Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Pertemuan Marvin dengan Cerry



Setelah melihat gedung baru yang akan menjadi tempat kerjanya, Marvin, Kenzie, Mif dan juga Andre menuju ke rumah yang juga baru selesai di bangun.


sebuah rumah yang tidak terlalu besar dengan gaya klasik modern di lengkapi kolam renang, taman dan halaman yang cukup luas yang di kelilingi gerbang tinggi akan menjadi tempat tinggal Kenzie, Marvin dan Papinya di kota itu.


dari luar rumah itu terlihat biasa saja dan tidak terlalu mencolok tapi begitu masuk di dalamnya semua terlihat sangat menakjubkan. semua desain interios terlihat sangat elegan dengan warna coklat yang mendominasi, barang dan perabotan juga sangat mewah.


*Rung tamu



*kamar Marvin



*Kamar Zie



*Kamar papi



"Woah......., ini sangat Keren zie...." ucap Marvin begitu masuk kedalam rumah.


"gimana...., lo suka nggak?? " tanya Zie kepada Marvin.


"Suka banget....Papi juga Pasti suka. gila....., lo ko bisa sih sampe kepikiran bikin rumah dengan desain klasik modern gini." ucap Marvin sambil terus berkeliling melihat lihat isi dalam rumahnya.


"iya.....,gue masih inget model tempat tidur, sama meja rias kamar papi di mansion yang ada di kota Y. gue pikir....Papi suka sesuatu yang berbau klasik gitu makannya gue bikin rumah model kaya gini biar papi nyaman." jawab Zie tersenyum manis.


setelah puas melihat isi rumah barunya dari ruang tamu, ruang keluarga, ruang kerja, kamar, perpustakaan, dapur, hingga ruang khusus untuk Gym mereka semua pun pergi meninggalkan rumah itu.


"Mita...., dua Apartemen yang saya minta sudah ada??". tanya Zie kepada Mif. mereka semua berjalan keluar rumah menuju mobil yang terparkir rapi di halaman.


"Sudah Nona...., sesuai permintaan Nona, saya mengambil dua unit apartemin yang paling r dengan rumah ini"jawab Mif


"Bagus....., Apartemen itu buat kamu dan juga Andre.mulai sekarang kalian akan tinggal di apartemen itu." ucap Zie yang lebih mirip seperti perintah.


"Tapi Nona........" ucapan Andre belum selesai langsung terpotong dengan kata kata Zie.


"Saya tidak menerima penolakan, jadi kalian harus mengikuti semua perintah saya." ucap zie lalu masuk kedalam mobil. di ikuti Andre yang juga masuk kedalam mobil yang sama.kali ini Zie yang duduk di belakang kemudi.


mobil Zie berjalan secara berlahan di ikuti mobil Marvin di belakangnya.


Mif dan Marvin hanya mengikuti kemana perginya mobil Zie tanpa tau tujuannya.


ternyata mobil yang Zie kendarai menuju AK cafe karena sebentar lagi waktunya makan siang jadi Zie ingin menghabiskan waktu senggangnya untuk bersantai disana. mereka semua turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam cafe.


"Cerry.........." ucap Marvin Lirih dan menghentikan langkahnya sejenak membuat Mif yang berjalan di belakangnya ikut berhenti mendadak.


"Bruuk.........!!aw.........ssttt...... sakit". Andre mengadu sambil mengusap usap keningnya yang terbentur punggung kokoh Mif.


Andre yang berjalan di belakang Mif tidak melihat mif yang tiba tiba berhenti.


Mif menoleh kebelakang sambil nyengir karena sudah berhenti secara tiba tiba dan membuat Andre menabraknya.


"Heheee.....Sorry ndre....." ucap Mif cengengesan.


"Kalau berenti tu bilang bilang dong.jangan dadakan gini!! sakit tau!!" semprot Andre. keningnya sedikit memerah karena punggung Mif sangat keras seperti tembok.


"iya maaf.....,lagian Tuan Muda juga berenti mendadak, jadi ya gue ikut berhenti juga biar nggak nabrak Dia."jawab Mif merasa bersalah.


Tanpa mengeluarkan kata kata lagi Andre menyela dan berjalan mendahului Mif karena Marvin juga sudah melanjutkan langkah kakinya menghampiri Cerry.


"Eh....ndre, Nona mana??" tanya Mif karena tidak melihat Kenzie masuk kedalam cafe.


"di luar, masih terima telpon dari Papinya." jawab Andre menoleh kearah mif sebentar tanpa menghentikan langkahnya.


Mif melangkah kembali kearah pintu masuk untuk menunggu Nona Mudanya.


Zie masuk dan tersenyum melihat mif yang berdiri menunggunya di dekat pintu.


"Kemana yang lain??". Tanya Zie kepada Mif.


"Tuan Muda disana Nona". jawab Mif menunjuk kearah Marvin yang menghampiri Cerri. "Kalau Andre sepertinya pergi ke toilet." ucap Mif lagi.


"Kamu cari lah tempat duduk yang nyaman dan pesan makan dan minum lebih dulu sembari menunggu Andre..., saya mau keruangan saya dulu." ucap Zie sambil melangkahkan kakinya.


Zie membiarkan Marvin untuk menemui Cerri, karena Zie tau apa yang dirasakan Marvin selama terpisah dari orang uang disayang selama bertahun tahun. Zie melangkah naik kelantai dua menuju ruang pribadinya untuk menemui Dev.


Jantung Marvin bergetar ketika melihat cery duduk sendirian di Cafe. tidak di pungkiri bahwa ia sangat merindukan gadis itu. meski hubungan keduanya telah berakhir namun Cerry tetap menempati hati Marvin yang paling dalam. berlahan tapi pasti Marvin menghampiri Cerry yang sedang duduk sendiri menikmati segelas minuman dingin.


"Hay Cer......., boleh gue duduk disini??". ucap Marvin tersenyum tampan begitu sudah berada didekat Cerry. tanpa persetujuan Carry Marvin langsung menarik salah satu kursi dan mendudukkan dirinya disana.


"Ma Marvin......." ucap Cerry terbata.


Cerry membulatkan matanya kaget melihat Marvin ada di hadapannya sekarang. selama ini ia memang loss kontak dengan Marvin sehingga ia tidak tau tentang kabar Marvin sedikitpun.


" Lama tidak berjumpa, lo apa kabar??". tanya Marvin. ingin rasanya ia memeluk gadis yang selama ini ia rindukan.


"Gu gue baik Vin..., lo A apa kabar?? Kapan pulang....??". jawab Cerry masih terbata. .ia merasa sangat gugup dan tidak menyangka bertemu kembali dengan Marvin.


"gue sangat baik begitu ketemu lo. tapi saat jauh dari lo hati gue nggak pernah bisa baik baik saja." jawab Marvin sambil tersenyum tipis. menundukkan wajahnya yang sudah terlihat memerah.


"Gue kangen banget sama lo Cer......, jujur gue masih sayang sama lo dan sampai sekarang rasa itu masih sama seperti dulu." ucap Marvin jujur meski ia tau Cerry sudah memiliki pengganti dirinya bahkan sebentar lagi akan bertunangan.


Cerry terdiam mendengarkan ungkapan isi hati Marvin. hatinya sedikit bergetar, meski masih ada rasa sayang yang tertinggal di hati cerry untuk Marvin tapi ia sadar bahwa saat ini sudah ada Zio yang berhasil menggantikan Marvin di hatinya.


"gue juga kangen sama lo Vin...., tapi maaf sudah ada orang lain di hati gue saat ini dan sebentar lagi kita akan bertunangan." jawab Cerry menunduk, ada rasa nyari di hati ketika mengatakan itu kepada Marvin.


"iya gue tau......" jawab Marvin tersenyum kecut. "gue nggak akan maksa karena cinta itu tidak bisa di paksakan. gue cuma mau lo tau perasaan gue yang sebenernya, semoga lo bahagia dengan pilihan lo." ucap Marvin dengan berat hati. ia menundukkan pandangannya berusaha meredam rasa sakit didadanya.


"Makasih Vin......." jawab Cerry tersenyum manis kearah Marvin yang hanya di jawab dengan anggukkan kepala oleh Marvin.


Marvin berdiri dari duduknya ingin pergi meninggalkan ceri.


"Boleh gue peluk lo untuk yang terakhir kalinya.....,?" tanya Marvin sebelum pergi. ceri menganggukan kepalanya lalu berdiri dan memeluk Marvin.


Zie yang sudah duduk bergabung bersama Mif dan Andre pun hanya memandang sedih ke arah Marvin. ia tahu apa yang di rasakan oleh Marvin saat ini.


"Zie......, apa itu kekasih Marvin??". tanya Andre yang juga memandang kearah Marvin dan Ceri.


"ya...., tapi lebih tepatnya Mantan kekasih." jawab Zie.


"oh......, tapi sepertinya Marvin masih sangat menyayanginya." ucap Andre lagi.


Zie hanya diam tidak mengatakan apapun lagi. ia lebih memilih menghabiskan makanannya. nasib Zie dan Marvin itu sama, sama sama ditinggal tunangan oleh orang yang disayang.


"Cerry......, !!" Seru Zio yang datang bersama Ken dan Nico.


Zio langsung melepas paksaan pelukan Marvin dan cerry.


"Bugh.......!!!." satu tinjuan dari Zio mendarat di wajah Tampan Marvin tanpa aba aba.


"Zio jangan......!!." ucap Cerry sambil menutup mulutnya sendiri. ia kaget melihat kedatangan Zio yang tiba tiba lalu memukul Marvin.


"gue peringtain sama lo!! Jangan coba coba deketin cerry lagi!! karena dia sebentar lagi akan menjadi tunangan gue.!! ngerti lo...!?!. ucap Zie penuh penekanan.


keributan yang terjadi di antara mereka langsung menjadi pusat perhatian dari semua para pengunjung termasuk Zie, Andre dan Mif. Zie memilih tetap duduk diam dan memperhatikan apa yang terjadi.


"( begitu dalam kah rasa sayang lo buat ceri sehingga lo semarah itu melihat Ceri bersama Marvin. apakah sudah tidak ada rasa sayang lo buat gue yo?? ck....bodoh!!! jelas lah Zio sayang banget sama cerri. mereka bahkan akan bertunangan dalam waktu dekat ini. gue terlalu bodoh masih mengharapkan rasa sayang lo yang dulu ada buat gue.)"batin Zie.


.


.


.


bersambung.......


,_____,______,______,


Maaf ya readers setia Kenzio, Kenzie & Kenzio, Author belum bisa memenuhi permintaan para pembaca untuk crazy up karena Author memiliki kesibukkan sendiri di dunia nyata jadi mohon di maklumi ya....??. Author berusaha untuk up tiap hari meskipun hanya satu bab karena membuat sebuah cerita dengan imajinasi kita sendiri itu tidak gampang dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Nanti jika ada waktu senggang, Author akan usahakan untuk bisa Crazy up. 😉


"TERIMAKASIH BUAT YANG SUDAH MEMBERIKAN LIKE, VOTE, HADIAH (POIN & KOIN) SERTA MENJADIKAN KENZO, KENZIE & KENZIO SEBAGAI NOVEL FAVORIT."


"TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA.....LOVE YOU........😘"


.


.


.