Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Pencuri



Marvin berjalan menuju kantin setelah Mif beri tahukan dimana Zie berada. ini adalah pertama kalinya sang pemimpin perusahaan menginjakkan kakinya di kantin kantornya. tentu saja kedatangan Marvin siang itu menjadi pusat perhatian seluruh karyawan yang ada di kantin saat itu. Marvin mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang adik sultannya. cukup laa Marvin menemukan sosok Zie karena disana cukup banyak para Cleaning Servis yang sedak duduk menikmati makan siangnya dengan memakai seragam yang sama.


"(Zie....zie...., lo tu aneh!! orang mah pasti pengennya kerja di kantoran dengan posisi jabatan yang tinggi dan menjadi orang kaya. lah elo malah sebaliknya, pengen jadi orang biasa bahkan skarang malah jadi OG di kantor lo sendiri. ada ada aja kelakuan lo!!)" gumam Marvin dalam hati.


Marvin tersenyum tipis ketika menemukan keberadaan Zie yang sedang duduk menikmati makan siangnya dengan seorang cowok.


dengan cepat Marvin menghampiri Zie di ikuti Mif yang juga berjalan di belakang Marvin.


"Lo disini ternyata......." ucap Marvin yang sudah ada di dekat Zie dengan senyum tampan yang terus mengembang ke arah Zie.


"Uhuk.......uhuk......" Zie tersedak makanan yang sedang ia makan begitu melihat Marvin datang. Arion langsung menyodorkan minumannya secara reflek kearah Zie dan Zie langsung meminumnya.


Marvin langsung duduk di samping Zie tanpa ijin terlebih dahulu sedangkan Mif duduk di samping Arion tepatnya di kursi yang berada di depan Zie. Arion hanya diam saja karena setaunya Asistem Mif itu adalah teman Zie. sedangkan Tuan Ma, Arion tidak tau dan tidak mau tau ada hubungan apa Zie dengan Tuan Muda itu. kini Zie lah yang menjadi pusat perhatian di kantin itu karena dia adalah seorang OG yang di hampiri oleh Tuan Muda Ma dan Asisten Mif.


Zie menajamkan pandangannya kepada Mif bak elang yang melihat mangsanya. Mif menelan salivanya sendiri dengan susah payah karena ia menyadari telah membuat kesalahan kepada Nona Bosnya.


ya... kesalahan Mif adalah tidak mencegah Marvin untuk menemui Zie sehingga penyamaran Zie menjadi cleaning servis terancam ketahuan.


..."(Mati gue......, gue udah bikin kesalahan kali ini. Nona Zie bakal marah banget ini pasti. lihat saja tatapan tajamnya itu, seolah ingin menelanku hidup hidup)" gumam Mif dalam hati merinding ngeri....


"Jadi sudah sedekat apa hubungan kalian sehingga minum saja dari satu gelas yang sama, oh....sungguh so sweet......" sindir Marvin cengengesan yang melihat Zie minum minuman dari Arion tadi.


suasanya mencekam tadi berubah menjadi kikuk begitu Marvin berkata seperti itu. Baik Arion dan Zie baru menyadari bahwa mereka minum dari satu gelas yang sama. itu benar benar tidak sengaja, Arion yang reflek memberi minum kepada Zie yang tersedak sedangkan Zie yang buru buru minum karena makanan yang membuatnya tersedak sehingga keduanya tidak menyadari minuman siapa yang di berikan dan di minum.


"ehm.....," dehem Zie menetralkan perasaannya. "Asisten Mif..., sepertinya anda mengajak orang yang salah untuk duduk di sini bersama saya. lihat pandangan semua orang yang ada di kantin ini?? mereka seolah oleh ingin memangsa saya." ucap Zie sambil melototkan matanya kepada Mif memberi kode bahwa ia cukup kesal dengan keberadaan mereka berdua yang menyita perhatian seluruh karyawan di kantin.


"(Nona...., apa kau sadar bahwa tatapanmu lebih mengerikan dari meteka semua.)" gumam Mif dalam hati. tatapan Zie cukup membuatnya takut hingga mengeluarkan keringat dingin di dahinya.


"Tu tuan...., sebaiknya kita pergi dari sini." ucap Mif kepada Tuan Ma takut takut.


Sebelum Marvin mengucapkan sesuatu yang bisa membuat Zie semakin terpojok, Zie langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka tanpa berkata apapun.


"saya permisi dulu Asisten Mif, Tuan Ma..". ucap Arion lalu membungkukkan setengah badannya memberi hormat dan pergi menyusul Zie.


"sepertinya gue sudah melakukan kesalahan dengan mendatangi Zie kemari dan membuat Zie sekesal itu"gimana Marvin lirih tapi masih bisa didengar oleh Mif.


"iya Tuan Muda...., sepertinya Nona Zie sangat kesal karena kedatangan Tuan Muda sangat menyita perhatian semua orang di sini dan para karyawan mulai berbisik bisik membicarakan Nona." ucap Mif memberitahu Marvin.


Marvin mengedarkan pandangannya menyapu seluruh ruangan kantin. Benar, mereka semua sedang memandang heran kearah Marvin. tapi semua pandangan mereka langsung tertunduk begitu melihat tatapan tajam yang Tuan Ma layangkan kepada mereka semua.


...,_____,_____,______,_______,...


"Zie tunggu......, " seru Arion melangkahkan kakinya dengan lebar agar bisa mengejar Zie yang sudah berjalan terlebih dahulu. Zie melambatkan langkahnya dan menoleh kebelakang untuk melihat siapa orang yang sudah memanggilnya.


"Arion.....?? kenapa ngikutin gue??". ucap Zie masih dengan nada kesal.


"Woaah....sejak kapan bahasa bicaranya ganti lo gue??. emang kita sudah berteman sedekat itu hm???". ucap Arion tersenyum tampan sambil menaik turunkan kedua alisnya secara bersama bermaksud menggoda Zie


"Sejak kapan seorang Arion jadi banyak bicara dan murah senyum seperti sekarang hm....??." Zie membalas godaan Arion meski terdengar cukup ketus.


Arion melebarkan senyumnya mendengar cibiran dari Zie. ia sendiri juga tidak tau kenapa semenjak bersama Zie ia jadi banyak bicara dan sering tersenyum.


mereka berjalan bersama menuju tempat kerjanya.


"Ada apa ini....??" tanya Zie begitu masuk ke pantry. disana ada Dona, Bu Widi, Satpam dan juga Sisi yang sedang menangis.


"itu dia bu orangnya...., pasti dia yang sudah mencuri karena selama ini tidak pernah ada kejadian seperti ini."sahur Dona mengompori bu Widi kembali dengan langsung menuduh Zie seorang pencuri.


Zie mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan situasi ini. kenapa tiba tiba ada hp dan dompet yang hilang dan Zie yang di tuduh menjadi pencurinya padahal ia baru saja kembali dari kantin.


"Dona, tolong kamu diem dulu. jangan asal nuduh kalau belum ada bukti" ucap Bu widi tegas. "Begini, saya mendapat laporan bahwa Sisi kehilangan Hp dan juga dompetnya.. jadi saya minta kalian semua bersedia untuk di periksa dan di gledah sekarang juga." ucap Bu widi menjelaskan.


"gledah aja buk...., orang saya bukan pencuri sudah pasti nggak apa apa lah di loker dan tas say." ucap Dona ketika Bu widi menggeldah lokernya dengan di bantu oleh satpam.


Memang benar loker Dona tidak ada benda benda milik Sisi yang sedang di cari. Bu Widi dan Pak satpam berpindah menggledah loker dan tas milik Zie.


"ini punya siapa??" ucap Bu widi sambil mengeluarkan dompet dan HP dari dalam loker milik Zie.


satu hp dengan dua dompet, tentu saja satu dompet itu milik Zie sendiri.


"itu...itu hp dan dompet saya Bu..., alhamdulillah...akhirnya ketemu." ucap sisi senang karena hp dan dompetnya tidak jadi hilang. kedua benda itu sudah berada di tangan sisi kembali saat ini.


"Tuh kan bu, saya bilang juga apa. pasti anak baru ini yang ngambil. kan sebelumnya nggak ada kejadian seperti ini. baru kali ini nih...., saat ada anak baru masuk kerja disini." ucap Dona sambil tersenyum sinis ke arah Zie.


"saya nggak nyangka ternyata Zie seorang pencuri. saya pikir dia baik tapi ternyata kelakuannya sangat buruk. dasar pencuri!!" tuding sisi marah kepada Zie.


Zie hanya diam menanggapi tuduhan Dona, ia masih berpikir sendiri bagaimana bisa Hp dan dompet sisi bisa ada di dalam loker nya? ini sudah jelas sebuah fitnah karena ia tidak melakukan itu sama sekali. tapi tunggu, loker zie tadi sempat ia kunci bahkan kuncinya masih ada di dalam saku bajunya. tapi kenapa tadi Bu Widi bisa membukanya dengan mudah tanpa menggunakan kunci.??. ternyata ada yang ingin bermain dengannya.


"(mencuri ??, punya pikiran buat mencuri aja nggak pernah apalagi jadi pencuri beneran ??. yang benar saja.?? kalau gue mau jadi pencuri gue lebih milih membobol bank besar untuk mengambil uangnya yang jumplahnya mencapai M M'an dari pada cuma dompet dan Hp. nggak elit banget!!)" dalam hati Zie malah merasa lucu.


memang benar dengan kemampuan IT yang Zie miliki, tidak sulit baginya untuk membobol keamanan sebuah Bank dan mengambil semua uang yang ada di dalamnya jika Zie mau.


"(Tidak mungkin Zie yang melakukannya. sedari tadi gue bareng sama dia, bagaimana bisa ia mencuri??)." gumam Arion dalam hati yang tidak mempercayai apa yang terjadi saat ini.


"Zie...ikut keruangan saya, kamu bisa jelaskan semuanya disana." perintah Bu Widi.


zie mengangguk dan mengikuti langkah Bu Widi menuju ruangnnya dengan pak satpam yang berjalan di samping Zie. tidak ada rasa panik atau ketakutan sedikitpun yang terlihat di wajah Zie.


"Tunggu Buk....." cegah Arion. Bu widi, Zie dan juga pak satpam menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Arion.


"Ya Arion..... ada apa??" tanya Bu Widi.


"Saya yakin bukan Zie yang melakukannya bu karena sedari tadi dia bersama saya jadi tidak mungkin Zie mencuri." ucap Arion membela Zie. ia sangat yakin dengan hatinya yang mengatakan bahwa Zie tidak bersalah.


"Tapi semua bukti mengarah kepada Zie, jadi kami harus menindak lanjuti sesuai aturan perusahaan ini Arion."jawab Bu Widi. mereka lalu pergi membawa Zie


Dona tersenyum senang di dalam hati melihat Zie di bawa pergi. akhirnya rencananya untuk menyingkirkan Zie dari sini bisa terlaksana. ya...semua ini adalah rencana yang sudah di baut oleh Dona untuk menjebak Zie, dengan begini Zie akan di tuduh sebagai seorang pencuri dan langsung di tendang keluar dari tempatnya bekerja.


"(rasain lo Zie.....Dona di lawan... gue yakin sebentar lagi lo pasti akan langsung dikeluarkan dari sini secara tidak hormat. untung ruang ganti dan loker nggak ada CCTVnya jadi gue AMAN.)" gumam Dona dalam hati bersorak senang.


.


.


.


.


Bersambung.....


.


.


.


.


.