
Malam itu setelah mengantar Zie pulang, Ken langsung tancap gas untuk menemui Zio yang sedang berada di bar. Di sana ada Nico dan juga Andre yang masih setia menemani Zio yang terlihat sudah mabuk karena telah menghabiskan beberapa gelas minuman beralkohol. sedangkan Sigit sudah pamit pulang bersama istrinya. sebenarnya tadi Sigit juga berada di sana, tapi berhubung istrinya merasa tidak nyaman dengan suasana hingar bingar club malam, akhirnya mereka pamit untuk pulang duluan.
Sehabis dari acara penembakan dan mendapat penolakan dari Zie, tentu saja Zio merasa sangat Frustasi. padahal ia sudah sangat yakin kalau Zie masih mencintainya sampai saat ini begitupun dengan rasa cintanya kepada Zie. ia ingat dulu Zie pernah bilang jika mereka di pertemukan kembali dalam keadaan sama sama belum memiliki pasangan, maka bisa di katakan bahwa mereka itu berjodoh. tapi apa ini?? Zie justru malah menolak cintanya.
"gue sayang banget sama lo Zie...., tapi kenapa lo nolak gue?? apa kurangnya gue... " Zio mulai merancau karena pengaruh alkohol. ia duduk dengan posisi kepala yang di rebahkan di atas meja.
"gue yakin lo juga masih sayang sama gue. ya kan....?? ".rancau Zio lagi dengan suara khas orang mabuk.
" Udah Yo....., jangan minum lagi!! " ucap Nico yang langsung merebut gelas berisi minuman beralkohol yang akan Zio minuman lagi. "lo udah mabuk...," ucap Nico lagi.
"Balikin minuman gue.....," marah Zio.....,"kalau lo mau minum ya minum saja. jangan ngerebut punya gue.!!" Ucap Zio dengan nada maboknya.
Zio yang kesal karena di larang larang langsung mengambil botol dan meneguk minuman itu. Nico kembali merebut botol yang ada di tangan Zio tapi Zio malah mendorong Nico sampai terjengkang kebelakang jatuh dari duduknya.
"Udah lah Nic....., temen lo ini lagi butuh pelampiasan jadi biarkan dia minum sepuasnya. " ucap Andra yang langsung membantu Nico bangun. "lo nggak papa kan? ada yang sakit??" tanya Andre penuh perhatian kepada Nico.
Nico yang mendapat perhatian kecil dari gadis yang ia suka tentu saja merasa sangat senang.
"Gue nggak papa..... " jawab Nico tersenyum tampan.
"biarkan Zio....., mungkin dengan begitu besok perasaannya akan lebih baik." Saran Andre lagi dan Nico mengangguk.
"(asal lo tau Yo....., Zie dulu juga pernah berada di posisi lo. ia sakit hati dan terpuruk saat dulu lo lebih memilih Cerry.) ". batin Andre sambil menatap Zio
Dulu waktu di luar negeri, Zie memang lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan Andre, Jesica dan satu lagi temannya bernama Vanya. mereka berempat lah yang menyaksikan Zie yang mabuk berat karena putus cinta. mereka bahkan membohongi Marvin selaku kakaknya Zie dengan mengatakan bahwa mereka sedang bersenang senang dan menghabiskan waktu bersama dengan menginap di apartemen Vanya. padahal saat itu Zie mabuk berat dan tidak mau di bawa pulang kerumah.
bukan hanya Zie yang mabuk saat itu, jessica dan Vanya pun sama. hanya Andre yang masih sadar dan dia juga satu satunya teman yang mendengarkan keluh kesah yang di keluarkan oleh Zie saat dia tidak sadar. jadi Andre tau persis apa yang membuat teman baiknya ini sampai mabuk berat seperti itu. Tapi hal itu hanya terjadi sekali itu saja. selebihnya Zie tidak pernah mabuk mabuk kan lagi.
Tak lama akhirnya Ken pun datang menghampiri mereka.
"Udah mabuk aja ni anak, udah habis berapa botol?? ". tanya Ken yang ikut duduk bersama mereka.
Ken juga hanya melihat apa yang Zio lakukan tanpa melarangnya karena ia tau meskipun di larang, Zio akan tetap memaksa untuk menenggak minuman beralkohol itu.
" Tuh.....," tunjuk Nico dengan dagunya ke arah beberapa botol kosong yang berjajar diatas meja.
Ken hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu. ini memang kebiasaan buruk Zio yang jika sedang menghadapi masalah maka akan lari ke minum minuman keras.
"Ken...., gue harus nganter Andre pulang nih. kasihan dia kalau pulang sendiri, udah malam banget soalnya." ucap Nico
"ya udah...., kalian pulang aja. biar gue yang temenin Zio. " jawab Ken santai.
"nggak papa nih gue pulang duluan??" tanya Nico memastikan.
Nico sebenarnya bingung. ia harus mengantar Andre pulang tapi ia juga tidak tega dengan Zio. bagaimanapun juga Nico adalah Asisten pribadi Zio jadi harusnya Nico lah yang mengurus teman sekaligus Bosnya ini.
"lo nggak percaya sama gue Nic??" tanya Balik Ken.
"Ya percaya....., cuma gue nggak enak aja kan harusnya gue yang ngurus Bos gue. " jawab Nico.
"santai aja...., udah sana antar Andre pulang dulu. kasihan dia. " perintah Ken.
Nico pun akhirnya mengikuti perintah Ken dan pergi mengantar Andre pulang.
"Gue duluan ya Ken....., jagain tuh temen lo. jangan sampe minum racun. " pamit Andre sambil terkekeh.
"Hahahaaa....... bisa gawat kalau itu sampai kejadian. " jawab Ken sambil terbahak mendengar candaan Andre.
Setelah Andre dan Nico pergi, Ken pun membawa Zio pergi ke apartemen milik Zio karena saat itu juga Zio sudah tertidur karena kebanyakan minum.
...🌸, ____🌸, ____🌸, ____🌸...
Malam telah berganti pagi.., Kini Zie sedang menikmati sarapan bersama dengan keluarganya. pagi itu adalah weekend jadi mereka semua tidak pergi bekerja. setelah selesai mereka pindah ke ruang keluarga untuk sekedar membahas pekerjaan dengan santai dan lain sebagainya. Marvin bahkan meminta Zie untuk menggantikannya pergi ke negara K karena MK group akan menjalin kerja sama dengan AW Company.
"Jadi kapan gue harus pergi kesana.? "tanya Zie dengan semangat.
bagaimana tidak semangat kalau ia ternyata akan pergi ke negara yang di tinggali sang pujaan hati.
" Terserah lo.... yang jelas hari senin adalah jadwal lo ketemu sama pemimpin perusahaan itu." jawab Marvin." tapi lo jangan pergi sendiri Zie. lo bisa ajak Sisi, Andre, Rizky atau Mif untuk membantu lo di sana. " ucap Marvin.
"gue akan pergi kesana besok pagi sama Andre aja. biar Mif yang handle kerjaan gue di kantor. " jawab Zie
"Boleh Papi ikut.....?? ". tanya Papinya yang sedari tadi diam sambil membaca berita tentang bisnis du HP nya.
" Ikut apa Pi?? ". tanya Zie yang tidak mengerti kemana arah papinya bicara.
" Ikut kamu ke negara K....., disana sedang musim semi jadi papi juga ingin berlibur kesana meski hanya dua hari. " jawab Papi Zie dengan senyum tipisnya.
"Boleh banget dong Pi...., Zie malah seneng bisa di temenin Papi dalam perjalanan bisnis Zie. nanti kita bisa jalan jalan menikmati destinasi wisata yang ada di negara K. "jawab Zie dengan senyum ceria sambil bergelayut manja di lengan kekar papinya.
memang sedari tadi Zie duduk bersebelahan dengan Papinya.
" Apa.....,? ? jadi Papi dan Zie mau bersenang senang tanpa mengajak Marvin?? ".tanya Marvin yang tidak menyangka bahwa Papinya ternyata akan ikut Zie pergi.
"Kenapa tidak....,?? lagian kita kan udah lama nggak jalan jalan bareng. ya kan Pi....??" jawab Zie.
"iya sayang..... " jawab Papi Zie sambil mengusap rambut putrinya dengan sayang.
"kalau gitu..., Marvin juga mau ikut. " ucap Marvin yang membuat Zie dan Papinya terkekeh.
"Nggak bisa gitu dong Kak...., kita kan udah bagi tugas. lo urus perusahaan disini, gue yang keluar negri sekalian jalan jalan sama Papi. " jawab Zie sengaja ingin membuat Kakaknya kesal.
"tapi gue kan juga mau ikut kalian jalan jalan. "Lirih Marvin cemberut.
"Zie kan kesana buat kerja gantiin kamu Vin dan kebetulan kerjaan Papi juga tidak banyak jadi Papi bisa jalan jalan kesana sebentar sekalian menemani Zie. kamu bisa jalan jalan sendiri bareng istrimu nanti." ucap Papinya.
Marvin pun menurut meski sebenarnya sangat ingin ikut, sedangkan Zie meledek dengan memeletkan lidahnya kearah Marvin yang membuat Marvin semakin kesal.
obrolan mereka terhenti ketika Cerry datang menuruni anak tangga dengan pakaian yang sudah rapi karena ia harus pergi ke butik.
"Sudah siap sayang.......? ". tanya Marvin kepada Cerry.
" Sudah... yuk berangkat sekarang. " ajak Cerry tersenyum cantik.
"Marvin antar Cerry ke butik dulu ya Pi.... " pamit Marvin lalu menyalami Papinya.
"Cerry berangkat ke butik dulu Pi.... " pamit Cerry yang juga ikut menyalami ayah mertuanya.
"Ya...., hati hati di jalan. " jawab Papi.
setelah Marvin dan Cerry pergi, kini tinggal Zie dan Papinya yang masih duduk bersantai di ruang itu.
"Sayang.... apa hari ini kamu tidak ada acara??" tanya Papi
"Tidak ada......, " jawab Zie.
"bagaimana kalau kita percepat kepegian kita ke negara K?? kita berangkat sekarang saja. jadi kita bisa menikmati waktu santai disana lebih lama. bagaimana?? " tanya Papi memberikan usul.
"Boleh aja sih Pih...., tapi kan Rizky sedang menyiapkan semuanya untuk besok. Zie juga belum memberi tahu Andre." jawab Zie.
"Itu masalah gampang sayang. biar Zaki yang siapin keberangkatan kita saat ini juga. kamu tinggal memberi tahu Rizky dan juga Andre. beres. " jawab Papi Zie.
"Baik Lah....., Zie mau siap siap dulu kalau begitu. " ucap Zie dan Papinya pun mengangguk.
Zie naik ke lantai atas dan masuk kedalam kamarnya. tak lupa ia juga menelpon Rizky dan juga Andre. setelah itu ia bersiap siap sbari menunggu kedatangan Andre.
"Kak Darren....., tunggu kedatangan ku..... " gumam Zie tersenyum senang karena akhirnya ia akan menemui kekasihnya setelah beberapa hari terpisah.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.