
Hari ini adalah hari pertama Zie dan Marvin medatangi Universitas Harvard. ini untuk pertama kalinya bagi keduanya masuk kedalam lingkungan salah satu Kampus baik di dunia itu. keduanya berangkat bersama dengan menggunakan satu mobil sport. sebenarnya Papinya sudah menyadiakan mobil sport keluaran terbaru untuk mereka masing masing tapi kenzie memilih untuk berangkat bersama Marvin berhubung ia masih belum menghafal betul jalanan disana. Papinya bahkan membelikan kedua anaknya motor sport karena baik Zie maupun Marvin memang menyukai motor sama seperti Papinya. Marvin dan Zie di buat kagum dengan bangunan mewah yang ada di hadapannya. sebuah Kampus yang terlihat sangat mewah berdiri kokoh di dapannya dengan banyaknya orang orang bule baik cewek maupun cowok berjalan hilir mudik. Marvin dan Zie sengaja datang lebih awal karena mereka ingin melihat lihat kampus mereka sebelum acara Ospek di mulai.
"Wuaaah........Pinter lo zie milih kampus. bakal betah gue ngampus disini. Liat zie..., bule nya beuh....bodynya mantap. kalau lo berdiri di tengah tengah mereka pasti nggak kelihatan." komentar marvin sekaligus mengejek zie.
memang orang orang di sana memiliki tinggi badan diatas rata rata dari orang indo.
"Lo bener bener ya Vin...., gue di samain sama bule ya jelas beda dong.!! lo aja pasti di kira bocil kalau lo berdiri di antara mereka." semprot zie tak kalah pedas sambil tertawa.
"Hahaaa.....berati kita sama dong....,"jawab Marvin tertawa. "Nanti di dalam lo pegang tangan gue terus ya jangan di lepas. takutnya lo ilang kan gue susah nyarinya." ucap Marvin masih tertawa.
"bilang aja lo yang takut ilang."sahut Zie.
"iya juga sih....., wajah gue yang ganteng dan imut ini pasti jadi incaran tante tante bule disana. " jawab marvin dengan PD nya yang membuat Kenzie lagi lagi tertawa.
"Percaya diri sekali anda.!! Udah yuk ah masuk....gue nggak sabar pengen lihat dalamnya seperti apa. menurut informasi yang gue denger sih kantin disini sangat mewah, perpustakaannya juga memiliki ribuan koleksi buku dan disini juga terdapat berbagai macam musium. nanti kita berkunjung kesana satu satu ya Vin." ajak Zie antusias.
" siap deh......, "jawab Marvin singkat.
keduanya lalu turun dari dalam mobil sport keren berwarna putih milik Marvin yang harganya sangat fantastis dan tidak semabrang orang yang bisa memilikinya.
Harvard University merupakan Universitas swasta yang berada di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat yang berdiri pada tahun 1636. Universitas ini juga merupakan salah satu kampus bergengsi dunia dengan pendapatan terbesar di antara universitas dunia. kampus ini memiliki lebih dari sembilan fakultas di antaranya adalah Fakultas Seni dan sains, Fakultas kedokteran, Harvard Divinity School, Harvard Low School, Harvard Bussines School, Harvard Graduate School of Design, Harvard School of Publich Health, Dan Kennedy School of Government.
Untuk Kenzie dan Marvin sendiri, sama sama akan mengambil fakultas Harvard Bussines School sesuai keinginan mereka.
Marvin berkeliling mengikuti kemauan Kenzie...., tempat yang mereka cari pertama tama adalah Kantin. untung disana ada papan penunjuk arah jadi keduanya tidak nyasar kemana mana untuk menuju kantin.
"Wah zie...ini beneran Kantin apa restoran?? tanya marvin tak percaya melihat isi dalam kantin.
"Benerkan yang gue bilang. Kantinnya Keren." ucap Zie dan Marvin mengangguk setuju. "Yuk...kita cari dimana perpus."ajak Zie menarik lengan Marvin.
"Eh...zie..., kita nggak duduk dulu di kantin?? beli minum atau apa kek...." ucap Marvin setengah tak rela pergi meninggalkan kantin.
"Nanti saja...."jawab Zie singkat.
keduanya terus berjalan menyusuri lorong kampus sesuai petunjuk di papan arah dan akhirnya mereka menemukan ruang perpustakan.
"Wuaaahh......,ini bener perpustakaan.? astaga liat Vin...bukunya banyak banget." Pekik Kenzie melihat buku sebanyak itu tertata rapi di dalam perpustakaan.
"Ssttt......, inget di dalam perpus di larang berisik." ucap Marvin mengingatkan zie sambil meletakkan jaring telunjuk di depan bibirnya sendiri.
"Ups.....maaf kelepasan...." ucap Zie menutup mulutnya sendiri dengan sebelah tangannya. lalu terkekeh.
Zie berjalan melenggang ingin masuk kedalam perpustakaan.
"ets...... mau kemana hm??" tanya Marvin sambil menarik tas punggung yang zie pakai agar zie berjalan mundur kembali.
"Mau ke dalam lah......, gue pengen baca buku." jawab Zie wajah polosnya.
" Jam berapa ini??? kita mesti harus mengikuti ospek, bacanya nanti aja kapan kapan." ucap marvin menyeret lengan zie untuk pergi dari sana.
"Eh...Vin.. tapi.........."ucap Zie tepotong oleh ucapan Marvin.
"nggak ada tapi tapi, mending kita kelaparan sekarang dari pada kita telat terus dapat hukuman." jawab Marvin yang terus berjalan sambil mengandeng zie.
Zie memanyunkan bibirnya sebal tapi ia tetap melangkahan kakiknya mengikuti Marvin.
"(Hihihi......Rasain!!!! emang enak nggak boleh masuk ke dalam perpus, itu yang gue rasain tadi pas nggak boleh masuk ke dalam Kantin.)" Marvin tertawa dalam hati melihat wajah kesal Kenzie.
Bukan maksud marvin untuk balas dendam pada zie atas apa yang ia rasakan tadi saat zie mambawanya secara paksa pergi dari kantin. tapi memang sebentar lagi ospek akan segera di mulai sedangkan mereka belum tahu dimana letak lapangannya dan pasti akan membutuhkan banyak waktu untuk sampai disana. benar saja...., sudah banyak Maba yang sudah berkumpul di lapangan begitu mereka melihat lapangan dari jarak jauh.
Ospek di Amerika akan membuat para mahasiswa baru (maba) jatuh cinta pada kampusnya. Senior memupuk rasa idealisme dengan memberikan diskusi beruapilamu keuangan, konsultasi, Kasus pelecehanseksual dan ilmu tentang minuman alkohol. selain itu para Maba akan di buat secara berkelompok untuk mendiskusikan mengenai isu trending saat itu. Eseni Kegiatan tersebut yaitu agar maba saling mengenal satu sama lain agar kompak dan akrab. Usai diskusi, Para senior akan berkenalan dengan junior melalui ajang olah raga seperti basket, bowling dan lain lain.
tak terasa tiga hari pun telah berlalu dan masa ospek pun sudah selesai. kini Zie dan Marvin sudah resmi menjadi Mahasiswa baru di salah satu kampus terbaik di dunia. keduanya sudah memiliki almameter berwarna merah dengan tulisan H di dada samping kirinya serta Kaos dan switer berwana merah juga dengan tulisan Harvard. Hari ini adalah hari pertama Kenzie dan Marvin masuk kuliah di fakultas Harvard Bussines School dimana mereka akan mempelajari semua hal yang berkaitan dengan bisnis. selama tiga hari kemarin zie juga menemukan maba lain yang berasal dari indo seperti dirinya. bahkan ada beberapa senior juga yang berasal dari indo. mereka akhirnya membentuk sebuah group atau komunitas khusus orang-orang indo yang baru beranggotakan 15 orang termasuk Zie dan Marvin.
"tok....tok........." seseorang mengetuk pintu kamar kenzie dari luar. zie membukanya dan ada Marvin di balik pintu itu sambil membawa dua gelas orange juice dingin di tangannya.
"Boleh masuk.....??"tanya Marvin.
"masuk aja......."jawab Zie membuka pintunya semakin lebar.
Marvin langsung berjalan masuk kedalam kamar lalu menuju balkon dan meletakkan dua gelas juice itu di atas meja. keduanya memang akhir akhir ini sering menghabiskan waktu bersama di balkon kamar zie yang sudah di design senyaman mungkin oleh zie.
Marvin duduk di kursi single di ikuti Kenzie yang duduk di kursi panjang yang ada di depan marvin sambil membawa sebuah gitar.
"Lo bisa main gitar juga?" tanya Marvin sambil meminum orange juice miliknya. zie hanya mengangguk lalu mulai memetik gitar yang ia pangku secara berlahan.
Marvin terdiam menikmati permainan gitar zie yang terdengar sangat indah.
zie mulai menyanyikan sepenggal lagu yang ia suka dengan judul "stay with me".
Naui du nuneul gameumyeon
tteooreuwneun geu nundongja
jakku gaseumi siryeoseo
ijhyeojigil baraesseo
kkumiramyeonnije kkaeeonasseumyeon jebol
jeongmal nega naui unmyeongin geolkkka neon Falling You
"Woaaahhh......., suara lo enak banget di denger. lo bisa bahasa korea ya zie..?? judul lagunya apaan sih?? kayanya bagus, meskipun gue nggak tau artinya tapi lagu itu kaya ngena banget di hati". tanya Marvin.
"hmmm....baru tau yeee....hihiiii......"jawab Zie tertawa lucu melihat ekspresi Marvin. "gue sih nggak bisa bahasa korea tapi gue tau lah dikit dikit arti lagu itu.judulnya Stay with me." jawab Zie meletakan Gitar di samping tempat duduknya lalu meminum orange juice yang di bawakan Marvin tadi.
"Ajarin gue lagu itu dong Zie..., dari judulnya aja udah bagus "Stay With Me". ucap Marvin.
"ya elah......, Ada Youtube Vin. ada goole juga lo bisa liat vidio sama lirik lagunya disana. jangan bikin gue ribet deh......" sahut Kenzie malas.
Kenzie sendiri juga masih tahap belajar, belum sepenuhnya bisa menyanyikan lagu itu bersama permainan gitarnya.
"Lah...ko sewot..." jawab Marvin terkekeh lalu meraih gitar milik zie dan memainkannya.
Marvin menyanyikan lagu secara random dengan di iringi permainan gitarnya. sesekali zie ikut menyanyikan lagu yang marvin nyanyikan dan tertawa bersama. hal ini mengingatkan zie tentang kebersamaannya dengan kedua sahabatnya dulu.ah....zie jadi merindukan Kenzo & Kenzio......
.
.
.
.
.
bersambung.........
.
.
.