
Jesica tidak terima di permalukan seperti ini, Zie gadis yang terlihat lemah dan hanya diam saja saat kemarin ia menindasnya ternyata adalah seseorang yang memiliki kedudukan tinggi di perusahaan MK group. Jesica tau betul bahwa pemimpin perusahaan MK group adalah Tuan Ma yang tidak lain adalah Marvin, ia baru menyadari kebodohannya yang telah melupakan hubungan antara Zie dan Marvin yang merupakan kakak beradik.
"heh Zie....., jangan mentang mentang kamu memiliki kedudukan tinggi di sini kamu jadi seenaknya aja sama saya.!!! ini namanya penindasan. gue akan aduin ini semua sama Marvin, lo tau kan Marvin dulu sempat deket sama gue." ketus Jesica masih tidak mau mengalah. ia bahkan mengancam Zie akan mengadukan ini semua kepada Marvin.
Memang benar dulu Marvin sempat dekat dengan Jesica, lebih tepatnya jesica yang mendekati Marvin. tapi Marvin hanya menganggapnya teman saja karena hatinya sudah terpaut dengan cerry.
"ya terserah gue dong. lo aja yang bukan siapa siapa di sini bisa berbuat seenaknya sama orang lain. kenapa gue enggak?? toh ini kan memang perusahaan gue?? jadi suka suka gue dong.!! ya... ya...., lo emang sempet deket sama Marvin tapi itu dulu, sekarang udha basi!!! aduin aja sana, gue nggak takut.!!". jawab Zie dengan santai. ia bahkan sudah tidak memakai bahasa formal lagi sama seperti Jesica.
jika saja Jesika tidak memulai duluan dengan menghinanya karena Zie yang berprofesi sebagai cleaning Service mungkin Zie tidak akan tau bagaimana sifat Jesica yang sebenarnya. pasalnya jesica dan Zie dulu memang berteman baik.
"jangan sombong lo Zie!!!, ingat roda itu berputar.!!yang berada di atas suatu saat nanti akan ada di bawah!!". bentak Jesica dengan rasa kesal yang meluap luap. ingin rasanya ia berterik untuk menumpahkan kekesalannya.
"ngaca kalau ngomong!!! Harusnya kata kata itu buat lo sendiri jes!!. kemarin lo udah ngerasa di atas kan? menghina gue sesuka hati lo dan sekarang nikmatilah saat lo ada di bawah!!, untung mulut gue nggak setajam mulut lo, jadi lo nggak sampe kena mental kan??." jawab Zie dengan senyum mengejek. Zie memang jago menyulut emosi seseorang dengan kata katanya yang terdengar santai tapi juga cukup beracun. ia berjalan pergi meninggalkan Jesica dengan kekesalannya yang sudah memuncak. akan menguras cukup banyak energi jika harus terlalu lama meladeni jesica.
"Kau.......!!!" ucap Jesica dengan suara meninggi sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah Zie. Ia benar benar di buat sangat kesal oleh Zie. ingin rasanya Jesica menelan Zie hidup hidup.
"Sudah lah Nona, jangan mempermalukan diri anda sendiri.!! sama atasan saja nggak ada hormat hormatnya kok maksa mau jadi sekertaris.!! situ waras??" sahut salah satu orang yang tadi ikut interview. ia merasa jengah sendiri melihat tingkah cewek cantik di depannya ini.
"iya...dasar tidak tau malu!! untung pihak kantor jeli dalam menilai sikap seseorang. jadi Nona ini tidak bisa mengelabuinya." sahut yang lain juga.
"iya bener... orang nggak sopan gitu kok bisa bisanya membanggakan diri dan merasa dirinya lebih baik dari orang lain.!! ayo kita pulang...., biarkan saja Nona tidak tau malu ini disini sendiri." ucap yang lainnya lagi.
mereka semua akhirnya pergi meninggalkan perusahaan yang besar, megah dan mewah itu. perusahaan yang di impikan oleh banyak orang agar bisa masuk kerja di dalamnya. begitu juga dengan Jesica, dengan bengsungut sungut dan mulut yang terus komat kamit menyumpah srapahi Zie ia pergi meninggalkan perusahaan MK group. gagal sudah niatnya untuk mendekati Marvin kembali.
Arion baru saja keluar dari ruangan Asisten Mif untuk mengantarkan minum pesanannya. ia melangkah dengan santai menuju pantry sambil tangan kanannya membawa penampan kosong. Arion menghentikan langkahnya saat baru saja ia melewati lorong yang menuju ruangan Tuan Ma.
"Kenzie......". gumam Arion saat melihat sekelebat bayangan seorang cewek yang berdiri di depan pintu ruangan Tuan Ma.
Arion melangkah mundur untuk melihat dan memastikan apakah cewek itu Kenzie apa bukan. sayangnya cewek tadi sudah tidak ada lagi disana. sepertinya dia sudah masuk kedalam ruangan Tuan Ma.
"nggak mungkin kan cewek tadi itu Kenzie? jelas jelas tadi Kenzie udah telpon gue kalau hari ini dia nggak masuk kerja. dia mungkin saat ini sedang sibuk kerja di kantor bersama kakaknya. masa iya tiba tiba dia ada di sini?? di ruangan Tuan Ma lagi. Hadeeehhh.......!! kenapa gue jadi kena virus terkenzie - kenzie gini sih....." gumam Arion pada dirinya sendiri. entah kenapa pikiran nya hanya berisi Kenzie Kenzie dan Kenzie. sampai melihat sekelebat bayangan cewek saja ia beranggapan bahwa itu adalah Zie.
Arion lalu melangkah pergi untuk melakukan pekerjaannya kembali.
Zie yang baru saja masuk kedalam ruangan kakaknya langsung duduk di kursi kebesarannya Marvin. sedangkan Marvin sendiri tengah berada di kamar mandi. Ya....cewek yang Arion lihat sekilas itu memang benar Kenzie. sayangnya Kenzie sudah keburu masuk kedalam ruang Marvin sebelum Arion memastikan kebenaran pengklihatannya.
" Lah....lo ko udah disini Zie, sejak kapan.??" tanya Marvin begitu keluar dari dalan kamar mandi
"belum lama ko....." jawab zie memutar kursinya menghadap kearah Marvin.
Kursi kebesaran itu memiliki sandaran yang tinggi dan bisa berputar. kursi itu juga bisa bergerak berpindah kekanan kediri. maju mundur sesuatu kemauan yang mendudukinya.
"Nih...biodata Asisten pribadi dan sekertaris baru lo. lusa mereka baru bisa masuk kerja karena besok mereka harus melakukan Medikal Cek Up (MCU) dulu sesuai prosedur perusahaan ini." ucap Zie sambil memberikan berkas kepada Marvin.
Marvin menerima berkas itu, membuka lalu membacanya dengan seksama.
"Rizky Wibowo berasal dari kota Badung. kaya nggak asing sama namanya." ucap Marvin ketika menyebut nama Asisten barunya.
"owh...jadi dia yang bakal jadi Asisten gue?? boleh juga." ucap Marvin.
sudah beberapa kali bersama Rizky, Marvin jadi tau sedikit banyak tentang Rizky yang penurut, jujur dan tidak neko neko orangnya.
"Terus siapa itu Sisi Mei Lina.?" tanya Marvin ketika melihat nama dari sekertaris barunya.
"Dia orang yang sedang membutuhkan pekerjaan kak..., meskipun gue belum lama tau tentang dia tapi gue yakin kalau dia itu lebih baik dari pada jesica." ucap Zie
"Jesica??, jesica temen lo??". tanya Marvin kaget. ia sama sekali tidak tau bahwa Jesica yang dulu selalu berusaha mendekatinya ikut melamar kerja diperusahaannya juga.
"ya...., tapi itu dulu. sekarang sudah bukan temen gue lagi." jawab Zie
"lah ko bisa gitu??". tanya Marvin ingin lebih banyak tau.
Zie menghela nafasnya lalu mulai menceritakan pertemuannya dengan jesica tempo hari. Zie juga menceritakan semua kejadian hari ini kepada Marvin.
Marvin tidak menyangka Jesi teman baik Zie dulu ternyata memiliki sifat seperti itu. Jesica berteman dengan zie semata mata karena ia tau bahwa Zie adalah orang kaya yang bisa langsung di lihat dari mobil yang Zie dan Marvin kendarai.
Marvin bersyukur karena ada Zie yang ikut menginterview, jadi Zie bisa mencegah Jesica untuk masuk dan bergabung kedalam perusahaannya. semoga Asisten dan Sekertaris barunya memiliki kinerja sesuai dengan yang di harapkan.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
.
.
.