Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Permintaan Terakhir nenek bella



Pagi hari,di kediaman zie kini tengah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama.di ruangan itu terlihat lebih ramai karena kehadiran Tuan Prabu dan juga asisten zaki.


"Mang Diman, Mbok Nah, Neng Zie, Tuan Prabu dan asistennya, Rizky teh mau pamit pulang ke bandung."ucap Rizky setelah mereka semua selesai sarapan.


"Loh....ko pulang sih mas kasep.....,kenapa nggak tinggal disini aja sambil nyari kerja di kota ini?."tanya mbok nah...,Rizky yang bersikap baik, sopan dan jujur ini telah membuat mbok nah dan yang lainnya sangat menyukainya.mereka tak merasa keberatan sama sekali jika rizky mau tinggal bersama mereka.


"Rizky teh mau nya gitu mbok....,tapi kasihan ayah sudah tua,udah gitu teh dirumah sendirian.Rizky nggak mau jadi anak durhaka yang menelantarkan orang tuanya yang sudah tua,takut nanti di kutuk jadi bunga."jawab Rizky dengan logat sundanya.


"ko jadi bunga sih??bukan jadi batu??"tanya zie keheranan karena yang zie tau anak durhaka di kutuk jadi batu dalam sebuah dongeng.


"eh...si eneng teh nggak tau.jadi batu teh itu jaman dulu.kalau sekarang kan sudah jamannya anak milenial jadi di kutuk nya jadi bunga.Bunga bangkai...."jawab Rizky dengan candanya yang membuat semuanya tertawa.begitulah Rizky...,selalu bisa merubah suasana.


"Rizky nanti pulangnya bareng kita saja.saya juga pingin ke bandung....,melihat makam istri saya.boleh kan zie??tanya Tuan Prabu kepada zie.


"boleh banget pih.....,zie mau ke makam nenek dan juga mami sebelum kita pergi nanti."jawab Zie...


"ya sudah kalau begitu....,Rizky teh ikut aja."jawab Rizky tersenyum manis.


terdengar suara bell pintu rumah zie berbunyi,tak lama bi surti datang menemui semuanya yang masih berada di meja makan.


"Permisi....,Non Zie, Tuan, ada tamu di depan."Bi surti memberitahu.


"tamu siapa bi??.suruh masuk aja.".tanya Zie.


"baik Non..., itu katanya pengacaranya almarhumah nyonya non.bibi suruh masuk dulu ya?."jawab Bi surti.


"Iya bi....,abis itu langsung buatin minum ya??".perintah zie.


"Baik Non."jawab bi surti lalu pergi.


Mang Diman, Mbok Nah, Zie, Tuan Prabu, asisten Zaki, dan Rizky saling berpandangan merasa bingung dengan kedatangan pengacara nenek bella yang bernama Pak Farhan.


tak mau penasaran berlama lama, mereka semua pergi keruang tamu untuk menemui pengacara tersebut.


"Selamat pagi Nona zie, Tuan Diman dan Nyonya Nah."sapa Pak Farhan ramah dan berdiri dari duduknya lalu berjabat tangan secara bergantian di ikuti seseorang yang ada bersama pak farhan."ah....Tuan Prabu, anda ada disini??".tanya pengacara itu terkejut lalu berjabat tangan dengan tuan prabu dan asistennya.Tuan prabu hanya tersenyum tipis dan mengangguk.


"Pagi.....,silahkan duduk."ucap Mang Diman lalu mempersilahkan pak Farhan untuk duduk kembali.


"maaf mengganggu waktu pagi anda semua, sebelum nya perkenalkan ini adalah Tuan Very orang kepercayaan Nyonya bella. kedatangan saya kemari untuk menyampaikan isi surat wasiat dari almarhumah Nyonya bella yang sudah jauh jauh hari beliau buat sebelum berpulang kerahmatullah."ucap Pak Farhan memperkenalkan seseorang dan menyampaikan tujuan kedatangannya.


pak Farhan memang pengacara yang sudah dipercaya oleh nenek bella sejak lama.


"langsung di bacakan intinya saja pak Farhan."ucap Mang Diman dan Pak Farhan pun mengangguk mengerti.


"isi dari surat wasiat ini adalah pembagian seluruh harta yang di miliki Nyonya Araballa beserta siapa saja yang menjadi ahli warisnya.".ucap Pak Farhan.


semua diam mendengarkan pak farhan berbicara.baik Zie, mang Diman dan mbok Nah....,tak ada satupun dari mereka yang memikirkan tentang harta warisan Nenek bella.semuanya milik nenek bella, tak ada satupun dari mereka yang menginginkannya.


"Disini tertulis seluruh harta yang di miliki Nyonya bella meliputi sebuah mobil dan sebuah Rumah berlantai dua, dua hektar perkebunan teh di bandung. tiga buah cafe, tiga buah restoran dan satu buah perusahaan."Pak Farhan memyebutkan seluruh harta yang di tinggalkan nyonya bella.


"Perusahaan??".ucap Mang Diman, Mbok Nah dan juga kenzie bersamaan,mereka kaget mendengar nenek bella memiliki sebuah perusahaan.selama ini mereka tak pernah mengetahuinya sama sekali.


"Iya...sebuah perusahaan di kota ini yang bernama Vincen elektronik adalah perusahaan milik almarhumah nyonya bella peninggalan dari almarhum suaminya yang bernama Tuan James vincen.dan selama ini sayang yang dipercaya Nyonya bella untuk mengawasi, menjalankan dan mengembangkan perusahaan itu."jawab Pak Very menjelaskan.


"Apa?".ucap Mbok Nah syok


"Me menikah??"mang Diman tak kalah syok.


Asmanah dan Dirga Mandala tak pernah sekalipun berfikir untuk menikah lagi.


keduanya telah berjanji tak akan menikah lagi dan berjanji setia kepada Arabella.


dan apa ini, Arabella meminta keduanya untuk menikah sebagai permintaan terakhirnya.


"Bagaimana ini Nah??"tanya Dirman bingung.


"Nah juga nggak tau mas...,"jawab Nah.


"menurut zie, ada baiknya Mang Diman dan Mbok Nah menikah.jadi dengan begitu kalian bisa tinggal bersama dan saling menjaga selamanya.dan hal ini merupakan permintaan terakhir nenek bella, apa Mang Diman dan Mbok Nah tak akan mengabulkannya??.itu menurut pendapat zie, semua terserah kalian berdua.zie tidak mau memaksa."ucap kenzie.


"Jadi Neng zie setuju kalau kita menikah??".tanya Mang Diman yang di angguki oleh zie.


"Gimana Nah...,apa kau bersedia menikah denganku??"tanya Mang Diman kepada Mbok Nah.


"jika itu yang terbaik, Nah nggak keberatan memenuhi permintaan terakhir mbak bella."jawab Mbok Nah yang membuat Mang Diman tersenyum lega.


akhirnya keduanya setuju untuk menikah,meski belum ada rasa cinta yang ditara keduanya tapi mereka berdua yakin rasa itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu.


"Nah nggak mau pesta pernikahan Mas, kita sudah tak muda lagi.malu...heheee.......yang penting pernikahan kita sah di mata agama dan negara "jawab Mbok nah malu malu saat mang diman bertanya pernikahan seperti apa yang mbok Nah inginkan.


"Baiklah jika itu yang kamu mau.besok pagi kita KUA untuk melangsungkan pernikahan di sana.bagaimana??"tanya Mang diman dan mbok Nah mengangguk.


akhirnya pembicaraan pagi itu selesai setelah semuanya menandatangi berkas berkas penyerahan harta warisan nenek bella dengan di saksikan oleh Tuan Prabu dna asisten zaki.


Pak Farhan dan pak Very pun pamit undur diri setelah semua urusan selesai.


Mang Diman juga meminta pak Very untuk tetap mengelola perusahaan seperti sebelumnya.


"Pih.....,bisa kah kepergian kita di undur??zie ingin menyaksikan pernikahan Mbok Nah dan Mang diman."tanya Zie kepada papinya.


"tentu saja sayang.....apapun permintaanmu."jawab Tuan Prabu tersenyum tipis.


"makasih pih....."ucap Zie tersenyum manis.Tuan prabu sangat menyukai zie ketika tersenyum karena senyum zie sama persis seperti maminya.


saat ini Zie sangat bahagia sekali, ia bahkan sampai berteriak kegirangan saat mobil pemberian Papinya baru saja datang.sesuai dengan ucapan papinya siang ini mobil hadiah dari papinya akan diantar kerumah dan sekarang mobil mewah itu sudah terparkir di depan rumahnya.Tuan Prabu ikut merasa bahagia melihat betapa senangnya zie mendapat hadiah itu.Tuan Prabu berjanji akan selalu menyayangi zie dan menuruti semua kemauannya untuk menebus semua waktu yang sudah terlewatkan.


.


.


.