
Mata Zie membola begitu tubuhnya berbalik dan menghadap kearah orang yang sudah membekap mulutnya dari bakang dan menghimpit tubuh kecilnya ke dinding. tadi ia sempat syok saat tiba tiba dirinya di bekap dan di seret dengan paksa oleh seseorang tapi kemudian Zie menghela nafasnya melihat wajah Darren yang tersenyum manis tepat di depan wajahnya tanpa rasa bersalah sambil melepas bekapan tangannya secara berlahan dari mulut Zie.
"kau membuatku lama menunggu Zie...., apa yang terjadi di dalam sana tadi?? kau baik baik saja kan??". tanya Darren menatap dalam kedua bola mata indah Zie. satu tangannya terangkat untuk menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Zie ke belakang telinganya.
tubuh keduanya masih dalam posisi saling berhimpitan tanpa ada celah di antara mereka. Zie sampai terpesona memandangi wajah tampan Darren dengan jarak yang begitu sangat dekat. Degup jantungnya juga langsung berpacu lebih cepat dari biasanya. bahkan Zie tidak merespon pertanyaan Darren barusan karena terlalu menikmati ketampanan sang kekasih. hal itu lagi lagi membuat senyum tampan Darren mengembang dengan sempurna. ia lalu sengaja meniup wajah Zie agar segera tersadar dari lamunannya.
"Terpesona hm......?? ". goda Darren yang langsung membuat Zie gelagapan dan Darren semakin melebarkan senyumnya melihat tingkah Zie yang sangat menggemaskan itu.
beruntung tiba tiba HP Zie berdering yang di sertai dengan getaran jadi ia bisa beralasan menerima telepon untuk menghindari godaan dari Darren yang mampu membuatnya salah tingkah.
"Hallo Rion..... " jawab Zie setelah menerima panggilan itu.
"Lo dimana Zie.....?? ". tanya Arion langsung.
tadi saat ia menggendong Andre, Arion masih merasa Zie berjalan di belakang mengikutinya. tapi begitu sampai di parkiran, ternyata Zie sudah tidak ada. Zie tiba tiba menghilang tanpa sepengetahuannya. ia sempat bingung kemana perginya Zie jadi Arion langsung membawa Andre dan meletakkan tubuh Andre dengan hati hati kedalam mobil lalu ia mengambil HP nya sendiri yang ada di dalam saku untuk menghubungi Zie dan mencari tau dimana keberadaannya saat ini.
"Gue masih ada urusan jadi lo harus antar Andre sampai ke hotel dengan selamat.!! ingat...!! ini semua adalah ulah dari Asisten lo dan temannya itu yang sudah membuat Sekertaris gue kaya gitu. jadi lo harus bertanggung jawab.!! pokoknya gue mau lo sendiri yang anterin dia sampai hotel!! awas kalau lo sampai macem macem sama Sekertaris gue!!" ucap Zie bernada memerintah dan langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak karena ia tahu betul pasti Arion akan melayangkan protes dengannya ketika di minta mengantarkan Andre kembali ke hotel seorang diri.
Darren terkekeh mendengar cara Zie memerintah Arion secara paksa. Adiknya yang keras kepala dan susah di atur itu mampu Zie kendalikan dengan mudah. ya memang seperti itu, Darren saja harus memakai paksaan bahkan ancaman untuk membuat Arion mau menuruti perintah kakaknya sendiri.
Arion yang sambungan teleponnya di matikan secara sepihak pun merasa sangat kesal. ia kesal mendapat perintah dari Zie untuk mengantar Sekertaris nya. bahkan ia belum tau dimana posisi Zie saat ini tapi telepon yang sudah langsung dimatikan.
"Sungguh menyebalkan....!! untung sayang.....!! ". kesal Arion sambil melihat layar hpnya yang sudah menggelap. " ini semua gara gara Chen dan temannya itu!!! dia yang berbuat salah, gue yang harus bertanggung jawab. awas saja kalian berdua!! gue akan buat perhitungan!! ". Arion terus ngedumel tidak terima tapi dia tetap menjalankan perintah Zie untuk mengantarkan Sekertaris itu kembali ke hotel.
selama perjalanan menuju Hotel, Arion terus berfikir tentang apa yang sebenarnya terjadi. kenapa bisa Zie itu Nona Kei?? dan kenapa Sekertaris Zie ini bisa tidak sadarkan diri dan membuat Zie marah marah?? lebih parahnya lagi rencana kerja sama yang nantinya akan sangat menguntungkan malah gagal. kali ini Asisten Chen benar benar sangat mengecewakan karena tidak bacus dalam menjalankan tugasnya.
"Kenapa kakak mentertawakanku?? apa ada yang lucu....?? ". tanya Zie kepada Darren tapi Darren hanya menggelengkan kepalanya.
" ikut kakak..... " ucap Darren yang langsung menggandeng tangan Zie dan mengajaknya pergi dari tempat penuh maksiat itu.
Kini keduanya sudah berada dalam mobil mewah Darren yang entah mau kemana karena Zie pun tidak tau.
"Sekarang ceritakan padaku apa yang terjadi di Bar tadi?? kenapa Sekertarismu bisa tidak sadarkan diri.??. " tanya Darren lagi sambil terus fokus mengemudikan mobilnya.
sesekali ia menoleh kearah Zie yang ternyata gadis itu tengah memperhatikan dirinya dalam diam.
"ada apa Zie....?? kenapa kamu menatapku seperti itu hm??". tanya Darren tersenyum sambil mengulurkan sebelah tangannya mengusap sayang rambut Zie. Zie hanya menggeleng dan tersenyum manis kepada Darren.
Hati Zie terasa menghangat setiap kali mendapat perhatian dan perlakuan yang Darren berikan untuknya.
"Kenapa aku baru sadar kalau Kakak ternyata sangatlah tampan. apa lagi kalau sedang tersenyum seperti itu. " ucap Zie memuji Darren secara terang terangan. lagi lagi Darren menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Zie barusan.
Darren sendiri juga tidak tau kenapa ia sering tersenyum jika sedang bersama Zie saja. entahlah... ia selalu merasa sangat bahagia jika sedang bersama seseorang yang mampu menggetarkan hatinya.
"jadi sekarang Nona Kei sudah pandai menggombal ya ternyata?". sindir Darren.
" hehee....., aku tidak bisa menggombal Kak. yang aku katakan barusan itu fakta. tidak ada unsur menggombal di dalamnya. " jawab Zie sambil tertawa.
"Benarkah.....??". tanya Darren memastikan dan langsung di jawab dengan anggukkan kepala dari Zie. "baik lah..., tapi ingat, kakak tidak mengijinkan kamu berkata seperti itu di hadapan orang lain. " ucap Darren mengingatkan.
"Kenapa.....?? ". tanya Zie tidak mengerti.
"ish.... dasar pacar posesif. " sahut Zie mencebikkan bibirnya yang mana malah membuat Darren semakin gemas di buatnya.
Darren lalu membelokkan mobilnya ke sebuah restoran yang cukup mewah. ia tahu bahwa Zie pasti belum makan, walaupun sebenarnya ini sudah lewat dari jam makan malam tapi Darren tidak akan membiarkan gadis kecil kesayangannya ini kelaparan.
setelah selesai makan malam, Darren mengajak Zie pergi ke suatu tempat yang Zie sendiri tidak tau Darren akan membawanya kemana. ini adalah pertama kalinya Zie mendatangi negara K jadi ia belum tau betul semua jalan yang ada di sana.
"dari tadi kau belum menjawab pertanyaanku Zie. " ucap Darren saat keduanya berada di dalam mobil.
"Pertanyaan yang mana kak....?? ". tanya Zie.
" kamu belum menceritakan kejadian tadi di Bar. " jawab Darren.
"oh... yang itu...., " ucap Zie lalu menghela nafasnya sebelum menceritakan kejadian tadi kepada Darren." aku sudah membatalkan rencana kerja sama itu." lanjut Zie.
" Kenapa.....?? ". tanya Darren penasaran pasalnya ia tau kerja sama itu akan memberikan keuntungan yang sangat besar bagi kedua belah pihak. akan sangat di sayangkan jika kerjasama itu batal.
Zie akhirnya menceritakan semuanya dari awal perubahan waktu dan tempat pertemuan, sampai dimana ia marah besar saat teman dari Asisten Chen mencoba melecehkan Andre beruntung Zie kembali keruangan itu tepat waktu. Zie juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Arion yang sudah bersikap tidak Profesional menurutnya.
"Tapi kamu tidak papa kan Zie?? ". tanya Darren khawatir. pantas saja, ia merasa gelisah saat menunggu Zie di lantai bawah ternyata memang terjadi sesuatu di dalam ruangan itu.
Marah...., tentu saja Darren marah mengetahui bahwa gadis kecil kesayangannya mendapat perlakuan buruk dari Asisten adiknya. tapi ia berusaha keras untuk tidak menunjukkan kemarahannya di hadapan Zie. hanya setir mobil yang tau bagaimana kerasnya cengkraman tangan Darren saat ini.
" Aku baik baik saja kak, dari awal aku sudah merasa akan ada hal buruk yang akan terjadi di tambah lagi aku memang tidak bisa minum minuman beralkohol makannya sebisa mungkin aku menghindari minuman yang memabukkan itu. beruntung aku belum sempat makan atau minum sesuatu di dalam ruangan itu. jika sampai itu terjadi mungkin aku juga akan kehilangan kesadaran seperti yang Andre alami. " jawab Zie.
Membayangkan apa yang akan terjadi pada Zie jika sampai Zie mengalami hal yang sama seperti sekretarisnya membuat Darren semakin mengeratkan cengkraman tangannya pada setir mobilnya. mungkin jika setir itu bisa bicara makan ia akan mengadu dan menjerit kesakitan.
tidak terasa kini mereka sudah sampai di tempat tujuan. ternyata Darren kali ini membawa Zie mengunjungi Namsan tower, salah satu destinasi wisata yang menjadi icon Negara ini.
.
.
.
.
.
bersambung....
.
.
.
.
.