
Zie pulang dari kantornya tepat jam 4 sore. begitu sampai rumah ia langsung di suguhi pemandangan yang tidak mengenakkan dimana Cerry dan Tante Dewi yang sepertinya sedang bertengkar. ya sehabis sarapan semunya pulang kerumah Zie tidak terkecuali om Ibnu dan Tante Dewi.
"Pyaaaarrr.........." terdengar sesuatu yang terjatuh di lantai dan becah.
Zie menghela nafasnya melihat itu semua, ia sudah lelah bekerja tapi begitu pulang malah melihat keributan di rumahnya.
"Ada apa ini.....??". Tegur Zie begitu berdiri di dekat Tante Dewi yang sedang marah marah kepada Cerry.
"Zie... kamu sudah pulang??,ucap Tante Dewi kaget dengan kehadiran Zie. "ini loh Zie..., Cerry nggak becus banget jadi istri. masa di suruh bikinin teh saja nggak bisa. apa kata orang kalau tau menantu di keluarga Al Azhar tidak becus mengurus rumah." lapor Tante Dewi membesar besarkan masalah.
"Tante....!! tante jangan asal menyalahkan saya ya!! ini adalah gelas teh ke empat yang tante minta sama aku tapi nggak ada yang pas yang sesuai dengan mau tante sehingga tante membanting gelas itu. saya tau tante sengaja kan ngerjain saya biar saya terlihat buruk di mata orang lain!!". ucap Cerry tidak terima di salah salahkan oleh tante Dewi.
"Kamu ya....!! baru juga sehari jadi menantu di rumah ini tapi kamu sudah sok berkuasa disini. kamu bahkan berani membetak saya yang lebih tua dari kamu!! inget!! saya ini kakak mertua kamu jadi kamu harus menghormati saya!!". ucap Tante Dewi dengan nada semakin meninggi.
"Stop!!!...., kalian berdua apa apaan sih hah !?! baru juga sehari tinggal bareng udah ribut." Ucap Zie menengahi...., " Ceriry!! kamu masuk kamar!!". Perintah Zie dan Cerry pun menurut meski merasa sangat kesal. sedangkan Tante Dewi tersenyum dalam hati melihat Zie yang sepertinya lebih membela dirinya dari pada Cerry.
"Bi...Bibi.......,!!" Zie memanggil salah satu pelayan di rumah itu.
"iya Non....." jawab Pelayan itu yang langsung datang menghampiri Zie.
"tolong Bibi beresin pecahan gelas itu ya...." Perintah Zie.
"Baik Non....." jawab Bibi yang langsung pergi untuk mengambil alat kebersihan.
"Lain kali, tante bikin teh sendiri kalau buatan orang lain tidak sesuai dengan selera tante!!paham.....!!". ucap Zie kepada tante Dewi. ia pikir Zie telah membelanya tapi ternyata pikirannya salah. diantara mereka tidak ada yang Zie bela.
Zie lalu pergi begitu saja menaiki anak tangga menuju kamarnya. ia sudah cukup lelah bekerja dan ingin segera membersihkan diri. mungkin ia harus berendam di air hangat beberapa saat dengan aroma terapi untuk merileksasi tubuh serta fikirannya.
Hari sudah menjelang malam dan Zie baru saja selesai bersiap untuk pergi makan malam bersama Daren. Zie mendapat pesan dari Daren bawa dia sudah menunggu di bawah. baru saja Zie akan keluar kamar tapi tiba tiba pintu kamarnya telah di buka dengan kasar lebih dulu yang membuat Zie berjingat kaget dan pelaku yang telah membuatnya kaget adalah Marvin.
"Lo apa apaan hah.....!!". tanya Marvin yang sepertinya tengah menahan emosi.
"lo yang apa apaan, masuk kamar orang tiba tiba!! nggak bisa apa ketuk pintu dulu!!" semprot Zie.
"gue nggak mau bahas itu!!,"Sahut Marvin.
"Emang lo mau bahas apa??gue buru buru udah di tungguin".ucap Zie apa adanya.
"lo apa apaan tadi bentak istri gue?? lihat gara gara lo sampai sekarang dia masih nangis dan nggak mau makan malam!!" ucap Marvin kembali emosi.
Zie memincingkan matanya melihat Marvin karena tidak merasa telah membentak Cerry.
"Terus lo percaya kalau gue udah bentak dia??" tanya Zie dan Marvin mengangguk.
"iya..., dia istri gue. nggak mungkin kan dia bohong sama gue." jawab Marvin.
"terus gue siapanya lo??". tanya Zie balik.
"Adek gue lah...., pake nanya lagi." jawab Marvin dengan pasti
"Kalau gue bilang gue nggak ngelakuin apa yang Cerry bilang, lo percaya??". tanya Zie dan Marvin mengangguk. "terus menurut lo siapa di antara istri dan adek lo yang bisa di percaya??". tanya Zie lagi.
"Ya jelas lo lah....." jawab Marvin lagi.
"La terus....,lo masih percaya gitu kalau gue bentak Cerry??". ucap Zie yang membuat Marvin terdiam." udah lah Kak...., gue udah di tungguin. kalau lo pengen tau apa yang terjadi. ke ruang kerja gue aja sana, cek CCTV bagian depan TV sekitar jam 4 sore. lo bisa liat semuanya." jawab Zie santai.
"Malam Pi...., malam Kak......" sapa Zie begitu menghampiri Papinya dan Daren di ruang keluarga.
Zie terlihat sangat cantik dan anggun dengan pakaiannya saat ini. tapi juga tidak meninggalkan kesan tomboy nya yang selama ini menjadi ciri khasnya. begitu juga dengan penampilan Daren yang terlihat sangat tampan dan juga keren. Daren terlihat lebih muda dari biasanya yang menggunakan stelan jas.
" Putri Papi sudah siap ternyata...., " ucap Tuan Prabu tersenyum hangat kepada Zie. " Sudah sana berangkat biar nanti pulangnya tidak kemalaman." perintah Tuan Prabu yang melihat Zie malah duduk di sampingnya.
"Papi ikut kita makan malam di luar juga yaaaa....." ajak Zie sambil bergelayut manja di lengan sang Papi yang membuat Tuan Prabu tersenyum senang.ia lalu mengisi rambut panjang Zie yang tergerai dengan sayang.
"Papi makan malam di rumah saja bareng yang lain, sudah sana berangkat. kasihan Daren sudah menunggu dari tadi." ucap Tuan Prabu lagi.
"ya sudah kalau begitu...., Zie pergi sama kak Daren dulu ya...." Pamit Zie.
"iya sayang....," jawab Tuan prabu. "Daren..., jaga Putri om baik baik ya...." Pesan Tuan Prabu.
"Siap om...., Daren pasti jagain Putri Om dengan baik." jawab Daren tersenyum tampan.
Zie dan Daren bersalaman kepada Tuan Prabu secara bergantian. keduanya lalu pergi keluar dari dalam rumah Zie.
kali ini Daren membwa mobilnya sendiri tanpa menggunakan supir.
"Mau makan malam dimana kak.....??". tanya Zie. begitu mereka sudah berada di dalam mobil.
"Kamu saja yang menentukan, aku kan tidak terlalu paham kota ini." jawab Daren sambil tersenyum.
Ah....sungguh senyuman Daren sangat manis sekali. Zie sampai meleleh melihatnya. ingin rasanya Zie mengarungi Daren dan membawanya pulang kerumah. eh....tapi tanpa di karungipun Daren tadi sudah ada di remah Zie.
"Baik lah....., kita ke Kenangan Resto saja Kak. karena di kota itu hanya Kenangan Resto yang terkenal dengan menunya yang enak dan tempatnya yang nyaman dan juga mewah. gimana??" ajak Zie.
"Restoran yang tadi siang ya....??" tanya Daren dan Zie pun mengangguk. "Boleh...., lets go....." ucap Daren yang langsung tancap gas menuju restoran mewah itu.
"Aku reservasi tempatnya dulu ya Kak...." ucap Zie yang diangguki oleh Daren.
Zie menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan makan malam untuk dua orang di rooftop Restoran. tempat yang belum pernah Zie gunakan sebelumnya. pemandangan disana cukup bagus apalagi ketika malam hari, jadi beberapa waktu lalu Zie merenov rooftop restoran itu agar menjadi lebih bagus, nyaman dan juga indah.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.