Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Undangan



Sudah tiga hari kepergian Darren kembali ke negaranya, selama itu pula hari hari Zie terasa hampa meski mereka saling bertukar kabar melalui telepon tapi tetap saja hal itu tidak bisa menghilangkan rasa rindu di antara mereka.


Darren sendiri juga merasakan hal yang sama dengan Zie, ingin rasanya cepat kembali ke negara yang Zie tempati untuk menemuinya tapi urusannya dengan Arion belum juga selesai. Darren dan Arion sama sama sibuk dengan pekerjaannya masing masing beberapa hari ini sehingga sehingga mereka belum sempat bertemu.


"Hallo.... Nona Kei...., tumben sekali siang bolong begini anda sudah diam melamun?? ". tanya Ken yang baru saja masuk kedalam ruangan Zie bersama dengan Zio.


sudah beberapa kali Ken mengetuk pintu ruangan C.E.O perusahaan MK Group tapi tidak ada sahutan sama sekali sehingga Ken langsung membuka pintu lalu masuk dan menemui Zie yang ternyata sedang melamun.


siang ini Ken dan Zio datang ke perusahaan Zie, mereka sebelumnya sudah membuat janji bertemu dengan pemimpin perusahaan MK Group. berhubung Zie sedang tidak sibuk dan membutuh kan teman, dengan senang hati Zie akan menemui mereka. lagi pula sudah cukup lama tiga sahabat ini tidak berkumpul dan menghabiskan waktu bersama karena kesibukannya masing masing.


Zie yang memang sedang melamun terhenyak kaget mendengar sapaan dari Ken. ia langsung tersenyum lalu beranjak dari duduknya menyambut kedatangan kedua sahabatnya dengan bersalaman. ia lalu mengajak mereka semua duduk di sofa empuk yang ada di ruangan mewah itu.


"Apa kabar Zie.....?? ". tanya Zio.


"gue baik....." jawab Zie terseyum ramah. "Kenapa kalian tidak mengabariku kalau kalian sudah datang? ". tanya Zie.


" Hey....., gue bahkan sudah beberapa kali menghubungi ponselmu tapi tidak ada jawaban. bahkan kami sudah mengetuk pintu ruangan ini berkali kali tapi tidak ada sahutan sama sekali. gue pikir pemimpin perusahaan besar ini sedang sangat sibuk dan ternyata benar, dia sedang sibuk melamun ternyata. " sindir Ken.


"Benar kah....,??sorry..., HP gue mungkin masih mode silent jadi gue nggak denger. " jawab Zie beralasan.


tapi sayangnya situasi sedang tidak mendukungnya, tiba tiba saja terdengar nada dering dari HP milik Zie yang ada di atas meja kerjanya. Dari nada dering nya saja Zie sudah tau siapa orang yang menghubunginya karena Zie menggunakan nada dering khusus untuk nomer HP milik Darren.


"Sebentar... gue angkat telpon dulu. " ucap Zie kepada Ken dan Zio.


Zie yang sudah duduk bersama Ken dan Zio pun langsung berdiri dan berjalan cepat untuk mengangkat telepon dari Darren.


"tadi bilang HP nya di silent tapi ko itu berdering kenceng." gumam Zio yang membuat Ken terkekeh karena masih bisa mendengar apa yang Zio ucapkan.


"Mungkin tadi emang di silent, tapi sekarang udah enggak." Sahut Ken tidak mau ambil pusing.


tak berapa lama Zie kembali datang dan duduk bersama mereka lagi setelah selesai ber telponan.


"Udah telponnya.....??" tanya Ken. "katanya di silent tapi itu tadi nada dering nya kenceng juga ya.....? gue sampe kaget loh dengernya? " sindir Ken yang membuat Zie tertawa nyengir.


"Tumben kalian datang kemari...? apakah ada hal yang penting?" tanya Zie yang sudah duduk di sofa. ia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Kita mau ngasih lo ini sama mau ngajak lo makan siang bareng. udah lama kan kita nggak jalan bareng?? ". jawab Ken sambil menyerahkan sebuah undangan.


" Undangan apa ini Ken....?? Lo mau nikahan ya?? ".tanya Zie kepo sambil menerima undangan yang Ken sodorkan kepadanya.


"Bukan Zie...., itu undangan reuni SMA seangkatan kita. waktu itu kan banyak temen temen kita yang datang ke acara nikahannya Sigit dan ternyata mereka ingin mengadakan reuni dan ini hasilnya. Sigit datang ke perusahaan gue dengan membawa undangan reuni SMA seangkatan kita buat Nico, gue, Ken, lo dan juga Cerry. " jawab Zio menjelaskan.


"oh.... jadi semua sudah ada panitia yang mengatur dan kita tinggal datang aja gitu?? ". tanya Zie sambil membuka undangan itu dan membacanya.


"benar sekali, mereka tau kalau kita orang orang sibuk jadi mereka tidak melibatkan kita dalam persiapan ini. " jawab Ken.


"mungkin itu biar yang tinggal jauh dari kota ini bisa pada datang Zie, makannya di beri tahu dari jauh jauh hari." jawab Ken.


"Bener bener......, mungkin itu tujuannya. " jawab Zie. " ya sudah...., ini sudah waktunya makan siang. kita cari makan dulu yuk...?? ". ajak Zie. " itu undangan punya Cerry taruh saja di situ nanti biar gue yang kasihin. " ucap Zie lagi.


"Siap Bos...... " jawab Ken.


Mereka bertiga lalu keluar dari dalam ruangan Zie, tidak lupa Zie memberi tahu kepada Sekertaris nya kalau ia akan pergi makan siang di luar bersama teman temannya.


ketika mereka sudah sampai lobi kantor Zie, HP Zio tiba tiba berdering bertanda ada sebuah panggilan masuk. Zio melihat nama Sigit yang tertera di layar HP nya.


"Bentar..., gue angkat telpon dari Sigit dulu. " pamit Zio kepada Ken dan juga Zie.


Ken dan Zie mengangguk dan masuk kedalam mobil milik Ken sambil menunggu Zio yang sedang menjawab telepon. tadi Ken dan Zio datang ke perusahaan Zie dengan menggunakan mobil jeep Rubicon berwarna hitam milik Ken. Ken duduk di belakang kemudi sedangkan Zie duduk di kursi belakangnya. tak lama Zio datang dan masuk duduk di depan sebelah Ken. mereka pergi bersama menuju Kenangan Restauran.


"tadi Sigit menghubungiku untuk meminta bantuan mencarikan sebuah gedung yang bisa di gunakan untuk reuni nanti dan gue menyuruh dia untuk datang ke Kenangan Restauran sekarang agar kita bisa membahas masalah ini bersama. " ucap Zio memberitahu.


"bagaimana bisa undangan sudah di sebar tapi gedung tempat penyelenggaraannya belum di tentukan. " ucap Zie


"tadi Sigit bilang, mereka sudah memboking sebuah gedung tapi tiba tiba pihak dari sana membatalkannya karena anak dari pemilik gedung itu memaksa mau menggunakan gedung itu di waktu yang bersamaan dengan acara reuni kita." Jawab Zio.


"Hm..... lo benar sudah menyuruh Sigit untuk datang ke restauran jadi kita bisa membahasnya bersama nanti. " ucap Ken.


tak terasa mobil yang mereka kendarai telah sampai di restauran mewah terdiri dari lima lantai yang ada di kota itu. sebuah restoran yang menampilkan nuansa yang berbeda di setiap lantainya sehingga para pengunjung bisa memilih nuansa yang mereka inginkan. para pengunjung benar benar di manjakan dengan interior restauran itu sehingga mereka tidak akan pernah merasa bosan ketika berkunjung kesana. Kedatangan Zie langsung di sambut oleh Levin selaku Manager restouran yang dengan sigap langsung menyiapkan tempat yang di inginkan Nona Bosnya dan kawan kawannya.


.


.


.


.


Bersambung....


.


.


.


.