Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Kualat



Zie memacu motor sportnya dengan semangat begitu juga dengan Tuan Prabu. Zie merasa senang begitu mereka memasuki kawasan dataran tinggi yang udaranya mulai terasa sejuk dan pemandangan alamnya sangat bagus. tetapi mereka juga harus ekstra hati hati dan berkonsentrasi begitu jalanan yang di lalui mulai menanjak dan berkelok, selain itu juga kabut mulai turun dan sedikit menutupi jalanan serta di sisi jalan juga mulai terdapat jurang yang cukup curam sungguh perjalanan yang memacu adrenalin tapi juga menyenangkan.


Zie dan Papinya terpaksa menghentikan perjalanan mereka karena hujan turun dengan begitu derasnya. mereka berhenti untuk berteduh di sebuah kedai kecil yang ada di pinggir jalan.


"Aduh....hujannya gede banget Pi padahal perjalanan kurang sedikit lagi." ucap Zie seraya naik dan duduk di saung yang terbuat dari bambu milik kedai itu.


disekeliling kedai itu terdapat hamparan kebun teh yang berwarna hijau dengan udara yang cukup dingin karena turunnya hujan yang cukup deras.


"iya....., kita istirahat disini saja dulu sambil nunggu hujan reda." ucap Papi Zie ikut naik dan duduk di saung bersama Zie.


"Dingin banget......, Papi mau pesen apa??". tanya Zie sambil merapaykan jaketnya.


"em..... Susu jahe kayanya enak Nih." jawab Papi.


"Papi tunggu sini ya..., biar Zie pesenin dulu." ucap Zie lalu turun dan berjalan mendekat kearah menjual kedai.


"Makasih sayang...." jawab Papi, Zie hanya mengangguk sambil tersenyum.


Tidak lama, Zie datang bersama sang penjual yang membawakan dua minuman hangat dan juga dua air mineral untuk Zie dan Papinya. Zie juga memesan dua mangkuk mie rebus yang masih di buatkan.


"Kayanya Zie kualat sama Marvin, gara gara tadi sebelum berangkat Zie manas manasin dia dulu makannya sekarang malah turun hujan. jadi nggak bisa menikmati pemandangan alam disini pih." ucap Zie sambil terkekeh.


"pasti Marvin pikir kita sedang bersenang senang sekarang, padahal kita malah terjebak hujan disini." jawab Papi Zie ikut terkekeh.


"hahahaaa.....iya ya pih...., tau gini tadi kita naik mobil aja ya pi biar nggak kehujanan." ucap Zie sambil tertawa.


penjual kedai datang membawa dua mangkuk mie rebus yang uapnya masih terlihat mengepul jelas di atasnya.


"Wih....cocok banget nih hujan hujan begini makannya mie rebus." ucap Papi Zie begitu dua mangkung Mie terhidang di hadapannya. ada telur dan juga sayuran yang menjadi pelengkap mie rebus itu.


meskipun Tuan Prabu adalah orang kaya tapi Tuan Prabu tidak Pernah pilih pilih makanan. tidak masalah baginya sesekali makan mie rebus di pinggir jalan seperti saat ini. apalagi makannya bersama putri tersayang, apapun makanannya akan terasa enak jika di nikmati bersama orang tersayang.


"Bener banget pih.... dingin dingin gini enaknya makan yang anget anget." sahut Zie sambil mengaduk mie nya agar semua bumbu menyatu lalu mencicipi kuahnya menggunakan sendok.


setelah menghabiskan mie rebus, Zie dan Papi nya masih setia duduk di saung itu karena hujan belum juga reda. Zie mengeluarkan Hp nya untuk mengecek semua pesan yang masuk. ia tersenyum mendapat laporan dari Dev bahwa orang orang yang di pilih Zie sudah datang Ke Cafe tepat jam 8 pagi. Dev juga melaporkan bahwa mereka sudah bisa bekerja mulai besok.


selain pesan dari Dev, ada beberapa pesan dari Marvin, Mif, Ken dan juga Zio. tapi Zie hanya membacanya saja tanpa membalas pesan itu.


"Pi..... kalau hujan terus kaya gini gimana??" tanya Zie mulai khawatir karena sedari tadi hujan tak kunjung reda.


"kita tunggu saja sayang...., kalau nggak reda juga ya kita cari penginapan disini.". jawab Papi dengan tenang.


ini baru jam 10 pagi, tapi sepertinya cuaca memang sedang tidak bersahabat. Tuan Prabu berharap semoga sebentar lagi hujannya segara reda sehingga Tuan Prabu dan Putrinya bisa melanjutkan perjalanan mereka untuk menikmati pemandangan alam di puncak.


...,_____,______,______,...


Sementara itu Marvin terus saja merasa kesal karena tidak bisa ikut bersama Papi dan adiknya untuk bersenang senang hari ini. setelah rapat selesai, Marvin masih terus menggerutu sambil mengerjakan pekerjaannya. mood nya benar benar kurang baik hari ini.


"tok...tok....." pintu ruang kerja Marvin di ketuk dari luar.


"Masuk...." sahut Marvin


"ceklek...." pintu pun terbuka, masuk lah Andre dengan membawa sebuah berkas.


"Permisi Tuan Ma....., ini adalah berkas kerja sama yang di ajukan oleh perusahaan Abraham ke perusahaan kita." ucap Andre sambil menyodorkan berkas yang ia bawa.


"Abraham??". tanya Marvin yang memang sudah tidak asing dengan nama perusahaan itu. ia menerima berkas itu dan langsung membukanya.


"Benar Tuan..., Perusahaan Abraham adalah perusahaan milik keluarga Tuan Kenzo Malik Abraham, sahabat baik Nona Kenzie." jawab Andre memberi tahu.


"oh...jadi ini Perusahaan milik Ken??., ya sudah, nanti akan saya pelajari. kamu bisa kembali bekerja." ucap Marvin.


"Baik Pak....." jawab Andre lalu keluar dari ruangan itu setelah membungkukkan setengah badannya memberi hormat.


"Kenzie pasti sedang bersenang senang dengan papi." gumam Marvin dalam hati.


Marvin melajukan mobilnya menuju butik milik Cerry. ia berencana untuk megajak Cerry makan siang bersama. tidak lama. mobil yang ia naiki pun sampai di butik milik cerry.


dengan gagah, Marvin turun dari dalam mobil dan masuk kedalam butik milik Cerry.


"Marvin......??". ucap Cerry begitu melihat Marvin masuk kedalam butiknya.


"Hay Cer...., lagi sibuk nggak??". tanya Marvin.


"Enggak ko.....,gue nggak sibuk." jawab Cerry tersenyum cantik.


"Gue mau ngajak lo makan siang mau nggak..?? lo belum makan siang kan??" tanya Marvin.


"Boleh...., kebetulan gue juga baru mau keluar makan." jawab Cerry jujur.


Cerry dan Marvin berjalan beriringan keluar butik setelah cerry berpesan kepada asistennya bahwa ia akan makan siang di luar.


"Btw.....lo kerja di mana Vin?". tanya Cerry yang memang tidak tau berita tentang pembukaan perusahaan MK group.


keduanya kini berada di dalam mobil menuju ke kenanga resto yang merupakan restoran terbaik di kota itu yang tak lain adalah restoran milik Kenzie untuk makan siang bersama.


"Gue cuma salah satu karyawan biasa di Perusahaan MK Group." jawab Marvin berbohong.


bukan maksud ingin membohongi Cerry, tapi Marvin cuma ingin melihat bagaimana reaksi cerry kalau Marvin hanya seorang karyawan biasa. anggap saja Marvin sedang mengetes Cerry.


"Ow....Perusahaan yang belum lama di buka itu ya??". tanya Cerry.


Cerry memang sedikit tau kalau ada perusahaan mawah di kota J yang baru saja di buka. ia juga tau nama pemimpin perusahaan itu adalah Tuan Ma. tapi cerry tidak tau Tuan Ma itu seperti apa wajahnya.


"iya.... " jawab Marvin singkat.


"lo kan Sarjana lulusan Luar negeri di Universitas ternama?? mana mungkin lo cuma jadi karyawan biasa." tanya Cerry.


Marvin kebingungan untuk menjawab pertanyaan Cerry. ia melupakan dari Universitas mana ia menjadi sarjana.


"Ya.... gue emang karyawan biasa, bukan seorang C.E.O atau presdir pemilik perusahaan." akhirnya Marvin bisa menjawab pertanyaan Cerry dengan tenang setelah memikirkan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan itu.


"Gue tau ko.... kan C.E.O disana namanya Tuan Ma dan Nona Kei." jawab Cerry tersenyum.


Marvin menghela nafasnya lega karena Cerry tidak menanyakan soal pekerjaannya lagi. biar lah saat ini ia berbohong kepada cerry, karena ia ingin Cerry menerima Marvin apa adanya jika mereka menjalin hubungan kembali.


Marvin sudah memantapkan hatinya untuk mengejar cinta nya kembali apalagi Marvin sudah mendapat dukungan dari sang Papi dan Adiknya.


.


.


.


.


Bersambung.......


.


.


.


.