
Pagi hari setelah sarapan Zie, Marvin dan Papinya bersiap untuk berangkat ke bandara. tak banyak barang yang mereka bawa karena semua keperluan mereka sudah tersedia disana. asisten zaki dengan cekatan memasukkan tiga koper berukuran sedang milik ketiga tuannya yang di bawa oleh pelayan kedalam bagasi mobil. mereka sengaja pergi diam diam tanpa berpamitan kepada tante Dewi dan keluarganya. percuma saja jika berpamitan toh mereka akan tetap cuek cuek saja.
butuh waktu satu jam lamanya perjalanan dari mansion al azhar ke bandara. mereka akan pergi ke amerika dengan menggunakan pesawat pribadi milik papinya sehingga tidak membutuhkan prosedur yang biasa di lakukan oleh para penumpang pesawat pada umumnya.
tidak semua orang bisa memiliki pesawat pribadi kecuali orang itu benar benar super kaya yang selalu sibuk dengan kunjungan kerja keluar negeri yang tidak menentu seperti yang biasa Tuan Prabu lakukan sehingga ia membutuhkan pesawat pribadi untuk pergi keluar negeri sewaktu waktu.
begitu masuk kedalam pesawat pribadi milik papinya, zie di buat terkagum kagum dengan interios yang ada didalam pesawat itu. benar benar sangat mewah seperti bukan di dalam pesawat rasanya.
bahkan di sana terdapat kamar tidur seperti di hotel mewah dengan segala kelengkapannya. Papinya juga mempekerjakan maskapai khusus untuk pesawat pribadinya.
"(ternyata begini rasanya menjadi anak sultan)"batin zie sambil matanya terus melihat sekeiling isi dalam pesawat.
Perjalanan kali ini akan menempuh waktu yang cukup lama sehingga keamanan dan kenyamanan dalam pesawat yang di utamakan. setelah pesawat berhasil lepas landas, zie duduk bersantai di sofa panjang bersama Papinya.
"perjalanan masih sangat jauh sayanh, jika kau lelah istirahatlah di kamar."ucap tuan prabu lembut kepada putrinya.
"iya pih...,nanti saja. zie pengen duduk disini dulu sama papi."jawab Zie sambil bersandar di lengan kokoh sang Papi.
Tuan Prabu terus ngobrol bersama zie dan sesekali tertawa karena candaan zie. sedangkan Marvin sedang serius menatap papan catur didepannya. ya...marvin sedang bermain catur bersama asisten Zaki di kursi yang ada di depan zie dan papinya duduk. keduanya sama sama terdiam dan terlihat sedang berfikir dengan sangat serius. zie lalu beranjak dari duduknya untuk pergi ketoilet, ia berjalan dengan tantainya melewati marvin dan asisten zaki.
"Braaaaakk........" dengan sengaja zie menabrak meja dan membuat dua kerajaan yang ada di atas papan catur porak poranda.
"Yaaaaaaahhhh..........."ucap martin dan asisten zaki bersamaan.
"ups....maaf, sengaja.......hahaaa"ucap Zie tertawa tanpa dosa.
"Kenzieeeee..........!!!".seru Marvin kesal. pasalnya ia sudah dikalahkan asisten zaki satu kali dan kali ini ia sedang berfikir keras untuk memenangkan permainannya yang kedua tapi lihat zie telah menghancurkan semuanya.
"Kabuuurr......."ucap zie yang dengan cepat langsung masuk kedalam toilet.
Tuan Prabu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan. Putrinya ini benar benar jail sama seperti dirinya dulu yang suka mengerjai teman temannya. begitu keluar dari toilet si berjalan untuk duduk bersama Papinya. ia tersenyum tipis melihat semuanya kumpul bersama sambil berbincang ria.
"Main caturnya udahan??" tanya Zie tersenyum begitu duduk di samping Marvin.
"udah lah...... takut ada raksasa yang datang mengganggu lagi."jawab Marvin sekenanya.
"hehee....peace mas bro...... lagian nggak seru main catur.bikin pusing.mending main yang lain aja."jawab zie terkekeh.
"main apa'an....."tanya marvin kepo.
"gimana kalau kita main A, B, C, D tentang nama nama hewan.tapi yang terakhir jawab di coret pake ini." usul zie sambil mengeluarkan lipstik dari dalam tas kecilnya.
Marvin dan asisten zaki pun ikut saja game yang akan mereka mainkan. permainanpun di mulai, Papi dan asisten zaki lima jari, Marvin dua jari sedangkan zie satu jari.
" A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M" Zie mulai menghitung jari dengan menggunakan abjad.
" Musang...."jawab Zie.
" Monyet...." jawab asisten zaki.
" Macan....." jawab Mavin.
"Merpati...."jawab Papi pelan karena ia kalah cepat dengan yang lain dan itu artinya ia lah yang harus di coret oleh ketiga pemenang.
Mereka tertawa melihat wajah tuan prabu sudah tercoret dua garis berwarna merah dari Zie di kumis, dari Marvin di jidat. sedangkan asisten zaki masih ragu untuk mencoretkan lipstik itu ke wajah TuanNya.
"Beraninya kau zak........"ucap Tuan Prabu mendelik kearah asistennya.
"Tidak Tuan...,saya mana berani." jawab Asisten zaki.
"kalau nggak berani berati om zaki juga di harus coret, iya kan Vin??"ucap zie mencari dukungan marvin.
"betul....!!"dengan semangat marvin membenarkan ucapan zie.
"Zaaaakkkkk........."ucap Tuan prabu penuh penekanan ketika asistennya mengarahkan lipstik ke arah tuan prabu.
"Hehee....maaf tuan, ini kan cuma permainan." jawab Asisten zaki takut takut.
"ah...papi nggak seru nih...."sahut zie cemberut.
"iya nih..papi nggak fer..."imbuh marvin.
"ok ok......ayo zak coret, tapi sedikit saja ya...." Perintah Tuan Prabu mengalah.
akhirnya asisten zaki mencorat wajah Tuan Prabu dengan lipstik. bukan coretan tapi lebih ke sebuah titik besar di ujung hidung mancung tuan prabu. gelak tawa semakin pecah melihat betapa lucunya wajah Tuan Prabu sekarang. Permainan berlanjut hingga semua pemain memiliki coretan merah di wajahnya. tapi coretan yang paling banyak ada di wajah marvin. sedangkan zie hanya tiga coretan. semuanya tertawa lepas bermain game ini. sungguh perjalanan kali ini terasa sangat menyenangkan dari biasanya bagi Tuan Prabu dan Asisten Zaki.
Zie lalu mengeluarkan Hp nya untuk berfoto bersama dengan wajah yang penuh tanda merah sebagai kenang kenangan karena menurut zie moment seperti ini pasti tak akan pernah terulang kembali.
mereka mengambil gambar berkali kali dengan gaya aneh yang mereka tunjukkan sambil tertawa terbahak bahak melihat wajah lucu mereka semua di layar hp. terutama Tuan Prabu yang wajahnya biasa terlihat tegas, berwibawa dan karismatik bisa bersikap konyol bersama putra putrinya seperti saat ini. sungguh kejadian yang benar benar sangat langka.
setelah membersihkan wajahnya masing masing, semuanya berkumpul kembali untuk makan siang bersama di dalam pesawat yang sudah di siapkan oleh pramugari. setelah selesai makam siang, zie memilih duduk bersantai sambil mendengarkan musi melalui earphone nya, tuan Prabu memilih membaca berita pemasaran saham di Hp nya sedangkan Marvin kembali bermain catur bersama asisten zaki. Perjalanan mereka masih sangat lah jauh, tapi dengan fasilitas yang ada di pesawat itu semuanya jadi tidak membosan kan malah terasa menyenangkan. Zie sampai berfikir nanti setelah ia sukses, ia ingin membeli pesawat pribadinya sendiri dan mendesainnya kembali isi dari pesawatnya dengan interios yang lebih mewah dari pesawat milik papinya.