
Pagi harinya Arion mendatangi kediaman Zie..., ia berharap bisa bertemu dengan Zie sebelum kepergiannya untuk kembali ke negaranya. saat ia bertanya kepada satpam penjaga pintu gerbang, salah satu penjaga itu bilang bahwa semua penghuni rumahnya sudah berangkat ke kantor. jadi Arion memutuskan untuk pergi ke kantor Zie.
"Kemana gue harus menemui lo Zie.....,?? gue nggak tau dimana kantor lo. " gumam Arion yang sudah duduk di atas motornya yang masih berhenti didepan pintu gerbang rumah Zie. ia mengurungkan niatnya yang akan mengenakan helm fullface miliknya dan terdiam sejenak untuk memikirkan bagaimana ia bisa bertemu dengan Zie.
Arion lalu mengeluarkan hpnya untuk menghubungi Zie, tapi sayangnya sudah tiga kali ia menghubungi Zie tapi tidak satupun telpon itu di Terima.
"kenapa nggak di angkat sih Zie?? ah iya...... pasti dia sedang berada di jalan menuju kantor saat ini." gumam Arion pada dirinya sendiri.
Arion Lalu pergi dari kediaman Zie. tujuannya kali ini adalah AK cafe. ia berniat menanyakan alamat kantor Zie kepada Manager Cafe itu yang tidak lain adalah Dev. tidak mungkin jika Dev tidak tau diaman kantor Nona bos nya bekerja.
setelah beberapa waktu menempuh perjalanan Arion pun sampai di AK cafe.
"Si*l......, gue datang kepagian. pantas Cafe nya masih tutup. kenapa gue jadi kaya orang bodoh sih. gue kan udah tau cafe buka jam 9 dan sekarang masih jam 8." Arion lagi lagi bermonolog sendiri.
Saat Arion akan pergi meninggalkan Area Cafe, datang lah Bang Jek, Wawan, dan Baim dengan mengendarai sepeda motornya.
"(mereka kan preman di arena balap yang sudah berubah profesi menjadi penjaga keamanan AK cafe) " batin Arion yang mengenali ketiga orang itu.
Arion yang sudah mau menyalakan motornya pun tidak jadi. ia memilih turun dari motornya dan melepas helmnya lalu berjalan menghampiri mereka.
"Maaf Bang...., gue boleh nanya nggak?? " tanya Arion
"Lo bukannya temennya Nona Bos ya??, ngapain lo pagi pagi udah ada disini??mau tanya apa emang?? ".tanya Bang Jek.
Bang Jek dan yang lainnya ingat wajah pemuda tampan yang ada di depannya saat ini memang sudah beberapa kali datang ke Cafe bersama Nona Bosnya.
"iya...., kalian ada yang tau nggak di mana Kantor tempat kerjanya Zie??" tanya Arion tanpa basa basi.
"lo kan temennya?? ko malah tanya sama kita?? harusnya lo lebih tau Nona Bos dari pada kita. lagian ada apa lo nanya nanya soal kantornya Nona Bos?? mau minta kerjaan ya?? lo mau kerja di kantornya?? ". bukannya menjawab tapi Bang Jek malah balik memberi banyak pertanyaan kepada Arion.
" Bukan urusan lo..., gue cuma tanya alamat kantornya Zie. ada yang tau nggak?? " tanya Arion sedikit kesal.
Arion yang notabennya irit bicara sebenarnya sangat malas jika harus mengobrol berbelit belit. ia hanya ingin tau alamat perusahaan Zie. bukan ingin mengobrol atau malah sesi tanya jawab seperti itu.
"Wah... songong ni orang.....!! kalau nanya tuh baik baik. jangan nyolot!!." ucap Bang Wawan.
Arion yang akan menjawab ucapan Bang wawan pun tertahan karena HP nya berdering tanda ada panggilan masuk. ia tersenyum sumpringah melihat nama Zie yang tertera di layar HP nya.
"Hallo Zie...... " jawab Arion.
"Ya Rion....., Lo tadi telpon gue berkali kali ada apa?? sorry, gue lagi di jalan tadi jadi gue nggak tau lo telpon. " ucap Zie.
hari ini Darren tidak menjemputnya, tadi Zie berangkat ke kantor sendiri dengan menggunakan motor sportnya jadi ia tidak tau kalau HP nya berdering.
"oh... nggak ada apa apa ko. lo sibuk nggak hari ini?? gue pingin ketemu lo sebelum pulang ke negara gue." jawab Arion
"Lo mau balik ke negara lo lagi?? kapan??." tanya Zie
"nanti sore, lo ada waktu nggak??" jawab Rion.
"emm...... gimana ya Rion..., kalau sekarang gue nggak bisa. gue kerja... " jawab Zie beralasan.
"Ayo lah Zie....., sebentar doang ko. lagian udah lama juga kita nggak main bareng. gue mau pergi loh...., belum tau juga kita kapan bisa ketemu lagi. " ajak Rion sedikit memaksa.
"ya udah..., gini aja. kalau lo mau nanti siang kita ketemuan aja di AK cafe. kita makan siang bareng di sana. gimana?? ". tanya Zie.
" Ya udah..., gue mau. " jawab Rion cepat.
"Ok...., gue tutup dulu telponnya. bye..... " ucap Zie yang langsung menutup sambungan teleponnya.
"Yah..... langsung di matiin, padahal kan gue belum selesai ngomong. gue belum tanya di mana kantor dia kerja. " ucap Arion sambil melihat HP nya yang sudah mati. "tapi nggak papa... yang penting nanti siang gue ketemu sama Zie. " ucap Arion lagi lalu memasukkan HP nya kedalam saku celananya.
Arion langsung menaiki motor sport nya dan pergi meninggalkan area AK cafe tanpa pamit dengan Bang Jek dan yang lainnya. tujuannya kali ini adalah kembali ke apartemennya untuk berkemas sedikit barang bawaannya sembari menunggu waktu makan siang tiba.
"Tu orang kaya jelangkung ." ucap Bang Jek sambil melihat punggung Arion yang pergi menjauh menggunakan motor sportnya.
"mana ada jelangkung ganteng gitu?? ngaco lo Bang. " sahut Baim.
"Bukan tampangnya".ucap Bang Jek sambil menonyir kepala Baim.
" La terus....?? " tanya Baim cengengesan.
"dia kaya jelangkung datang nggak di undang pergi nggak di antar. " ucap Bang Jek ngegas.
"Salah Bang!! yang bener tu kalau jelangkung datang nggak di jemput pulang nggak di antar." ucap Wawan membenarkan kata kata Bang Jek.
"Oh... sekarang udah ganti gitu ya!?!". tanya Bang Jek nyengir karena merasa salah ucap.
" dari dulu kan udah gitu Bang... lo aja yang ganti sendiri. " ucap Wawan lagi
"Udah salah, ngegas lagi. " celetuk Baim menahan tawanya.
"Apa lo?? mau ngetawain gue lo?? gue gibeng juga ni!! " ucap Bang Jek melotot sambil menunjukkan kepalan tangannya.
"Ampun Bang.... damai damai.....!! " jawab Baim mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.
"Udah udah...., jangan berantem. kita mulai kerja aja.... bentar lagi Cafenya udah mau di buka. " lerai Wawan.
mereka bertiga akhirnya menghentikan perseteruan mereka dan mulai bekerja. sedangkan Riki dan Rafi (anak buah Bang Jek yang lain) mereka berdua bekerja di dalam Cafe.
...,, ________,, ________,, ________,,...
Siang harinya Zie pun pergi ke AK cafe untuk makan siang bersama Arion sesuai janjinya tadi pagi. setelah sampai di cafe, Zie langsung masuk kedalam dan di sambut langsung oleh Dev yang saat itu memang sedang berdiri tidak jauh dari pintu utama Cafe.
"Siang Nona Bos....., " sapa Dev tersenyum tampan kepada Zie.
"Kak....., Rion udah sampe sini belum?? ". tanya Zie kepada Dev.
" Belum....., kakak dari tadi disini belum liat dia datang. " jawab Dev.
"oh... ya udah... aku duduk di tempat biasa dulu deh. kosong kan?? ".tanya Zie.
" Kosong Nona...., mari saya antar. " jawab Darren dengan bahasa Formal.
Zie mengangguk dan jalan menuju mejanya. tak lupa Zie juga mengabari Darren bahwa ia makan siang di AK Cafe, dan Darren bilang akan menyusulnya sebentar lagi. Darren masih berada di jalan yang jaraknya agak jauh dari Cafe karena ia habis bertemu dengan Klien.
tak lama..., Arion pun terlihat berjalan memasuki Cafe. ia langsung di sambut oleh Dev.
"selamat siang Tuan Arion....," sapa Dev sambil membungkukan setengah badannya "Nona Zie sudah menunggu di sebelah sana. mari saya antar. " ucap Dev lagi dengan sopan. tapi tetap saja tidak aja senyum sedikitpun di wajahnya.
memang seperti itu lah manajer AK cafe yang terkenal tampan berwajah datar ini. meskipun menyambut kedatangan para pengunjung tapi sama sekali tidak pernah menebar senyum kepada mereka semua kecuali dengan Nona Bosnya.
Arion menganggukkan kepalanya lalu berjalan mengikuti kemana Dev pergi. ia menghela nafasnya saat melihat Zie duduk di kursi yang biasa di tempatnya ketika datang ke Cafe.
" Hay Zie...., Sorry....,udah lama nunggu ya...? " sapa Arion dengan senyum ceria.
"Hay.... enggak ko..., gue juga baru sampe. " jawab Zie tersenyum manis.
Arion langsung menarik kursi yang ada di hadapan Zie lalu duduk di sana. sedangkan Dev memanggil kan seorang pelayanan untuk mencatat semua pesanan Nona Bosnya. setelah pelayan datang, Dev pun pamit pergi.
"Gue ke toilet dulu ya Zie.... " pamit Arion. setelah memesan semua yang mereka ingin makan siang ini.
Zie hanya menganggukkan kepalanya lalu menundukkan kepalanya sambil memainkan HP. setelah Arion pergi ke toilet Darren pun datang dan langsung duduk di sebelah Zie.
"Kamu sudah makan?? ". tanya Darren. Zie mendongakkan kelapanya dan menoleh kearah Darren. Zie tersenyum dan menghilangkan kepalanya.
" Belum kak..., " jawab Zie. tangan Darren terulur dan mengusap kepala Zie dengan sayang sambil tersenyum manis kepada Zie.
belum ada sehari ia tidak bertemu dengan Zie tapi Darren sudah sangat merindukannya.
Seorang pelayan datang membawakan pesanan Zie dan Arion.
"Kau sudah memesankan makanan untuk Kakak?? " tanya Darren.
"Tidak...., itu pesanan teman ku. orangnya sedang pergi ke toilet. kakak pesan lah sendiri. " jawab Zie tersenyum.
Darren lalu memesan makanan dan minuman kepada pelayan yang membawakan pesanan Zie tadi.
"padahal hati kakak hampir saja berbunga bunga mendapat perhatian dari kekasihnya yang sangat pengertian tapi sayangnya nggak jadi." ucap Darren menggoda Zie dan Zie pun terkekeh mendengarnya.
"Kalau buat kakak...., Aku nggak mau memesankan nya tapi aku sendiri yang akan memasakkan nya untuk kakak. tapi tidak sekarang. " jawab Zie yang membuat Darren tersenyum bahagia.
"Baik lah... kakak akan menunggu saat kamu memasak membuatkan makanan untuk kakak." jawab Darren kembali mengusap kepala Zie dengan sayang.
Pesanan Darren pun datang bersamaan dengan kembalinya Arion dari toilet.
"Kakak..... " kaget Arion yang melihat kakaknya duduk di mejanya bersama Zie.
"(kenapa kakak menemui Zie lagi?? bukankah gue udah bilang agar kakak menjauh dari Zie.) " batin Arion.
"Rion...., kau disini?? ". tanya Darren tak kalah kaget.
"(ternyata Zie kesini bersama Arion?? apa buhungan mereka memang sedekat itu?) " batin Darren cemburu.
Siapa yang tidak cemburu jika orang yang ia sayang sedang bersama cowok lain, meskipun itu adik Darren sendiri. apalagi Darren tau bagaimana perasaan Arion kepada Zie. tapi dari sini, Darren bisa melihat bahwa Zie menganggap Arion hanya teman tidak lebih.
" Kakak ngapain disini?? ".tanya Arion balik.
" Kakak hanya mau makan siang. boleh kan kalau kakak ikut makan siang bersama kalian? ". tanya Darren.
" tentu saja boleh...., " jawab Zie Dengan senyumnya.
Arion lalu duduk di tempat duduknya tadi. padahal ia sangat berharap bisa makan siang berdua saja dengan Zie tapi sayangnya harapan itu tidak terjadi karena ada Kakaknya di antara mereka.
"(Selalu saja seperti ini. tiap ingin menghabiskan waktu berdua bersama Zie pasti ada saja yang mengganggu. lagian kak Darren ngapain sih pakai kesini segala! ) " batin Arion mengerutu.
" Kalian saling kenal??". tanya Zie ingin tau. "Kak.... Arion ini temanku yang memesan makanan ini. kami memang sengaja bertemu disini untuk makan siang bersama karena Rion bilang nanti sore dia akan kembali kenegaranya" Ucap Zie menjelaskan.
"jelas kita saling kenal. dia kakakku Zie... kakak kandungku. " jawab Arion.
"What....!?! kalian Kakak adik!?!. "Zie terkejut. "Jadi Rion...., apa Kak Darren ini adalah kakak yang kamu bilang lebih datar, lebih dingin, lebih cuek dan lebih menyebalkan darimu ya?? ". tanya Zie sambil tersenyum jail mengingat beberapa hal buruk yang pernah Arion ucapkan kepadanya dulu yang membuat Arion gelagapan karena ada tatapan tajam yang mengarah kepadanya.
Arion tidak mengira Zie akan mengatakan hal itu kepada Kakak secara langsung.
" jadi di belakangku ternyata Adikku ini mengatakan sesuatu yang buruk tentangku padamu ya Zie....?? apa saja yang sudah ia ceritakan kepadamu tentang diri ku?? ". Tanya Darren dengan wajah Datarnya tapi tatapan matanya begitu tajam kepada Arion.
" Bu Bukan seperti itu Kak....., a aku hanya bercanda saja dengan Zie. tidak ada maksud menjelekkan kakak di depannya. sungguh....." jawab Arion terbata bata.
sedangkan Zie hanya menahan tawanya melihat Arion takut seperti itu. sungguh lucu tampang jutek, angkuh, datar dan cuek itu ternyata takut kepada kakaknya.
"Sudah....., kita makan dulu. keburu dingin makanannya. " ajak Zie
Mereka pun makan siang dalam diam. tidak ada niat Darren untuk menyembunyikan hubungannya dengan Zie dari Arion tapi memang waktunya belum tepat untuk memberi tahu semuanya. Darren tau ini akan menyakiti hati sang adik tapi mau bagaimana lagi, cinta tidak bisa di paksakan dan Arion harus menerima kenyataan itu meskipun menyakitkan.
"apa Kak Darren juga akan pergi bersama Arion kembali ke negara kalian?? ".tanya Zie.
"Tidak...., Kakak masih banyak kerjaan disini. Arion akan kembali kesana sendiri karena dia harus mengurus perusahaannya yang terbengkalai. " jawab Darren dan Zie mengangguk mengerti.
"jadi lo bakal lama dong disana Rion?? " tanya Zie kepada Rion.
"Mungkin Zie....., lo jangan kangen sama gue ya?? ". ucap Arion tersenyum tampan kepada Zie.
" Dih....., ngapain juga gue kangen cowok jutek kaya lo. " jawab Zie terkekeh. "tau nggak kak..., Adik kakak ini nyebelin banget tau waktu pertama ketemu dulu. dia tuh jatuh dari motor tapi di tolongin nggak mau." ucap Zie kepada Darren sedangkan Arion tertawa kalau mengingat pertemuan pertamanya dengan Zie.
"ooya.......??.dia emang nyebelin Zie, susah di atur. kakak saja kewalahan ngadepin dia." kata Darren ikut tersenyum.
Untuk pertama kalinya Darren dan Arion bisa bersikap hangat seperti ini. bisa berbicara panjang lebar, bercanda dan tertawa bersama dan semua itu berkat Zie yang ada di tengah tengah mereka.
setelah makan siang mereka kembali ke aktivitas mereka masing masing.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.
.
.