Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Rencana kerjasama batal



Sudah hampir satu jam lamanya Zie dan Andre berada di dalam ruangan itu...., Darren yang sedari tadi menunggu di lantai bawah pun beranjak dari duduknya berniat untuk menyusul Zie ke lantai atas karena tadi ia melihat saat Zie dan Andre pergi ke sana.


tapi ia mengurungkan niatnya ketika melihat Arion yang lebih dulu pergi ke lantai atas. biarlah itu menjadi urusan Adiknya dan ia sendiri akan tetap mengawasinya dari lantai bawah saja.


Begitu sampai di lantai atas, Arion mengernyitkan dahinya kala melihat seorang wanita keluar dari ruangan yang Asistennya maksud. sayangnya wanita itu berjalan berlawanan arah sehingga Arion hanya melihat wanita itu dari belakang.


"Zie......?? ". gumam Arion yang melihat siluit seorang wanita yang berjalan cepat berlawanan arah dengannya.


meskipun belum melihat wajahnya tapi Arion yakin bahwa wanita itu adalah Zie. bahkan Arion terus berjalan melewati ruangan yang ia tuju untuk memastikan siapa wanita barusan hingga Arion melihat wanita itu masuk kedalam toilet wanita baru Arion menghentikan langkahnya.


"Apa iya wanita barusan itu Zie......?? nggak mungkin, Zie kan ada di negara N?? tapi gue yakin kalau yang barusan itu Zie. " gumam Arion lirih. "haduuuh.... kayanya gue udah terkenzie kenzie makannya tiba tiba bisa liat dia disini. mungkin ini efek karena gue sudah terlalu rindu sama dia kali ya." ucap Arion sambil menggelengkan kepalanya dan senyum senyum sendiri.


tapi sebelum Arion berjalan kembali ke ruangan yang ia tuju, wanita itu tiba tiba berlari melewati Arion begitu saja dan langsung masuk kedalam ruangan yang tadi.


"Brak........ "dengan kasar Kenzie membuka pintu ruangan itu.


" Br*ngs*k........!! menjauh darinya......!!" seru Zie marah.


bagaimana ia tidak marah ketika melihat Andre yang sudah setengah sadar akan di cumbu oleh seorang pria teman dari Asisten Chen yang Zie ketahui bernama Do yhun. beruntung Zie langsung datang begitu tau Andre sedang dalam bahaya.


Zie dengan cepat berjalan kearah Andre dan langsung menarik bahu Do yhun lalu melayangkan pukulan keras ke wajah Do yhun.


"Bug....... " Do yhun langsung terhuyung kesamping ketika menerima pukulan dari Zie yang mampu merobek kan sudut bibirnya hingga mengeluarkan darah segar.


bisa di bayangkan betapa kerasnya bogeman dari Zie hingga hanya dengan sekali pukul saja bisa langsung membuat bibir seseorang robek.


Do yhun langsung menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya dengan menggunakan punggung tangannya sambil tersenyum sinis dengan tatapan nyalang ke arah Zie. tidak terima dengan apa yang Zie lakukan, Do yhun pun bangkit dan langsung menyerang Zie.


Perkelahian antara Do yhun dan Zie pun tidak dapat di hindari lagi. Do yhun menyerang Zie dengan membabi buta karena tersulut amarah tapi Zie dengan mudahnya berhasil menghindar dari serangan Do yhun malah Zie lah yang berhasil mendaratkan pukulan kembali pada Do yhun beberapa kali.


Chen hanya bisa menganga melihat Nona Kei yang ternyata jago bela diri. walau tubuhnya kecil tapi ia mampu mengalahkan Do yhun dengan mudah. tak mau terjadi hal yang lebih buruk lagi, Chen pun berusaha melerai perkelahian itu.


"Stop.....!! tolong berhenti....!!". seru Chen. " Do yhun hentikan.!!" ucap Chen yang langsung menahan tubuh teman baiknya yang bersiap akan menyerang Zie kembali. "Nona Kei...., mohon berhenti. " ucap Chen memohon kepada Zie.


"Ada Apa ini.....!?!. apa yang terjadi di sini!! ". semua orang yang ada di dalam ruangan itu menoleh kearah suara berat seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan.


Chen kaget melihat atasannya datang dan melihat kekacauan yang terjadi di dalam ruangan itu. begitu juga dengan Arion yang juga kaget setengah hidup melihat Zie ada diruangan itu. berati yang ia lihat beberapa waktu lalu tidak salah, itu benar benar Zie. begitu pikir Arion. sedangkan Zie hanya bersikap biasa saja karena tadi ia sempat melihat keberadaan Arion saat ia berlari melewatinya untuk kembali keruangan itu secepat mungkin karena tidak mau terjadi sesuatu yang lebih buruk kepada Andre.


Ya....., tadi setelah selesai membahas rencana kerja sama. Zie dan Andre meminum minuman beralkohol yang Chen suguhkan kepada mereka hanya untuk menghormatinya. Zie yang notabennya tidak bisa meminum alkohol pun langsung keluar dari ruangan itu dan segera pergi ke toilet untuk memuntahkan alkohol yang ada di dalam mulutnya. berbeda dengan Andre yang memang kuat minum. tapi ternyata di dalam minuman itu sudah di campur dengan sesuatu sehingga kesadaran Andre langsung menurun walaupun hanya meminumnya sedikit.


" Zie......!?!. " Arion melotot tak percaya melihat gadis pujaan hatinya benar benar ada di hadapannya saat ini.


Rasa senang dan rasa bingung bercampur menjadi satu karena Arion belum tau apa yang terjadi di dalam ruangan itu. ia lalu melayangkan tatapan tajam kearah Asistennya untuk meminta penjelasan situasi yang terjadi saat ini. tidak ingin terjadi kesalah pahaman yang bisa berakibat fatal, dengan takut takut Asisten Chen mencoba memberanikan diri untuk menjelaskan semuanya.


"Tu Tuan......., maafkan saya, saya bisa jelaskan. ini tidak seperti apa yang anda lihat. " ucap Chen sedikit terbata karena takut Tuannya akan mengamuk.


"Asisten Chen....., saya sangat kecewa dengan perlakuan teman anda terhadap Sekertatis saya.!! saya tidak terima Anda dan teman anda itu telah merendahkan kami." ucap Zie dengan tatapan tajam kearah Chen dan Do yhun secara bergantian. "Tuan Arion...., begini kah cara Anda menyambut kedatangan Klien Anda?? Anda yang meminta kami untuk datang tapi Anda sendiri yang mangkir dalam pertemuan ini. sungguh tidak profesional!! sangat mengecewakan.!! ". ucap Zie dengan tenang tapi penuh penekanan ia juga melayangkan tatapan tajam ke arah Arion.


Kaki Arion terasa melemas seketika melihat kilatan amarah di mata Zie yang di tujukan kepadanya. Apa lagi Asisten Chen yang langsung gemeteran dan mengeluarkan keringat dingin karena ternyata Tuannya mengenal dengan baik siapa klien yang ia temui saat ini. begitu juga dengan Do yhun yang mulai di landa rasa takut.


" Saya Nona Kei membatalkan niat saya yang berencana untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan Anda dan terimakasih atas sambutan Anda!! saya sangat berkesan.!!" ucap Zie dengan sinis. beruntung tadi ia belum sempat menandatangani surat kontrak yang sudah di persiapkan.


setelah mengatakan itu, Zie berjalan mendekati sekertaris Andre. ia mengalungkan sebelah tangan Andre ke atas bahunya untuk mempermudah memapah Andre yang kesadarannya sudah mulai menghilang.


"Apa.....!??! kamu Nona Kei.....!??!. " tanya Arion tidak percaya. bagaimana bisa Zie menjadi Nona Kei.


sadar bahwa Zie telah membawa sekertaris Andre keluar dari ruangan itu, Arion langsung bergegas menyusul Zie meski banyak sekali pertanyaan yang terlintas dalam pikirannya.


"urusan kita belum selesai!! Kau dan temanmu itu harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini.." ucap Arion sebelum pergi menyusul Zie.


Begitu Arion keluar dari ruangan itu Asisten Chen langsung terduduk lemas sambil menghela nafasnya dengan kasar. begitu juga Do yhun.


"Sudahku bilang....., jangan berbuat macam macam pada mereka tapi kau tidak mau mendengarkan ku. sekarang apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi kemarahan Tuan Arion nanti. " ucap Asisten Chen frustasi. ia benar benar takut akan kemarahan dari Tuannya.


bertahun tahun lamanya ia bekerja dengan Tuannya tentu ia tahu bagaimana kekejaman Tuannya ketika sedang marah.


Do yhun yang memang bersalah hanya mampu menundukkan kepalanya dalam diam.ia juga sama takutnya jika harus menghadapi amukan Tuan Arion. Do yhun akui sedari awal ia sudah tertarik dengan Asisten Andre sehingga ia tidak bisa menahan n*fs*nya itu. padahal baik Asisten Andre ataupun Nona Kei tidak ada sedikitpun gerak gerik yang bertujuan untuk menggodanya. tapi hal itu justru malah membuatnya tertarik mungki karena pengaruh alkohol sehingga ia tidak bisa berpikir dengan jernih dan melakukan kesalahan itu.


"Zie tunggu......, biar aku bantu. " ucap Arion setelah langkah kakinya berhasil menyamai langkah kaki Zie yang terlihat cukup kesusahan memapah Andre.


"Tidak perlu......, " jawab Zie singkat.


"pleace....., Biarkan aku bertanggung jawab atas kesalahanku dengan membantumu." ucap Arion bersungguh sungguh. tanpa menunggu jawaban dari Zie, Arion langsung membopong tubuh Asisten Andre di atas kedua tangannya.


"Baiklah.... Antarkan dia ke AA hotel. tapi ingat..., jangan berbuat yang macam macam!!" ucap Zie lalu membiarkan Arion membawa Andre.


Tanpa menjawab, Arion langsung membawa Andre keluar dari dalam Bar di ikuti Zie yang berjalan di belakang mereka tapi tiba tiba sebuah tangan kekar membekap mulut Zie dan tubuhnya langsung di seret menjauh dari Arion. meskipun Zie mencoba memberontak tapi tenaganya kalah kuat dengan orang itu hingga akhirnya orang itu berhasil membawa Zie kebalik tembok tanpa Arion ketahui.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.