Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Dukungan Om Prabu



Pagi pagi Darren sudah ada di kediaman Zie untuk menjemput dan mengantarnya ke kantor. Baru saja Darren turun dari dalam mobilnya, datang sebuah mobil mewah masuki pintu gerbang. Darren yang tadi akan niatnya berjalan ke pintu utama ia urungkan dan masih setia berdiri di samping mobil mewahnya menunggu siapa orang yang ada di dalam mobil itu. Darren tersenyum tipis ketika Papa Zie lah yang keluar dari mobil yang sudah berhenti di dekatnya.


"Pagi om.....," sapa Darren yang mendekati om Prabu lalu menyalaminya.


"Pagi.....," jawab Om Prabu sambil tersenyum. "tumben pagi pagi sudah ada di rumah om?? " tanya Papi Zie sedikit heran karena tidak biasanya Darren datang pagi pagi seperti ini


"iya om....., Darren mau jemput Zie buat berangkat ke kantor. " jawab Darren tersenyum malu.


melihat senyum Darren, Tuan Prabu langsung tau bahwa pasti sudah ada peningkatan hubungan di antara Darren dan Putrinya.


"Hm..... sepertinya ada yang belum Om ketahui selama berada di kota Y nih." sindir Om Prabu tersenyum tipis.


"He.. he..., iya om. Darren dan Zie sekarang sudah berpacaran. " ucap Darren jujur sambil menatap wajah Om Prabu.


Darren sengaja mengatakan itu secara langsung karena ingin tau bagaimana reaksi dari Om Prabu ketika mendengar ia memiliki hubungan dengan Putrinya.


melihat wajah bahagia Darren saat memberitahu hubungannya dengan Putrinya, Tuan Prabu merasa ikut senang. apalagi Darren dan Zie sudah berpacaran, itu artinya Zie juga memiliki perasaan yang sama seperti yang Darren rasakan. keduanya saling mencintai satu sama lain. begitu pikir Tuan Prabu.


"Hm... jangan terlalu lama berpacaran, Om tunggu kedatanganmu untuk melamar Putri kesayangan Om. " ucap Om Prabu tersenyum sambil menepuk Bahu Darren.


Senyum Darren semakin mengembang sempurna mendengar apa yang barusan Om Prabu katakan. sungguh ia sangat bahagia, ia tidak menyangka Om Prabu akan semudah itu menyuruhnya untuk datang melamar putrinya.


"Ayo masuk..... " ajak Tuan Prabu kepada Darren.


"Jadi...., Om merestui hubunganku dengan Zie?? Om tidak bercanda kan?? " tanya Darren masih tidak percaya. ia berjalan mengikuti Om Prabu untuk masuk kedalam rumah.


"Kalau itu bisa membuat Putri Om bahagia, Tentu saja Om akan merestui nya. Om yakin kamu bisa menjaga Zie dengan baik, jadi om akan mendukung hubungan kalian. " jawab Tuan Prabu.


"Baik lah Om.... sesegera mungkin Darren akan datang untuk melamar Putri Om. tapi setelah urusan Darren dan Arion selesai. " ucap Darren.


"Arion??". tanya Om Prabu.


" Ya...., Om masih ingat kan kalau Darren punya adik laki laki bernama Arion. Arion adalah saudara satu satunya yang Darren miliki jadi, Darren juga harus memberi tahu hal ini sama Dia Om.". ucap Darren.


"oh iya.... dulu Om pernah ketemu satu kali sama adik kamu itu. apa kabar dia sekarang??". tanya Om Prabu.


" Baik Om...., sekarang dia sudah memimpin perusahaannya sendiri di negara kami." jawab Darren bangga.


"Wah.... bagus itu...., kalian memang hebat karena bisa menjadi pengusaha terkenal di usia muda kalian. " ucap Om Prabu memuji.


"anak anak Om juga hebat, mereka bahkan usianya lebih muda dari kami. " jawab Darren terkekeh.


"Ya... kalian semua memang patut di acungi jempol. " Om Prabu ikut terkekeh.


keduanya berbicara sambil terus berjalan menuju ruang makan karena sudah pasti saat ini penghuni rumah itu sedang sarapan di ruangan itu. Tuan Prabu langsung menyapa kedua anak anaknya yang sedang duduk sambil menikmati makanan di piring mereka masing masing.


"Selamat Pagi anak anak Papi..... " sapa Tuan Prabu sambil berjalan mendekat.


"Papi....., kapan sampainya?? ". tanya Zie.


keduanya terlihat sangat senang dengan kepulangan Papinya dan mereka bertanya hampir bersamaan lalu langsung menyalami Papinya secara bergantian.


" Kok Papi bisa bareng sama Kak Darren?? ". tanya Zie lagi.


"Papi baru saja sampai dan tadi tidak sengaja ketemu Darren di depan rumah. Papi memang sengaja tidak mengabari kalian karena Papi bisa pulang sendiri. Papi nggak mungkin kesasar kan pulang kerumahnya sendiri.? " Tuan Prabu menjawab pertanyaan dari Zie dan Marvin sekaligus. mereka sedikit terkekeh dengan candaan Tuan Prabu.


"hm...ya sudah, ayo duduk kak Darren dan juga Papi, kita sarapan dulu. " ajak Marvin.


"Dimana Cerry??" tanya Tuan Prabu yang tidak melihat menantunya ikut duduk disana.


"Cerry ada urusan keluar kota jadi pagi pagi sekali dia sudah pergi. " jawab Marvin.


Memang setelah mengetahui bahwa menantu dari Tuan Prabu Al Azhar memiliki sebuah butik, usaha milik Cerry itu langsung di banjiri oleh banyak pengunjung. tidak hanya yang ada di kota itu, bahkan banyak juga Dari luar kota yang memesan baju di butik milik Cerry.


Mereka semua akhirnya duduk di kursi masing masing lalu menikmati sarapan pagi bersama tanpa ada yang bicara lagi.


setelah selesai sarapan, Darren berpamitan kepada Om Prabu untuk berangkat ke kantor bersama dengan Zie. begitu juga Marvin yang juga pamit untuk berangkat kekantor.


"Zie...., sepertinya Kakak akan kembali ke negara Kakak dulu untuk beberapa waktu." ucap Darren. mereka berdua tengah berada di dalam mobil menuju perusahaan MK Group.


"Kapan itu?? memang ada apa kak?? bukannya kakak kemarin bilang masih banyak pekerjaan di sini yang belum Kakak selesaikan ya?? " tanya Zie.


"besok malam...., ya memang kakak memiliki banyak pekerjaan disini tapi ada sesuatu yang lebih penting yang harus kakak selesaikan terlebih dahulu di sana. lebih cepat selesai makan itu akan menjadi lebih baik." jawab Darren.


Darren akan menyelesaikan masalahnya dengan Arion. ia akan memberikan pengertian sedikit demi sedikit kepada Arion tentang hubungannya dengan Zie meski pada akhirnya besar kemungkinan Adiknya itu akan marah dan benci kepadanya nantinya. tapi mau bagaimana pun juga Arion harus tau yang sebenarnya.


"Apa kakak akan lama disana?? ". tanya Zie dengan raut wajah sedih.


sebenarnya Zie merasa berat jika harus LDR'n seperti dirinya dulu waktu bersama Zio. tapi Zie tidak bisa melarang Darren untuk tidak pergi kesana karena itu adalah Negaranya. tempat tinggal Darren memang di sana, jadi dengan berat hati Zie harus rela LDR'n untuk sementara waktu.


"Hey... jangan sedih seperti itu. Kakak hanya sebentar di sana. nanti setelah urusan kakak selesai, kakak pasti akan langsung kesini lagi. " jawab Darren tersenyum tampan sambil mengusap rambut Zie dengan sayang dan penuh kelembutan menggunakan satu tangannya sedangkan tangan yang satunya lagi memegang setir mobil yang mereka naiki saat ini. Zie menganggukkan kepalanya mendengarkan ucapan Darren meski hatinya merasa berat.


tak terasa mereka pun sampai di perusahaan MK Group, Darren langsung pergi ke perusahaannya sendiri setelah mengantar Zie. ia ingin segera menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum kembali ke negaranya untuk menemui sangat adik.


.


.


.


bersambung....


.


.


.