Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Lamaran



Tidak terasa kini mereka sudah sampai di tempat tujuan. ternyata Darren kali ini membawa Zie mengunjungi Namsan tower, salah satu destinasi wisata yang menjadi icon Negara ini.


senyum Zie mengembang dengan sangat cantik dengan kedua mata yang berbinar senang melihat keindahan yang ada di depan matanya.


"Kakak... ini sangat cantik sekali. " ucap Zie dengan cerianya.


melihat wajah Ceria Zie, amarah Darren yang sedari tadi ia tahan menguap begitu saja.


"Kamu suka.....?? " tanya Darren tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Zie.


menurut Darren melihat wajah cantik Zie saat tersenyum bahagia mengalahkan keindahan apapun. Zie hanya menoleh kearah Darren lalu menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita naik keatas menara...., kita bisa menikmati keindahan malam hari di kota ini dari atas sana. " ajak Darren lalu turun dari dalam mobilnya.


Darren berjalan memutari mobil lalu membukakan pintu untuk Zie.salah satu tangannya ia letakkan di atas pintu mobil mencegah Zie agar tidak terbentur.


"Terimakasih..... " ucap Zie tersenyum senang mendapat perlakuan manis dari Darren.


Keduanya lalu berjalan bersama menuju menara untuk bisa naik ke puncak tertinggi Namsam tower. begitu mereka sampai di atas menara, mata mereka langsung di manjakan dengan pemandangan malam yang sangat indah. banyaknya lampu yang menyala di kota itu terlihat bagaikan taburan bintang di mana mana. setelah cukup lama berada di atas menara., Darren lalu mengajak Zie turun ke tempat di mana terdapat banyak sekali gembok warna warni yang terpasang di dinding ataupun pohon.


"kenapa banyak sekali gembok warna warni di pasang di sini kak??". tanya Zie yang memang tidak tau.


" ini namanya gembok cinta....., katanya bagi siapapun pasangan yang menulis nama mereka di satu gembok dan di pasang di sini maka cinta mereka akan abadi selamanya." jawab Darren menjelaskan.


"owh... pantas saja gemboknya jadi banyak banget sampai bertumpuk tumpuk gitu. apa hal itu bisa menjadi kenyataan?, menjadi pasangan selamanya?." tanya Zie tidak yakin.


"tidak tau...., kita coba saja." jawab Darren. "ayo ikut kakak...". Darren langsung menarik tangan Zie untuk berjalan menuju toko saufenir yang masih buka di sana.


ia membeli sebuah gembok dan menulis namanya dan juga nama Zie untuk di pasang di dinding bersama gembok gembok yang lainnya. keduanya saling melempar senyum satu sama lain saat gembok itu sudah terpasang. Darren lalu membuang kuncinya di tempat yang sudah di sediakan. setelah itu ia berdiri menghadap Zie dan meraih kedua tangannya untuk ia gengam.


"meskipun tidak tau kebenarannya tapi kakak harap kita akan menjadi pasangan yang saling menyayangi untuk selamanya." ucap Darren yang langsung diamini oleh Zie.


Darren lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna navy dari balik jas yang ia kenakan saat ini. Zie menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat Darren berlutut di depannya lalu membuka kotak itu di hadapannya. sebuah cicin berlian yang berkilau sangat cantik yang ada didalam kotak itu.


"kakak memang bukan laki laki romantis yang pandai merangkai kata kata untuk pujaan hatinya. tapi dengan segenap cinta dan ketulusan hati yang kakak miliki untukmu, ijinkan kakak selalu ada disisimu. menjadikanmu kekasih halalku, menjadikan mu pelengkap hidupku yang tak sempurna dan meraih kebahagiaan bersama. "Kenzie al azhar will you marry me?? ". kata kata itu lolos begitu saja dari bibir Darren dengan kesungguhan hati.


sebuah lamaran yang memang jauh dari kata romantis karena memang tidak direncanakan sebelumnya. berpisah beberapa hari dengan Zie sudah cukup menguji perasaan Darren kepadanya karena setiap saat hanya Zie yang ada di hati dan pikirannya. ia benar benar sangat merindukan gadis kecil kesayangannya dan bertekat akan menjadikan Zie miliknya seutuhnya.


Zie tentu saja merasa sangat bahagia mendapat perlakuan manis dari Darren, meski bisa di bilang kurang romantis tapi hal itu sangat berkesan bagi Zie. sebuah ungkapan cinta yang terdengar begitu tulus tanpa di buat buat.


"Yes i will........ " jawab Zie dengan senyum yang sangat cantik.


Zie tidak menyangka malam ini Darren melamar dirinya. sungguh kejutan yang sangat membahagiakan.


mendengar jawaban Zie, Darren pun turut tersenyum bahagia. ia kemudian meraih tangan kiri Zie lalu menyematkan cincin berlian itu di jari manisnya. Cincin yang berukuran tidak terlalu kecil dan tidak besar juga tapi sangat pas dan cantik di jari manis Zie. jangan di tanya berapa harga untuk satu cincin berlian yang Darren berikan untuk Zie saat ini. yang jelas harganya cukup fantastis untuk sebuah cincin berukuran sedang karena berlian tanpa warna itu ia pesan langsung dari Amerika.


Darren kembali berdiri di hadapan Zie setelah mencium tangan Zie, ia lalu membawa Zie kedalam dekapan nya menumpahkan segala rasa bahagianya dengan sebuah pelukkan. Zie pun membalas pelukan Darren dengan melingkarkan tangannya di pinggang kokoh Darren.


"I love you sayang...... " bisik Darren di dekat telinga Zie. ia juga mendaratkan ciumannya beberapa kali di puncak kepala Zie.


"I love you too kak..... " jawab Zie dengan senyum bahagia.


malam ini Namsan tower menjadi saksi bisu betapa bahagianya sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.


Darren lalu mengantar Zie kembali ke hotel karena malam sudah semakin larut.


Berbeda dengan Zie dan Darren yang malam ini sedang merasakan kebahagiaan, Arion justru merasa kesal karena mendapat tugas dari Zie untuk mengantar sekertaris Andre yang sudah hilang kesadaran. sepanjang perjalanan menuju hotel Arion terus saja menggerutu karena Zie menghilang begitu saja. kalau bukan karena Zie, Arion tidak akan mau repot repot mengantar sekertaris Andre seperti saat ini. ia bisa saja menyuruh anak buahnya yang lain untuk mengantar sekertaris Andre, hanya saja Arion tidak ingin membuat Zie semakin marah padanya jika tidak menuruti perintah Zie yang menyuruhnya langsung yang mengatarkan sekertaris nya.


"S*al....., Chen yang bikin ulah gue yang harus bertanggung jawab.!! lagian Zie pergi kemana sih....?? kenapa tiba tiba menghilang begitu saja. mana sudah malam. gue harus cari dia sekarang juga. gue nggak mau terjadi apa apa dengannya. " ucap Arion.


setelah mengantarkan Sekertaris Andre ke kamarnya dengan di bantu salah satu pelayan hotel, Arion langsung pergi menuju Bar itu kembali berharap Zie masih ada di sana. tapi sayangnya harapan Arion sia sia, ia tidak menemukan Zie di tempat itu.


"Sebenarnya lo kemana sih Zie....?? jangan buat gue khawatir. " gerutu Arion.


Ia keluar dari Bar itu dan masuk kedalam mobilnya untuk pergi mencari Zie di tempat lain. ia mengeluarkan HP nya untuk menghubungi Zie kembali dan ia merasa lega karena akhirnya telepon itu pun tersambung.


"Hallo Zie, lo dimana sekarang.....?? ". tanya Arion begitu Zie mengangkat teleponnya.


"gue masih di jalan...., sebentar lagi sampai di hotel. " jawab Zie.


"Baik lah kalau begitu gue kesana sekarang. " ucap Arion yang membuat dahi Zie berkerut.


"Apa lo belum mengantarkan Andre kembali ke hotel?? ". tanya Zie


" Sudah...., tapi gue mau ketemu sama lo. gue khawatir sama lo. " jawab Arion.


"tidak perlu. ini sudah malam, sebaiknya lain waktu saja ketemunya. lagian gue baik baik saja jadi tidak perlu khawatir. " jawab Zie.


Arion pun melihat jam branded yang melingkat di tangannya yang menunjukkan pukul 11 malam. akhirnya Arion menurut untuk bertemu Zie lain waktu karena memang saat ini hampir tengah malam. ia tidak mau mengganggu waktu istirahat gadis yang ia sayangi.


"Baik lah....., kalau ada apa apa langsung hubungi gue. " ucap Arion mengalah.


"Hm..... " jawab Zie bergumam lalu merekapun mengakhiri panggilan telepon.


Darren juga langsung pamit pulang setelah mengantar Zie hingga sampai depan kamar hotel termewah yang Zie tempati bersama sekertaris nya di hotel itu.


"Kakak langsung pulang ya....., good Night... " pamit Darren kepada Zie dan Zie pun mengangguk. tidak lupa Darren juga meninggalkan jejak sayang di kening Zie.


"hati hati di jalan ya kak...., Night too... ".ucap Zie lalu masuk kedalam kamarnya.


Darren melangkahkan kakinya dengan ringan menuju mobilnya yang terparkir. tinggal satu masalah yang harus Darren selesaikan yaitu Arion. ia harus memikirkan bagaimana caranya memberi tahu adiknya itu bahwa ia sudah melamar Zie, seorang gadis yang juga di sukai oleh Arion. Darren harap, Arion bisa menerima kenyataan ini dengan lapang dada.


.


.


.


.


Bersambung.....


.


.


.


.