
Setelah makan malam bersama, Darren dan Morgan kembali ke ruang kerja. pekerjaan Darren memang sangat banyak, ia sengaja ingin menyelesaikan semua pekerjaannya untuk seminggu kedepan sekarang juga. Sedangkan Zie sendiri kembali kedalam kamar Darren dan sibuk nonton drakor lewat canel YT yang di sambungkan ke TV besar berlayar datar yang menempel di dinding kamar Darren. Drakor yang di pilih Zie saat ini menceritakan seorang wanita cantik bertubuh mungil tetapi memiliki kekuatan yang sangat besar. film itu bergenre action, percintaan, dan juga komedi. pokoknya sangat menghibur, Zie sendiri sampai tertawa tawa melihat drakor strong women itu.
Sebenarnya Zie ingin kembali ke hotel sendiri saja apabila Darren memang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Zie tidak enak hati meninggalkan Andre sendirian di hotel. tapi Darren tidak mengijinkan Zie untuk pergi sendiri. ia bersikeras akan mengantar Zie nanti setelah pekerjaannya selesai sebentar lagi. begitu kata Darren saat meminta ijin kepada Zie ketika akan kembali masuk ke ruang kerja bersama Morgan.
Zie sudah memberikan kabar kepada Andre melalui pesan singkat bahwa ia sedang bersama Darren, setidaknya Andre tidak akan mengkhawatirkannya kalau ia pulang malam. Andre tentu saja menanggapi pesan Zie dengan penuh pengertian, ia sendiri juga sama seperti Zie yang tengah menonton Drama kesukaannya.
...,, ______,, _____,, ______,,...
"Kemana Zie...., kenapa sampai jam segini dia belum kembali juga. " ucap Arion yang tengah duduk gelisah di lobi hotel yang Zie tempati. sudah cukup mala ia menunggu kedatangan Zie.
setelah berkelahi dengan kakaknya, Arion langsung pergi menuju hotel dimana Zie menginap. ketika ia menanyakan Zie pada resepsionis, mereka bilang Zie dan Sekretarisnya belum kembali. akhirnya ia memutuskan untuk menunggu kepulangan Zie di lobi hotel.
ia ingin segera menemui Zie dan mengungkapkan perasaannya. ia berharap Zie mau memberi kesempatan padanya untuk membuktikan bahwa rasa sayang dan cintanya lebih besar di banding rasa yang di miliki Darren untuk Zie. Arion yakin meskipun sedikit, Zie pasti memiliki rasa kepada Arion.
tapi sayangnya sampai saat ini orang yang Arion tunggu belum juga kembali, tadi siang ia hanya melihat Sekretarisnya Zie yang datang sendirian. dimana Zie, Arion tidak tau karena ia juga tidak menanyakannya kepada Sekretarisnya Zie.
disinilah Arion yang masih setia menunggu Zie di sofa putih yang ada di lobi hotel dengan piring, cangkir dan gelas kosong berjajar di atas meja yang ada di hadapan Arion. walau kata orang menunggu itu hal yang sangat membosankan, tapi demi cinta Arion rela melakukannya walau akhirnya sia sia.
...,, _______,, _______,, _______,,...
Akhirnya Darren telah berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam dan Morgan langsung pamit pulang begitu semua pekerjaan sudah beres.
"(Nona kenzie ternyata membawa pengaruh positif kepada taun muda, buktinya selama tadi saya menemaninya bekerja Tuan Muda sangat bersemangat dan pekerjaan sebanyak itu mampu diselesaikan hari ini. semoga mereka berjodoh dan Tuan Muda bisa merubah sikapnya menjadi sedikit lebih hangat.)" batin Morgan sambil melenggang berjalan keluar dari apartemen Darren.
Darren berjalan menuju kamarnya dan masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. ia tersenyum mendapati Zie yang sudah tertidur di atas ranjang king size berwarna putih yang super empuk miliknya.
ia lalu duduk di sisi ranjang sambil memperhatikan wajah Zie yang tetap terlihat cantik meskipun sedang tertidur. tangannya terulur menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Zie.
"Maaf sudah membuatmu lelah menunggu. " ucap Lirih Darren lalu mengecup kening Zie dengan penuh kasih sayang.
Darren tidak tega jika harus membangun kan Zie yang sudah terlelap. biarlah malam ini gadis kecil kesayangannya ini menginap di apartemennya. toh ia tidak akan berbuat yang macam macam terhadap Zie.
laki laki itu lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu berganti baju dan pergi untuk beristirahat karena ia juga merasa lelah. tetapi suara dering HP yang ada di samping Zie tidur menyita perhatiannya. disana tertera nama sekretarisnya yang tengah memanggil.
ia lalu mengambil HP Zie dan berjalan keluar ke balkon yang ada kamarnya untuk menerima panggilan itu agar tidak mengganggu tidur Zie.
"Hallo Zie......, lo dimana?? ini sudah malam, kenapa belum kembali?? ". tanya Andre dengan nada khawatir begitu teleponnya di angkat. besok pagi mereka harus pergi ke bandara untuk kembali ke negara N tetapi sampai malam begini Zie belum juga kembali. padahal ia juga belum mem packing barang barangnya.
" Hallo Sekretaris Andre. Zie sudah tertidur pulas di apartemen saya. saya tidak tega membangunkannya jadi malam ini biarkan dia menginap disini. " jawab Darren memberi tahu.
"Eh...., Tuan Darren. " kaget Andre. "maaf Tuan, tapi besok pagi kami harus ke bandara dan Zie belum membenahi barang bawaannya. " ucap Andre memberi tahu. sebenarnya ia cukup penasaran karena Zie bermalam di apartemen Darren tapi Andre tidak mau berfikir yang macam macam karena Andre cukup mengenal Zie dengan baik.
"Bisakah anda menolong Zie untuk membereskan barang bawaannya, besok pagi pagi sekali saya akan menjemput anda dan mengantar kalian ke bandara untuk pulang ke negara N. " tanya Darren.
"Baik Tuan. " jawab Andre lalu sambungan telepon pun terputus.
Baru saja Darren ingin masuk kembali kedalam kamar, HP Zie kembali berdering. kali ini nama Arion yang tertera di layar itu.
"ada apa Arion menelpon Zie malam malam begini?? ". gumam Darren tidak suka. tentu saja ada rasa cemburu yang hinggap di hati Darren karena ia sangat mencintai dan menyayangi Zie. apa lagi Darren tau bahwa Arion juga mencintai Zie. tapi laki laki itu lalu mengangkat telpon dari Arion karena ingin tau untuk apa adiknya ini menelpon Zie.
" Hallo Zie...., kamu dimana?? ". tanya Arion langsung begitu teleponnya tersambung.
" Zie sudah tidur. " jawab Darren datar.
"KAKAK......!?!." kaget Arion. "dimana Zie...?? kenapa HP nya ada sama lo!?!." tanya Arion sedikit berseru.
ia mengkhawatirkan Zie saat ini. bagaimana bisa malam malam seperti ini Zie ada bersama Darren. pikirannya sudah travelling kemana mana.
"sudah ku katakan kalau Zie sedang tidur jadi sebaiknya tutup telponmu dan jangan ganggu dia lagi. " jawab Darren sedikit menekankan kata katanya.
"jangan macam macam lo kak?? dimana Zie...., jangan lo apa apakan!! kasih HP nya sama dia biar gue jemput dia sekarang!!. " ucap Arion kesal. ia tidak suka jika zie ada bersama Darren malam malam begini.
"nggak perlu. gue bisa jaga Zie jadi lo tenang aja, dia aman sama gue." jawab Darren lalu memutuskan sambungan telepon dan menonaktifkan HP Zie.
"Rion...., Ck gue bukan laki laki brengsek yang suka ambil kesempatan. gue sayang sama Zie dan gue akan selalu menjaga dan melindungi dia sampai kapanpun." decak Darren kesal dengan ucapan adiknya barusan yang secara tidak langsung menuduhnya yang tidak tidak.
ia masuk kedalam kamar dan meletakkan HP Zie di atas nakas yang ada di samping tempat tidur. laki laki itu lalu merebahkan dirinya di atas sofa panjang yang berada tak jauh dari ranjang yang di tiduri Zie. meskipun kurang nyaman tapi pada akhirnya ia tertidur juga.
sedangkan Arion pergi meninggalkan AA Hotel dengan perasaan kesal. pikirannya benar benar travelling kemana mana.
"kemana gue harus mencari keberadaan Zie?? apa iya kakak dan Zie menghabiskan malam bersama?? tidak tidak.....!!itu tidak mungkin, zie bukan gadis yang seperti itu." Arion menepis pikirannya sendiri. "tapi tadi HP Zie ada sama Kak Darren, berati mereka memang sedang bersama saat ini. apa jangan jangan Kak Darren yang memaksa Zie." Arion benar benar pusing di buatnya. ia merasa sangat tidak suka jika benar Zie bersama Darren saat ini.
"Haaaahhh....... kemana Kak Darren membawa Zie pergi saat ini??. " ucap Arion mendes*h frustasi sambil mengacak acak rambutnya sendiri.
yang membuat Arion kesusahan mencari keberadaan Darren karena Darren yang memang memiliki banyak tempat tinggal. ada markas, beberapa resort, beberapa apartemen, beberapa rumah pribadi dan mansion pun ada dan semua itu memiliki jarak yang berjauhan. tidak mungkin Arion mendatangi tempat itu satu persatu.
akhirnya Arion memutuskan untuk tidak mencari Zie dan pulang ke rumahnya sendiri. biar besok saja ia akan menemui Zie kembali.
...,, _______,, _______,, ________,,...
Ke esokan harinya, Zie bangun lebih awal dari biasanya. bahkan langit saja masih terlihat gelap dan matahari belum menampakkan sinarnya tapi gadis cantik itu sudah membuka matanya karena merasa sudah tidur terlalu lama. Zie bangun dan duduk bersandar sambil melihat sekeliling ruangan itu.
"ternyata masih berada di tempat yang sama dengan semalam."batin Zie.
Zie tersenyum melihat laki laki tampan yang masih tertidur di atas sofa tak jauh dari ranjangnya. ia bahkan tidak tau jam berapa Darren menyelesaikan pekerjaannya dan masuk kedalam kamar.
Zie beranjak dari atas tempat tidur dan berjalan masuk kedalam Walk in closet untuk mengambil baju ganti yang akan ia pakai di dalam kamar mandi nanti karena di kamar ini ada Darren. tidak mungkin kan selesai mandi ia hanya memakai handuk dan berjalan dari kamar mandi ke walk on closet.
jadi ia lebih memilih aman dengan berganti pakaian di dalam kamar mandi langsung.
Selesai mandi dan berpakaian rapi, Zie memoles wajahnya dengan riasan tipis dan natural yang membuat wajahnya semakin cantik dan fresh. setelah itu, Zie berjalan mendekat kearah Darren yang masih tertidur dalam posisi telungkup bermaksud untuk membangunkannya. ia harus segera ke hotel karena pagi ini ia akan kembali ke negara N. bahkan ia belum mengemasi barang barangnya yang ada di hotel.
Zie tidak langsung membangunkan Darren ketika sudah berada di dekatnya. ia mengamati wajah tampan Darren yang sedang memejamkan matanya.
"Tampan........ ". ucap Zie lirih sambil tersenyum kecil. jari tangannya yang usil mencolek sedikit ujung hidung Darren.
Kulit putih tanpa jerawat, hidung mancung, alis tebal, bibir yang berwarna pink alami menjadi kombinasi yang sangat pas di wajah Darren. rambut acak acakan nya justru menambah pesona ketampanan Darren.
Zie benar benar mengagumi pahatan sempurna ciptaan Tuhan yang ada di hadapannya ini. sangat tampan meskipun sedang tertidur. Zie masih terdiam berjongkong sambil mengamati wajah sang pujaan hati hingga terdengar suara yang membuat Zie berjingkat kaget.
"Sudah puas.....?? ". tiba tiba Darren berucap yang mana buat Zie kaget dan hampir terjengkang kebelakang.
Laki laki tampang yang sedari tadi ia pandangi tiba tiba membuka matanya dan tersenyum tipis melihat Zie yang masih berekspresi kaget.
"kakak mengagetkan ku..... ". ucap Zie sambil mengusap dadanya.
" Kakak tampan ya....??".tanya Darren yang langsung di jawab Zie dengan reflek.
"banget..... " ucap Zie lalu yang langsung menutup mulutnya dengan tangan. malu.
bisa bisanya mulutnya ini secara cepat menyetujui ucapan Darren.
Darren melebarkan senyumnya mendengar jawaban Zie, gadis kecilnya ini sedang memuji ketampanannya secara terang terangan. ia lalu bangun dan duduk bersandar di sofa mengumpulkan nyawanya yang terpisah pisah saat tidur tadi.
sebenarnya tadi Darren memang masih tertidur, tetapi ia merasa ada yang mencolek hidungnya sehingga membuatnya terbangun. ternyata gadis kecilnya ini yang tengah memandangi wajahnya sambil berjongkok di hadapannya. ia sengaja membiarkannya karena ingin tau apa yang akan Zie lakukan, setelah cukup lama baru ia membuka mata.
"Kamu sudah rapi Zie.....??, ini bahkan masih terlalu pagi." tanya Darren yang melihat Zie sudah berpakaian rapi dan sangat cantik.
Zie tersenyum lalu ikut duduk di samping Darren.
"maaf kalau aku mengganggu tidurmu tapi, Aku harus kembali ke hotel secepatnya Kak barang barangku disana belum di kemas. kenapa semalam kakak tidak membangunkanku?? kakak tidak lupa kan kalau pagi ini aku harus kembali ke negara N. " jawab Zie dengan raya wajah sedikit bersedih.
Darren menoleh kearah Zie lalu memeluk gadis kecil itu dari samping.
"Kenapa sedih....??, kamu tenang saja, semalam Sekretarismu telpon menanyakan keberadaanmu. aku sudah memberitahunya kalau kamu tidak pulang malam ini sekalian memintanya untuk membantumu mengemasi barang barang yang ada di hotel. maaf kalau semalam kakak tidak membangunkanmu, kakak tidak tega melakukannya karena kamu sepertinya kelelahan dan tertidur sangat lelap. " jawab Darren sambil memejamkan matanya menghirup dalam dalam Aroma tubuh Zie yang menenangkan.
"em.... tidak papa kak. makasih ya....., sudah meminta Andre untuk mengemasi barang bawaanku, jadi nanti tidak terlalu buru buru balik ke hotelnya." ucap Zie. " aku sedih karena sebentar lagi kita akan kembali berjauhan. " jawab Zie seraya mengeratkan pelukan nya kepada Darren.
"Siapa bilang kita akan berjauhan.....?? ". tanya Darren tanpa melepas dekapannya kepada tubuh kecil Zie.
" aku barusan....., " jawab Zie dengan cepat.
"itu tidak akan terjadi karena Kakak akan ikut bersama kamu untuk kembali ke Negara N. " jawab Darren
"Beneran.....?? " tanya Zie tidak percaya tapi ada rasa senang yang hinggap di hatinya. "tapi kerjaan kakak gimana?? " tanya Zie lagi.
"Beneran sayang......, Kakak bahkan kemarin bela belain lembur sampai malam demi menyelesaikan pekerjaan kakak untuk beberapa hari kedepan agar kakak bisa santai selama berada di negara N." jawab Darren.
"Seriusan....?". tanya Zie mendongak menatap wajah Darren yang sedang memeluknya." Aaaa....... kakak memang yang terbaik. "ucap Zie lagi begitu melihat anggukkan kepala Darren membenarkan ucapannya.
" Ya sudah...., kakak mau mandi dan siap siap dulu. setelah itu kita sarapan bersama di luar. " ucap Darren yang di anggukki kepala oleh Zie.
Darren melepas pelukkan nya dan beranjak dari duduknya setelah meninggalkan ciuman sayang di kening Zie. Laki laki tampan itu lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.
.
.