
Perusahaan MK group di kagetkan dengan kedatangan tiga orang yang berbadan tinggi tegap dengan seragam polisi yang mebalut tubuh ketiga orang itu. dua orang laki laki dan satu orang perempuan. mereka berjalan dengan gagah dan langsung menemui Pak Adi dan Asisten Mif yang sudah menunggu kedatangan mereka di loby. sebelum pulang, Zie memang sudah memberitahu masalahnya dan menyuruh Mif untuk membantu pak Adi mengurus penangkapan Dona dengan bukti yang sudah ada.
Dona sedang bekerja seperti biasanya, ia merasa sangat senang karena telah berhasil mendepak Zie dari pekerjaannya. bahkan Dona berfikir bahwa saat ini Zie mungkin sudah di pecat dan mendekam di penjara karena kasus pencurian. Dona tidak mau tau bagaimana keadaan Zie sekarang yang jelas ia merasa senang dengan di pecatnya Zie dari tempat kerjanya. tanpa Dona ketahui bahwa nasib buruk yang ia bayangkan tengah menimpa pada Zie, akan menjadi kenyataan pada dirinya sendiri.
"Permisi saudari Dona, kami datang untuk menangkap anda atas kasus pencurian dan pencemaran nama baik. ini surat penangkapannya." ucap polisi perempuan sambil memberikan secanrik kertas surat penangkapannya.
Dona kaget bukan main karena tiba tiba di datangi tiga polisi yang akan menangkapnya. bagaimana bisa ia di tangkap. pasti ada kesalahan disini, harusnya kan Zie yang di tangkap. begitu pikir Dona saat ini. ia menerima surat yang polwan itu berikan lalu membuka dan membacanya dengan benar.
"tidak mungkin......". ucap lirih dona, di dalam kertas itu benar namanya yang tertera disana. bukan Kenzie.
"Silahkan ikut kami ke kantor polisi sekarang juga." ucap Polwan itu tegas.
"Tidak...,ini pasti ada kesalahan. saya tidak bersalah. bukan saya yang seharusnya di tangkap tapi Kenzie. Zie yang mencuri. bukan saya!! saya tidak bersalah." elak Dona, tentu saja ia tidak mau di masukkan kedalam penjara.
"Anda bisa jelaskan semuanya di kantor polisi, silahkan ikut kami sekarang!!." ucap salah satu Pak polisi dengan tegas.
Dona masih saja mengelak dan memberontak tidak mau di bawa ke kantor polisi. Para polisi itu akhirnya membawa Dona secara paksa, bahkan polisi itu juga memakaikan borgol di kedua tangannya. tentu saja kejadian ini menjadi pusat perhatian seluruh karyawan di sana. mereka semua bertanya tanya apa yang terjadi sehingga ada seorang cleaning servis yang diseret oleh polisi seperti itu.
"itu akibatnya jika kalian melakukan hal yang merugikan orang lain. Dia mencuri hp dan dompet temannya sendiri lalu meletakkannya di loker orang lain sehingga orang yang tidak bersalah itu dituduh sebagai pencurinya. jadi untuk kalian semua jangan ada yang bermain main di perusahaan MK group jika tidak mau berakhir seperti dia. silahkan semuanya kembali bekerja" Seru Mif menginterupsi.
"( bener kan dukaanku kalau bukan Zie yang melakukan hal itu. dasar Dona menyebalkan, bisa bisanya dia berbuat seperti itu kepada Zie.!! apa dia masih menyimpan dendam dengan Zie atas kekalahannya di balapan motor waktu itu?? tapi dimana Zie sekarang?? kenapa dia nggak kembali bekerja?? apa terjadi sesuatu sama Zie?)". Lagi lagi Arion menghawatirkan Zie.
semua karyawan mematuhi ucapan Asisten Mif dan kembali bekerja ketempat masing masing. begitu juga Mif dan Pak Adi karena waktu pulang kerja masih ada beberapa jam lagi.
"Maaf Pak Adi, tunggu sebentar...." Seru Mif lalu segera mendekat kearah Pak Adi yang sudah menghentikan langkahnya karena panggilan Arion.
Pak Adi akan memasuki lift karyawan sedangkan Asisten Mif sudah lebih dulu masuk kedalam Lift khusus C.E.O.
"Ya Arion, ada apa??". tanya Pak Adi.
"Saya mau tanya Pak..., dimana Zie. dia tidak bersalah kan?? lalu kenapa dia tidak kembali bekerja?? dia baik baik saja kan??". Arion langsung memberondong Oak Adi dengan pertanyaan mengenai Zie.
ini pertama kaliny Pak Adi mendengar Arion berkata panjang seperti ini. Arion sudah tidak tahan lagi untuk tidak menanyakan keberadaan Zie, ia cukup khawatir dengan gadis itu saat ini.
"Zie baik baik saja Arion, tadi saya suruh dia untuk pulang lebih awal. besok juga pasti akan masuk kerja kembali. jangan khawatir. lebih baik sekarang kamu kembali bekerja !!" jawab Pak Adi lalu setelahnya pergi meninggalkan Arion.
Arion sedikit lega mendengar jawaban Pak adi bahwa Zie baik baik saja. ia lalu kembali bekerja dan berniat akan menemui Zie setelah pulang kerja.
setelah jam kerja selesai, Arion langsung bergegas menuju Parkiran motor, rasa sakit dikakinya sudah tidak ia hiraukan lagi meski masih terasa sedikit nyeri. yang ada di pikiran Arion saat ini hanya ingin pergi menemui Zie di...........
"S*al...., dimana gue bisa menemui Zie?? jangankan alamat rumahnya, nomer telponnya saja gue nggak punya!!" ucap Arion kesal pada dirinya sendiri.
ia mengerutuki kebodohannya sendiri karena tidak meminta nomer hp Zie. bukan bodoh sih sebenarnya karena sifat Arion memang begitu. selalu cuek dengan orang lain dan tidak pernah meminta nomer hp kepada satu cewek sekalipun.
Arion terdiam sejenak untuk memikirkan apa yang akan ia lakukan agar bisa menemui Zie. ia lalu merogoh Hpnya yang ada di dalam sakunya untuk menghubungi seseorang.
"Hallo....tolong kamu cari tau alamat rumah dan nomer telpon seseorang yang bernama Kenzie ala sekarang juga. aku tunggu informasinya satu jam dari sekarang!! kita bertemu di restoran" Perintah Arion kepada seseorang yang ada di sebrang telepon lalu langsung mematikan sambungan tanpa mendengar jawaban dari sang penerima telepon.
Kenzie ala adalah Nama yang tertera di id cart milik Zie yang biasa di kenakan ketika berada di lingkungan perusahaan.
Setelah memasukkan kembali hpnya kedalam saku celananya, Arion memakai helmnya dan langsung tancap gas menuju apartemennya sendiri untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
"mana informasinya?." tanya Arion to the poin begitu menemui seseorang yang ia perintah tadi. keduanya tengah berada di privat room sebuah restoran yang tadi Arion sebut.
"Maaf....,kali ini saya mengecewakan anda. saya tidak bisa mendapatkan info apapun dari orang yang Anda sebut. identitasnya sangat di privasi dan keamanan cukup sulit untuk di tembus padahal saya sudah mencoba berkali kali untuk meretas dan mencari informasi apapun tentangnya tapi selalu gagal. malah id saya sekarang terserang Virus. sepertinya orang yang anda cari bukan orang sembarangan." ucap Orang itu menjelaskan semuanya kepada Arion dengan hati hati takut Arion mengamuk padanya.
"Tidak mungkin....., dia hanya seorang Cleaning Service di tempatku kerja.!! bagaimana bisa kamu tidak mampu menembus keamanan data dirinya. bukankah kamu seorang hacker handal?? selama ini tidak ada informasi yang tidak bisa kamu dapatkan!! ". ucap Arion kesal karena apa yang ia inginkan tidak terpenuhi.
"maaf .... "ucap orang itu menunduk.
"(siapa sebenarnya kenzie...,kenapa gue nggak bisa mendapatkan informasi apapun darinya.)" gumam Arion dalam hati.
ia terdiam sambil memikirkan sesuatu. setelah beberapa menit, akhirnya ia menemukan ide untuk mencari informasi dari orang orang terdekat Zie. target Arion saat ini adalah Asisten Mif dan juga Dev anak geng motor itu karena Arion pernah melihat keduanya sedang bersama Zie waktu itu.
"kamu cari informasi orang yang bernama Dev dan Asisten Mif yang bekerja di perusahaan MK group." Perintah Arion lagi kepada orang itu.
"tapi..., id saya masih terkena Virus. butuh waktu sedikit lama untuk memperbaikinya." jawab Orang itu.
"Brak!!!!" Arion menggebrak meja yang ada di hadapannya. " Apa kamu tidak bisa memakai id lain hah....!??!".tanya Arion semakin kesal dan menatap tajam kearah orang itu.
Bisa bisanya ia memiliki anak buah yang tidak berguna seperti ini. padahal biasanya apapun informasi yang Arion inginkan akan segera ia dapatkan dengan mudah.
Arion mengatur nafas untuk meredam emosinya. baru kali ini ia begitu menginginkan kan sebuah informasi tentang seseorang yang ingin ia temui saat ini juga.
"(kenapa begitu sulit untuk menemui Zie, dimana sebenarnya lo berada sekarang')" gumam Arion. entah ada apa dengannya hingga seharian ini otaknya hanya terisi kenzie.
Arion berjalan keluar dari privat room, setelah menyalesaikan makan malamnya sendirian. sekelebat terlintas di depan matanya sosok yang seharian ini menghantui pikirannya.
"Kenzie......??",gumam Arion Lirih.
"(ah apa gue salah liat ya?? ah masa iya kenzie ada disini? di restoran Mewah kaya gini, ? ah tapi bisa saja kan?)". dalam hati Arion bertanya tanya.
dengan semangat Arion segera berjalan menuju arah yang sama dengan Zie, ia melihat Zie masuk kedalam lift yang menuju lantai restoran paling atas. ya....restoran mewah dengan lima lantai yang di datangi Arion saat ini adalah Kenangan Restoran yang tidak lain restoran milik Zie.
Arion yakin gadis itu benar benar Kenzie tidak salah lagi. tapi kenapa Kenzie naik kelantai paling atas?? biasanya pengunjung hanya di perbolehkan untuk naik kelantai empat saja karena lantai lima merupakan ruang khusus manager dan pemilik restoran. karena tidak bisa mengikuti Zie, Arion akhirnya memutuskan untuk keluar restoran dan memilih menunggu Zie di luar dari pada harus bertanya kepada salah satu pelayan di sana.
sementara itu Kenzie baru saja masuk kedalam ruangan pribadinya di Kenangan Restoran. ia meletakkan tasnya lalu duduk di kursi kebesaran pemilik restoran. tak lama kemudian datang Levin membawa berkas laporan untuk di serahkan kepada Zie.
"Zie...., gue ijin pulang awal ya....??" pamit Levin seraya menyerahkan berkas yangvia bawa kepada Zie.
"Heleh...., gaya lo kak pake ijin segala. biasanya juga mau pulang awal tinggal pulang." jawab Zie.
"Hehee.....kan sekarang ada bos nya disini. jadi ya gue pamit dulu lah. kan gue takut di pecat." jawab Levin cengengesan.
"emang ada apa'an sih pulang lebih awal??". tanya Zie kepada Levin.
"Itu pacarnya Cerry katanya mau ketemu sama gue. ada yang mau di bicarakan katanya." jawab Levin jujur.
"Pacar Cerry?? Marvin maksud lo kak??". tanya Zie memastikan dan Levin mengangguk cepat.
"ya udah, gue pulang dulu Bos..., selamat bekerja." ucap Levin.
"iya...hati hati dijalan lo kak.....". ucap Zie.
"Siip....." jawab Levin lalu pergi keluar dari ruangan Zie.
Zie langsung memeriksa berkas yang Levin bawa tadi. setelah semuanya beres, Zie pun bergegas untuk pulang untuk menemani sang Papi di rumah karena Marvin tengah pergi untuk menemuni keluarga sang pujaan hati.
"Zie.......". panggil seseorang ketika Zie baru saja keluar dari dalam restoran.
Zie menoleh kesana kemari mencari orang yang telah memanggilnya dan pandangan mata Zie menangkap sosok pemuda berpostur tubuh tinggi, berkulit putih dan behidung mancung sedang berjalan kearahny dengan satu tangan yang di masukkan kedalam saku celananya dengan senyum yang terukir di wajahnya. siapa lagi kalau buka Arion yang sudah menunggunya sedari tadi. dua kata yang pantas untuknya adalah sangat Tampan. Zie sempat terpesona dengan ketampanan Arion untuk beberapa detik. hanya beberapa detik, setelahnya Zie mengalihkan pandangannya kearah lain.
"(mamandang Arion dengan waktu yang cukup lama sepertinya tidak baik untuk kesehatan jantungku.)". ucap Zie dalam hati.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
.
.