Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Dasar Bocah........



2 Tahun kemudian lagi.......


Seiring perjalanan waktu semua telah berubah Kenzo, Kenzie dan Kenzio telah lulus dari kuliahnya begitu juga Marvin dan Cerri. mereka semua kini sudah terjun langsung ke dunia bisnis menjadi penerus kepemimpinan perusahaan milik keluarganya masing masing. cerri sendiri yang sejak dari awal kuliah di jurusan designer pakaian kini memiliki sebuah butik yang masih terus berkembang.


Kenzo dan Kenzio menjadi pembisnis muda yang kemampuannya mampu menyaingi pembisnis handal lainnya. kemampuan keduanya patut di perhitungkan dalam dunia bisnis karena dalam jangka waktu satu tahun perusahaan yang mereka pimpin langsung berkembang dengan sangat baik dan hal itu merupakan pencapaian yang sangat luar biasa dan mampu membawa nama mereka melambung karena mereka tergolong pembisnis muda yang baru terjun dalam dunia bisnis.


di belahan dunia bagian lain....... sepasang pengusaha mudah juga telah menggemparkan dunia bisnis. Di bawah Naungan Perusahaan Al Azhar Kenzie dan Marvin atau lebih dikenal dengan sebutan Nona Kei dan Tuan Ma mampu memberi gebrakan yang sangat spektakuler yang telah mampu membawa kemajuan yang sangat pesat pada Perusahaan yang menaunginya dengan kolaborasi ide ide brilian dari sepasang pengusaha muda itu.


Taun Prabu sangat bangga dengan kemampuan putra putrinya dalam dunia bisnis. mungkin sudah saatnya Tuan Prabu mengungkap identitas kedua anaknya dan menyerahkan sepenuhnya kepemimpinan Perusahaan kepada keduanya.


" Pih...... Zie ingin membuka perusahaan baru di Kota J. zie akan menjadikan perusahaan itu sebagai kantor pusat karena zie ingin kembali ke kota J dan menetap disana. bagaimana menurut Papi??" tanya zie kepada Tuan Prabu. keduanya sedang duduk di sofa yang ada di ruang kerja milik tuan prabu.


"tidak masalah sayang....., di kota J memurut papi peluang bisnisnya juga sangat bagus. papi yakin kau mampu bersaing dengan perusahaan besar lainnya di sana." jawab Tuan Prabu.


" jadi papi tidak keberatan jika Zie menetap disana??" tanya zie


"Tidak..... papi juga akan ikut denganmu untuk menetap disana." jawab Tuan Prabu tersenyum tipis.


Tuan Prabu mencoba untuk menepati semua janjinya untuk memenuhi semua kemauan putri kesayangannya.


"Terimakasih Papi......" ucap Zie senang lalu memeluk papinya dengan sayang.akhirnya zie bisa kembali tinggal di kota J.


"apapun untukmu sayang...., lalu bagaimana dengan kakakmu." tanya Papi.


"Terserah Tuan Ma mau apa pih, dia sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan hidupnya." ucap Zie


"Tentu saja aku juga akan ikut dimana kalian tinggal." sahut Marvin yang ternyata sudah berdiri di dekat mereka.


"Astaga..... sejak kapan kau berada disitu??" tanya Zie kaget.


"Sejak tadi lah....., "jawab Marvin duduk bergabung bersama Papi dan adiknya." kau akan pindah ke kota J zie??" tanya Marvin.


"Yups....., Perusahaan di sana bahkan sudah siap di operasikan. tinggal menunggu peresmian pembukaannya saja."jawab Kenzie.


"APA......??". kaget Tuan Prabu dan Marvin.


"ternyata kau sudah mempersiapkan semuanya dengan matang ya adekku sayang??". ucap Marvin.


"Tentu karena aku mempunyai asisten yang sangat handal seperti mita. dia sangat keren...., apapun yang zie ucapkan maka ia langsung melakukannya dengan sempurna." jawab Zie membanggakan Mif.


Ya.....Mif sekarang menjadi asisten pribadi Zie atau lebih tepatnya kaki tangan zie. saat Mif menemui teman yang meniipunya di salam sel penjara., temannya itu meminta maaf kepada mif dan mengembalikan berkas berkas penting milik mif yang hilang di rampok salah satu gerombolan preman itu yang tenyata adalah temannya teman yang penipu Mif.


"iya lah...., kalau tidak sempurna bisa bisa lehernya di gorok karena memiliki bos yang bar bar dan arogan kaya lo."sahut Marvin.


"gue bar bar sama arogan itu yang ajarin Marvin pih....zie cuma ngikutin jejaknya saja." ucap Zie mengadu kepada Papinya.


" Hey...Nona Kei...., kau mau mebunuhku secara berlahan ya?? bisa bisanya kau melempar kesalahanmu pada kakakmu yang tampan ini." sahut Marvin.


"Lihat pih.....Tuan Ma itu secara tidak langsung menyebutmu pembunuh." adu Kenzie lagi sambil memeletkan lidahnya kearah Marvin.


"haaaaaaah.......dasar gadis nakal sini kau. biar ku jewer telingamu sampai lebar." teriak Marvin. Kenzie dan Marvin kejar kejaran seperti anak kecil mengelilingi kursi sofa yang diduduki papinya.


Tuan Prabu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan. sudah tidak heran jika Marvin dan Zie selalu saja ribut jika bersama. keduanya terlihat masih seperti anak kecil ketika sedang bersama seperti ini dan hal itu justru membuat tuan prabu sangat bahagia.


berbeda ketika kedua anaknya sudah berurusan dengan dunia bisnis, keduanya memiliki aura kepemimpinan yang sangat kuat dan berwibawa dengan karakter masing masing.


Marvin akan terlihat dingin, sedikit bicara dan sedikit anggkuh. tapi ia masih bisa mentoleransi kesalahan kecil yang terjadi karena ketidak sengajaan. berbeda dengan Zie, ia lebih ramah dan murah senyum tapi ia tidak menerima kesalahan sekecil apapun, semuanya harus sempurna sesuai keinginannya. meskipun begitu ketika Kenzie marah semua orang pasti akan merasa ketakutan. tatapan matanya yang tajam siap menghunus siapa saja yang berani berbuat salah kepadanya. Zie juga tidak segan segan menghancurkan perusahaan lain yang berani berbuat curang terhadap perusahaannya. Tapi keduanya akan selalu Loyal dengang bawahannya sebagai penghargaan atas pencapaian yang diraih perusahaan dengan kerja keras bersama.


Perusahaan tidak akan bisa maju jika tidak ada team hebat yang berada di belakangnya., untuk itu Marvin dan Zie sangat menghargai hasil kerja keras mereka bersama dengan memberikan bonus atas mencapaian yang berhasil diraih.


"Awas kau....!! Marvin berhenti mengejar zie dan duduk di sofa single.


"wleek........" zie memeletkan lidahnya lalu duduk di samping papinya sambil bersandar di bahu kokoh sang Papi.


"Zie....,kapan rencanamu akan Pindah??" tanya Papi kepada zie.


"seminggu lagi pih......"jawab Zie enteng.


"secepat itu.....??". tanya Papi.


"iya...., zie sedikit lagi menyeselesaikan semua pekerjaan disini. setelah itu zie bisa langsung Pindah." ucap Zie.


"Kenapa dadakan sekali?? bagaimana dengan pekerjaanku?? masih banyak yang belum di selesai kan." protes Marvin.


"itu sih derita lo Tuan Ma....., siapa suruh lo kerjanya lelet. wleeek....." lagi lagi Zie meledek Marvin.


" Kauuu........" geram Marvin.


"sudah viiin........bagaimana dengan tempat tinggal nya zie ?? apa kau akan tinggal bersama Mang Dimana dan Mbok Nah lagi??" tanya Papi menyela agar pertikaian kedua anaknya tidak berlanjut lagi.


"Tidak pih...., Zie sudah membeli Rumah baru yang letaknya tidak jauh dari Perusahaan. Papi tenang saja, semuanya beres di tangan Nona Kei...." jawab Zie membanggakan diri.


"heleh....sombong....!!" sahur Marvin.


" Hey Tuan Ma......., apa kau tak punya pekerjaan sehingga duduk santai disini.?" tanya zie yang beranjak dari duduknya. " Zie balik keruangan dulu ya pih...."pamit Zie kepada sang Papi.


"Marvin juga balik ruangan dulu ya pih." Pamit Marvin juga.


"ya sudah...., selesaikan pekerjaan kalian dengan baik." jawab Tuan Prabu.


"Siap Tuan....." jawab Marvin dan Zie kompak sambil membungkukan sedekit badannya memberi hormat kepada Tuan Prabu.


Kenzie dan Marvin lalu berjalan menuju pintu keluar, keduanya berebut dan tak mau mengalah untuk siapa yang lebih dulu keluar dari ruangan itu.


"Dasar bocah......." ucap Tuan Prabu sambil geleng geleng kepala melihat tingkah konyol kedua anaknya.


apa yang akan di katakan jika ada karyawan lain yang melihat kedua atasannya yang bertingkah seperti anak kecil saling mendorong dan menarik memperebutkan sebuah pintu.


.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.