
Pagi sudah mulai beranjak siang...., seorang pemuda baru saja tersadar dari tidurnya. ia mengerjapkan matanya sambil memijit keningnya sendiri yang terasa pusing. Zio....., setelah semalam ia banyak menghabiskan minuman di sebuah bar ia benar benar tidak mengingat apa apa lagi setelahnya.
"Aaaaa............ " Zio berteriak kaget saat dirinya ternyata tidak memakai baju di tambah lagi ada tangan orang lain yang melingkar di perut sixpack nya. Zio tidak bisa melihat siapa orang yang telah tidur bersamanya saat ini karena posisi Zio menghadap kesamping membelakangi orang itu. sungguh posisi yang sangat intim bukan?? 😆
ia sudah berfikir yang tidak tidak melihat kondisinya saat itu. ia takut jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan seperti di novel milik adiknya yang pernah ia baca dimana saat tidak sadar kan diri karena pengaruh minuman yang berakhir diatas ranjang lalu menikah dengan wanita karena tidak sengaja meniduri seorang wanita itu.
Ken yang saat itu tidur dengan Zio pun terkaget mendengar teriakan itu dan reflek ia langsung menendang b*k*ng Zio sehingga membuatnya langsung jatuh dari atas ranjang.
"gedebug..........Aw sakit..... " Rintih Zio ketika tubuhnya jatuh ke lantai. ia mengelus jidatnya yang terbentur di lantai karena posisi jatuhnya tengkurep. sudah pusing jadi bertambah sakit. benar benar pagi yang mengesalkan.
"Eh...., Sorry Yo..... nggak sengaja. abisnya lo brisik banget sih pake acara teriak teriak segala. gue yang kaget jadi reflek nendang lo deh. sorry ya..... " ucap Ken nyengir dengan wajah bantalnya karena baru bangun tidur. ia bahkan tidak merasa bersalah sama sekali setelah membuat Zio terjatuh dari atas ranjang.
"Keeenn!!!!". geram Zio kesal.
ia sudah ketakutan terjadi sesuatu yang tidak tidak tapi ternyata yang tidur dengannya itu adalah Ken.
" Apa.....?? " jawab Ken dengan wajah tanpa dosa.
"Apa yang lo lakuin sama gue?? kemana baju gue?? kenapa gue tidur tanpa pake baju?? jangan bilang lo udah apa apain gue ya semalam.?? " Tuduh Zio dengan kejamnya.
Bug..... " satu bantal melayang dan mendarat tepat di wajah Zio.
"Heh....!! Najis...!! sekate Kate lo ngomong. gue normal ya... bukan jeruk makan jeruk. " sahut Ken. "harusnya lo itu berterimakasih sama gue karena udah bersusah payah bawa lo pulang kesini, tapi apa?? lo malah nuduh gue dengan tuduhan yang sangat kejam.... " ucap Ken lagi.
"Ya sorry...., lagian kenapa juga gue bisa tidur tanpa memakai baju gini. apalagi kita tidur bareng, pake peluk peluk segala lagu. gue kan risih Ken. " jawab Zio merasa geli.
memang sudah hal biasa mereka tidur bersama, tapi keadaannya mereka sama sama tetap memakai baju. berbeda dengan sekarang. meskipun mereka berdua sudah biasa melihat tubuh berotot satu sama lain tapi tidak pernah tidur bersama tanpa menggunakan baju seperti saat ini.
"Lo itu semalam mabuk berat..., lo bahkan muntahin baju lo dan baju gue juga. makannya kita berdua nggak pake baju. udah mending gue nggak ngebiarin lo tidur dengan baju kotor dan bau itu. " jawab Ken.
"Kenapa nggak makein baju ganti buat gue??, kalau kaya gini kan kesannya gue kaya abis di nodai sama lo tau nggak. "ucap Zio sambil memeluk dirinya sendiri.
" Najis banget tau nggak.... kaya anak perawan aja lo. ribet...!!" sahut Ken kesal dengan tuduhan Zio.
ia lalu bangkit dari tempat tidur dan pergi berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah selesai mandi Ken melihat Zio sudah memakai kaos dan sekarang duduk di sofa, di hadapannya juga sudah tersedia beberapa makanan yang di pesan Zio untuk mereka berdua.
"pinjam baju lo dong..... "pinta Ken.
" Ambil aja..... " jawab Zio singkat
Ken berjalan menuju lemari dan mengambil pakaian milik Zio. Setelah berpakaian Ken ikut duduk bersama Zio.
"lo udah baik baik saja kan?? " tanya Ken sambil menelisik raut wajah Zio. Zio hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Ken.
"Syukur deh...., mandi dulu sana.... lo bau banget tau nggak. " perintah Ken.
tanpa menjawab Zio langsung bangkit dari posisi duduknya dan pergi masuk kedalam kamar mandi. ia menuruti perintah Ken tanpa membantah. setelah selesai mandi dan memakai pakaian keduanya lalu makan bersama dalam diam.
"Gue tau lo pasti merasa kecewa banget dengan jawaban Zie semalam. saran gue ikhlasin dia karena lo nggak bisa memaksakan perasaan seseorang, hargai keputusannya dan biarkan dia bahagia dengan pilihannya sendiri. Gue yakin lo masih bisa berfikir dengan baik dan tidak akan melakukan suatu tindakan yang akan merugikan dan membahayakan lo sendiri. gue balik dulu ya........ " pamit Ken setelah menasehati sahabatnya.
mungkin kata kata Ken memang sangat mudah di ucapkan tapi nyatanya begitu sulit untuk Zio lakukan.
"Iya Ken....., makasih lo udah mau repot repot ngurusin gue semalam. " jawab Zio.
"Kalau lo butuh teman..., langsung hubungi gue aja. " ucap Ken lagi...
"iya.... " jawab Zio.
"nggak papa kan kalau gue tinggal?? " tanya Ken lagi.
"iya nggak papa....??. " jawab Zio.
"bener ya....?? gue balik dulu ni.... ".tanya Ken lagi.
" Iya Ken...., ya ampun... lo kenapa jadi bawel gini sih. udah sana pergi. "usir Zio kesal dengan sikap Ken. ia sedikit mendorong Ken agar cepat keluar dari apartemennya.
" iya iya....... " jawab Ken terkekeh dengan sikap Zio..,
...🌸_________🌸__________🌸...
Zie sudah berkemas dan siap untuk pergi ke negara K. andre juga sudah berada di kediaman Zie. sedangkan Asisten Zaki sudah menyelesaikan semua persiapan keberangkatan ke negara K saat itu juga dengan pesawat pribadi sesuai permintaan Tuannya.
"Jadi kalian benar benar akan pergi sekarang juga?? katanya besok pagi....?? " tanya Marvin tidak rela karena ia akan ditinggal pergi oleh adik dan Papinya.
"Lebih cepat lebih baik kak..., jadi kita bisa punya banyak waktu untuk jalan jalan di sana. " jawab Zie dengan cerianya.
"Bilang aja lo udah nggak sabar buat ketemu kak Darren. iya kan??. " Ledek Marvin
"Ya itu termasuk salah satunya...., lo jaga rumah baik baik ya Kak. gue sama Papi mau bersenang senang dulu, jalan jalan ke luar negri. " jawab Zie sengaja membuat Marvin kesal.
"tega lo ninggalin gue...... " sahut Marvin.
"tega lah... kan lo di rumah nggak sendirian. ada Cerry yang akan nemenin lo." jawab Zie cengengesan. "lagian kita pergi nggak lama ko kak. nanti pulangnya gue bawain oleh oleh deh...... " ucap Zie lagi.
"Bener ya bawain gue oleh oleh..., awas lo kalau bohong. " ancam Marvin.
"iya.... nanti gue bawain oleh oleh bunga sakura yang baru mekar satu plastik kresek penuh. " jawab Zie sambil tertawa.
"dasar!!! " gemas Marvin sambil mengacak acak rambut Zie.
"Kakak ih.....!!" kesal Zie karena rambutnya berantakan, " jangan di acak acak rambut gue!!gue bukan anak kecil lagi ya!!". ucap Zie mengembangkan kedua pipinya sambil membenahi rambutnya.
"meskipun lo bukan anak kecil tapi lo tetep adek gue. " jawab Marvin mencubit kedua pipi adiknya lalu setelahnya memeluk Zie dengan sayang. " jaga diri lo baik baik dan jagain papi juga disana." pesan Marvin.
"iya Kak....., lo juga baik baik di rumah. " jawab Zie. keduanya lalu mengurai pelukan mereka.
"Iya..... " jawab Marvin
"Papi dan Zie pergi dulu ya Vin. " Pamit Papinya
"Iya pi.... hati hati di jalan dan selalu jaga kesehatan papi. " jawab Marvin lalu mereka berpelukkan sesaat.
"Iya..... " jawab Papi
setelah berpamitan mereka semua pergi menuju bandara di mana pesawat pribadi mereka sudah menunggu.
rumah besar itu langsung terasa sangat sepi ketika ditinggal penghuninya.
"Yah... sepi deh. " gumam Marvin. ia lalu menghubungi teman temannya untuk berkumpul bersama karena ia tidak mau menghabiskan waktu liburnya hanya dirumah sendirian seperti ini.
Hari ini Marvin akan menghabiskan waktu bersama teman temannya. hal yang sudah lama tidak ia lakukan setelah menikah dengan Cerry.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
.
.
.