah perusahaan bonafit, tidak sembarang orang bisa masuk dan berkerja di perusahaan ini. butuh usaha dan kemampuan yang cukup tinggi untuk bisa bergabung di perusahaan ini mengingat spikotes, interview dan Medikal Cek Upnya benar benar sangat ketat dan semua karyawan di sini wajib mengikuti tes itu secara bertahap. jadi koneksi dari orang dalam tidak berlaku di perusahaan ini, jika sampai itu terjadi maka bersiap siaplah di depak dari perusahaan ini secara tidak terhormat dan di blacklist langsung dari seluruh perusahaan yang ada di negara ini. " jawab Zie.
"Ternyata kamu cukup tau banyak tentang Perusahaan MK Group ya??". tanya Arion tersenyum tipis.
"Ya begitulah yang di ucapkan oleh Sekertaris Mif." jawab Zie yang juga tersenyum kepada Arion.
"waktu istirahat sesah hampir habis, lebih baik kita kembali untuk bekerja." ajak Arion lalu bergegas bangun dari duduknya.
pijakan kaki Arion sedikit nelesat karena ada batu agak besar yang tidak sengaja terinjak sehingga membuat kakinya kembali kesleo dan hampir jatoh. untung Zie dengan reflek memegangi lengan Arion dan menahannya agar tidak jatuh.
"ssttt........" Arion meringis menahan rasa sakit di pergelangan kakinya.
"kamu tidak papa??". tanya Zie sedikit khawatir melihat raut wajah Arion. Zie membantu Arion duduk kembali.
"Kakiku sakit sekali, sepertinya terkilir lagi."jawab Arion.
"Kita bawa ke klinik Perusahaan saja, apa kau bisa berjalan??". tanya Zie. Arion bangkit dari duduknya dan mencoba melangkankan kakinya.
"aaahh sstt...., sepertinya sulit." jawab Arion.
"Boleh aku bantu??". tanya Zie mengingat waktu itu Arion sangat ketus dengannya saat Zie ingin menolongnya ketika jatuh dari motor. Arion mengangguk menerima bantuan dari Zie.
Zie mengalungkan lengan Arion ke bahunya dan Zie melingkarkan tangannya di pinggang Arion. ia membantu Arion dengan memapahnya berjalan menuju klinik. dengn jara sedekat ini, Arion bisa mencium wangi tubuh Zie yang menenangkan. meskipun sudah beraktifitas setengah hari tapi wangi Zie masih tetap segar tanpa bau keringat sedikitpun. membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai ke klinik karena jaraknya yang cukup jauh di tambah lagi jalan Arion yang benar benar sangat pelan.
"Dokter tolong teman saya, sepertinya kakinya terkilir." ucap Zie begitu sampai di klinik perusahaan.
"Ayo bantu baringkan disini. biar saya periksa." dokter itu meminta Zie untuk membawa Arion ke brangkar dan membantunya berbaring.
Dokter itu memeriksa kaki Arion lalu membungkusnya dengan perban. setelah Arion mendapat obatnya, mereka berdua kembali ketempat kerjanya.
Zie tidak membantu Arion berjalan lagi karena Arion kini menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan.
"Kenzie..., Arion, dari mana saja kalian?? kenapa jam segini baru kembali. bukan kah jam istirahat sudah habis sedari tadi??" tanya Bu Widi begitu melihat kedatangan Zie dan Arion.
"Anak baru tapi udah korupsi waktu istirahat. udah bu...., pecat saja orang sepertinya!!." Dona Mengompori Bu widi.
"Maaf Bu..., Kami dari klinik, tadi kaki Arion kesleo dan susah berjalan. makannya saya mengantarnya ke klinik terlebih dahulu." jawab Zie dengan tenang.
"Alesan......!!". Celetuk Dona sinis.
"Benar begitu Arion??". tanya Bu widi sambil menelisik melihat kaki Arion yang memang di pasang perban dan sebuah tongkat yang menyagga tubuhnya.
"Baiklah....., kalau begitu kamu lebih baik istirahat saja karena kakimu sedang sakit. Zie..., kamu bisa kembali bekerja." Perintah Bu Widi tegas.
"Baik Bu...., Terimakasih...." jawab Zie dan Arion hampir bersamaan.
Zie tersenyum dalam hati karena Kepala bagian CS cukup pengertian dengan anak buahnya terlebih lagi bu Widi tidak gampang terpengaruh oleh hasutan Dona.
Zie kembali bekerja dan melakukannya dengan baik, bahkan pekerjaan yang seharusnya menjadi tugas Arion kini Zie yang mengerjakan bersama Sisi hingga akhirnya jam kerja pun telah usai.
semuanya bersiap untuk pulang.
"Hah....ternyata melelahkan juga......". Keluh Zie yang baru saja keluar dari dalam toilet. ia baru saja selesai mengganti seragam kerjanya.
Zie berjalan dengan santai menuju Basement dimana ia memarkirkan motornya. ia menaiki motor sportnya lalu memakai helm full face nya dan menyalahkan motornya.
Brumm......Brummm..........
Zie melajukan motor sportnya secara berlahan keluar dari Basement.
"Lihat saja nanti....!! aku akan membuat perhitungan denganmu.!! akan ku buat Dev membencimu dan menjauhimu.". ucap Dona yang melihat kepergian Zie.
Dona masih tidak terima dengan kekalahannya malam itu. ia juga masih beranggapan bahwa Zie adalah kekasih Dev. padahal tidak ada dari Dev ataupun Zie yang mengakui hubungan itu, teman teman gengnya sendirilah yang mengklaim bahwa Zie adalah kekasih dari ketua geng motor nya.
Zie menghentikan laju motornya di sebuah halte bus karena melihat Arion duduk disana sendirian. ini sudah jam 4 sore tapi hari terlihat sudah cukup petang karena langit mendung tebal sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.
"belum pulang??". tanya Ziea setelah membuka helmnya dan turun dari atas motornya. ia duduk di kursi halte sebelah Arion. Zie sedikit merasa kasihan dengan Arion karena kakinya yang sakit sehingga membuatnya kesusahan berjalan.
"iya.... aku lagi nunggu bus lewat." jawab Arion.
"Mau pulang bareng nggak??" sepertinya sebentar lagi akan turun hujan." tawar Zie.
"Tidak terimakasih...., aku nggak mau ngerepotin kamu." jawab Arion.
"Tidak sama sekali....., ayo biar aku antar sebelum turun hujan." ajak Zie sekali lagi.
Arion akhirnya mengikuti ajakan Zie. Zie naik keatas motornya terlebih dahulu lalu memakai helm full face nya di susul Arion yang naik keatas boncengan ketika Zie sudah siap diatas motornya. Ini pertama kalinya Arion di bonceng naik motor oleh seorang cewek.
Arion memberitahu Zie di mana alamat tempat tinggalnya. ternyata ia tinggal di Apartemen yang sama dengan Andre dan juga Mita yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Zie.
"Makasih ya Anak baru.....," ucap Arion setelah turun dari atas motor. mereka sudah sampai di apartemen Arion.
"sama sama...., ya udah kalau gitu, aku langsung pulang ya??". jawab Zie setelah setelah membuka kaca helmnya.
"nggak mampir dulu." tawar Arion basa basi karena selama ini Arion tidak pernah menerima tamu cewek ke Apartemennya.
"Nggak makasih....," jawab Zie.
"Ya udah..., hati hati dijalan ya." ucap Arion yang hanya di angguki kepala oleh Zie.
Arion berjalan secara perlahan memasuki gedung apartemennya setelah Zie menghilang dari pandangannya.
"sangat baik padahal ini hari pertama kita bersama. semoga saja kebaikanya tulus nggak kaya cewek cewek lain yang hanya modus." gumam Arion dalam hati.
Arion memang ngerasa Zie beda dengan cewek cewek yang lain. biasanya cewek akan dengan sengaja mencari perhatiannya. tapi tidak dengan Zie, ia terlihat cuek dan biasa aja ketika bersama Arion. entah lah tapi Arion merasa nyaman dan tidak terganggu sama sekali berada dekat dengan Zie.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
.
.
.
.
.
*Arion
*Kenzie