Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Undangan Nikah



Setelah selesai mengobati Zio, Cerry pun berusaha menceritakan kejadian yang sesungguhnya kepada Zio agar tidak salah paham dengannya. Cerry juga meminta maaf sama Zio dan berjanji tidak akan menemui Marvin secara diam diam di belakangnya. Meskipun masih kesal, tapi Zio akhirnya memaafkan Cerry karena tidak mau terjadi pertengkaran di antara mereka yang bisa membuat pertunangan mereka batal nantinya.


Cerry pamit untuk pulang lebih dulu karena Asisten di butiknya menelpon dan memberi tahu bahwa ada pelanggan yang datang mencari cerry.


"Sayang......, maaf aku harus pergi duluan nggak papa kan?? soalnya ada yang pelanggan yang mau ketemu aku di butik." pamit Cerry kepada Zio.


"iya...., kamu hati hati dijalan, maaf aku nggak bisa nganter." jawab Zio.


"nggak papa....aku kan bawa mobil sendiri." jawab Cerry.


"Ken..., Nico... gue cabut dulu ya...." pamit Cerry. " muach..... bye sayang........" ucap Cerry setelah mencium pipi Zio.


"sip....!ok....! " jawab Ken dan Nico hampir bersamaan.


Cerry melirik kearah Marvin sebentar untuk memastikan bahwa Marvin baik baik saja sebelum ia benar benar melangkah pergi meninggalkan cafe.


"Nih Vin....., lo belum makan kan?? gue udah pesenin makanan buat lo." ucap Zie menyodorkan makanan beserta minumannya kearah Marvin.


"Suapin........." rengek Marvin lagi.


"Mita....tolong kamu urus tuh bayi besar. suapin biar nggak rewel." ucap Zie menyuruh mif untuk menyuapi Marvin.


"Baik Nona......." jawab Mif menuruti perintah Nona mudanya.


"nggak perlu!! gue bisa makan sendiri!!". ucap Marvin sambil memanyunkan bibirnya.


Dengan kesal Marvin memasukkan satu supan kedalam mulutnya dan mengunyahnya dengan cepat. Zie, Andre, dan juga Mif hanya tertawa cekikikan melihat tingkah Marvin yang masih serti anak kecil itu.


"heh....kalian perdua." ucap Marvin menunjuk kearah Mif dan juga Andre menggunakan garpu yang ada di tangannya. " berani ngetawain gue....?? gue pecat kalian berdua.!!". ancam Marvin.


"Ehm......," Mif berdehem untuk menetralkan sikapnya agar tidak tertawa. "Maaf Tuan Muda...., kami berdua keberkerja pada Nona muda jadi Tuan Muda tidak bisa memecat kami." jawab Mif dengan senyum tipisnya.


Zie tertawa ngakak mendengar jawaban Mif yang membuat Marvin melotot tak bisa berkata kata lagi. memang benar Mif dan Andre adalah Asisten dan sekertaris Kenzie jadi Marvin tidak punya hak untuk memecat keduanya.


"sudah Vin.... lo abisin dulu tuh makanannya, gue tinggal kesebelah dulu." ucap Zie beranjak dari duduknya dan berpindah bergabung bersama Ken, Nico dan juga Zio.


suasana di cafe saat ini sangat sepi, sudah tidak ada lagi satupun pengunjung disana karena memang Zie menyuruh Dev untuk menutup cafenya sekarang juga. Zie tidak ingin para pengunjung cafe merasa tidak nyaman karena kondisi cafe yang masih sedikit kacau.


"Lo gimana yo....?? baik baik aja kan??". tanya Zie memandang wajah Zio dengan raut wajah khawatir. ia sudah duduk di samping Ken dan berhadapan dengan Zio.


"gue baik baik aja ko Zie.... " jawab Zio tersenyum tampan.


"(gue pikir lo udah nggak peduli lagi sama gie zie)" batin Zio


Zio terus menatap kearah Zie dengan penuh kerinduan. ingin rasanya Zio memeluk Zie untuk menumpahkan segala rindu yang ada di hatinya.


"Zio langsung sembuh Zie..., kan tadi udah di obatin sama Cerry." sahut Nico.


"syukur deh kalau gitu...."jawab Zie


Zie tersenyum kecut sambil menundukkan wajahnya. ini adalah saat yang di tunggu tunggu oleh zie sejak dulu. saat dimana ia kembali ke negara ini dan bertemu kembali dengan Zio. tapi sayangnya Zio kini tak sendiri lagi, sudah ada cerry yang menggantikan posisinya di hati Zio. Zie mencoba berbesar hati dan mengikhlaskan semuanya, mungkin Zio memang bukan jodoh yang tuhan berikan untuknya.


Ken yang melihat perubahan raut wajah Zie langsung paham bahwa sahabatnya ini masih sangat mencintai Zio. Ken yang tidak mau Zie bersedih pun mulai mengalihkan pembicaraan mereka.


"Zie......, gimana kabar Papi lo??". tanya Ken kepada Zie.


"Papi baik Ken...., sekarang masih ada di Amrik nyelesaiin kerjaannya. mungkin beberapa hari lagi Papi pulang kesini." jawab Zie.


"wih..... papi lo pembisnis internasional Zie....??" tanya Nico yang memang belum tau siapa orang tua Zie.


"eh....ya gitu Nic...., bisnis kecil kecilan."jawab Zie merendah, padahal kekayaan keluarga Ken maupun Zio tidak ada apa apanya jika di bandingkan dengan kekayaan yang di miliki papinya Zie. tapi hal itu tidak membuat Zie besar kepala karena menurut zie semua itu hanyalah titipan tuhan.


"ehm...itu..., bisnis pembangunan. contruksion." jawab Zie. padahal bisnis milik papinya tidak hanya di bidang Contruksion saja.


" Udah deh Nic.... bahas masalah kerjaannya nanti aja di kantor." sahut Zio.


" iya bos.... " jawab Nico singkat.


"loh....lo kerja sama Zio Nic??". tanya Zie.


"hehee.....iya Zie.., Zio butuh gue buat jadi Sekertarisnya." jawab Nico.


"bukannya elo yang butuh kerjaan ya Nic?? bukan Zio yang butuh elo....." sahut Ken.


"Hay Bapak Ken, diem aja ngapa sih?? lo seneng banget ya bikin harga diri gue jatuh di depan Zie." semprot Nico ngegas


"heh gue bukan bapak lo ya!! kalau gue punya anak modelan kaya lo, udah gue kutuk jadi panci terus gue jual ketukang loak tau nggak." semprot ken balik.


"dih....ganteng ganteng ternyata penjual panci..." sahut Nico.


"oh...jadi lo udah mengakui kalau gue ganteng nih." jawab Ken sambil menarik turunkan kedua alisnya secara bersamaan.


"Idih...enggak ya..., tadi itu lidah gue cuma kesleo doang makanya bilang lo ganteng." ucap Nic tak terima.


"eh Nic....., gimana kabarnya si sigit??" tanya Zie melerai ken dan Nico yang terus debat membuat kepala zie pusing.


"LAH..... ITU DIA!!! Seru Nico mengagetkan semuanya.


"Biasa aja kali ah...., sampai kaget gue." omel Zio kepada Nic.


"heheee.... maaf bos kelepasan!! gue tadi lupa, untung zie ngingetin gue soal Sigit." jawab Nico.


"emang ada apa dengan Sigit??" tanya ken kepo.


"Sigit mau merrid minggu depan, kita semua dapat undangannya termasuk elo Zie. hitung hitung reunian teman SMA dulu kata Sigit." jawab Nico heboh.


"Wah...asyik tuh reunian..,.., Nanti kita perginya bareng bareng ya.....??" ucap Ken.


akhirnya mereka membicarakan tentang kenangan kenangan mereka dulu saat duduk di bangku SMA. hingga akhirnya Ken, Zio dan Nico harus kembali ke kantor untuk bekerja karena waktu makan siang mereka sudah habis. tidak lupa Zio juga meminta maaf kepada Zie atas kekacauan yang ia buat bersama Marvin.


setelah mereka pergi, Zie kembali duduk bergabung bersama Marvin, Mif dan juga Andre.


.


.


.


.


.


bersambung........


.


.


.