
Kenzie melaju membelah keramaian jalan raya di malam hari dengan menggunakan mobil sport milik Marvin dengan kecepatan tinggi. ia melajukan mobil itu begitu saja tanpa arah dan tujuan hingga sampai di perbatasan kota.
Zie menepikan mobil yang ia kendarai di sebuah jembatan dekat hutan dan mematikan mesinnya. ia lalu berteriak dan menangis sepuasnya mengeluarkan rasa sesak didadanya. cukup lama Zie melakukan hal itu hingga perasaannya terasa lebih baik. Zie lalu membuka Hpnya untuk memberi tahu mbok Nah bahwa malam ini ia tidak pulang kerumah.
Zie mendesah kesal begitu membaca isi pesan dari Marvin.
"Haaaahh.......selalu saja kau lari kesana jika hatimu bermasalah..." keluh Zie sambil menghela nafasnya dengan kasar.
Zie memasukkan kebali Hp nya kedalam tas kecil miliknya dan berniat menghampiri Marvin yang Zie yakini pasti akan mabuk mabukan sampai pagi.
zie menyalahkan mesin mobilnya, dan bersiap memutar balikkan arah mobilnya. jalan disana sudah sepi dan tidak ada satupun kendaraan lain yang lewat disana sedari tadi karena memang waktu sudah hampir tengah malam jadi Zie bisa putar balik dengan sembarangan.
Duuuuaaarrrr................
Terlihat kobaran api yang cukup besar di sertai suara ledakkan yang cukup keras di jalan depan tak jauh dari mobil zie berhenti. Zie masih mengamati apa yang terjadi di depan sana, ia bahkan tidak jadi menjalankan mobilnya. tak lama terlihat ada seseorang berjalan terseok seok menuju kearah Zie dari balik kegelapan. bahkan orang itu sudah jatuh beberapa kali dan bangkit lagi memaksa untuk terus berjalan. sepertinya orang itu terluka cukup parah, tanpa pikir panjang Zie keluar dari dalam mobil bermaksud untuk menolong orang itu.
"Siapa kau.......!!" hardik orang itu waspada. orang itu cukup terkejut meliaht ada seorang gadis cantik menghampiri dirinya malam malam seperti ini dedekat hutan yang sangat sepi pula.
seorang laki laki dengan luka yang cukup parah di tubuhnya. satu tangannya mereka bagian perutnya yang terus mengeluarkan darah. satu kakinya juga sepertinya terkena tembakan bahkan wajahnya juga terdapat darah segar yang merembas dari luka di pelipusnya.
"Tuan...... apa kau baik baik saja? apa yang terjadi padamu?". tanya Zie panik melihat kondisi orang itu. Zie mendekat untuk membantu orang itu.
dari nada bicaranya orang itu, zie bisa tau sepertinya orang itu bukan orang asli negara ini.
"Cepat pergi.....!! kau bisa dalam bahaya jika tidak segera pergi dari sini." perintah orang itu dengan tegas.
Sepertinya orang ini memang sedang dalam bahaya.pikir Kenzie
"Aku akan segera pergi tapi tuan juga harus ikut bersamaku."ucap Zie tidak kalah tegas dan berjalan mendekati orang itu.
tidak mungkin zie pergi begitu saja meninggalkan orang itu yang jelas jelas nyawanya dalam bahaya bahkan orang itu juga dalam kondisi tidak berdaya.
"jangan keras kepala....!! cepat pergi.......!!" bentak orang itu. ia tak mau gadis ini ikut terlibat dalam masalahnya dan nyawanya akan terancam juga.
Zie tidak mendengarkan kata kata orang itu. ia malah langsung memapah orang itu untuk berjalan kearah mobilnya.
"Cepat Tuan.... jangan banyak bicara. kita dalam bahaya jika Tuan terus berbicara!!." ucap Zie.
Zie membuka pintu mobilnya dan membantu orang itu untuk duduk dengan hati hati. cepat cepat Zie memutari mobil dan masuk kedalam bersiap menyalahkan mesin mobilnya.
Zie langsung tancap Gas meninggalkan tempat itu dengan kecepatan tinggi. beruntung Zie membawa mobil sport yang memang memiliki kecepatan di atas rata rata hingga dengan sekejap Zie sudah berada di pusat kota kembali.
"Tuan..... bertahan lah...kita akan segera ke rumah sakit sekarang." ucap Zie sambil sesekali menoleh seseorang yang duduk disebelahnya dengan kondisi yang sangat pengenaskan.
orang itu terus meringis memegangi perutnya.... wajahnya sudah terlihat pucat pasi dengan keringat dingin merembas membasahi wajahnya bercampur dengan darah.
"(sepertinya gadis ini orang baik.)" batin orang itu.
orang itu bersyukur ada orang baik yang tiba tiba datang menolongnya padahal mereka tidak saling kenal. bahkan tempat tadi sangatlah sepi tidak ada kendaraan lain yang melewatinya. mungkin tuhan masih sayang dengan nyawanya sehingga mendatangkan gadis itu untuk menolongnya di waktu yang tepat.
dokter langsung membawa orang itu IGD untuk di periksa terlebih dahulu. tak lama dokter itu keluar dan memberitahu Zie bahwa orang itu harus segera di operasi karena ada peluru yang bersarang di perut, kaki dan juga bahunya. tapi pasien sudah kehilangan banyak darah dan saat ini stok darah yang dibutuhkan di rumah sakit ini hanya tinggal sedikit jadi tidak cukup untuk melakukan operasi. beruntung golongan darah zie sama dengan golongan darah orangnya itu. jadi zie dengan suka rela mendonorkan darahnya agar orang itu segera di operasi.
" ambil darah saya sebanyak yang di butuhkan dok.....yang penting orang itu bisa segera di oprasi dan selamat." ucap Zie.
dokter lalu membawa zie untuk di periksa terlebih dahulu, setelah itu Zie pun di bawa kedalam ruang operasi juga untuk melakukan tranfusi darah secara langsung karena sudah tidak ada waktu lagi. setelah beberapa jam akhirnya operasipun berjalan dengan lancar.
Zie tertidur untuk memulihkan tenaganya kembali setelah mendonorkan darahnya cukup banyak. Zie dan Pasien itu di pindahkan kedalam satu ruang rawat VIP yang sama sesuai permintaan Zie.
Pagi harinya, kenzie terbangun karena seorang dokter datang bersama seorang perawat untuk memeriksa kondisi Kenzie dan orang itu. setelah memastikan kondisi kenzie baik baik saja, dokter itu beralih memeriksa orang itu.
"Bagaimana kondisinya dokter??" tanya Zie.
"semuanya baik Nona, dia juga sudah melewati masa kritis nya....mungkin beberapa jam lagi dia akan sadar." jawab dokter itu.
"Silahkan sarapannya Nona, dan ini obatnya jangan lupa di minum agar nona cepat pulih." ucap perawat memberikan makanan khas rumah sakit beserta minum dan obat untuk zie.
"Terimakasih...." jawab zie.
setelah dokter dan perawat itu pergi..., Zie mengecek Hp nya terlebih dahulu sebelum memakan sarapannya.
ia memberi tahu Marvin melalui pesan singkat bahwa dirinya sedang ada di rumah sakit saat ini. setelah meletakkan Hp nya di atas meja, Zie mulai memakan sarapannya, setelah itu meminum obat yang perawat itu berikan.
"Gue jadi inget dengan kejadian pertamakali ketemu sama mita, dia juga dalam bahaya semalam sama seperti mita waktu dulu. kira kira masalah apa yang dia alami hingga mendapat luka tembakan di mana mana.?" ucap Kenzie sendiri sambil menoleh memandang seseorang yang sedang memejamkan matanya dengan tenang di sebelah brangkar kenzie.
ia cukup penasaran dengan luka tembak yang ada di tubuh orang itu. sepertinya musuh orang itu bukanlah orang sembarangan pikir zie.
tidak lama Zie pun mulai mengantuk dan tertidur kembali karena pengaruh obat yang ia minum.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
.
.
.
.