
Ke esokan hari nya, Zie yang baru selesai mandi keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk jubahnya. ia duduk di tepi ranjang sambil memangku kotak P3K. zie terdiam karena merasa kesulitan jika harus mengobati luka di lengannya serta mengganti perbannya sendiri.
zie berfikir untuk meminta bantuan salah satu pelayan yang ada di rumah itu.
"Ceklek.........."tiba tiba pintu kamar di buka dari luar.
masuklah Marvin dengan tersenyum manis sambil membawa sarapan di atas penampan.
"Butuh bantuan??". tanya Marvin sambil meletakkan nampan di atas meja yang ada di samping tempat tidur Zie.
"kau memang saudaraku yang paling pengertian." ucap Zie tersenyum manis.
"tentu saja...., siapa lagi saudaramu selain gue." jawab Marvin tersenyum tampan.
ia lalu meraih kotak p3k uang ada di pangkuan Zie untuk membantu Zie mengobati luka di lengannya dan mengganti perbannya dengan telaten.
tok...tok....
suara pintu kamar Zie di ketuk dari luar. Marvin dan Zie saling berpandangan sejenak lalu Zie menyerukan suaranya.
"masuk......" ucap Zie.
"ceklek..... ".pintu kamar Zie terbuka, masuk lah Daren kedalam kamar Zie. meskipun luka di kaki, perut dan lengannya belum sembuh benar tetapi Daren sudah bisa bergerak dan berjalan dengan hati hati.
"Zie...., apa kau sakit...??" tanya Daren dengan wajah khawatir, ia berjalan berlahan mendekat kearah Zie dan Marvin. "apa yang terjadi??." tanya Daren lagi ketika melihat Marvin membalut kembali luka di lengan Zie.
tadi saat Daren ke ruang makan disana masih sepi tidak ada Marvin maupun Kenzie. ketika Daren menanyakan keberadaan keduanya kepada pelayan, pelayan itu bilang bahwa Marvin pergi kekamar Nona Muda untuk membawakan sarapan. karena tidak biasanya Kenzie makan di dalam kamar, Daren pun menyusul Marvin untuk memastikan bahwa Zie baik baik saja.
"tidak papa kak....., ini hanya luka sedikit." jawab Zie tersenyum."makasih Vin...," ucap Zie ketika Marvin selesai mengobati lukanya. marvin hanya menganggukkan kepala dan merapikan kembali kotak p3k nya.
"sedikit apanya, kau bahkan mendapat beberapa jahitan untuk membuat luka itu tertutup kembali." gerutu Marvin. "Zie terkana sayatan pisau kak...., semalam dia di hadang beberapa preman." ucap Marvin pada Daren.
"Apa.....???."kaget Daren.
"ish.....dasar pengaduu!!!." Omel Zie Kepada Marvin. "awas kalau lo ngadu juga sama Papi...., gue nggak mau temen lagi sama lo.". ancam Zie.
" eh...dua hari lagi papi pulang!! tanpa gue ngadu, papi juga bakal tau sendiri." jawab Marvin.
"sudah sudah....kenapa kalian malah berdebat.?". Lerai Daren. "gimana luka mu Zie?? kenapa tidak di rawat saja di rumah sakit??".tanya Daren penuh perhatian.
"Zie nggak papa ko kak..... hanya tergores sedikit jadi nggak perlu di rawat. bentar lagi juga pasti sembuh." jawab Zie. "gimana dengan luka kakak??" tanya Zie balik.
"(anak ini, dia sendiri terluka tapi masih saja menghawatirkan lukaku)"gumam Daren dalam hati
"Kakak juga sudah baikan. sepertinya besok kakak harus kembali kenegara kakak Zie. kakak sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan kakak." ucap Daren.
"secepat itu?? tapi luka kakak belum sembuh sepenuhnya." ucap Zie.
"ini sudah baikan, sebentar lagi juga pasti sembuh." jawab Daren.
"ehm.....sebaiknya kita sarapan dulu saja sekarang, baru nanti di lanjut lagi ngobrolnya." sela Marvin karena sudah waktunya mereka sarapan.
"ayo kita sarapan bersama.,Vin tolong bawain itu kebawa lagi ya? gue mau sarapan bareng aja diruang makan tapi gue pake baju dulu sebentar. " ucap Zie dan menyuruh Marvin membawa kembali penampan yang berisi sarapan yang ia bawa tadi.
"Biak lah tuan putri....." jawab Marvin menuruti perintah Zie yang membuat Zie terkekeh kecil.
mereka berdua keluar dari kamar Zie dan turun kelantai bawah untuk sarapan bersama di ruang makan di susul zie yang baru turun kelantai bawah karena berpakaian terlebih dahulu.
,____,_____,______,______,
Di lain tempat, pagi ini Zio mendatangi rumah mbok Nah dan Mang Diman. semalaman ia tidak bisa tidur memikirkan keadaan Kenzie. mobil miliknya sudah di antar kerumah oleh orang suruhan Zio. bahkan kini tas milik Zie yang berisi dompet dan HPnya pun ada di tangannya sehingga ia mempunyai alasan untuk segera menemui Zie sepagi ini.
pintu rumah Mbok Nah berbuka setelah Zio memencet bell nya beberapa kali.
terlihat Mbok Nah sendiri yang membukakan pintu untuk Zio. senyum khas mbok Nah langsung terukir melihats siapa yang bersamamu sepagi ini.
"iya mbok..... Assalamualaikum....." Zio menyalami mbok Nah dengan sopan.
"Wa alaikum salam....." jawab Mbok Nah.
Mbok Nah pun mempersilahkan Zio duduk di ruang tamu.
"Ada apa Mas Ganteng?? tumben tumben mas ganteng datang kesini?? pasti nyariin Neng Zie ya??". tanya Mbok Nah.
Siapa lagi yang Ken dan Zio cari di rumah ini selain Kenzie. sudah begitu lama kedua pemuda tampan itu tidak berkunjung ke rumah itu semenjak Kenzie pergi keluar Negeri.
"iya mbok..... kenzie nya ada kan??". tanya Zio.
"Loh....memang Mas Ganteng nggak di kasih tau kalau Neng Zie sudah pindah rumah??",tanya Mbok Nah balik. "awal pulang dari Luar negeri, Neng zie memang sempat tinggal disini beberapa hari, tapi sudah dari seminggu yang lalu Neng Zie pindah ke rumah barunya bareng kakaknya". ucap Mbok Nah lagi.
"(kakaknya??? sejak kapan Zie punya kakak?? kalau dia pindah seminggu yang lalu berati setelah acara tunangan gue dong?? kenapa Zie nggak ngasih tau apa apa sama gue sih?? bahkan semalam dia diem aja waktu gue anter dia pulang ke rumah ini?? apa Ken tau soal zie pindah rumah?? kalau dia pulang kerumahnya brati Mbok Nah tidak tau bahwa semalam Zie terluka?? ) banyak pertanyaan yang muncul di benak Zio saat ini.tapi yang menjadi prioritas Zio saat ini adalah menemui Zie untuk mengetahui bagaimana kondisinya saat ini.
"emm......, Zio boleh minta alamat rumah baru Zie nggak mbok??". tanya Zio.
"aduh...mbok Nah sendiri juga belum pernah kesana. yang tau alamat pastinya itu Mang Diman karena dia yang nganter kepindahan Neng zie dari sini tapi Mang Diman nya sekarang udah otw ke kantor. kalau nggak salah rumahnya di sekitar jalan Xx. Kenapa Mas ganteng nggak tanya langsung sama Neng zie aja??" jawab Mbok Nah apa adanya.
" gitu ya mbok.....,?? ya udah deh nanti Zio hubungi Zie aja..., kalau gitu Zio pamit dulu ya mbok. maaf pagi pagi udah bertamu....".pamit Zio tersenyum tampan.
"beneran mau pulang?? mbok Nah belum bikinin minum buat Mas Gnteng loh??". ucap Mbok Nah.
"nggak papa mbok..., gampang lain kali aja." jawab Zio terkekeh.
"padahal Mbok Nah seneng loh pagi pagi kedatangan tamu Ganteng, jadi bikin semangat. sering sering main kesini ya Mas ganteng" jawab mbok Nah ketawa renyah. "oh iya...selamat ya atas pertunangannya Mas ganteng dengan Cerry, maaf mbok Nah nggak bisa datang waktu itu soalnya anak Mbok Nah lagi sakit.." ucap Mbok Nah tersenyum.
"Mbok Nah bisa aja...., iya mbok makasih ya?? nggak papa kemarin nggak bisa datang tapi nanti pas acara pernikahan Zio, mbok Nah harus hadir loh?? jangan sampai enggak." jawab Zio ternsenyum. "ya udah Zio pamit ya?? assalamualaikum ". ucap Zio menyalami Mbok Nah.
"iya Mas..., insya allah.... Wa alaikum salam......" jawab mbok Nah.
mbok Nah di buat bingung dengan kedatangan Zio. bukankah Zio, Ken dan Zie bersahabat baik?? lalu kenapa Zie tidak memberitahu mereka tentang kepindahan rumahnya?? sebenarnya ada apa?? apa yang terjadi di antara mereka??. apalagi melihat ada beberapa memar di wajah Tampan Zio, sepertinya Zio habis berkelahi. apakah terjadi masalah diantara mereka?? mbok Nah benar benar tidak tau menau tentang mereka. mbok nah hanya bisa berdoa semoga hubungan mereka selalu baik baik saja.
Zio pergi meninggalkan kediaman mbok Nah dengan mengendarai mobil sport putih kesayangannya. pikirannya terus tertuju kepada Zie.
"Kemana gue harus mencari alamat rumah Zie sekarang??, ah.... Ken pasti tau karena semalam Dia yang nganter Zie pulang. tapi Ken kan marah banget sama gue, apa dia mau kasih tau alamat rumah Zie yang baru?". sepanjang jalan Zio terus berfikir bagaiman caranya ia bisa menemui Zie. ia merasa khawatir dan sangat bersalah atas apa yang menimpa Zie.
"(maafin gue Zie....). gumam Zio salma hati penuh penyesalan.
.
.
.
.
.
bersambung.....
.
.
.
.
.