Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Pamit



Saat ini zio tengah mengemudikan mobilnya bersama zie yang duduk di sampingnya. mereka dalam perjalanan menuju rumah zie sehabis pulang dari acara pernikahan mbok nah dan mang diman.pandangan zio menghadap kejalanan dan sesekali menoleh kearah zie dengan senyum manisnya.


"lo kenapa sih......??dari tadi senyum senyum sendiri?.".tanya zie yang merasa malu di pandangi oleh zio.senyum zio semakin melebar melihat zie malu malu seperti itu.


"nggak papa.....,gue lagi seneng aja bisa berduaan lagi sama kamu."jawab zio yang membuat zie bertambah malu, padahal zie sudah biasa bareng sama zio seperti ini tapi entah mengapa kali ini rasanya sangat berbeda.


"modus......"sahut zie mengalihkan pandangannya kearah luar sambil tersenyum.


"gue nggak modus zie...,gue serius kali ini.gue seneng bisa bareng sama lo."jawab zio tersenyum tampan.


satu tangan zio meraih tangan zie dan meletakkannya di dada zio.Zie menoleh kearah zio dan terdiam membiarkan apa yang zio lakukan.


"lo bisa rasain kan..?,detak jantung gue bergedup lebih kencang saat kita bersama seperti ini dan ini baru pertama kalinya gue rasain."ucap Zio yang menoleh kearah zie lalu fokus lagi ke jalan.


"bluuusss........."wajah zie semakin bersemu merah.memang zie bisa merasakan degup jantung Zio yang berdetak kencang.


zio tersenyum senang melihat zie menunduk malu seperti itu.sungguh sangat menggemaskan menurutnya.


ingin rasanya zio mengarungi zie lalu membawanya pulang kerumah agar zie tak bisa kamana mana.


"emmm......oiya...gue punya sesuatu buat lo."ucap zie mengalihkan pembicaraan.ia lalu mengeluarkan sebuah kotak kado yangvtidak terlalu besar kemudian menyerahkannya kepada zio."ini hadiah ulang tahun dari gue....,maaf semalam lupa ngasih padahal udah gue bawa.semoga lo suka ya?"ucap zie tersenyum manis.


"Makasih ya.......harusnya nggak usah repot repot zie, lo kan udah banyak ngasih sesuatu buat gue."jawab zio merasa tak enak lagi lagi mendapat hadiah dari zie.tapi tak dapat di pungkiri bahwa ia juga sangat menyukai semua pemberian dari zie.


"nggak papa....anggap saja ini kenang kenangan dari gue."ucap zie.


"jadi semalam lo ikut terlibat dalam rencana sasa buat ngasih surprise ke gue ya??"tanya zio sambilenggengam tangan zie kembali.


"iya...heheeee.......,maaf ya....??"ucap Zie tak enak hati.


"nggak papa...gue malah seneng,karena gue bisa jalan sama lo dan menghabiskan waktu bersama lo.kalau kemarin nggak jalan bareng mungkin sampai sekarang gue belum berani ngungkapin perasaan gue sama lo.makasih ya zie...,gue sayang sama lo....."ucap zio tulus lalu mencium tangan zie dengan lembut.zie tersentak kaget dengan perlakuan zio,hatinya bergetar kuat merasakan bibir lembut zio yang menempel di tangannya.Zio tetap menggengam erat tangan zie dan tak mau melepaskannya.


"gue juga sayang sama lo yo."jawab zie malu malu yang membuat perasaan zio berbunga bunga.


Zio melepas genggaman tangannya begitu mobil zio sampai di kediaman zie.ingin rasanya zio selalu bersama zie sebelum zie pergi jauh ikut papinya.mengingat hal itu zio jadi merasa sangat sedih.tak lama lagi zie nya akan pergi membawa rasa cintanya yang baru tumbuh.


begitu sampai di rumah,Zio langsung masuk kedalam kamarnya.tak lupa ia membawa kado yang zie berikan untuknya, sebuah kotak tak terlalu besar berwarna hitam dengan pita gold di atasnya, senyum manis zio terukir indah di sudut bibirnya ketika membuka kado itu.didalamnya ada sebuah jam tangan brand ternama yang zio tahu harganya cukup mahal dan sebuah kartu ucapan.ia merebahkan dirinya diatas ranjang sambil membaca kartu itu.


" Aku memang akan pergi tapi bukan untuk meninggalkanmu. Aku harus melangkah tapi bukan untuk menjauhimu. ketahuilah, tak ada jarak yang mampu membuatku beranjak darimu. semoga kita bisa bertemu kembali. Kenzio....,aku menyayangimu"


^^^by Kenzie^^^


Zio tersenyum senang sambil mencium kartu ucapan itu.ia bahkan sampai berguling guling diatas ranjangnya karena terlalu bahagia. hatinya sangat berbunga bunga saat ini, sungguh zienya sangat manis sekali.


zio berniat ingin memberikan sesuatu juga untuk zie sebagai kenang kenangan darinya.ia lalu bangkit dari tidurnya dan duduk terdiam. zio berfikir keras apa yang akan ia berikan kepada Zie nanti.


ke esokan hari nya setelah selesai sarapan zie, Mang Diman, Mbok Nah, Rizky, Tuan Prabu, dan asisten zaki berkumpul di ruang keluarga.hari ini, mereka akan pergi ke Bandung kecuali Mang Diman dan Mbok Nah.


banyak hal yang mereka bicarakan pagi ini salah satunya adalah tiket bulan madu yang sudah zie siapkan untuk mang diman dan Mbok Nah ke Bali selama dua minggu.zie bahkan menitipkan semua urusan cafe dan Resto kepada mang Diman dan Mbok Nah selama zie pergi.


ya....zie akan ikut dan tinggal dengan papinya setelah mereka pulang dari Bandung.tidak tidak..,bahkan dari bandung zie tidak pulang kerumah lagi melainkan langsung pergi ikut bersama papinya.


ah...mang diman dan mbok Nah sangat sedih sekali.akhirnya hari ini pun tiba,hari dimana zie akan meninggalkan kedua orang yang sudah merawatnya dari kecil hingga sekarang.


di sana juga ada Ken yang sudah berada di rumah zie sejak pagi.ia juga merasa sangat sedih berpisah dengan sahabat baiknya yang selama ini selalu ada bersamanya.sedangkan zio malah tak terlihat sama sekali disana.HP nya bahkan tak bisa di hubungi.


tangisan mbok Nah pun pecah tak kuasa menahan rasa sedihnya begitu zie berpamitan kepadanya.ia pendekap tubuh kenzie dengan sangat erat.gadis kecil yang dulu bermain main di pangkuannya kini sudah besar.gadis kecil yang ia rawat dengan penuh kasih sayang kini harus pergi meninggalkannya.


"Neng....jangan lupain mbok Nah ya???jaga kesehatan Neng zie....,jika ada waktu datanglah kesini untuk mengunjungi mbok Nah dan mamang.kami pasti akan sangat merindukan Neng zie.".ucap Mbok Nah sambil menangis.ia lalu mencium pencak kepala zie dengan sayang.zie hanya bisa menganggukkan kepalanya,ia juga ikut menangis sesenggukkan hingga tak dapat bicara karena menangis.


zie lalu berpindah untuk memeluk Mang Diman, orang yang sama ini telah menjadi sosok ayah bagi zie.


"Mamang hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk neng zie. jangan sedih......, Neng bisa datang kemari kapanpun neng zie mau. pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk neng." ucap Mang Diman sambil mengusap punggung zie untuk memberi ketenangan.mang diman juga mencium puncak kepala zie dengan penuh kasih sayang.


kini zie berpindah menghampiri ken.tak ada kata yang di ucapkan keduanya.ken langsung memeluk zie dengan erat yang membuat zie menangis kembali.ken bahkan ikut meneteskan air matanya tapi dengan cepat ia hapusnya.


"jangan sedih....,kita pasti akan bertemu kembali."ucap Ken memeluk zie, tanpa ragu Ken pun mencium puncak kepala zie dengan sayang." jaga dirimu baik baik, karena disana tidak ada Ken yang selalu menjaga kenzie. kau tidak akan melupakanku kan??".ucap Ken berusaha menenangkan Zie. keduanya melepaskan pelukan mereka.zie tersenyum dalam tangisannya lalu mengangguk kepalanya.Ken ikut tersenyum lalu menghapus air mata yang membasahi pipi zie.Ken kemudian memberi sebuah kado berwarna biru untuk zie.


"Makasih ya ken.....,gue titip semuanya yang disini sama lo,zio juga......tolong jaga semuanya untuk gue.,salam buat zio.gue pergi dulu ya."pamit Zie.


sebelum masuk kedalam mobil zie mengedarkan pandangannya untuk melihat kembali rumah yang menjadi tempat tinggalnya selama ini lalu kemudian masuk kedalam mobil setelah melambaikan tangan kepada mang diman, mbok Nah dan Ken.mobil zie pergi secara berlahan meninggalkan halaman rumahnya.


"Zio....lo kemana??? kenapa nggak nemuin gue?? jaga diri lo baik baik ya.gue pergi dulu.semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali."ucap zie dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.