Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Menghabiskan waktu berdua #2



Setibanya di lantai dua bukannya pergi ke toko pakaian, tas, sepatu atau barang brand lainnya Zie malah mengajak Darren untuk pergi ke arena permainan ( gamezone ) yang juga ada di lantai dua.


"kita main game aja yuk kak.... " ajak Zie dengan penuh semangat.


"sebentar... kakak beli kartunya dulu buat main." ucap Darren menuruti keinginan Zie.


Darren berjalan menuju bagian untuk pembuatan kartu baru atau pengisian kartu gamezone agar bisa bermain di arena permainan itu. setelah mendapatkannya Darren kembali menghampiri Zie.


"Ayo......, " ajak Darren.


Zie dengan cerianya mengikuti Darren masuk ke tempat permainan itu,. Darren tersenyum, ia sampai gemas sendiri melihat tingkah lucu Zie yang seperti anak kecil.


"mau main apa dulu.....?? ". tanya Darren kepada Zie.


" itu...... " Zie menunjuk kearah game dan banyak terdapat motor yang berjejer di depan layar monitor.


ternyata Zie mengajak Darren untuk balapan motor lewat game itu. permainan yang paling Zie sukai berhubung ia selalu di larang ikut balapan motor sungguhan karena itu sangat berbahaya. jadi dia hanya bisa menyalurkan keinginannya melalui game.


Zie menantang Darren balapan dengan game motor itu. ia tersenyum senang kala berhasil mencapai garis finish terlebih dahulu. Zie berhasil mengalahkan Darren. puas bermain itu, Zie mengajak Darren untuk pindah permainan.


kali ini Zie mengajak Darren untuk bermain Air Hockey. permainan hoki meja yang terdiri dari dua orang yang berlawanan. Zie harus memasukkan pin hoki ke lubang lawan untuk mencetak pion. akan ada durasi waktu yang sudah ditentukan dalam satu ronde permainannya jadi Zie harus berusaha memasukkan pin sebanyak banyaknya ke gawang lawan agar menang. tapi dalam game ini Darren lah yang menjadi pemenangnya.


"yey.... aku menang. sekarang aku yang menentukan akan main game yang mana. " ucap Darren tersenyum senang karena berhasil mengalahkan Zie.


"Baik lah...., " jawab Zie patuh. "kakak mau main yang mana?? " tanya Zie.


"itu saja.... ayo.... " ajak Darren menunjuk kearah permainan bola basket yang di sebut dengan Street Basketball.


" Tapi kak...., aku nggak bisa main basket. " protes Zie setelah mereka berdiri di depan ring basket yang terdapat beberapa bola basket yang berjajar di bawahnya.


"Benar kah.....?? pantas saja tubuhmu pendek, ternyata kamu tidak bisa main basket. " ucap Darren mengejek Zie. ia tertawa melihat kedua pipi Zie yang mengembung sambil melayangkan lirikan tajam kearah Darren. "hahaa....., baik lah.... baik lah.... kakak hanya bercanda. ayo sini kakak ajari bagaiman cara memasukkan bola basket kedalam ring. " ajak Darren.


Zie langsung tersenyum sambil mengangguk. ia menerima bola basket yang Darren berikan kepadanya lalu melempar bola itu kearah ring tapi meleset. bola itu tidak masuk kedalam ring.


"sudah ku bilang kak..., aku nggak bisa. " ucap Zie.


"Sini...., seperti ini caranya. " Darren berdiri di belakang Zie. tangan panjangnya melingkari tubuh Zie dan membimbing tangan Zie yang memegang bola basket agar tepat sasaran.


Zie menurut seperti yang Darren ajarkan dan melepar bola basket yang ada di tangannya pada hitungan ketiga dari Darren dan berhasil. bola itu masuk kedalam ring dengan mulus.


"Yey..... aku bisa kak.... " sorak Zie senang lalu memeluk Darren secara reflek. tapi ia langsung melepas pelukannya begitu sadar. "hehee... maaf kak. kelepasan. " ucap Zie sambil nyengir.


"(kelepasan terus juga aku nggak keberatan Zie. aku malah senang karena di peluk olehmu?)" batin Darren


Darren hanya tersenyum tampan sambil mengusap puncak kepala Zie dengan sayang.


"Ayo coba lagi...... " ucap Darren menyerahkan bola basket kepada Zie.


dengan senang Zie menerima bola itu dan melemparnya lagi sesuai arahan Darren tapi tapi gagal. ia mencoba kembali dan lagi lagi gagal. Darren tertawa melihat lembaran bola dari Zie tidak ada yang masuk kedalam ring.


"Fokus sayang........ " ucap Darren


deg


jantung Zie berdetak lebih kuat saat ia mendengar Darren memanggilnya sayang.


"Apa.....?? kakak barusan bilang apa?? ". tanya Zie memastikan bahwa pendengarannya tidaklah salah.


" Fokus..... " jawab Darren.


"oh...." Zie hanya menganggukkan kepalanya.


"(apa mungkin gue salah denger ya) " batin Zie.


Zie kembali bermain dan menyoba memasukkan bola basket kembali. dia berhasil memasukkan bolanya sebanyak dua kali berturut turut tapi setelahnya gagal terus.


"kita pindah permainan yuk kak..... " ajak Zie yang sudah mulai bosan dengan bola basket.


"ayo...., mau main yang mana lagi?? ". tanya Darren.


Zie terdiam sejenak lalu menunjuk kearah game dance dance revolusion (DDR).


" Dance.....?? " tanya Darren dan Zie mengangguk.


meskipun Darren tidak yakin bisa memainkan game itu tapi ia tetap menuruti kemauan Kenzie. mereka lalu naik keatas panggung kecil yang ada di depan layar monitor dan bersiap untuk memainkan game tersebut.


Musik pun di mulai, Zie dan Darren mulai menggerakkan kakinya sesuai petunjuk anak panah yang keluar di layar monitor yang ada di depan mereka. keduanya bermain sambil tertawa lucu karena sesekali kaki mereka tidak sengaja menginjak satu sama lain.


"ah........ " pekik Zie saat kakinya terinjak, ia kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. tapi dengan sigap Darren menarik tangan Zie dan menahan pinggangnya agar tidak terjatuh.


pandangan mata keduanya saling bertemu dan terkunci untuk beberapa saat.


"ciye... ciye..... " suara orang yang juga bermain game di sana menyadarkan keduanya.


Zie langsung merubah posisinya untuk berdiri dan Darren melepas pelukannya dari pinggang Zie.


"Maaf Zie..... " ucap Darren.


"makasih kakak. " ucap Zie


keduanya hampir mengucapkan itu secara bersamaan kemudian tersenyum kikuk karena kejadian itu.


" mainnya udahan yuk kak...., aku lelah. " ucap Zie lalu turun dari atas panggung dance itu di ikuti Darren di belakangnya.


"kita tuker tiket ini dulu Zie.....," ajak Darren yang langsung meraih tangan Zie dan menggenggamnya lalu mengajaknya berjalan kearah tempat Penukaran tiket. tidak ada penolakan dari Zie, ia hanya diam mengikuti langkah Darren.


karena tiket yang mereka peroleh cukup banyak, mereka dapat menukarnya dengan sebuah boneka berukuran sedang.


"kamu mau boneka yang mana Zie....?? ". tanya Darren kepada Zie.


Zie terdiam sesaat sambil melihat lihat deretan boneka yang akan di tuker tiket milik mereka.


" terserah kakak saja....., aku mau kakak yang memilihkannya untukku. " ucap Zie tersenyum manis.


dengan senang hati Darren memilihkan boneka untuk Zie. ia lalu menunjuk boneka kelinci berwarna putih bersih dengan bulu yang lembut. terlihat sangat lucu dan menggemaskan.



"ini untukmu..... " ucap Darren menyerahkan boneka itu kepada Zie.


"Wah.... bagus sekali bonekanya. lembut dan juga empuk." ucap Zie menerima boneka itu dengan senang. "makasih kak..... " ucap Zie tersenyum manis.


"Sama sama......, kau suka? " tanya Darren


"suka banget.... " jawab Zie memeluk erat boneka kelinci itu kedalam dekapannya.


"(apa apaan ini, aku yang memberinya boneka tapi kenapa malah boneka itu yang mendapat pelukan dari Zie. harusnya kan aku yang mendapat pelukan itu) ". batin Darren ngedumel.


" Ayo kita pulang kak..... " ajak Zie berjalan lebih dulu menuju pintu keluar arena gamezone.


"tuh kan....., sekarang aku malah di tinggalin. padahal dari tadi kan dia terus menggandeng tanganku kemanapun dia pergi. huuuuhhh....." Darren menggerutu sendiri tapi ia tetap mengikuti Zie berjalan di belakangnya.


"kenapa nggak mau?? " tanya Darren bingung.


biasanya wanita itu paling senang dengan yang namanya shopping apalagi di bayarin. tapi tidak dengan Zie, sedari dulu Zie memang tidak terlalu suka yang namanya shopping shopping seperti wanita lain kebanyakan.


"nggak pengen aja...., lagian baju aku yang baru dan belum pernah di pakai masih banyak di rumah. " jawab Zie apa adanya.


"ikut kakak sebentar...... " Darren langsung menarik tangan Zie untuk masuk kedalam sebuah toko baju.


tadi Darren melihat kaos couple yang terpajang di manekin yang berdiri di dekat dinding kaca toko itu.


"Mbak saya mau yang itu ya..... " penta Darren kepada salah satu pelayan toko itu sambil menunjuk kearah kaos couple yang tadi ia lihat.


"Baik tuan..., tunggu sebentar. " ucap pelayan itu lalu pergi untuk mengambil baju yang di maksud Darren tadi.


tidak beberapa lama kemudian, pelayan itu datang dengan membawakan kaos yang Darren minta.


"Silahkan Tuan..... " ucap pelayan itu lalu menyerahkan kaos nyang ia bawa kepada Darren.


"Boleh di coba dulu?? " tanya Darren.


"Boleh Tuan..., silahkan, ruang ganti ada di sebelah sana. " jawab pelayan itu menunjukkan ruangan yang ada di sudut ruangan itu.


"Ayo Zie..... " ajak Darren lagi lagi menarik tangan Zie agar ikut bersamanya.


"kemana kak?? ." tanya Zie


"Kamu coba baju ini di sana. " ucap Darren memberikan satu kaos couple untuk cewek kepada Zie dan menyurihnya masuk ke ruang ganti.


Zie menuruti perintah Darren dan masuk kedalam ruang ganti, begitu juga dengan Darren yang juga masuk keruangan yang ada di sebelah ruangan yang Zie masuki.


Zie keluar dari ruang ganti dengan menggunakan kaos berwarna merah maron pemberian Darren tadi. begitu keluar, Zie langsung tertawa sambil menutup wajahnya ketika melihat Darren yang juga memakai kaos yang sama seperti yang ia kenakan.


"Astaga kak....., alay banget sumpah. kita kaya anak ABG aja pakai baju couple'an segala. " ucap Zie yang masih saja tertawa.


"Loh kenapa?? ini tuh sweet banget tau. emangnya anak ABG aja yang boleh couplean." jawab Darren yang juga tertawa.


ini adalah hal ter konyol yang seorang Darren lakukan. ia sendiri sebenarnya tidak pernah kepikiran untuk membeli baju couple seperti ini. lucu memang tapi Darren suka, ia suka memiliki sesuatu yang sama dengan Zie.


"ya sudah....., ayo kekasih dulu. " ajak Darren.


"tunggu kak....., ini serius mau langsung dipake kaya gini?? ". tanya Zie ragu.


sebenarnya tidak ada yang salah dengan pakaian itu. bajunya terlihat sangat pas dan sangat cocok di kenakan Zie maupun Darren. tapi Zie merasa risih saja, pasalnya mereka itu bukanlah pasangan yang sebenarnya.


" serius lah...., biar semua orang tau kalau kita itu pasangan. " jawab Darren.


"(apa maksud dari ucapan kak Darren cob?? )" batin Zie bingung.


meskipun dalam hati bertanya tanya tapi Zie akhirnya menuruti kemauan Darren dengan langsung memakai kaos itu. keduanya keluar dari toko itu setelah Darren membayarnya.


"Zie.... kamu mau es cream nggak?? ". tanya Darren dan Zie mengangguk. " ayo kita stand es cream disana. " tunjuk Darren.


keduanya pun berjalan bersama menuju stand es cream. keduanya menjadi pusat perhatian bagi pengunjung lain karena terlihat sangat serasi apalagi mereka memakai baju couple yang membuat keduanya makin terlihat mencolok.


"kamu mau yang rasa apa Zie....?? " tanya Darren ketika keduanya berada di depan stand es cream.


"coklat mix vanila. " jawab Zie dan Darren pun mengangguk mengerti.


Darren memesan dua es cream dengan rasa coklat mix vanila untu nya dan stawberry mix vanila untuk Zie. keduanya berjalan menuju parkiran sambil menikmati es cream dua rasa itu.


"loh... ko aku rasa strawberry sih kak?? aku kan maunya yang rasa coklat. " protes Zie ketika Darren memeberikan es cream berwarna pink putih itu.


"yang ini buat kakak, jadi kamu yang itu saja. cobain aja dulu, pasti sama sama enak. " jawab Darren yang memang sengaja menggoda Zie dengan memberikan es cream yang salah.


Zie menurut dan mencoba es cream yang sekarang sudah ada di tangannya.


"hmmm......., tapi rasa coklat tetap lebih enak. " ucap Darren setelah memasukkan satu sendok es cream ke mulutnya.


"Kakak.... aku mau yang coklat.... " rengek Zie sambil menarik lengan Darren.


"tidak boleh.... " jawab Darren sambil menyendokkan es cream nya kembali kedalam mulutnya.


"Cobain dikit kak...., aku mau yang itu. " rengek Zie lagi sambil menarik narik lengan Darren.


sungguh Zie terlihat sangat lucu dan menggemaskan ketika merengek seperti itu dan Darren menyukainya.


"no... no... no.... " jawab Darren semakin gencar menggoda Zie.


"Kakak...., cobain dikit. nanti gantian kakak cobain es cream punyaku. ya... ya... ya...,? ayo lah kak, jangan pelit pelit. " rayu Zie lagi.


"Baik lah....., tapi satu kali saja ya... " ucap Darren menyendokkan es krem miliknya dan menyuapkannya kepada Zie.


"kakak ih...... " rengek Zie kesal saat Darren dengan sengaja menempelkan es cream itu di hidung Zie sebelum masuk ke mulut Zie.


Darren terbahak melihat wajah lucu Zie yang sedang kesal. "nggak lucu tau..... " ucap Zie lagi.


"iya maaf...., nah sekarang buka mulut.... " ucap Darren sambil bersiap menyuapi es cream lagi.


"nggak mau ah...., pasti bohong. nanti pasti di tempelin lagi ke hidung." ucap Zie merajuk.


"iya enggak....., yang ini beneran. ayu buka mulutnya aaaa........ " ucap Darren yang sudah menyodorkan es cream itu di depan mulut Zie.


Zie akhirnya membuka mulut dan satu suapan es cream rasa coklat pun masuk kedalam mulutnya.


"enak.....?? " tanya Darren dan Zie pun mengangguk sambil tersenyum.


Zie juga gantian menyuapi Darren dengan Es cream miliknya hingga habis.


"Curang...., masa punya kamu habis duluan?? di suapin ke kakak semua lagi?? gantian ah...!! " ucap Darren yang langsung menyuapi Zie dengan es cream miliknya dan sesekali menyuapi dirinya sendiri sampai es cream itu habis.


mereka lalu pulang karena hari sudah semakin sore. sungguh hari ini berlalu dengan sangat menyenangkan bagi keduanya meski terasa begitu cepat.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.